I'M FINE

I'M FINE
Sisa Rasa Di Hati.


__ADS_3

Dewa kembali ke hotel saat hari masih cukup sore, ia baru saja melihat pembangunan kantornya yang tinggal tahap akhir. Dewa langsung menuju kamarnya, saat ia menyusuri lorong hotel yang cukup panjang, mata tajamnya lagi-lagi menangkap sosok wanita yang sangat mirip dengan Zoya.


Dewa menajamkan penglihatannya untuk mengenali kalau wanita itu benar Zoya. Tapi lagi-lagi ia tak bisa melihatnya dengan jelas. Dewa tampak kesal karena setiap saat selalu teringat oleh wanita itu. Ia kemudian langsung beranjak menuju kamarnya dan ingin membersihkan dirinya, sepertinya kepalanya ini harus di dinginkan agar tidak selalu memikirkan wanita yang sama sekali tak pantas ia pikirkan.


Sedangkan disisi lain, Zoya terlihat mendorong troli yang berisi makanan tamunya. Sepatu hak tingginya terdengar menggema dilorong hotel yang cukup sepi.


"Room 209 atau 8 ya?" kata Zoya mengingat berapa nomor kamar tamunya.


"Kayaknya 209 deh" kata Zoya lagi. Ia benar-benar sudah sangat lelah hingga lupa mengingat nomor kamar.


Zoya pun langsung masuk kedalam kamar itu karena sebelumya ia sudah diberi tahu kalau penghuni kamar ini biasanya belum pulang di jam seperti ini. Zoya pun tak memikirkan apapun lagi, ia segera menata makanan itu dan ingin secepatnya beristirahat.


Saat dirinya sedang sibuk menata makanan, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka membuat Zoya langsung menoleh. Butuh waktu beberapa detik hingga Zoya tersadar dan membesarkan matanya saat melihat sosok pria yang baru saja keluar dari kamar mandi.


"Dewa...." bibir Zoya berucap tanpa suara.


Dewa awalnya belum melihat, ia sibuk menggosok rambutnya yang basah dan barulah ia sadar ada sosok orang lain yang ada dikamar itu. Ia pun tak kalah kagetnya dari Zoya, ia menatap dalam-dalam wanita itu dan memastikan kalau wanita itu benar-benar Zoya.


Saat Dewa yakin kalau wanita itu memang Zoya, ekspresi wajah Dewa tampak berubah-ubah. Ada rasa kekecewaan, kemarahan, kebencian, namun juga ada sorot mata penuh kerinduan. Ya! dalam lubuk hatinya yang terdalam memang sangat merindukan wanita ini.


Hari-harinya dipenuhi oleh kegilaan karena tidak bisa menemukan wanita ini, sekarang wanita itu ada di hadapannya dan Dewa merasa bebas untuk melakukan apa saja. Tiba-tiba ada gejolak dalam dirinya yang keluar, memaksanya untuk mendekati Zoya yang hanya bisa terkaku.


"Dewa?" kata Zoya menatap Dewa dengan mata berkaca-kaca. Ia tak menyangka akan bertemu pria ini disini. Sorot matanya pun penuh kerinduan yang sama.


Nafas Dewa seolah berhembus sangat cepat, akal sehatnya seolah hilang dan tiba-tiba saja ia langsung meraih kepala Zoya dan mencium bibir wanita itu.

__ADS_1


"Akhmmmmm....." Zoya terkesiap saat mendapatkan ciuman itu.


Tapi perlahan ia membalas ciuman Dewa, ia membuka mulutnya untuk memberikan Dewa akses menyusupkan lidahnya. Karena mendapatkan lampu hijau, Dewa segera meraih tengkuk Zoya dan memperdalam ciumannya hingga menjadi semakin menggelora.


Tangannya bergerak liar meraba punggung dan me re mas bo kong wanita itu. Dewa semakin menggila dan mencari pengait bra Zoya lalu segera melepaskannya.


Zoya yang merasakan sentuhan tak biasa dari Dewa itu segera tersadar, akal sehatnya mulai berfungsi dan melepaskan tautan bibir mereka. Tapi Dewa yang sudah gelap mata malah memciumi leher Zoya dengan keras hingga meninggalkan jejak, ia juga tak henti me re mas benda kenyal milik Zoya yang ia rasa semakin padat.


