I'M FINE

I'M FINE
Orang Miskin.


__ADS_3

"Apaan tuh kencan rakyat jelata? Pokoknya aku mau makan disini, kau tenang saja, aku pasti bisa membayarnya" kata Zoya enteng saja. Ia segera menarik tangan Dewa untuk masuk kedalam restoran itu.


Dewa belum sempat mencegah saat tangannya ditarik oleh Zoya, ia menatap keseluruhan restoran yang terlihat sangat mahal itu. Bahkan saat mereka masuk, mereka langsung disambut oleh pegawai yang bertugas didepan.


"Kau mau membayar pakai apa? Makanan disini mahal-mahal, ayo kita keluar saja" kata Dewa melirik Zoya yang duduk santai membuka buku menunya.


"Kalau nggak bisa bayar ya tinggal kamu cuci piring, gampang kan?" kata Zoya mengulas senyumnya, ia melambaikan tangannya untuk memanggil waiters.


"Jangan gila kamu, Aku nggak mau...." Ucapaan Dewa terpotong saat waiters datang untuk mencatat pesanan mereka.


Zoya segera memesan cukup banyak makanan tak perduli Dewa yang ketar-ketir isi dompetnya yang tak akan cukup untuk membayar ini semua.


"Kau mau pesan apa?" tanya Zoya menatap Dewa yang diam saja.


"Air putih saja" sahut Dewa merasa minuman itu yang paling murah disana.


"Air putih? Yang benar saja? Aku pesankan bebek peking ya? menu paling recommended disini" kata Zoya mengerutkan dahinya mendengar pesanan Dewa.


"Enggak" kata Dewa menolak tegas.


"Kenapa? Atau mau yang lain? Dimsum, Wonton, chiken...."


"Enggak, aku mau pesan air putih aja, udah mbak saya pesan itu aja" kata Dewa langsung menyela begitu saja.


"Baik Tuan, Nona, mohon di tunggu sebentar ya" kata waiters sebelum berpamitan pergi.


"Kenapa kau hanya memesan air putih? Kau tidak makan?" kata Zoya menatap Dewa bingung.

__ADS_1


"Makan apa? Kamu nggak lihat tadi harganya mahal banget, satu menu aja bisa buat jajanin orang sekampung" kata Dewa menggerutu kesal tapi Zoya hanya tersenyum geli merasa Dewa ini polos sekali.


"Kau tidak pernah makan disini ya?" kata Zoya kembali membuat Dewa mendengus.


"Menurutmu?" sahut Dewa malas. Jelas saja ia tidak pernah, bahkan membayangkan saja tidak pernah karena restoran ini terlalu mahal untuk orang se kelas dirinya.


"Wah ...wah....Ada pasangan orang miskin nih" terdengar suara ejekan wanita membuat keduanya menoleh.


Dewa sedikit kaget saat melihat Tara disana, namun sedetik kemudian pandangannya berubah kesal saat melihat sosok pria yang datang bersama Tara. Sedangkan Zoya hanya diam saja melihat kedatangan Zachary dan Tara itu.


"Kalian berdua ngapain disini? mau minta makan gratis ya?" kata Tara menatap Dewa dan Zoya dengan pandangan penuh ejekkan, ia juga merangkul mesra bahu Zachary untuk memanasi Dewa.


"Bukan urusanmu" sahut Dewa ketus, tangannya mengepal erat saat melihat kedekatan mereka. Bukan, Dewa bukannya cemburu atau apa, ia lebih ke marah dan sakit hati karena pengkhianatan yang di lakukan Tara dulu.


"Ah, Dewa. Kau masih marah padaku ternyata, Aku minta maaf karena telah melakukan itu padamu, Tapi Zachary lebih baik darimu, jadi tak ada salahnya kan aku memilihnya?" kata Tara meminta maaf tapi suaranya terdengar tanpa penyesalan sama sekali, benar-benar menjijikan, pikir Zoya.


"Oh ya sayang, Apa kau tidak ingin menyapa adikmu? Aku rasa dia sekarang menjalani kehidupan yang kurang baik" kata Tara lagi kini giliran menghina Zoya.


