I'M FINE

I'M FINE
Be With You ( The Wedding Of Dewa And Zoya ).


__ADS_3

Inilah cara Dewa memuja wanitanya, dia ingin membuat hari itu menjadi hari bersejarah dalam hidup Zoya agar di kenang seumur hidupnya. Saat dirinya berlari menuju villa, tatapan matanya tak lepas dari Zoya yang terus mengembangkan senyumnya.


"Setelah ini apalagi kejutan yang kau berikan?" kata Zoya.


"Ada lagi nggak ya, tapi kayaknya kamu harus ganti baju dulu, aku akan menunggumu di sana" kata Dewa menunjuk pantai yang berada di samping Vila itu.


Dari tempatnya berdiri, Zoya bisa melihat kursi-kursi yang berjajar rapi dengan di hias kain warna putih. Lalu ada karpet merah yang terbentang menuju pelaminan yang juga di hias serba putih. Para tamu pun tampak sudah saling berdatangan.


"Aku akan datang untukmu" kata Zoya melepaskan dirinya dari Dewa lalu mengikuti seorang wanita yang akan merias dirinya.


Semuanya ternyata sudah disiapkan oleh Dewa, bahkan gaun pengantinnya pun sangat cocok dan pas dipakai oleh Zoya, apakah ini memang kebetulan? kenapa Dewa bisa memilihkan hal yang selalu cocok untuk dirinya.


Bagi setiap wanita, menikah adalah impian paling dinantinya. Berjalan menuju altar pernikahan dengan di dampingi oleh kedua orang tua, itulah yang menjadi momen paling ditunggu. Zoya sangat menyesalkan hal itu, seharusnya Ayahnya lah yang menggandeng tangannya dengan lembut dan mengantarkannya menjemput kehidupan yang baru.


"Maafkan aku Ayah, semoga kau tenang di alam sana. Aku menyayangimu" batin Zoya mengusap air matanya yang mengalir lirih.


"Jangan menangis Nona, ini hari bahagia anda" kata Perias mencoba menghibur Zoya.


"Terimakasih" kata Zoya sedikit tersenyum.


"Anda sangat cantik sekali Nona, saya yakin pasangan anda akan semakin terpesona dengan anda" kata Perias itu begitu kagum dengan kecantikan wajah Zoya.


Zoya hanya tersenyum tipis menatap pantulan dirinya yang sudah cantik menggunakan gaun pengantinnya.


"Ibu" kata Rayden terlihat memasuki kamar Zoya, ia juga sudah memakai setelan jas kecil yang tampak sangat lucu di tubuhnya.


"Anak Ibu, sini sayang" kata Zoya mengulurkan tangannya untuk memeluk tubuh kecil Rayden.


"Ibu, Ayah sudah menunggu" kata Rayden.


"Rayden mau nggak nganterin ibu ke Ayah?" kata Zoya menatap lekat wajah anaknya yang sangat mirip dengan Dewa ini.


"Mau" kata Rayden mengangguk setuju.


Zoya tersenyum lalu meraih tangan kecil Rayden dan mengajaknya keluar untuk menuju tempat pernikahan. Saat ia tiba di karpet merah, satu persatu tamu undangan memberinya bunga mawar putih yang menjadi lambang kesucian.


Semakin langkah Zoya mendekat, semakin keras pula debaran jantungnya. Ia sudah bisa melihat Dewa yang berdiri gagah dengan tuxedo putih yang senanda dengan gaunnya. Dia pria yang sama dengan pria yang enam tahun lalu menjadi korban kejahilannya, pria yang mengenalkannya sebuah arti cinta yang sesungguhnya. Dia Dewa, suaminya.


Dewa pun tak henti mengembangkan senyumnya saat melihat kedatangan Zoya. Ia mengingat pertemuannya dengan Zoya yang sangat menyebalkan itu. Wanita sombong arogan dan yang bersikap seenaknya saja itu kini sudah menjadi istrinya, menjadi belahan jiwanya dan menjadi satu-satunya wanita yang di puja.

__ADS_1


Lagu yang menggambarkan isi hati keduanya pun terdengar megalun lembut bersatutan dengan deburan ombak dan juga angin laut.


(I know they wanna come and separate us but they can't do us nothing)


(Aku tahu mereka ingin memisahkan kita tapi mereka tak bisa melakukan apa-apa).


(You're the one I want and Imma continue lovin)


(Kaulah satu-satunya yang kuinginkan dan aku kan erus mencintaimu)


(Cause your considered wifey and I'm considered husband)


(Karena kuanggap kau sebagai istri dan aku sebagai suami)


(And Imma always be there for you)


(Dan aku kan selalu ada untukmu)


Judul Lagu : Be With You By AKON.


