I'M FINE

I'M FINE
Peluklah Aku Lebih Lama Lagi.


__ADS_3

Zoya yang mendengar itu awalnya benar-benar memukuli Dewa dengan keras, tapi perlahan pukulan itu melemah seiring air matanya yang kembali mengalir dengan sangat keras.


"Aku membencimu Dewa" teriak Zoya namun matanya menyiratkan cinta yang mendalam untuk Dewa.


"Hukum aku sepuas yang kamu mau Zoya....tapi tolong jangan membenciku....Maafkan aku..Maafkan aku...." kata Dewa bersimpuh di depan Zoya dan tertunduk penuh penyesalan. Ia pun ikut menangis karena sudah sangat bersalah menyakiti Zoya.


Melihat itu tangis Zoya bukannya mereda, tapi justru semakin keras. Perpisahan mereka benar-benar sangat menyakitkan hingga mereka berdua harus pergi membawa luka masing-masing. Tapi Zoya tidak ingin menyalahkan Dewa karena pria itu juga korban dari keegoisan Ayahnya dulu, malah lebih parah karena Dewa justru dikhianati oleh orang yang paling di percaya.


"Zoya tolong ampuni aku, aku rela jika kau harus menghukum aku apapun. Biarkan aku menebus semua kesalahanku. Aku memang pantas menerimanya..."


Dewa masih terus bersimpuh di depan Zoya hingga membuat wanita itu ikut bersimpuh dan langsung memeluk tubuh tegap yang tampak sangat rapuh itu. Hingga tangis keduanya pecah menjadi satu dengan air mata yang saling mengalir.


"Maafkan aku..." kata Zoya.


"Tidak! Tidak, jangan meminta maaf padaku, kau tidak salah apapun. Kau juga tidak pantas menangisi pria brengsek seperti diriku. Aku hanya laki-laki bodoh yang sudah menyakitimu Zoya, aku juga hanya pria bodoh yang membiarkan kau bertahan sendirian dan mengorbankan semua yang kau punya hanya untukku, tapi apa yang aku lakukan padamu... Kau pantas membenciku Zoya.." kata Dewa memegang pipi Zoya dan menghapus air mata yang terus mengalir.


"Aku juga bersalah, aku yang lebih dulu mendorongmu untuk membenciku" kata Zoya ikut mengusap air mata Dewa.


"Tapi semua pengorbanan yang kau berikan tidak sebanding dengan apa yang kau lakukan. Kenapa kau memberikanku cinta sebesar ini?" kata Dewa mengambil tangan Zoya yang di pipinya lalu menciumnya.


"Karena kau memang pantas mendapatkannya Dewa" kata Zoya dengan tatapan teduhnya membuat Dewa langsung menarik Zoya ke pelukannya.


"Aku mencintaimu Zoya, kau juga pantas mendapatkan rasa cinta itu. Izinkan aku membalas semua rasa itu, izinkan aku membuatmu bahagia Zoya" kata Dewa memeluk Zoya erat dan mencium dahinya sangat lama.


Dalam hati Dewa bersumpah tidak akan pernah menyakiti wanita itu lagi. Sudah cukup sekali dalam hidupnya ia membuat Zoya menderita, sekarang tak akan lagi Dewa melakukannya. Zoya wanita yang luar biasa dan sangat pantas mendapatkan kebahagiannya.


"Aku juga mencintaimu Dewa, tolong peluklah aku lebih lama lagi" kata Zoya menenggelamkan wajahnya di dada Dewa, mencium harum tubuh Dewa yang sangat dia rindukan.


"Aku tidak akan melepaskanmu lagi, sampai kapanpun" kata Dewa memeluk Zoya sangat erat dan tak henti menciumi rambut Zoya.


Air mata kebahagiaan dan kelegaan tampak mewarnai pelukan penuh rindu itu. Lima tahun berpisah bukan waktu yang singkat, mereka hidup dalam rasa sakit yang terus menemani disetiap saat. Tapi kini, rasa sakit itu perlahan berganti menjadi dengan rasa cinta yang meluap-luap dalam diri masing-masing.

__ADS_1


*****


"Apa kau sudah makan?" tanya Dewa.


Kini mereka sudah berpindah kedalam kamar tamu karena Zoya malam ini akan menginap disana terlebih dulu sebelum besok mereka berdua pergi ke Bandung untuk menjemput Dewa kecil.


Tadi saat Bayu menjemputnya untuk ikut ke Jakarta, sebenarnya Zoya begitu ragu. Tapi saat Bayu menjelaskan semuanya, dia pun mengerti dan mau diajak ke Bandung tanpa sepengetahuan Dewa.


