I'M FINE

I'M FINE
Chapter - 7


__ADS_3

"Mei-chan," panggil Makoto lembut.


Mei hanya terdiam,


"Mei-chan, itu bukan kesalahanmu, " ucap Makoto.


"Ambilkan obat bius! Sekarang!" seru Makoto.


Butler Yang segera datang membawa beberapa suntikan bius, Makoto tidak tahan meneteskan air matanya, mengingat sudah berapa kali Mei disuntik setiap tahunnya, guna untuk menenangkan dirinya.


Butler Shi membantu mereka menahan tangan Mei agar tidak memberontak, sedangkan Butler Yang membiuas Mei. Hanya butuh beberapa detik Mei tertidur. Makoto membopong adiknya, membaringkan Mei dikasurnya. Setelah itu mereka bertiga keluar meninggalkan Mei.


Makoto duduk disofa ruang tengah bersamaan dengan butler Yang dan butler Shi. Cepat sekali pria tersebut melupakan kejadian tadi, Makoto hanya fokus dengam beberapa dokumen perusahaan.


"Tuan muda, minumlah teh herbal ini." ucap seorang pelayan menyondorkan secangkir teh herbal. Makoto dengan cepat meminumnya dan fokus kembali pada dokumen tersebut.


****


Mei terbangun dari tidurnya, kepalanya sedikit terasa pusing. Mei sama sekali tidak mengingat apa yang terjadi kemarin, juga ia tidak ingat mengapa ia berada disini. Mei melangkah munuju keluar ruangan, ia melihat sekelilingnya untuk mencari keberadaan Makoto.


"Nona, tuan muda sudah berangkat sejak dua jam yang lalu." jelas Butler Yang.


"dua jam yang lalu?" batin Mei, Mei segera melihat jam, jam menujukan pukul sembilam pagi. Mei melangkah cepat-cepat kembali kekamarnya, namun...


Brakk!


Mei terjatuh karena kepalanya terasa pusing. Dengan cepat Butler Yang membatu Mei untuk berdiri.


"Nona muda, tuan muda melarang anda untuk pergi kesekolah." jelas butler Yang.


Mei hanya diam tak memberi respon pada butler Yang. Mei memilih melanjutkan langkah dengan perlahan-lahan. Sedangkan Butler Yang akan membereskan tempat tinggal Mei.


****

__ADS_1


Taki merasa jenuh harus berada disatu tempat bersamaan musuhnya, Yujin. Mereka harus menerima hukuman akibat perbuatan mereka. Taki beserta Yujin harus mengepel lantai aula utama.


"hey kau payah!" seru Taki sembari menumpahkan ember Taki.


Taki tidak ingin kalah dari Yujin,


"Dasar pengecut!" seru Taki sembari menumpahkan ember Yujin.


Mereka berdua memasang posisi siap berkelahi kembali, namun sepertinya gagal akibat kepala sekokah datang.


"Eh'em" deham kepala sekolah menghentikan mereka.


Mengetahuj hal tersebut, Taki dan Yujin melanjutkan kembali pekerjaan mereka. Beberapa jam kemudian, selesailah perkerjaan mereka. Mereka berdua saling berhadapan ditemani kepala sekolah yang memantau, mereka harus meminta maaf agar timbul kedamaian diantara mereka.


"Yoshida Taki minta maaflah dan kau juga Yujin," ucap kepala sekolah.


"Yoshida? apakah pemilik hotel bintang lima?" tanya Yujin.


"ya, mengapa?!" tanya Taki.


"Aku minta maaf," ucap Yujin dengan acuh tak acuhnya.


"aku juga," balas Taki.


Mereka saling memalingkan wajah mereka satu sama lain. "kembalilah ke kelas kalian masing-masing," pinta kepala sekolah. Taki kembali dengan tangan disaku, berjalan menyusuri koridor kelas, apalagi para kaum hawa yang tertarik memandang Taki. Taki sengaja melewati kelas Mei, mengintip sejenak gadis tersebut.


Tidak ada Mei didalam, bahkan tas milik Mei juga tidak nampak. Taki memilih saja bertanya kepada gadis yang duduk didepan bangku Mei.


"hei kau, mengapa dia tidak hadir?" tanya Taki sembari menatap bangku Mei.


"Dia sedang sakit," jawab gadis tersebut.


Taki berbalik hendak pergi keluar dari kelas tersebut, namun langkahnya terhentikan.

__ADS_1


"mengapa kau sangat peduli padanya?" tanya gadis tersebut,


Taki tak menjawab pertanyaan tersebut, jawabab tersebut sangat sulit untuk di jelaskan. Taki memilih melanjutkan jalannya saja menuju kelasnya. Ia duduk di bangkunya bersebelahan dengan Daisuke.


"sekolah akan mengadakan kegiatan, jadi lusa kita nggak ada pelajaran." jelas Daisuke.


Jam pulang tiba, bunyian lonceng terdengar dengan nyaring. Taki mulai memasukan bukunya yang berada di mejanya. Ia hendak membawa tasnya, berjalan melewati koridor kelas. Di sepanjang koridor, sepasang mata para kaum hawa menatap Taki. Namun hal itu sama sekali tidak mengganggu dirinya.


Jujur ia sudah terbiasa dengan hal tersebut. Taki mulai keluar dari area sekolah, ia memilih untuk mengunjungi apartemen Mei. Melintas toko buah membuatnya teringat ajan hal sesuatu, Taki memasuki toko tersebut. Ia memilih untuk membeli buah apel mereah karena Mei sepertinya menyukai apel merah.


Taki mulai memasuki lift dan menekan angka 6, Ting setelah itu ia keluar. Ia mulai menekan bel pintu Mei. sudah beberapa kali namun Mei tak nampak melainkan sosok pria memakai setelan jazz dengan beberapa para pelayan. pria tersebut terkejut melihat tamu yang tidak asing baginya.


"kepala pelayan Yang," sapa Taki.


"Tuan Muda Yoshida." bala Butler Yang.


"mengapa kau kemari?" tanya Butler Yang.


"aku ingin menemui Mei," jawab Taki.


"Nona Muda sedang tidak disini, ia berada di kediaman Matsuda." jelas Butler Yang.


"bukankah dia sakit? mengapa tidak berada disini?" tanya Taki.


"Tuan Mudalah yang menyuruhnya untuk beristirahat di kediaman Matsuda," Jelas Buyler Yang.


"baiklah, aku akan kembali." pamit Taki sembari mebalikan badannya.


"Tunggu, apa anda ingin ikut bersama kami? bukankah anda ingin menemui nona muda? kami juga sudah selesai merapikannya dan kami akan kembali."


"apakah boleh?" tanya Taki sedikit ragu,


"Tentu saja,"

__ADS_1


Segera Taki bersama Butler Yang menuju kebawah dan menaiki sebuah mobil hitam, menuju kediaman Matsuda.


__ADS_2