"Kau sangat cantik" kata Dewa saat Zoya tiba di depannya.


Dewa menggenggam tangan Zoya erat dengan terus menatap dalam mata Zoya, perlahan ia mendekatkan wajahnya lalu mencium kening Zoya lembut.


Tepuk tangan langsung riuh dan semua orang tampak mengeluarkan ponselnya masing-masing untuk memfoto pernikahan impian ini, semua orang setuju kalau mereka pasangan yang sangat cocok, sang pengantin pria sangat tampan dan sang wanita sangat cantik, benar-benar sempurna.


"Rayden, sini sayang" kata Dewa memanggil anaknya yang duduk anteng bersama kakeknya.


"Kita foto dulu" kata Dewa langsung meraih Rayden dalam gendongannya dan merangkulkan tangan satunya ke pinggang kecil Zoya.


Zoya tertawa kecil, mereka baru menikah tapi sudah punya anak sebesar ini, jika tidak tau bagaimana kisah mereka mungkin itu terlihat sangat aneh.


Matahari semakin meninggi dan suasana masih cukup riuh, para tamu tampak masih saling asyik berbincang satu sama lainnya. Dewa lalu menarik tangan Zoya untuk pergi darisana membuat wanita itu kaget.


"Dewa?" kata Zoya sedikit bingung, masih banyak orang kenapa mengajaknya pergi.


"Masih ada satu hal lagi yang ingin aku tunjukkan padamu" kata Dewa mengerlingkan matanya.


"Tapi aku capek" kata Zoya langsung menghentikan langkahnya tiba-tiba hingga pegangan tangan mereka terentang.

__ADS_1


"Mau aku gendong?" kata Dewa tertawa melihat wajah Zoya.


"Mau" kata Zoya manja kepada Dewa.


"As you wish Nyonya" kata Dewa langsung meraih tubuh Zoya kedalam pelukannya.


"Kamu inget nggak waktu pertama kali kita dihukum di kampus?" kata Dewa tersenyum.


"Yang gara-gara permen karet?" kata Zoya mengalungkan tangannya di leher Dewa dan menatap lekat wajah indah ini.


"Ya, aku kesel banget waktu itu, dasar rese" kata Dewa menguyel-uyel gemas wajah Zoya.


"Tapi sekarang cinta kan?" kata Zoya tersenyum menggoda.


"Tidak ada alasan untuk tidak mencintaimu Nyonya" kata Dewa menatap dalam wajah Zoya lalu mencium bibirnya Zoya dengan lembut seraya terus membawa Zoya menyusuri lorong yang membawa mereka menuju kamar.


Untung saja tidak ada orang sama sekali disana, jadi tingkah Dewa yang random itu tidak ada yang melihatnya. Dewa bahkan terus mencium Zoya hingga sampai didepan kamarnya barulah ia melepaskannya karena kesusahan membuka pintu.


"Turunkan aku" kata Zoya diantara nafasnya yang terengah-engah.


Dewa menurut dan menurunkan Zoya namun tak melepaskannya begitu saja, ia memerangkap tubuh wanita itu dibelakang pintu kamar.


"Apa ada yang ingin kau katakan padaku Nyonya?" kata Dewa.


"Aku mencintaimu" kata Zoya langsung mendapatkan balasan ciuman panas dari Dewa.


Kali ini Dewa tak menahan dirinya lagi, ia mencium bibir Zoya dengan cepat dan panas, tangannya pun langsung bergerilya mencari-cari resleting gaun untuk cepat-cepat membukanya.


Zoya mendongak dengan mulut yang setengah terbuka ketika Dewa memberikan kecupan-kecupan kecil di lehernya, karena sentuhan yang membabi buta dari Dewa membuat Zoya ikut terpancing untuk ikut meraba tubuh Dewa.


Dewa langsung menggendong tubuh Zoya dan merebahkannya perlahan ke kasur, saat ini yang menjadi penghalangnya hanya kain segitiga tipis yang menutupi daerah kesukaannya itu. Zoya menatap Dewa yang memandangi tubuhnya dengan tatapan penuh gairah itu.


"Selalu luar biasa" bisik Dewa membuat wajah Zoya tersipu malu.


Dewa tersenyum lembut sebelum mencium bibir Zoya kembali lalu melepaskan semua penghalang diantara keduanya. Di siang yang panas itu, Dewa menyentuh Zoya dengan perasaan yang menggebu dan rasa yang yang membara.


Happy Reading.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2