
Zoya segera mencegat taksi untuk mengantarnya pulang, malam sudah sangat larut membuat ia cukup takut jika pulang naik ojek, apalagi ia sekarang membawa banyak uang yang di berikan Leon padanya, untuk sisa uang yang belum di transfer, Zoya tak mempermasalahkannya karena uang ini sudah lebih cukup untuk membuka usaha kafe yang ia rencanakan.
"Pak, ke Jalan sudirman tiga ya" kata Zoya pada supir.
"Baik Nona" sahut supir menganggukkan kepalanya.
Zoya membuka tas itu untuk melihat uang yang baru saja di dapat, matanya berbinar saat melihat puluhan gepok uang berwarna merah. Dia pasti akan bermandikan uang kalau begini. Zoya kembali menutup tas itu dan melihat jalanan yang mulai sepi, tapi ia mengerutkan dahinya saat melihat jalanan itu bukan ke arah kontrakannya.
"Tunggu Pak, ini salah arah seharusnya kau belok di lampu merah tadi" kata Zoya menegur supir itu tapi supir itu hanya diam saja membuat Zoya panik.
"Hei! Apa kau tuli! Jalan ini salah, kau mau membawaku kemana" Zoya berteriak panik, ia takut jika supir itu akan bertindak jahat padanya.
"Saya akan membawa anda ke suatu tempat, nikmati saja Nona" kata supir itu melirik Zoya dari kaca spion mobil.
"Jangan macam-macam, Hentikan mobilnya" teriak Zoya bangkit dari duduknya, ia mencoba mengganggu supir itu agar menghentikan mobilnya.
"Apa yang kau lakukan! Kita bisa mati kalau begini, lepaskan!" kata supir kaget dengan tingkah Zoya.
"Berhenti tidak, kalau kau tidak berhenti kita akan mati bersama" kata Zoya terus mengganggu supir itu hingga mobil itu bergerak cukup liar.
"Kau memang wanita gila!" kata supir begitu geram dan mengehentikan mobilnya lalu menyikut Zoya hingga wanita itu melepaskannya.
"Argh......" Zoya berteriak kesakitan karena sikutan itu mengenai lehernya.
"Mampus! Makanya jadi wanita jangan belagu" kata supir itu lalu mengambil sapu tangan yang sejak tadi di simpannya dan menempelkan pada mulut Zoya.
"Eemmmmmmhh......" Zoya memukul-mukul tangan supir itu agar melepaskan dirinya tapi aroma sapu tangan yang begitu menyengat membuat Zoya perlahan kehilangan kesadarannya.
Supir itu menyeringai saat melihat Zoya sudah pingsan, ia segera mengambil tali untuk mengikat tangan Zoya dan mengambil lakban untuk menutup mulut wanita itu. Ia kemudian mengambil ponselnya untuk menghubungi atasannya.
__ADS_1
"Aku sudah mendapatkannya bos, kemana aku harus membawanya?"
*****
Leon tersenyum sinis melihat tubuh Zoya yang meringkuk di ranjang, wanita itu masih tak sadarkan diri sejak tadi. Leon tak akan membiarkan wanita ini lolos begitu saja, dia sudah berani melawan Leon jadi ia pastikan wanita ini akan menyesal.
Zoya membuka matanya, kepalanya terasa sangat pusing sekali. Ia ingin menyentuh kepalanya tapi ia kaget saat menyadari kalau tangannya terikat, selain itu mulutnya juga di sumpal lakban. Ia kemudian mengedarkan pandangannya dan ia kaget saat melihat sosok Leon yang menatapnya tajam, pria itu hanya bertelanjang dada membuat Zoya semakin panik.
"Sudah bangun?" kata Leon bangkit dari duduknya menghampiri Zoya yang berusaha keras melepaskan ikatan tangannya.
Zoya ingin sekali mengumpat tapi mulutnya yang tertutup membuat ia hanya bergumam gumam tidak jelas.
"Kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Leon membuka lakban di mulut Zoya dengan kasar hingga membuat wanita itu kesakitan.
"Brengsek! Apa maumu sebenarnya? Lepaskan aku" kata Zoya menatap Leon dengan tajam.
