
***
Hmm.. Bosaann.
Anna memegang remote tv di pangkuannya. Mengganti-ganti channel tv yang membosankan, tidak ada siaran tv yang menarik. Wajahnya yang putih pucat sangat kusut. Tidak ada hari yang menyenangkan menurut Anna semua hari selama 3 tahun ini sangat membosankan.
Dirinya selalu bermimpi kehidupannya kelak akan menjadi indah, penuh senyum, tawa, seperti pelangi. Dia akan menikah dengan suami yang mencintai dirinya dan memiliki anak-anak yang menggemaskan. Senyum Anna seketika luntur, tapi itu semua hanya mimpi semu Anna ketika kecil. Ketika Anna belum tahu kehidupan yang sebenarnya.
"Kamu harus kuat Anna, tidak boleh mengeluh sedikitpun. Oke."
"Walaupun sekarang aku begitu tidak berguna. Tidak ada kebahagian sedikitpun. Tapi, mungkin nanti. Ya, nanti."
Tersenyum miris.
Dulu, kehidupan Anna sangat menyenangkan. Ayah dan ibunya sangat menyayangi Anna dan Anna tidak memiliki saudara karena dia anak tunggal. Setiap hari Anna akan menghabiskan waktu liburnya dengan ibu Anna. Ayah Anna adalah seorang karyawan swasta biasa dan ibu Anna seorang ibu rumah tangga. Kadang ibu Anna menjual kue yang di buatnya.
Tapi sekarang roda sedang berputar. Dulu Anna sedang bahagia dan sekarang Anna tidak memiliki apa-apa lagi d dunia. Hanya diri sendiri. Walaupun sudah bersuami Anna tidak merasakan bahagia sedikitpun.
"Hah. Daripada memikirkan yang tidak-tidak. Mending aku kerja."
Tidak ada yang tahu kalau Anna kerja di rumah. Anna sedari dulu sering membuat karikatur atau cover book dan menjualnya. Sekarang Anna sedang banyak proyek. Banyak pesanan yang datang ke email nya. Proyek dari individu atau dari perusahaan-perusahaan. Dengan itu Anna bisa menghasilkan uang walau hanya di rumah.
***
"Hmm ini gimana cara buatnya sih, kok susah yaa."
Matanya menatap laptop yang ada di meja makan. Wajahnya terlihat serius ketika memperhatikan video tutorial memasak di youtube. Tutorial memasak cheescake yang sedang di tonton Anna sekarang.
Tadi ketika Anna sedang kerja perutnya lapar. Tadi pagi Anna hanya memakan sandwich yang tidak di makan oleh Dava. Dan sekarang Anna merasa lapar dia ingin membuat cheescake yang enak. Masalah ternyata datang karena Anna tidak bisa membuat cheescake sedikitpun. Alhasil dia membuka youtube tutorial membuat cheescake.
__ADS_1
"Bahan-bahan udah ada semua. Tinggal campur aja."
Anna sibuk bergumam menghafal cara membuat cheescake. Tangannya terampil mengadu adonan walaupun dia duduk di kursi roda. Sesekali wajahnya menatap laptop ketika dirinya lupa.
"Apa aku buatin mas Dava cheescake aja yaa. Siapa tahu mas Dava mau makan cheescake nya."
Walaupun sudah tahu ujungnya bagaimana. Tapi Anna akan berusaha untuk menyenangkan suaminya. Dia akan memasak cheescake buatannya. Lalu memberinya ketika Dava pulang kantor nanti.
Tidak terasa cheescake buatan Anna sudah jadi." Akhirnya jadi juga nih cheescake. Tapi kok gak rapih yaa. Um, gakpapa lah yang penting udah bisa buat cheescake."
Cheescake buatan Anna sudah jadi agak belepotan karena ini pertama kalinya dirinya buat. Anna memotong kecil cheescake untuk di makan. Meletakannya di piring kecil kemudian satu suap cheescake masuk ke dalam mulut Anna.
" Lumayan juga. Walaupun gak terlalu enak. Tapi ini bisa di makan. Oke enak Anna, good job."
Setelah perutnya kenyang, Anna Membereskan peralatan masak nya. Membersihkan meja yang berantakan dan memasukkan cheescake ke dalam kulkas. Setelah semua selesai Anna mendorong kursi rodanya menuju kamar dan melanjutkan kerjaan yang tertunda.
***
"Mas sudah pulang."