"Dewa! Stop!" kata Zoya mendorong Dewa menjauh, berharap pria itu melepaskannya.


Namun usahanya itu sia-sia, Dewa seolah tuli, tumpukan rasa sakit hati dan juga kerinduannya pada Zoya membuat Dewa menjadi sangat beringas. Ia bahkan tak segan merobek baju Zoya hingga asetnya terpampang di depannya.


"Dewa! Berhenti! Aku mohon!" teriak Zoya malah menangis karena mendapatkan perlakukan kasar dari Dewa.


"Dewa...please....berhenti....sakit....." Zoya merintih kesakitan saat Dewa masih belum menghentikan aksi be jat nya itu.


Dewa tak perduli Zoya kesakitan atau bercinta dengan posisi yang nyaman atau tidak. Ia terus memaksa Zoya hingga amarah dalam dirinya padam.


"Kau harus mengganti rasa sakit yang sudah kau lakukan padaku Zoya" teriak Dewa terus menghentakkan tubuhnya dengan keras. Ia juga memegang tangan Zoya agar wanita itu tak bisa kabur.


Zoya hanya bisa menangis saat Dewa terus melalukan hal itu. Hingga pada akhirnya gerakan pria itu tampak semakin tak terkendali dan sesaat kemudian tubuh Dewa ambruk begitu saja menimpa Zoya.


Zoya tak terima dan segera mendorong tubuh Dewa hingga pria itu menyingkir dari tubuhnya. Dengan menahan sakit di tubuhnya, Zoya bangkit dari tidurannya dan langsung menampar pipi Dewa dengan keras.


"Kau benar-benar ba ji ngan! Aku sangat membencimu Dewa!!!!!!" teriak Zoya sangat marah hingga menangis. Ia memukul-mukul Dewa untuk melampiaskan emosinya dan terus menangis.

__ADS_1


Dewa membiarkan saja apa yang dilakukan oleh Zoya, tapi ia kemudian menarik tangan wanita itu dan memukul tengkuknya hingga Zoya tak sadarkan diri.


"Kau harus membayar mahal apa yang sudah kau perbuat" kata Dewa menatap Zoya dengan sorot mata yang tak tertebak.


*****


Zoya tampak seperti bermimpi, ia melihat ada sosok pria yang sedang mendatanginya yang kini sedang tertidur di sebuah ranjang yang sangat besar. Zoya tak bisa melihat wajah pria itu dengan jelas, tapi ia bisa melihat sorot mata pria itu yang tampak berubah-ubah.


Perlahan pria itu mendekatinya membuat Zoya reflek langsung menjauhkan tubuhnya. Tapi ia merasa seluruh tubuhnya sangat lemas dan ia tak bisa bergerak. Zoya takut dan juga panik jika pria itu akan berbuat hal buruk padanya. Tapi ternyata pria itu mencium dirinya dengan lembut.


Dari mulai kening, kelopak mata, hidung dan terakhir bibirnya yang dicium sangat lembut. Zoya pun memberanikan diri membalas ciuman itu dan membiarkan pria itu menyentuh tubuhnya tak kalah lembutnya.


Zoya mengigit bibirnya, menahan diri agar tak men de sah saat pria itu bermain-main di dadanya lalu turun ke perut hingga Zoya merasakan lidah pria itu menyentuh bagian dirinya yang sudah basah.


"Ah......." Zoya men de sah pelan karena tak tahan akan godaan yang dilakukan pria itu. Hingga sesaat kemudian tubuhnya menungkik dan bergetar karena mendapatkan pelepasan.


Setelah itu Zoya merasakan kalau pria itu berpindah posisi dan kembali menindihnya. Kalau Zoya tidak salah melihat, pria itu tersenyum lembut padanya dan mulai melalukan penyatuan hingga bibirnya kembali mengeluarkan suara yang indah.


"Aku sangat merindukanmu......" bisik laki-laki itu setelah mereka menyelesaikan semuanya. Dan Zoya bisa merasakan kalau pundaknya terasa basah karena tangisan dari pria itu.


Siapa pria itu? Kenapa dia menangis?


Happy Reading.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2