"Cih, kau mau mengambil uangmu lagi? Menjijikan, ambil semua sana, aku tidak butuh uang itu" kata Zoya berdecih.
"Aku tak masalah harus kehilangan uang sekecil itu, Kau tau? Uangku masih sangat sangat cukup bahkan untuk membeli dirimu pun bisa" kata Leon menghina Zoya.
"Lalu apalagi yang kau inginkan? Kita sudah tidak punya urusan, untuk apa lagi kau menculik ku seperti ini, dasar pria gila" kata Zoya masih begitu emosinya.
Leon tersenyum sinis, Ia kini menatap wajah cantik Zoya dalam-dalam, semakin dipandang semakin membuat jantung Leon berdebar tak karuan. Tangannya terulur untuk menyentuh pipi mulus Zoya tapi wanita itu dengan cepat menghindar.
"Aku akui aku tertarik padamu, dan aku menginginkanmu menjadi wanitaku, bagaimana?" kata Leon.
"Apa? Kau memang gila! Aku tidak mau jadi wanita mu" kata Zoya tak habis pikir dengan apa yang di inginkan Leon.
"Ya, aku memang gila, tergila-gila padamu lebih tepatnya. Aku sebenarnya tak perlu bertanya padamu, karena aku bisa dengan mudah mendapatkan mu malam ini" kata Leon tiba-tiba menindih tubuh Zoya membuat wanita itu kaget bukan kepalang.
__ADS_1
"Hei! Apa yang kau lakukan! Menyikirlah, jangan coba-coba menyentuhku" teriak Zoya antara panik dan takut menjadi satu. Ia tak bisa leluasa bergerak karena tangannya terikat, kakinya pun sudah di tindih oleh Leon.
"Memangnya kau mau apa? Aku sudah tak sabar ingin merasakan tubuhmu Nona arogan" bisik Leon menenggelamkan wajahnya di leher Zoya, mencium harum lembut tubuh Zoya yang memabukkan.
"Minggir! Aku tidak mau, lepaskan aku" teriak Zoya menggerakkan tubuhnya berharap bisa melepaskan dirinya. Ya tuhan, siapapun tolong dirinya, ia tak ingin sampai di perkosa oleh Leon.
"Berteriak dan berbuat gaduh lah, kau tak akan pernah lolos" kata Leon menyeringai membuat ekspresi wajahnya terlihat menakutkan.
"Bos maafkan aku bos, Aku akan mengembalikan uang itu, tolong lepaskan aku" kata Zoya mengiba pada Leon, ia tak punya pilihan lain, jika ia terus melawan bukan tak mungkin Leon akan benar-benar memaksanya.
"Hah! Kau memohon padaku? Dimana wajah sombong yang selalu kau tunjukkan itu" kata Leon terkekeh sinis.
"Aku benar-benar minta maaf, tolong lepaskan aku, aku akan mengembalikan semua uangnya padamu, aku janji tidak akan mengganggumu lagi" kata Zoya benar-benar memohon.
"Benarkah?" kata Leon langsung di balas anggukan cepat oleh Zoya.
"Sayangnya aku tidak berminat dengan uang itu, saat ini hanya kau yang aku inginkan" kata Leon mengelus lembut pipi Zoya lalu beralih ke bibir tipis merah jambu yang membuat nafasnya sesak karena gairah.
Zoya memejamkan matanya berharap semua ini hanya mimpinya, ia harus memutar otaknya agar Leon tak menyentuhnya, Zoya tak rela jika tubuhnya sampai di sentuh pria brengsek ini.
"Stop!!!!" teriak Zoya saat Leon hampir saja menyentuh bibirnya.
"Diamlah wanita licik, Kau hanya boleh berteriak menyebut namaku jika aku memberimu kepuasan nanti" kata Leon sedikit kesal dan kembali ingin mencium Zoya tapi lagi-lagi Zoya berteriak.
"Stop!!! Bos.....Aku, Ehmmm...Kau ingin tubuhku bukan? Tolong lepaskan ikatan ini dulu"
Happy Reading.
Tbc.
__ADS_1