
"Jangan nangis, ini hari ulang tahun kamu, jadi kamu harus tersenyum" kata Dewa mengusap air mata Zoya yang terus mengalir.
Ia tau apa yang sedang dirasakan Zoya saat ini, karena itulah Dewa merencanakan acara kejutan ulang tahun dengan di bantu oleh Bayu. Ia mungkin tak bisa memberi kehidupan yang sangat baik, tapi Dewa ingin menciptakan sebuah momen yang akan Zoya ingat seumur hidupnya.
"Makasih" bisik Zoya mencoba tersenyum di sela tangisan harunya.
"Nah gitu dong, Sekarang ayo tiup lilin ulang tahunmu" kata Dewa tersenyum manis seraya menggandeng Zoya untuk bergabung bersama yang lainnya.
"Bay, Kenalin ini istri aku, namanya Zoya" kata Dewa memperkenalkan Zoya pada Bayu yang sejak tadi menatap mereka.
"Oh, Jadi ini yang ulang tahun? Selamat ya, Moga panjang umur dan sehat selalu" kata Bayu dengan gayanya yang berbicara terlalu keras.
Ucapan selamat itu menular ke semua orang, satu persatu orang yang di undang kesana memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada Zoya, termasuk anak-anak kecil yang juga mengucapkan selamat untuknya, tapi setiap anak kecil itu memberikan Zoya bunga mawar merah. Zoya semakin tak bisa menyembunyikan rasa senangnya karena kebahagiaan yang bertubi-tubi.
"Bunga cantik untuk orang yang tercantik" kata Dewa menjadi orang terakhir yang memberikan. buket bunga mawar kepada Zoya.
"Makasih" kata Zoya pelan, ia menerima bunga itu dengan mata tak lepas memandang Dewa.
"Kak, kapan nih potong kuenya, kita udah laper nih" teriak salah satu anak memutus kontak mata antara keduanya.
Dewa tertawa kecil mendengar suara anak yang tak sabar itu. "Ayo, kau harus meniup kue ulang tahunmu" kata Dewa mengambilkan kue ulang tahun kecil yang berwarna dusty pink.
"Make a wish dulu..." bisik Dewa menyodorkan kue itu pada Zoya.
Zoya mengangguk semangat dan segera memejamkan matanya, mengucap untaian doa untuk kebaikannya dan juga Dewa. Setelah itu Zoya meniup kue ulang tahun pertamanya dengan rasa senang yang tak bisa di sembunyikan.
Dewa tersenyum saat melihat Zoya selesai itu. Ia kemudian membuka mulutnya saat Zoya menyuap kan kue ulang tahun pertamanya untuk dirinya.
"Selamat ulang tahun sekali lagi, doa terbaik untukmu" kata Dewa.
"Terimakasih, kamu juga udah repot nyiapin acara seperti ini" kata Zoya.
"Nggak repot, Yang penting kamu seneng" kata Dewa.
__ADS_1
"Aku nggak cuma seneng, aku seneng banget malah. Ini pertama kalinya acara ulang tahunku di rayain, dan itu semua berkat kamu, makasih" kata Zoya kembali memandang Dewa penuh perasaan.
"Ini semua tidak gratis, kau harus memberiku hadiah nanti malam" bisik Dewa tersenyum manis, ia mengelus lembut rambut Zoya lalu ia mendekatkan dirinya dan mencium pipi wanita itu sebelum meninggalkannya sebentar untuk bergabung dengan teman-temannya yang dia undang.
Zoya terdiam karena mendapatkan perlakuan manis dari Dewa, sedetik kemudian ia tertawa kecil seraya mengelus pipinya bekas ciuman Dewa. Pria itu benar-benar memberikan semua hal yang bahkan tak pernah dia impikan sebelumnya. Pria itu juga yang sudah membuat dirinya jatuh cinta untuk pertama kalinya. Ya, sekarang Zoya yakin kalau ia benar-benar mencintai Dewa.
Hari itu banyak hal yang Zoya lalui bersama Dewa, ia bisa tersenyum dan tertawa karena bisa berkenalan dengan teman-teman Dewa, ia bisa merasakan hangatnya sebuah hubungan pertemanan, meskipun dari mereka hidup dalam keadaan serba pas-pasan tapi mereka saling merangkul satu sama lain, bersama mereka Zoya merasa menemukan keluarga baru yang membuat hidupnya jadi lebih berwarna.
