I'M FINE

I'M FINE
Akhir Yang Bahagia. ( Ending Part )


__ADS_3

Seorang wanita tampak berlari-lari kecil setelah memarkirkan sepeda motornya. Ia sesekali merapikan rambutnya yang berantakan karena baru saja terkena angin kencang. Di tangannya menenteng sebuah tas yang berisi kamera kesayangannya. Tak lupa ID card yang menggantung di lehernya sebagai penanda kalau dirinya adalah seorang anggota khusus bagian pemotretan.


Pagi ini adalah job pertamanya setelah ia bekerja di sebuah studio foto. Namun sialnya dia malah terbangun kesiangan, sekarang akhirnya ia harus lari maraton untuk sampai di rumah kliennya.


"Pak! Izinkan saya masuk, saya sudah terlambat" ucapnya dengan nafas tersengal karena baru saja berlari.


"Kau siapa? Tamu yang datang kesini harus mempunyai undangan khusus" ucap penjaga menatap keseluruhan wanita yang berdiri di depannya.


"Aku fotografer di acara ini. Temanku sudah masuk tadi, tapi saya terlambat. Tolong izinkan saya masuk" ucap wanita itu lagi.


"Kau pikir kami akan percaya? Tidak semudah itu Nona," ucap penjaga tak ingin terkecoh.


Wanita itu berdecak kesal, ia mengumpat dalam hatinya karena lupa kalau acara yang akan dihadirinya ini bukan acara sembarangan. Pastilah semu keamanan harus di jaga ketat.


"Pak! Apa kau tidak melihat ID ku ini? Ini pertanda kalau aku fotografer resmi disini. Sudah biarkan aku masuk, aku sudah terlambat loh ini" kata wanita itu menunjukkan ID cardnya.


Penjaga segera mengecek ID card itu, ternyata memang asli membuat mereka akhirnya membiarkan wanita itu masuk.


Wanita itu bernafas lega, ia langsung masuk kedalam rumah megah bak istana yang sudah dihias sangat cantik itu. Untung saja temannya tadi sudah mengabarkan dimana dirinya berada, membuat ia tak perlu bingung mencari. Namun karena saking banyaknya orang yang di undang, membuat wanita itu harus membelah banyaknya orang untuk bisa sampai dimana temannya berada.


"Ya ampun Rere! Elu tuh ya, kebiasaan banget suka telat, untung acaranya belum di mulai" begitu datang langsung omelan yang didapatkan oleh Rere.


"Sorry Kak, aku kesiangan tadi" ucap Rere meringis malu.


"Untung aja acaranya belum dimulai. Ini nih, gara-gara si bos yang suka manjain anak buahnya" omel senior Rere sepertinya begitu dendam kepada Rere.


"Udah nggak usah berantem, yang penting Rere udah dateng. Lu nggak usah ngomel" ucap seorang pria lain yang memiliki profesi sama dengan Rere.

__ADS_1


"Tau ah, males gua. Junior nggak ada takut-takutnya sama Senior. Udah dibilangin juga kalau ini tuh acara penting"


Rere mendengus kecil, Seniornya itu selalu saja mengomel jika sesuatu yang berhubungan dengannya, padahal seingatnya dia tidak pernah memiliki salah apapun.


"Eh, fokus ya. Setelah ini Tuan Dewa sama keluarganya bakalan keluar. Kalian ambil gambar sebagus mungkin, jangan buat klien kecewa" ucap sang pria memberikan intruksinya.


Rere langsung bersiap, ia mengecek kameranya untuk memastikan semuanya oke. Ia mencoba mengambil gambar-gambar lain sebagai objek fotonya, namun tiba-tiba saja ia melihat hal yang membuat kedua matanya membulat sempurna. Ia memastikan sekali lagi jika apa yang dilihatnya itu benar adanya.


Jantung Rere rasanya berdegup sangat keras saat melihat sosok pria yang telah mengambil kesuciannya ada disana.


"Please, jangan lihat kesini" batin Rere berharap kalau pria itu tidak melihatnya. Namun dia terlambat karena ternyata pria itu sudah melihatnya terlebih dulu.


Aldin menajamkan pandangannya kepada sosok Rere, meskipun hanya melihatnya sekali, tapi Aldin sangat mengenali jelas wajah wanita itu. Bodoh kalau dia mengatakan kalau dia tidak tau wajahnya karena semalaman penuh wanita itu berada dibawah kungkungannya.