Zachary tersenyum sinis melihat Zoya yang terang-terangan memasang wajah bermusuhan dengannya itu.


"Aku tidak mengenalnya, dia bukan lagi adikku setelah Ayah mencoret dia dari nama keluarga" kata Zachary.


"Benarkah? Kasihan sekali dia sayang, dia pasti ikut menjadi orang miskin seperti suaminya" kata Tara semakin senang menghina Zoya. Rasanya ia punya dendam sendiri dengan wanita itu.


"Jaga bicaramu Tara" seru Dewa sangat emosi rasanya karena terus di hina oleh Tara.


"Bicara mana yang harus aku jaga? Kalian berdua memang miskin, Entah bagaimana kalian berdua bisa masuk ke restoran disini, apakah mereka tidak tau kalau kalian miskin?" kata Tara masih terus mencaci Dewa dan Zoya. Bersamaan dengan itu makanan yang mereka pesan datang membuat mata Tara membulat sempurna.

__ADS_1


"Hei pelayan, Apa kau tidak tau kalau mereka berdua ini orang miskin? Kenapa kau membiarkan mereka masuk kesini? Ayo, usir saja mereka, aku yakin mereka tak akan bisa membayarnya? Kau tidak ingin restoran ini rugi kan?" kata Tara tampak sangat berapi-api, ia ingin sekali mempermalukan Zoya.


Pelayan itu tampak kaget lalu menatap Dewa dan Zoya bergantian, ia tentu tak bisa mengusir tamu sembarangan karena rasanya tak etis sekali. Dewa pun mulai tak tenang, ia menatap Zoya yang juga kesal namun menahan dirinya.


"Hei, kenapa kau diam saja? Ayo cepat usir mereka, Apa kau tidak percaya padaku kalau mereka berdua orang miskin, coba kau suruh mereka membayar dulu, aku yakin dia tak akan mampu membayarnya" kata Tara terus memanasi pelayan itu.


"Ehm, Tuan, Nona apakah anda bisa membayar makanan anda dulu?" kata pelayan itu tampak sungkan namun juga tak ingin restoran mereka rugi.


Dewa sudah ingin angkat bicara tapi Zoya memberikan gestur untuk diam. "Aku tidak mau membayar dulu karena restoran ini tidak punya peraturan seperti itu" kata Zoya melirik Tara dengan tajam.


"Tuh kan, aku bilang apa? mereka berdua ini hanya orang miskin. Mereka pasti hanya menumpang makan gratis disini" kata Tara melempar senyum sombongnya.


"Aku heran kenapa sejak tadi kau menggangguku, Apa kau tidak tau tata krama orang yang sedang makan disini harus tenang dan tidak berbicara omong kosong seperti dirimu" kata Zoya muak sekali melihat wajah belagu Tara, padahal ia yakin kalau wanita itu juga baru pertama kali kesini karena di ajak Zachary.


"Aku berbicara kenyataan, Kau memang orang miskin, kalau kau memang punya uang, kau pasti tak akan takut untuk membayar makanan mu dulu" kata Tara lagi.


"Baiklah, tapi aku ingin bertaruh, kalau aku bisa membayar makananku terlebih dulu, kau harus membayar semua makanan orang yang ada disini dan kau harus memohon maaf padaku, bagaimana?" kata Zoya tersenyum licik.


Dewa terdiam menatap Zoya, ia tau sifat Zoya yang tak bisa di injak-injak harga dirinya. Tapi apakah benar mereka bisa membayarnya?


"Apa? taruhan macam apa itu? aku tidak mau" tolak Tara langsung.


"Kenapa? Apakah sekarang giliran kau yang takut? Ternyata mentalmu hanya segini saja ya, menerima tantangan dari orang miskin sepertiku saja tidak berani, Aku malah jadi curiga kalau kau yang tidak memiliki uang" kata Zoya giliran memasang wajah mengejeknya.


Tara tampak tak terima dihina oleh wanita miskin seperti Zoya, ia menatap wanita itu dengan tajam dan pada saat itu ia melihat beberapa kissmark yang ada di leher Zoya. Tara kaget melihat itu, apakah tanda itu Dewa yang membuatnya? Apakah mereka berdua sudah melakukannya?


Happy Reading.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2