I'M FINE

I'M FINE
Cinta Kembali Ketempat Yang Tepat.


__ADS_3

"Eh?"


"Ara! Maafkan aku Ara, tolong jangan lakukan ini kepada suamiku, Aku tau aku salah karena sudah sering menghinamu, tapi tolong jangan biarkan suamiku di pecat Ara, keluargaku butuh makan. Tolong ampuni aku Ara" kata Ibu itu menangis di kaki Zoya.


Zoya malah semakin kaget mendengarnya, bagaimana bisa suami ibu ini dipecat, bukankah dia bekerja di perusahaan besar? Namun bukan itu saja yang membuat Zoya kaget, tapi saat beberapa ibu lagi juga menghampirinya dengan alasan yang sama. Zoya langsung mengerti dan menatap Dewa tajam, ia tau kalau ini semua pasti ulahnya.


"Ara tolong maafkan perbuatan kami Ara, biarkan suamiku bekerja kembali" kata salah satu ibu lainnya.


"Apa yang kau lakukan?" kata Zoya menatap Dewa tak percaya.


"Melakukan apa yang ingin aku lakukan, itu semua memang pantas kalian dapatkan karena sudah berani menghinamu" kata Dewa melirik ibu-ibu itu sinis sekali.


"Tapi ini keterlaluan Dewa" kata Zoya lagi.


"Biarkan saja, biar mereka sadar dan berpikir ulang agar tidak sembarangan berbicara dengan mulutnya itu, sekarang ayo kita pulang, Rayden pasti sangat lelah" kata Dewa tak perduli dengan wajah melas tim gosip itu.


"Tuan..tolong ampuni kami, kami tidak akan menganggu Ara lagi, maafkan kami Tuan, tolong jangan pecat suami kami" kata mereka kembali memohon kepada Dewa.


Sebagian besar suami mereka sebenarnya bekerja di pabrik, hanya beberapa yang bekerja di perusahaan besar, tapi hal itu mudah saja bagi Dewa untuk menghancurkannya.


"Dewa, tolong jangan lakukan ini, aku sudah memaafkan mereka jadi tolong kembalikan pekerjaan suami mereka. Mereka punya keluarga dan anak yang harus dihidupi, jangan ya" kata Zoya berucap lembut seraya menyentuh tangan Dewa, dia benar-benar tak ingin menjadi orang yang pendendam, apalagi dia pernah merasakan bagaimana susahnya mencari pekerjaan.


"Baiklah, karena kau yang meminta akan aku lakukan" kata Dewa menatap Zoya penuh cinta.


"Kalian lihat itu, wanita yang setiap saat kalian hina bahkan memikirkan nasib kalian, seharusnya kalian itu malu karena suka membicarakan orang tanpa mengetahui faktanya terlebih dulu" kata Dewa lagi masih begitu sinisnya.


"Maafkan kami Tuan" kata mereka hampir bersamaan.


Dewa mengibaskan tangannya sambil lalu, ia kemudian menggandeng tangan Zoya untuk segera masuk ke dalam mobilnya. Sedangkan Bibi Ratih yang berada di belakangnya tampak begitu puas saat melihat para tim gosip itu di permalukan.


"Bye....Bye....Kak Arga....Bibi......Aku pasti merindukanmu" Rayden berteriak seraya melambaikan tangannya dari dalam mobil yang perlahan melaju meninggalkan kota Jakarta.


*****


Aldin duduk di ranjangnya, selang infus masih tertancap di tangannya, wajahnya pun masih tampak lebam dimana-mana akibat ulah Dewa. Tapi semua rasa sakit itu tak ada apa-apanya dengan luka hatinya. Aldin tau jika dia salah karena sudah mengkhianati Dewa, tapi dia bisa apa? dia juga manusia biasa yang bisa saja semuanya yang terjadi.

__ADS_1


Cinta itu datang secara tiba-tiba membuat hasrat ingin memiliki dalam dirinya keluar begitu saja, hal itu tanpa sadar membuat dirinya menjadi sangat egois karena ingin memiliki Zoya seutuhnya, namun sekuat apapun dia memaksanya cinta akan tetap kembali ke tempat yang tepat.


"Bagaimana keadaanmu?"


Aldin langsung menoleh begitu mendengar suara seseorang, ia melihat Anderson sejenak kemudian menundukkan wajahnya kembali, ia malu karena sudah berbuat hal seperti ini.


"Maafkan aku Paman" kata Aldin.


"Maaf untuk apa? Harusnya kau meminta maaf kepada putraku karena kau dengan tega menyembunyikan wanitanya. Kenapa kau jadi seperti ini Al? Kau sudah aku anggap seperti putraku sendiri" kata Anderson dengan nada biasa namun Aldin bisa mendengar ada nada kekecewaan di dalamnya.