"Bye...bye....See you next time ya guys...." kata Zoya melambaikan tangannya untuk berpamitan karena hari sudah malam. Karena asyik mengobrol mereka sampai lupa waktu.
"Aku balik duluan, Makasih semuanya" kata Dewa ikut melambaikan tangannya kepada teman-temannya.
"Ya, ti ti dijalan lu" teriak mereka hampir secara bersamaan.
Dewa mengacungkan jari jempolnya lalu menggandeng Zoya untuk di ajaknya pulang. Seharian berada di luar membuat dirinya cukup lelah namun juga senang karena bisa melihat senyum Zoya.
Sesampainya di kontrakan Dewa mandi terlebih dulu baru Zoya, ia kini sedang duduk di tepi ranjang menunggu wanita itu selesai mandi. Dewa mengambil sesuatu dari laci lemari kecil yang berada di samping kasur. Dewa tersenyum kecil melihat kotak merah itu.
"Nanti akan ku matikan, kemarilah" kata Dewa mengulurkan tangannya.
"Ada apa?" kata Zoya mendekat dan menerima uluran tangan itu.
"Ini untukmu" kata Dewa menyerahkan kado yang sengaja di siapkan untuk Zoya.
"Kado? Kau memberiku kado?" kata Zoya menatap benda itu tak percaya. Apalagi ini? Kenapa Dewa memberikan kado segala? Padahal kejutan tadi sudah membuat dirinya sangat senang, kini Dewa semakin menambah kebahagiannya dengan memberikan kado untuknya.
"Iya, Bukalah, semoga kau suka" kata Dewa dengan suara lembutnya.
Zoya terdiam sesaat sebelum membuka kado itu, ia tampak sedikit tak sabar untuk melihat apa yang di berikan Dewa. Dan ternyata isinya sebuah mini dress berwarna biru muda, Zoya melihat price tag yang tertempel di baju itu, dan seketika matanya terbelalak.
"Dewa, Kau...?"
"Apakah kau suka? Itu mungkin tak semahal bajumu, tapi aku rasa baju itu masih cukup layak" kata Dewa berpikir mungkin baju itu terlalu murah untuk Zoya karena ia pernah melihat satu stel baju Zoya bisa untuk makan selama dua bulan.
__ADS_1
"Apaan sih, Aku suka bajunya, ini juga mahal, kenapa kau mengabiskan uangmu hanya untuk membelikan ku kado" kata Zoya menggelengkan kepalanya, ia bukannya tak suka, tapi ia tau kalau Dewa pasti sangat berusaha keras membelikannya baju ini karena harganya cukup mahal.
"Beneran kamu suka? Kamu nggak takut gatal-gatal?" kata Dewa mengulas senyumnya membuat Zoya mencubit pria itu.
"Ngejek terus, kamu ikhlas nggak sih ngasih baju ini ke aku" kata Zoya bersungut-sungut sebal.
"Tentu saja aku ikhlas, sekarang cobalah, aku ingin melihatnya" kata Dewa mengacak-acak gemas rambut Zoya.
Zoya tersenyum usil, ia kemudian mengambil baju itu dan bangkit dari duduknya. "Aku coba ya?" kata Zoya melirik Dewa sejenak.
Dewa mengangguk tipis, ia ingin merebahkan tubuhnya tapi ia kaget saat Zoya tiba-tiba membuka baju di depannya, wanita itu bergerak perlahan-lahan melepas semua pakaiannya hingga menyisakan kain hitam yang menempel di tubuhnya.
Dewa meneguk ludahnya kasar saat melihat tubuh indah Zoya yang kini mencoba memakai dress yang baru saja diberikannya.
"Bagaimana? bagus tidak?" kata Zoya mendekatkan dirinya ke arah kaca untuk melihat penampilannya.
"Bagus" kata Dewa langsung bangkit dari duduknya lalu berdiri di belakang Zoya.
"Apakah aku cantik?" kata Zoya menatap pantulan wajah mereka berdua di kaca didepannya.
"Sangat cantik" bisik Dewa merapatkan tubuhnya pada Zoya lalu melingkarkan tangannya di perut wanita itu.
"Benarkah?"
"Hmm.....Apa kau mau melihat naga?" bisik Dewa dengan Hembusan nafasnya terdengar sangat berat di telinga Zoya.
Zoya memejamkan matanya sesaat karena terpaan halus di lehernya, ia kemudian tersenyum manis mendengar ucapan Dewa.
"Mau"
Happy Reading.
Tbc.
__ADS_1