"Dia...." Saat Aldin ingin mendekat, ada seseorang yang menghampirinya membuat Aldin mengurungkan niatnya.


"Dewa, memanggilmu Al" ucap Bayu mengajak Aldin untuk pergi ke dalam rumah.


"Tuan Dewa sudah datang..." seruan dari Senior membuat Rere membuyarkan lamunannya.


Kali ini dia fokus menjepret sosok pria gagah yang berjalan dengan menggandeng mesra pinggang istrinya. Di tangan sang istri menggendong seorang bayi mungil yang mengenakan pakaian yang senada dengan ibunya. Lalu di depan mereka, ada sosok anak laki-laki yang berjalan tegap persis seperti Ayahnya. Benar-benar gambaran sebuah keluarga yang sempurna.


"Selamat pagi, Saya ucapkan syukur kepada Tuhan yang maha esa karena sudah memberikan kesehatan kepada kita semua" ucap Dewa mengawali pembukaan acara hari itu.


"Saya Dewangga Clark, bersama istri saya Zoya..." Dewa tersenyum manis kepada Zoya sekilas.


"Bersama putra pertama kami, Rayden Alexander Clark" kali ini Dewa memeluk Rayden dari belakang.

__ADS_1


"Dan bersama putri kedua kami yang saat ini genap berusia satu bulan, Reina Akiara Clark" ucap Dewa kembali melempar senyumnya kepada putri kecilnya yang terlelap.


"Mengucapkan rasa terima kasih kami kepada keluarga, rekan, sahabat dan semua yang hadir disini. Kami ingin mengucapkan terima kasih karena sudah memberikan support dan dukungan kepada keluarga kami"


"Sekali lagi kami mengucapkan terimakasih, dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya berdoa agar kita semua diberikan kesehatan dan kelancaran dalam segala hal agar kita bisa berkumpul bersama kembali, di waktu bahagia yang akan datang" ucap Dewa seraya melambaikan tangannya kepada semua orang, diikuti Rayden dan juga Zoya.


Di pagi yang cerah itu adalah hari tepat satu bulan kelahiran putri mereka. Dewa dan Zoya mengadakan acara ini sebagai bentuk syukur atas kelahiran putri mereka dan juga sebagai bentuk rasa syukur karena kesembuhan Dewa.


Disana mereka berdiri dengan seulas senyum kebahagiaan yang tersungging dibibir masing-masing. Begitu banyak hal yang sudah mereka lalui, begitu banyak kenangan indah yang telah mereka lewati. Rasanya seolah sepadan dengan apa yang sudah mereka lalui bisa mendapatkan kehidupan yang sangat indah.


Sebuah rasa cinta yang dimulai tanpa kesengajaan, kini berakhir menjadi sebuah cerita cinta yang sangat membahagiakan. Sebuah cerita sepasang kekasih yang harus berpisah dan di pertemukan kembali oleh takdir. Sepasang kekasih yang selalu percaya jika mereka bersama, maka semua akan baik-baik saja.


"Cinta itu sebuah misteri, dimanakah awalnya? bagaimana dia bekerja? Membawa suka kah? Atau membawa derita? Tak semua orang bisa memahami apa itu cinta. Karena cinta akan hadir di hati orang yang benar-benar mengerti arti cinta itu sebenarnya"


...------------I'm Fine- Ending--------------...


Akhirnya selesai juga ya kak kisah cinta mereka. Terima kasih untuk Readers yang setia menemani kisah cinta Dewa dan Zoya sampai sejauh ini. Terima kasih untuk support dan dukungan kalian, tanpa kalian Author tidak akan bisa menyelesaikan kisah ini.


Author tidak bisa membalas apapun selain kata terima kasih yang sebanyak-banyaknya. Author doakan semoga dilancarkan segala urusan dan rezekinya.


Aminn....


Maaf jika ada yang kecewa dengan endingnya, pasti readers banyak bertanya kenapa langsung end sebelum menjelaskan siapa musuhnya Dewa.


Tenang, semuanya tenang. Nanti author usahakan buat Ekstra part untuk masalah itu. Author juga berencana ingin membuat Saquel cerita Aldin, tapi belum tahu kapan. Sekali lagi author ucapkan terima masih ya..


Bay....Bay... See you next story' semuanya.🌹🌹

__ADS_1


Salam penulis.


Virzha With Love ❤️


__ADS_2