I'M FINE

I'M FINE
Anderson Clark Jhonson.


__ADS_3

Seorang pria tampak berbaring lemah di ranjang rumah sakit. Di mulutnya tertutup oleh selang oksigen dan hembusan nafasnya terdengar sangat berat. Mata pria itu tampak berkaca-kaca seraya menerawang jauh.


"Paman?" Aldin terlihat baru saja datang. Ia berjalan mendekati Anderson yang sejak tadi hanya diam.


"Al...bagaimana keadaannya?" kata Anderson mencoba untuk duduk. Ia melepaskan alat bantu pernafasannya agar lebih nyaman berbicara.


"Anak buah kita belum melaporkan apapun, tapi semalam dia baru saja mabuk dan berkelahi dengan orang" kata Aldin membantu Anderson untuk duduk lebih tenang.


Wajah Anderson berubah murung mendengar kalau Dewa baru saja berkelahi. Ia merasa bersalah karena membiarkan darah dagingnya menjalani kehidupan yang keras dan harus bersusah payah mencari uang. Padahal seharusnya Dewa bisa hidup tanpa kekurangan apapun jika bersamanya.


"Ini semua salahku Al. Kalau saja dulu aku tidak egois, Laras pasti tidak akan menanggung semua ini sendirian dan Dewa tidak mungkin mendapatkan ketidakadilan seperti ini. Semuanya salahku Al" kata Anderson mengingat apa yang terjadi puluhan tahun lalu.


Flashback On.


Anderson Clark Jhonson, siapa yang tak mengenalnya? Satu-satunya pewaris keluarga Johnson yang memiliki bisnis olahan makanan ringan yang berada di negara X. Memiliki paras gagah mempesona yang membuat seluruh wanita muka bumi ini berlomba menjadi istrinya. Tapi tak pernah satu pun dari mereka yang berhasil mendapatkannya.


Anderson di kenal sebagai sosok pemimpin yang tegas dan dingin. Setiap harinya hanya di isi dengan bekerja dan memperkokoh perusahannya hingga menjadi perusahan yang sangat besar dan memiliki banyak cabang di setiap kota.


Kala itu umurnya sudah 25 tahun dan orang tuanya mendesak untuk ia segera menikah. Tapi Anderson menolak karena belum siap. Kedua orang tuanya pun tak henti untuk membujuk dirinya agar mau menikah dengan orang yang di jodohkan dengannya.


"Sudah aku bilang, Aku tidak mau menikah dengan orang pilihan Ayah. Aku sudah dewasa dan aku sudah bisa menentukan pilihanku sendiri" ucap Anderson muda membantah keinginan Ayahnya.


"Tapi mau sampai kapan? Nora itu wanita yang cocok untukmu An" kata Ayah Anderson masih membujuk putranya.


"Aku tidak mencintainya Ayah, Tolong biarkan aku memilih pasangan hidupku sendiri" kata Anderson.

__ADS_1


"Baiklah, tapi kau harus ingat kalau wanita itu harus memiliki sastra yang sama dengan kita" kata Ayah Anderson lagi.


Tapi Anderson tak memperdulikannya, ia benar-benar tak ingin mengenal cinta waktu itu karena ia ingin fokus mengembangkan perusahaannya. Tapi semua keinginannya itu berubah saat ia bertemu seorang wanita yang merupakan salah satu pegawai yang bekerja di pabriknya.


Namanya adalah Laras, Wanita itu sangat cantik dan memiliki senyuman yang manis. Diam-diam Anderson selalu memperhatikan Laras sampai ia tau kalau Laras adalah seorang anak yatim piatu yang tinggal di panti asuhan.


Setelah mengetahui latar belakang Laras, Anderson semakin kagum karena sifatnya yang tidak pantang menyerah, selain itu Laras juga wanita yang sangat baik dan suka menolong orang lain. Semua hal itu membuat Anderson tertarik kepada Laras dan memberanikan diri untuk mendekatinya.


Anderson pun segera mengungkapkan isi perasaannya pada Laras tapi....


"Tuan, tolong jangan bersikap seperti ini. Tuan tidak seharusnya mencintai saya" kata Laras menolak Anderson karena ia tau diri. Dia hanya orang miskin dan tidak pantas untuk pria itu.


