
Mendengar itu Zoya justru tertawa kecil, nominal itu sangat besar sekali. Ia tentu tak akan sanggup membayarnya, sekarang saja uangnya hanya ada sekitar 80 juta.
"Tidak masalah" kata Zoya masih dengan tawanya membuat Leon menyipitkan matanya kesal.
"Kau bisa tertawa sekarang, jika nanti kau kalah bersiaplah meminta ampun padaku" kata Leon tak suka dengan cara tertawa Zoya yang menurutnya mengejek dirinya itu.
Zoya hanya mengangkat bahunya acuh dan mereka kembali melakukan permainan. Dealer segera membagi kartu untuk Zoya dan Leon. Putaran pertama, Zoya kembali kalah. Melihat banyaknya chip yang di dapatkannya Leon tentu sangat senang, ia akan menang banyak dan ia juga bisa menikmati tubuh Zoya selama sebulan jika dirinya terus memenangkan permainan ini.
Zoya masih bermain dengan tenang, putaran kedua sampai ke tiga ia terus saja kalah.
"Lihatlah, kau selalu kalah, aku rasa malam ini bukan malam keberuntungan mu Nona arogan" kata Leon mengejek.
Zoya tak menyahut, ia menatap dealer yang kembali membagi kartu di putaran ke empat.
"Berhenti, aku ingin menukar kartunya" kata Zoya secara tiba-tiba membuat dealer dan Leon kaget.
"Kau apa-apaan? Tidak bisa menukar kartu" kata Leon kaget namun juga kesal.
"Kenapa tidak bisa? Kau dari tadi menang terus, aku jadi curiga kalau kalian berdua berkomplot" kata Zoya terdengar santai namun membuat Leon kaget.
"Jangan bicara sembarangan! Kau sama sekali tidak mempunyai bukti" kata Leon mulai emosi saat mendengar suara bisik-bisik orang yang membicarakan dirinya.
"Jika kau memang tidak bekerjasama dengannya, tentu tak masalah aku minta mengganti kartu bukan? jika setelah mengganti kartu aku masih kalah, mungkin aku memang sangat sial hari ini" kata Zoya.
Perkataannya itu tentu semakin membuat orang-orang curiga dengan Leon dan memandangnya dengan tatapan intimidasi.
"Kalau memang tidak berbuat curang, tidak masalah mengganti kartunya" kata salah satu orang.
"Iya benar, ganti saja tidak perlu takut" sahut yang lainnya lagi.
__ADS_1
Leon benar-benar emosi sekali rasanya, ia kemudian menatap dealer yang menganggukkan kepalanya itu membuat Leon setuju untuk mengganti kartunya.
"Baiklah, kita ganti kartunya" kata Leon.
"Lakukanlah kalau begitu" kata Zoya.
"Tapi jika nanti kau mengganti satu kartu, maka aku akan mengganti kartuku juga" kata Leon lagi.
Zoya hanya mengangguk, diam-diam ia mengamati kode yang di berikan dealer itu pada Leon.
Permainan kembali dilanjutkan, Hingga putaran ke tujuh sampai ke delapan Zoya masih saja kalah membuat orang-orang berisik untuk menyuruh Zoya berhenti karena jika di lanjutkan terus, Zoya akan kalah besar. Tapi Zoya bergeming, ia kembali melanjutkan permainan itu sampai ke putaran akhir.
Zoya membuka kartu yang telah di bagikan oleh dealer, ia tersenyum puas saat melihat angka kartunya yang sangat bagus.
Leon menjadi tak tenang saat melihat senyum Zoya, ia ikut membuka kartunya dan ia bernafas lega karena angka kartunya sangat bagus dan lebih tinggi dari angka kartu Zoya.
"Yes! Hampir saja, aku rasa kau benar-benar sial hari ini" teriak Leon sangat bersemangat dan bersiap membuka kartu terakhirnya. Zoya hanya tersenyum sedikit.