Dava hanya melirik sekilas Anna. Merasa jengah dengan pertanyaan yang setiap malam dia dengar. Dan senyuman itu sungguh Dava merasa jijik melihatnya. Menurutnya Anna adalah gadis yang tidak tahu malu. Dengan kakinya yang cacat dan wajahnya yang pucat seperti mayat itu sungguh membuat Dava mual.
"Mas kenapa diam saja. Ini aku buatin cheescake mas. Ini aku yang buat sendiri loh, mas cobain ya."
Anna mengangkat piring kecil berisikan cheescake yang di buatnya tadi di hadapan Dava. Tapi suaminya itu hanya melirik cheescake itu sinis. Dan tanpa di duga tangan Dava melempar cheescake itu ke lantai yang menimbulkan suara nyaring.
" Jangan coba-coba menarik perhatian ku Anna. Walaupun kamu berbuat apapun aku tidak peduli. Dan kamu suruh aku makan cheescake yang menjijikan itu. Aku tidak sudi."
Suara Dava sungguh mengerikan. Wajahnya menegang menatap Anna marah. Tangannya menunjuk-nunjuk wajah Anna.
__ADS_1
" Kenapa mas jahat sama aku. Aku salah apa mas, salah apa. " airmata Anna jatuh deras. Tidak menyangka dengan perlakuan Dava yang berlebihan membuat Anna takut sekaligus sakit hati.
"Kenapa aku benci sama kamu. Karena kamu itu tidak berguna Anna, kamu itu cacat bagaimana bisa kamu mau jadi istri aku dengan keadaan kamu yang cacat itu."
Hati Anna sangat sakit dan remuk mendengar Dava mengatainya. Sungguh Anna juga tidak mau kondisi Anna seperti ini.
" Dan juga karena kamu aku dan Elena tidak bisa bersatu. Karena kamu aku harus menikahi kamu. Dan perlu kamu tahu itu karena aku terpaksa. Terpaksa nikah sama kamu dan itu buat aku sangat benci kamu Anna."
Terdengar isak tangis dari mulut Anna. Dava tersenyum sinis menatap Anna. Dalam hati Dava tidak ada setitik pun rasa iba ataupun rasa kasihan kepada Anna. Yang ada hanya rasa muak dan benci kepada Anna. Karena gadis cacat ini Dava tidak bisa bersatu dengan wanita yang di cintai nya. Yaitu Elena.
"berhenti menangis Anna. Aku muak melihat mu gadis cacat. Tidak berguna." tekan Dava lalu membalikkan tubuhnya.
"Mas, aku minta maaf."
Terdengar suara lirih Anna membuat Dava menghentikan langkahnya.
"Aku minta maaf karena aku mas tidak bisa menikahi wanita yang di cintai mas. Aku minta maaf karena membuat mas muak. Tapi tolong mas, belajar untuk menerima aku. Belajar menerima aku menjadi istri mas. Itu sudah cukupĀ buat aku."
Anna menatap punggung Dava dengan sendu. Isak tangis semakin terdengar. Wajahnya penuh dengan derai airmata yang semakin deras keluar. Tangannya mengenal kuat di pangkuan. Menahan rasa sakit di hatinya.
Yang Anna inginkan hanya satu dari Dava. Menerima Anna menjadi istrinya. Walaupun tidak mencintai Anna tapi Anna ingin dirinya di terima di sisi Dava. Kalaupun Dava tidak mencintainya Anna akan ikhlas.
"cih, dalam mimpimu Anna." jawab Dava sinis lalu menaiki tangga meninggalkan Anna dan masuk ke dalam kamarnya.
Lagi-lagi Dava memperlakukan Anna begini. Menyakiti hatinya dengan kata-kata kasar yang keluar dari mulut Dava. Seakan tidak cukup hanya dengan kata-kata kasar, Dava membawa kekasihnya ke dalam rumah. Sebagai seorang istri pasti Anna hancur melihat suaminya bermesraan dengan wanita lain.
Matanya melirik cheescake yang berhambur di lantai. Cheescake yang dibuatnya dengan susah payah kini naas. Dengan wajah penuh airmata dan isak tangis, Anna memungut pecahan kaca piring dan mengelap sisa cheescake yang berceceran.
Lagi. Malam ini Anna menangis lagi sepanjang malam. Mengeluarkan rasa sesak dan sakit di hatinya.
__ADS_1
***
***