
"Apa kau sudah menyiapkan semua yang aku minta?"
Hari sudah cukup malam ketika Dewa keluar kamarnya untuk menemui Bayu. Lengan pria itu tampak sudah di obati dan keadaannya pun sudah baik-baik saja.
"Ya, Dewa aku hanya ingin mengatakan satu hal padamu kalau Zoya tidak salah apapun. Jadi, sebaiknya kau hentikan kegilaanmu ini sebelum Zoya benar-benar membencimu" kata Bayu sekali mengingatkan Dewa sebelum pria itu bertindak terlalu jauh menyakiti Zoya.
"Apa kau sudah selesai bicara? Aku memanggilmu kesini bukan untuk mengurusi kehidupanku apalagi memberi perhatian kepada wanitaku" kata Dewa menatap Bayu tajam.
"Lakukanlah sesukamu, tapi coba sekali saja kau tatap mata Zoya yang penuh luka agar kau sadar apa yang kau rasakan tidak sebanding dengan pengorbanan yang dia berikan" kata Bayu balas menatap Dewa tajam.
Bayu segera pergi dari sana setelah mengatakan hal itu. Ia harus mengurus kepulangan Dewa ke Jakarta malam ini juga.
Dewa hanya bisa menatap punggung Bayu yang berjalan menjauh, apa dia salah jika ingin memiliki Zoya seutuhnya? Jika dia melepaskan Zoya, wanita itu pasti akan kembali kepada suaminya dan kembali meninggalkannya.
Aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi.
Dewa kembali masuk ke kamarnya dan melihat Zoya masih tertidur karena kelelahan setelah ia menguras habis tangannya. Setelah mengganti bajunya, Dewa langsung membungkus tubuh Zoya dengan selimutnya, sama persis seperti saat dia membawa wanita itu kemari.
Zoya yang memang dasarnya orang yang sangat peka, ia langsung membuka matanya yang terlihat masih sangat mengantuk.
"Dewa? kau akan membawaku kemana?" tanya Zoya.
"Kau akan tau nanti, ini sudah sangat larut, tidurlah lagi" kata Dewa membawa Zoya untuk duduk di sofa seraya menunggu helikopternya datang, namun ia masih tak melepaskan Zoya dari gendongannya.
"Kau akan pulang?" kata Zoya justru membuka matanya lebar-lebar.
"Kau bilang akan membebaskan ku? kenapa kau pulang lebih dulu? Apa kau mau membohongiku? Apa kau...."
Cup
Dewa langsung membungkam mulut Zoya untuk membuat wanita itu diam.
"Diamlah perempuan keras kepala, Aku akan menepati janjiku untuk membebaskan mu dan membawamu pulang malam ini. Aku tidak akan menyerangmu kalau itu yang kau takutkan, sekarang tidur dan beristirahat" kata Dewa menarik kepala Zoya dan menenggelamkan wajahnya di dadanya.
Zoya masih tak percaya dengan apa yang di dengarnya, ia malah menatap Dewa dengan mata bulatnya yang indah. Ia juga bergerak gelisah dalam pelukan Dewa membuat pria itu mengeram sebal.
__ADS_1
"Sssshhh....Diamlah Zoya! Kalau kau terus bergerak, aku tidak berjanji untuk tidak membawamu ke ranjang dan kembali meniduri mu" kata Dewa menahan dirinya saat Zoya terus bergerak di pangkuannya.
Ancamannya itu ternyata berhasil membuat Zoya menghentikan tingkahnya.
"Tenanglah Zoya, pejamkan matamu dan tidurlah..." bisik Dewa menyusuri pipi halus Zoya seraya mengelus lembut punggungnya.
Perlakuan Dewa itu membuat Zoya sedikit rileks, ia memejamkan matanya seraya mendengarkan detak jantung Dewa sebagai pengantar tidurnya. Ditambah elusan di punggungnya membuat Zoya cukup mudah untuk jatuh ke alam mimpinya.
Dewa tersenyum simpul, ia menciumi rambut Zoya beberapa kali sebelum membawa wanita itu pergi meninggalkan pulau dan kembali ke Jakarta.
Selama perjalanan itu, tak sedikitpun Dewa melepaskan Zoya dari gendongannya. Ia terus memeluk wanita itu sampai di Apartemen pribadi yang baru saja di belinya. Dewa pun perlahan merebahkan Zoya di kasurnya.