"Wah Nona!! Bravo! Anda menang" teriak salah satu orang yang saat melihat angka kartu Zoya yang lebih tinggi dari Leon. Mereka tak menyangka kalau Zoya yang di anggapnya akan kalah besar justru menang di putaran akhir dengan taruhan yang sangat besar pula.
Jantung Leon rasanya ingin copot dan membuka matanya lebar-lebar melihat kartunya, meyakinkan kalau dirinya benar-benar kalah. Leon lalu menatap dealer yang memberikan kode kalau dia tak salah membagikan kartu, ia sangat hafal sekali urutannya.
"Kau curang!!!" teriak Leon sangat marah hingga menggebrak meja dengan keras.
Hal itu tentu membuat orang-orang disana kaget dengan tingkahnya itu. Dari tadi mereka melihat permainan dan melihat Zoya kalah namun tetap santai saja, kenapa sekarang dia tak terima.
"Apa maksudmu? Kau sudah kalah, sekarang berikan chip itu padaku" kata Zoya tapi Leon yang begitu kesal langsung berdiri dan mendatangi Zoya.
"Kau pasti curang! Wanita licik, kau pasti menyembunyikan kartu di balik baju ini" teriak Leon tanpa di duga langsung merobek lengan baju Zoya hingga pundaknya terekspos.
__ADS_1
"Hei! Apa-apaan ini! Kau merusak gaunku" teriak Zoya tak terima dengan apa yang di lakukan Leon ini.
"Kau wanita sialan! Cepat katakan dimana kau menyembunyikan kartunya, kau pasti curang!" teriak Leon lagi ingin kembali menyentuh Zoya tapi keburu petugas keamanan disana datang.
"Ada apa ini?" tanya manager kasino yang baru saja mendapatkan kabar kalau ada keributan.
"Wanita itu curang! Dia pasti bermain licik, aku curiga dia melakukan trik untuk menipuku" kata Leon berapi-api.
"Apakah anda punya bukti kalau Nona ini bermain curang?" kata Manager.
"Aku tidak punya buktinya tapi aku yakin kalau di curang" kata Leon lagi.
Zoya hanya tersenyum sinis mendengar itu. "Orang ini sudah kalah tapi malah menuduhku yang tidak-tidak, Pak manager, aku tidak terbukti bersalah jadi bisakah aku minta tolong untuk mengambilkan uangku? Kasino ini memang memiliki pelayanan seperti itu bukan?" kata Zoya dengan santainya membuat Leon sangat geram.
"Tentu Nona, kami pasti akan membantu anda untuk mendapatkan uang anda" kata Manager itu lagi.
"Baiklah, aku mau uangku malam ini ada, jika pria ini tidak bisa membayarnya, potong saja tangannya karena dia sudah berjanji seperti itu tadi" kata Zoya lagi.
"Omong kosong! Dasar wanita murahan, aku tidak pernah berkata seperti itu!! Brengsek!" umpat Leon kembali merangsek maju ingin menyerang Zoya tapi tubuhnya kembali dicekal.
"Diam lah! Bayar saja turuhannya maka kau akan lolos" kata keamanan berbadan besar, ia menatap Leon dengan tajam.
Leon menelan ludahnya kasar, ia pasti akan habis jika tak membayar uang taruhannya sekarang juga. Leon menatap Zoya yang kini duduk dengan gayanya yang santai seraya meminum satu gelas wine, wanita itu benar-benar mencari masalah dengannya.
"Baiklah, aku akan membayarnya! Tapi aku saat ini hanya uang cash setengahnya, aku akan mentransfer sisanya" kata Leon segera mengambil ponselnya untuk menghubungi anak buahnya yang berjaga di luar. Matanya terus mengawasi Zoya dengan tajam.
Zoya tau jika Leon sangat marah padanya, tapi bukan dia yang mulai permainan ini. Justru Leon sendiri yang menaikkan angka taruhannya, untung saja ia memperhatikan bagaimana cara dealer itu membagikan kartu. Kalau tidak begini, dia pasti akan kalah besar dan ia pasti akan menjadi budak nafsu pria itu.
Happy Reading.
__ADS_1
Tbc.