"Maafkan aku" kata Aldin rasanya tidak punya kata-kata pembelaan lagi.


Anderson menghela nafas sejenak, ia kemudian mendekati Aldin dan tanpa di duga ia langsung memeluknya membuat Aldin menangis lirih.


"Aku tidak tau apa alasanmu melakukannya, aku juga tidak ingin bertanya kenapa kau melakukan ini. Tapi aku sangat berterimakasih padamu karena sudah menjaga cucuku. Mungkin hal ini akan sangat mengecewakan untukmu, kau mengerti maksudku kan Nak? Tolong lupakan dia, carilah kebahagiaan mu sendiri" kata Anderson mengerti bagaimana sakitnya jika perasaan cinta tak terbalas dan Anderson tak ingin Aldin semakin tersakiti jika terus mencintai Zoya, sekuat apapun dia memaksa, tetap tak akan membuahkan hasil yang bagus.


"Aku tau Paman, aku sudah mencoba menahan diriku, tapi...." Aldin tak bisa lagi melanjutkan perkataannya dadanya sesak sekali rasanya, lima tahun berjuang nyatanya tak membuat dirinya mendapatkan cintanya.


"Tapi kau juga harus sadar kalau Zoya hanya mencintai Dewa dan dia hanya bisa bahagia bersamanya" kata Anderson lagi semakin membuat Aldin hancur.


"Hari ini Dewa menjemput putranya untuk di ajak pulang dan setelah itu mereka akan menikah" kata Anderson sengaja mengatakannya.


Aldin mengigit bibirnya, wajahnya sangat menyedihkan sekali. "Bolehkah aku menemuinya untuk terakhir kali Paman?" kata Aldin memandang Anderson sendu.


"Aku tidak tau, kau pasti sudah sangat mengenal sifat Dewa bagaimana" kata Anderson tak bisa berjanji.


Aldin mengangguk singkat, mungkin memang sudah menjadi takdirnya seperti ini, kini ia harus belajar merelakan dan mengubur perasaannya dalam-dalam.


*****


Dewa dan keluarga kecilnya tiba dirumahnya saat hari sudah mulai gelap, Rayden sejak tadi bahkan sudah tertidur pulas karena kelelahan perjalanan jauh. Tapi anak itu sepertinya begitu peka karena saat mobil mereka berhenti, Rayden langsung bangun.


"Ayah, Ibu, kita sudah sampai?" tanya Rayden mengucek matanya.


"Iya, nanti Rayden harus sopan ya, ketemu sama kakek" kata Zoya memperingatkan anaknya.

__ADS_1


"Kakek? Aku juga punya kakek?" kata Rayden.


"Punya dong, Kakek pasti udah nungguin, Ayo kita keluar, mau Ayah gendong?" kata Dewa ikut menyahut.


"Enggak, aku udah besar, jalan sendiri aja" kata Rayden dengan gayanya yang imut membuat kedua orang tuanya gemas.


"Baiklah, kita akan masuk sekarang" kata Dewa lagi.


Dewa membawa keluarga kecilnya itu masuk kedalam rumah. Rayden tampak terkagum-kagum saat melihat mewah dan besarnya rumah Dewa.


"Ayah, apa ini istana?" tanya Rayden dengan polosnya.


"Bukan, ini rumahnya Rayden" kata Dewa tersenyum kecil melihat tingkah anaknya.


"Wah, rumahnya bagus sekali Ayah" kata Rayden kembali memuji keindahan rumah itu.


"Apakah cucuku sudah datang?" suara Anderson menggema di ruangan tengah yang sangat megah itu.


Rayden langsung menatapnya, ia tampak sedikit takut karena bertemu orang asing, Rayden menyembunyikan dirinya di kaki Ibunya.


"Rayden, tidak apa-apa, itu Kakek" kata Zoya berucap lembut kepada anaknya.


"Kakek?" kata Rayden mulai memberanikan dirinya melihat Anderson.


"Ya, ayo beri salam kepada Kakek" kata Zoya lagi.


Rayden mengangguk singkat dan berjalan pelan mendekati Anderson untuk memberikan salamnya. Dewa tampak begitu kagum saat melihat bagiamana Rayden yang pemberani dan begitu patuh dengan ucapan Ibunya, Zoya benar-benar mendidik putranya sangat baik.


Happy Reading.


Tbc.


Like dan komennya dong kak...


Kenapa makin nipis gini.... sedihh akuh.... hehehehe

__ADS_1


Makasih...


__ADS_2