"Kenapa tidak bisa? kamu juga mencintaiku kan?" kata Anderson mendesak Laras. Ia tau kalau wanita itu juga mencintainya karena ia tai dari sorot mata wanita itu.


"Tapi ini semua adalah kesalahan Tuan, saya hanya anak yatim dan saya tidak pantas untuk Tuan" kata Laras.


Laras menatap mata Anderson untuk mencari apakah ada kebohongan disana, tapi Anderson menganggapnya serius membuat Laras yakin dan mau menerima cintanya.


Setelah mendapatkan cinta Laras, Anderson kembali pulang di negaranya untuk meminta restu orang tuanya. Tapi sialnya Anderson lupa kalau kedua orang tuanya sangat menentang jika dirinya menikahi wanita yang tak sederajat dengannya.


Anderson marah dan kabur dari rumah untuk mendatangi Laras. Rasa amarah dan rasa takut akan kehilangan wanita yang dicintainya membuat Anderson tak bisa berpikir jernih. Ia memaksa Laras untuk mau berhubungan dengannya sebelum menikah karena dia takut Laras akan meninggalkannya.


"Tapi kita belum menikah Tuan, kita sama saja berbuat dosa" Laras menangis saat Anderson memaksa dirinya di ruang kerja pria itu.


"Aku pasti tanggung jawab Laras, Apa kau tidak mencintaiku? kau percaya padaku kan?" kata Anderson menggunakan kata cinta untuk membuat Laras luluh.

__ADS_1


Laras yang memang wanita lugu dan polos tentu saja dengan mudah jatuh kedalam pesona Anderson waktu itu. Dia akhirnya dengan sukarela menyerahkan dirinya kepada Anderson hingga dia hamil sebelum menikah.


Tapi malangnya bagi Laras, setelah mengetahui dirinya hamil, ia mencari Anderson untuk meminta pertanggung jawabannya tapi ternyata pria itu sudah pulang ke negaranya dan tak pernah kembali lagi. Menghubunginya pun sangat mustahil karena waktu dulu Laras tak punya ponsel seperti jaman sekarang.


Flashback Off.


"Aku salah Al....aku egois.... Sekarang Laras sudah meninggal dan aku tidak sempat meminta maaf padanya" Anderson kembali menangis mengingat perbuatannya yang dulu lebih memilih menikah dengan pilihan orang tuanya dan meninggalkan Laras yang sedang hamil.


"Semua sudah terjadi Paman, dan Paman masih punya waktu untuk menebus semuanya" kata Aldin ikut sedih melihat Anderson yang hidup dalam bayang-bayang kesalahan masa lalu.


"Apakah Dewa akan menerima aku menjadi Ayahnya Al? Aku sudah menjadi Ayah yang sangat buruk untuknya" kata Anderson sangat takut jika Dewa akan menolak dirinya. Bagaimanapun ia sudah menelantarkan anak itu.


"Dewa pasti mengerti Paman, Bibi Laras sudah berhasil mendidiknya menjadi anak yang baik. Lagipula selama ini Paman juga tidak pernah tau kalau Dewa ada, kita akan menjelaskannya perlahan-lahan padanya" kata Aldin lagi.


"Dia memang anak yang sangat baik, Aku bangga memiliki putra seperti dia" kata Anderson sedikit tersenyum mengingat wajah Dewa yang mirip dengannya dan juga Laras.


"Ya, Jika Paman sembuh nanti Paman harus menemuinya, aku yakin Dewa pasti juga senang bisa bertemu Ayahnya" kata Aldin tertular akan senyuman itu.


"Kapan aku bisa pulang?" tanya Anderson merasa sudah cukup lama berada di rumah sakit.


"Mungkin sekitar satu minggu lagi, kata Dokter penyembuhan operasi jantung Paman sudah membaik tapi masih belum sembuh total" kata Aldin menjelaskan.


Ya Anderson memang baru saja menjalani operasi pencangkokan jantung. Penyakitnya itu kembali sembuh saat Aldin membawakan semua bukti kalau Dewa memang benar anaknya dan yang membuat dadanya sesak adalah ketika wanita yang dicintainya sudah meninggal.


Maafkan aku Laras...

__ADS_1


Happy Reading.


Tbc.


__ADS_2