
Matahari mulai menyinari bumi, bergantian dengan bulan. Mulainya aktifitas manusia bumi. Betapa terkejutnya Makoto melihat adiknya tertidur di sofa, beberapa helaian rambut menghalangi paras cantiknya.
"Mei-chan," panggil lembut Makoto sembari !enyingkirkan helaian rambut yang menutupi wajah Mei.
Sikap lembut Makoto dapat membuat iri setiap wanita bahkan para pelayan selalu berimajinasi menjadi pasangan Makoto, pasalnya bos yang terkenal dengan dingin dan ber-IQ tinggi ini tidak akan menujukan sikapnya ini selain kepada Mei.
Namun tangan Makoto terhenti sejenak dengan memegang kening Mei, kemudiam tanpa berpikir panjang ia membopong adiknya dan menyenderkan kepala Mei pada dadanya. Makoto membaringkan Mei pada tempat tidur Mei, tidak lupa memakaikan selimut pada tubuh Mei.
Makoto menutup pelan pintu kamar Mei,
"Tuan, yang terjadi kemarin..." ucap Bulter Yang berhenti sejenak.
"aku sudah mengetahuinya, lebih baik kau mengurusnya selama aku pergi." potong Makoto.
"baik Tuan,"
****
Kediaman Yoshida.
Suara televisi dan renyahan makanan ringan berasala dari ruang tengan, siapa lagi jika bukan Makoto yang menikmati hari liburnya ini. Dengan sengaja secara tiba-tiba Nona Yoshida mengambil ahli makanan ringan Taki. Taki terkejut dengan tindakan Nona Yoshida.
"aku tidak ingin putraku menjadi obesitas." jelas Nona Yoshida sembari tertawa kecil.
"namun tidak ada bedanya aku obesita ataupun tidak,"
Nona Yoshida mengambil duduk disebalah putranya,
"tapi aku tidak ingin kau menjadi itu,"
Taki hanya dapat menghelai napas mendengar ceramah Nona Yoshuda.
"ma, apakau mengetahui Mei Matsuda?" tanya Taki.
"owh, gadis bermata biru itu. ya aku mengetahuinya, apa kau menyukainya?"
"um?! tidak."
__ADS_1
Nyona Yoshida tertawa melihat putranya salah tingkah.
"aku dan papamu akan pergi ke New York mengurus masalah bisnis," ucap Nona Yoshida sembari menyenderkan tubuhnya.
"berapa lama? satu minggu? dua minggu? satu bulan?"
"mingkin dua bulan, kau jaga dirimu baik-baik, kau mengerti?" ucap Nona Yoshida sembari mengusap rambut putranya.
"hmm, baiklah." jawab Taki pelan.
Nona Yoshida kemudian bangkit dari duduknya,
"aku dan papamu akan berangkat sekarang," ucap nona Yoshida sembari tersenyum.
"nona, tuan sudah menunggu anda didepan."
Nona Yoshida segera menuju Tuan Yoshida, sementara itu Taki mengikuti Nona Yoshida di belakang hingga mereka tiba di halaman rumah.
Taki memeluk Tuan Yoshida, pertama kalinya Tuan dan Nona Yoshida pergi keluar negeri selama dua bulan. Namun sama saja seperti biasa, toh mereka tidak pergi untuk selamanya.
"hey anak muda, aku hanya pergi dua bulan bukan dua Tahun."
dan setelah itu Nona dan Tuan Yoshida pergi. Taki kembali melangkahkan kakinya kedalam rumah.
****
Sudah tiga hari inj Mei berada di kediaman Matsuda. Setelah perayaan itu, Mei tidak menempakan kaki disekolah, dan Sekolah bagi dirinya hanya untuk tempat mengisi waktu kosongnya, itulah Mei. Ia meletakan sepasang sumpit pada mangkuk, menandakan jika ia sudah selesai menyantap makanan. Ia bangkit dari duduknya.
"Nona muda, apa anda mencari Bulter Yang?" tanya salah satu seorang pelayan.
"iya," jawab Mei.
"Bulter Yang sedang berada di kerja tuan muda,"
Tanpa ragu-ragu Mei menuju ruang kerja Makoto yang tidak jauh dari tempatnya ini. Mei terhenti sejenak tepat di depan pintu tersebut yang terbuka sedikit.
"Tuan, apa anda benar-benar ingin ke Inggris?"
__ADS_1
"ya, jika aku tidak pergi kesana mungkin nenek tua itu akan marah, dan melampiaskan kepada Mei.,"
"siapkan Tiketnya sekarang!" lanjut Makoto
"tapi tuan, bagai mana dengan nona muda?"
"aku...aku tidak yakin,"
Mendengar berbincangan tersebut Mei tidak tahan, ia membuka pintu tersebut hingga mengejutkan kedua pria yang berada didalam situ.
"Mei-chan," "nona muda," serempak Makoto dan Bulter Yang.
"apa kau mendengar percakapan kami?" tanya Makoto.
Mei hanya diam, menatap Makoto.
"tatapan ini, tatapan yang penuh penyedihan dan kerinduan, Mei tidak pernah menatapku seperti ini." batin Makoto.
"Tuan, saya undur diri dulu." pamit Bulter Yang, keluar dan menutup pintu.
Kini hanya ada Makoto dan Mei yang berada di ruangan tersebut. Gadis berusia 15 tahun dan seoranb pria muda berusia 20 tahun. Makoto mendekatkan diri pada Mei, yang masih dia tidak mengeluarkan sepatah katapun.
"aku akan kembali,"
"kenapa harus pergi?" Mei tidak tahan menahan bendungan air matanya.
Makoto tanpa ragu memeluk Mei, menenangkan gadis tersebut.
"kau sudah satu tahun pergi ke italia, kakak aku takut jika kau tidak kembali."
"Mei-chan, aku berjanji akan kembali hanya dua minggu saja aku ke Inggris."
"kakak aku ingin pulang ke apartementku."
"Mei-chan?"
Mei menyeka air matanya, dan bangkit berdiri. Gadis itu bersiap-siap untuk untuk kembali ketempatnya. Dan Makoto yang akan mengantarnya.
__ADS_1
Setelah kejadian Tadi, hanya ada kebisuan didalam mobil. Kali ini Makoto yang menyetir dan hanua ada mereka berdua didalam sana. Sesekali Makoto melihat Mei, Mei hanya menatap kejendela. Hingga akhirnya mereka tiba di apartement Mei. Mei hanya memberi senyuman sebagai salam perpisahan sementara, begitu juga dengan Makoto.