"Semoga mimpi indah...." bisik Dewa mencium kening Zoya cukup lama sebelum melepaskannya dan pergi darisana.
Tanpa Dewa sadari, setitik air mata langsung lolos dari Zoya karena wanita itu sebenarnya sudah bangun namun sengaja berpura-pura tidur untuk melihat apa yang dilakukan oleh Dewa.
"Apa kamu bisa berubah seperti dulu lagi?"
*****
"Apa yang kau lakukan?" kata Dewa kaget saat melihat Zoya bertelanjang ria di depannya. Ia segera melangkahkan kakinya lebar-lebar dan melemparkan paper bag yang baru saja di bawanya.
"Kau! Kenapa kau tidak membangunkanku? Kau sengaja ya?" kata Zoya memprotes Dewa. Ia tidak sadar kalau dirinya masih tak menggunakan apapun.
"Sengaja apa? Kau yang sengaja ingin menggodaku ya?" kata Dewa berdiri tepat di depan Zoya.
"Menggoda apa?" kata Zoya gugup sekali. Ia kemudian mengalihkan pandangannya ke samping, tapi kaget saat melihat pantulan dirinya di cermin lemari.
"Kyaaaaaaaaa.....!!!!!!" Zoya berteriak kencang dan menutup asetnya yang terpampang. Bodoh sekali dia sampai tidak menyadari hal itu.
Zoya segera menarik selimut untuk menutupi badannya. Bodoh! Dia benar-benar bodoh!.
"Untuk apa kau menutupinya? Aku sudah melihatnya, aku bahkan sudah merasakannya?" kata Dewa mengulas senyum mengejeknya.
"Dasar mesum! Pergi kau darisini" kata Zoya menahan rasa malunya dengan membungkus seluruh tubuhnya dengan selimut itu dan membelakangi Dewa untuk menyembunyikan wajahnya yang merah seperti kepiting rebus.
__ADS_1
Sungguh memalukan! Sialan!
Dewa menahan senyumnya, ia malah dengan sengaja memeluk Zoya dari belakang membuat wanita itu membeku.
"Aku akan pergi kemana? Ini kamarku?" bisik Dewa sengaja menggoda Zoya.
Wajahnya sejak tadi tak henti tersenyum karena tingkah Zoya. Rasanya sudah lama sekali dia bisa tersenyum selepas ini.
"Dewa! Jangan mengganguku! Kau harus ingat janjimu kalau kau akan membebaskan ku" kata Zoya mengigit bibirnya untuk menahan rasa gugup saat Dewa memeluknya seperti ini.
"Kenapa kau ingin sekali pergi dariku? Apa ada orang lain yang sudah menunggumu?" kata Dewa tak suka karena Zoya ingin terus melepaskan diri darinya.
"Bukan urusanmu" kata Zoya ketus.
"Urusanmu sekarang adalah urusanku, karena mulai saat ini kau adalah wanitaku, jadi apapun yang kau lakukan aku harus mengetahuinya. Sekarang bersihkan dirimu dan gantilah bajumu. Aku sudah membawakannya, aku akan menunggumu di bawah" kata Dewa melepaskan pelukannya dari Zoya.
Zoya menghela nafas sejenak saat melihat Dewa pergi begitu saja. Zoya rasanya ingin berteriak dan mengatakan kalau ada putra mereka yang sudah pasti menunggunya. Tapi apakah Dewa akan percaya?
Zoya tak mau memikirkannya dulu, ia segera membersihkan dirinya agar bisa langsung pulang. Tapi sebelum itu, dia menemui Dewa yang sudah menunggunya di bawah. Pria itu tampak sudah sangat tapi dengan setelan jas berwarna abu-abu dan tampak semakin mempesona.
"Aku sudah siap" kata Zoya berdiri dua meter di depan Dewa.
Dewa yang melihat kedatangan Zoya pun langsung mengangkat wajahnya. Memperhatikan sejenak penampilan Zoya yang tampak sangat cantik dengan mini dress hijau pupus pilihannya.
"Kau harus sarapan dulu" kata Dewa menunjuk makanan didepannya.
Happy Reading.
Tbc.
Mohon dukungan like dan komen ya kak...
Nggak usah di kasih kopi gapapa yang penting like dan komen.
tapi kalau di kasih juga othor sangat berterimakasih ... hehehe..
__ADS_1