"Sudah" kata Zoya pelan. Ia mengamati keseluruhan kamar tamu itu yang terlihat sangat mewah. Sekarang Zoya mendadak minder karena merasa tak pantas untuk Dewa yang punya segalanya


"Kalau begitu sekarang istirahatlah, ini sudah sangat malam. Kau pasti sangat lelah" kata Dewa memegang lembut bahu Zoya dan membawanya ke ranjang.


"Ehm Dewa, apa kita tidak bisa pulang malam ini saja?" kata Zoya sungkan jika harus menginap, selain itu dia juga kepikiran oleh anaknya.


"Kenapa?" kata Dewa memandang raut wajah tak nyaman dari Zoya.


"Aku hanya kepikiran tentang Dewa" kata Zoya jujur saja.


"Baiklah" kata Zoya tak membantah.


"Ya istirahatlah, aku akan keluar" kata Dewa mengelus pipi Zoya lembut.


"Dewa?" panggil Zoya sebelum Dewa beranjak dari sana.


"Ya?"


"Mengenai Aldin..." kata Zoya teringat tentang Aldin. Meskipun pria itu bersalah, tapi pria itu sudah banyak membantunya dulu ketika Zoya dalam pelariannya.


"Aku akan mengurusnya, kau tidak perlu memikirkannya" kata Dewa kembali mengeras wajahnya jika mengingat pengkhianat itu.


"Dewa, tolong dengarkan aku" kata Zoya memegang tangan Dewa agar pria itu menatapnya. "Aku tau kau membencinya, tapi percayalah kalau selama ini Aldin sudah menjagaku dan juga putra kita. Jika tanpa Aldin, mungkin aku sudah tertangkap oleh anak buah Ayahku dulu" kata Zoya tak ingin Dewa terus memendam dendam kepada Aldin.

__ADS_1


"Tapi perbuatannya itu salah Zoya, selama lima tahun aku mencarimu tapi dia dengan sengaja menyembunyikan kalian dariku, apa menurutmu aku harus memaafkannya begitu saja?" kata Dewa memandang Zoya sendu hingga membuat Zoya tak bisa membalas tatapan matanya.


"Sudah, jangan memikirkannya lagi. Tidurlah, ini sudah sangat malam" kata Dewa lagi sebelum benar-benar pergi meninggalkan Zoya.


Zoya hanya bisa menghela nafas panjang, ia tau apa yang dirasakan oleh Dewa, jadi Zoya tak ingin memaksa karena perbuatan Aldin memang cukup keterlaluan. Zoya pun segera merebahkan tubuhnya bersiap untuk tidur agar tubuhnya kembali fit untuk perjalanan pulang besok kembali ke Bandung.


Zoya sudah memejamkan matanya, namun mungkin karena di tempat asing, dia cukup kesusahan untuk tidur. Matanya sudah tak kuat untuk terbuka, namun hatinya sangat gelisah membuat Zoya memutar posisi tidurnya hingga melihat sosok orang yang berbaring disampingnya.


Zoya awalnya enggan membuka mata karena mengantuk, tapi ia ingin memastikan lagi kalau benar ada orang lain disana.


"Tidurmu gelisah sekali" kata Dewa dengan mata terpejam.


"Kenapa kau bisa disini?" kata Zoya bingung tentunya, kapan Dewa masuk? kenapa dia tidak mendengar?


"Kau tidur sangat gelisah, aku temani ya?" kata Dewa membuka matanya dan tersenyum manis pada Zoya.


"Aku belum terbiasa saja" kata Zoya memandang wajah Dewa tak jemu.


"Maka dari itu aku akan menemanimu. Dulu, waktu kita bersama sangat sedikit sekali ya?" kata Dewa juga menatap lekat-lekat wajah Zoya.


"Ya, hanya tiga bulan" kata Zoya tersenyum kecil.


"Aku menyesal karena dari awal tidak menghabiskan lebih banyak waktu bersamamu. Sekarang aku berjanji padamu, aku akan menghabiskan seluruh waktuku untukmu" kata Dewa lagi.


"Kau janji?" kata Zoya.


"Aku berjanji" kata Dewa mendekati Zoya kembali lalu memeluknya di dalam satu selimut.


Zoya tersenyum manis dalam dekapan Dewa, perlahan matanya terpejam menikmati irama detak jantung Dewa yang mengantarkannya ke dalam mimpi yang indah.


Happy Reading.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2