I'M FINE

I'M FINE
Malam Yang Sepi.


__ADS_3

Bryan menghampiri Davies yang tampak duduk dengan tenang bersama Zachary, ia tampak sedikit membenarkan penampilannya sebelum ikut bergabung dengan mereka.


"Om" kata Bryan.


"Hmm...bagaimana keadaannya?" kata Davies melirik Bryan sekilas dan kembali menatap lautan yang hening itu.


"Dia masih pingsan" kata Bryan.


"Setelah ini kalian akan hidup bersama di tempat baru, aku sudah menyiapkan tempat dan juga pekerjaan untukmu" kata Davies.


"Ya, tapi apa Om yakin Zoya akan diam saja? Bagaimana kalau dia sampai kabur lagi? lagipula sekarang Dewa pasti sedang berusaha keras mencarinya" kata Bryan.


"Dia tidak akan bisa mengejar Zoya, kalau pun bisa, dia tak akan bisa mendapatkannya" kata Davies tersenyum misterius.


"Maksud Om?" kata Bryan tak mengerti.


Davies melirik Bryan dengan senyum liciknya, ia lalu melihat Zachary yang tau akan tugasnya. Zachary membuka tabletnya dan menunjukkannya kepada Bryan.


"Namanya Dokter So, dia dokter yang sangat hebat untuk membuat orang melupakan semua ingatannya" kata Zachary.


"Maksud kalian?" kata Bryan kaget dan menatap kedua orang di depannya ini dengan tatapan tak percaya. Ternyata ada orang yang lebih gila dari dirinya yang mau menghalalkan segala cara hanya untuk membuat Zoya berpisah dengan Dewa.


"Benar, dokter ini akan melakukan perusakan otak untuk menghapus memory Zoya tentang pria miskin itu, dengan begini dia akan menjadi orang baru dan dengan ingatan baru" kata Zachary tanpa belas kasihan sama sekali.


"Apakah dia akan baik-baik saja?" kata Bryan sedikit khawatir dengan Zoya karena tau jika cara ini pasti akan sangat ekstrim.


"Kalau pun dia mati lebih bagus agar tidak membawa sial" kata Zachary dengan seringai kejinya membuat Bryan khawatir akan keselamatan dirinya.


"Kapan kalian akan melakukan ini?" tanya Bryan.


"Saat kalian sampai disana nanti, semua prosedur akan di lakukan. Untuk saat ini biarkan Zoya tenang dulu, jika kesehatannya memburuk, semuanya akan gagal" kata Davies menyahut.

__ADS_1


Bryan terdiam, sial sekali, padahal dia sudah berencana ingin menghabiskan malam bersama Zoya, tapi tak masalah, setelah ini Zoya akan tetap menjadi miliknya seutuhnya.


*****


Malam itu lautan tampak gelap dan sunyi, hanya sesekali deburan ombak terdengar diiringi hembusan angin yang sangat kencang. Dewa berdiri didalam kapalnya menebus udara dingin malam itu, ia sudah memarkir kapalnya dengan lokasi yang cukup dekat dengan kapal Bryan. Semua misi di lakukan dengan senyap, ditambah malam yang begitu gelap membuat suasana semakin mencekam.


"Tuan Dewa" seorang pria berpakaian lengkap bersenjata tampak datang menghampiri Dewa. Dia adalah ketua pasukan khusus dari anggota militer yang selama ini sudah mengabdi kepada keluarga Jhonson.


"Bagaimana Luke?" kata Dewa tanpa melirik ketua itu.


"Menurut laporan ada sekitar 10 orang disana, tiga diantaranya adalah Davies, Bryan dan juga Zachary. Melihat model kapalnya, seluruh ruangan ada di bagian bawah, saya rasa disana mereka menyekap Nona Zoya" kata Luke melaporkan pengamatannya.


"Baiklah, sesuai rencana, jika ada sinyal, kita langsung mendekat" kata Dewa dengan tatapan lurus ke depan.


"Siap Tuan" kata Luke mengangguk patuh.


Dewa segera bergerak mengambil alat selamnya lalu memakainya di ikuti oleh beberapa anggota khusus lainnya. Bayu yang melihat itu segera mendekati Dewa.


"Pasti, kau juga bersiaplah, aku butuh kau untuk menjemput Zoya nanti" kata Dewa menganggukkan kepalanya.


Setelah semua pasukan siap, Dewa memberikan kodenya lalu menjatuhkan tubuhnya ke lautan yang sangat dingin itu, namun rasa dingin itu tak berarti apapun bagi Dewa, dia sudah bertekad untuk menyelematkan Zoya bahkan jika harus kehilangan nyawa pun ia rela.


Semua pasukan khusus segera mengikuti Dewa, menyelam dalam lautan hingga mereka muncul di bawah kapal Bryan. Dewa muncul ke permukaan bersama yang lainnya, ia melepaskan oksigen dan alat lainnya lalu naik keatas kapal, sebisa mungkin tak menimbulkan suara menaiki kapal itu.


Namun se pelan apapun Dewa berjalan tetap saja menimbulkan suara membuat penjaga disana langsung waspada.


"Periksa" kata penjaga itu memerintah anak buahnya mengecek keadaan.


Penjaga itu mengangguk lalu segera mengecek keadaan, tapi hal itu percuma karena Dewa yang sudah tau langsung menarik pundak itu lalu memukul tengkuknya dengan keras hingga penjaga itu ambruk.


"Amankan semuanya" bisik Dewa memerintahkan Luke untuk menyisir semua lokasi kapal itu.

__ADS_1


Mereka akhirnya berpencar menjadi dua bagian, Dewa ke bagian depan kapal dan Luke memimpin ke bagian buritan. Malam yang sangat gelap itu membuat penyamaran mereka tak terlihat. Dewa berjalan mengendap-endap untuk mencari posisi dimana Zoya berada.


"Sisi kanan dan kiri aman" Luke melaporkan dari alat komunikasinya.


Mendengar itu Dewa segera maju masuk kedalam ruangan bagian dalam kapal, di belakangnya ada dua anak buah yang mengikutinya. Mereka benar-benar sangat waspada.


"Di depan ada dua penjaga lagi" lapor Luke memantau semua keadaan.


Dewa langsung berhenti namun penjaga itu sudah lebih dulu melihatnya, sebelum penjaga itu mengelak Dewa dengan cepat menarik tangannya lalu memelintirnya kebelakang, ia juga langsung membekap mulut penjaga itu. Sedangkan penjaga yang lain sudah di amankan oleh anak buahnya.


"Katakan padaku dimana ruangan Zoya?" bisik Dewa menekankan moncong pistol ke leher penjaga itu hingga membuatnya ketakutan.


"Dia ada di ruangan pojok selatan" kata Penjaga itu gemetar hebat, keringat dingin membasahinya karena takut jika peluru itu akan bersarang di tubuhnya.


"Ada berapa orang yang disana?"


"Enam, tiga penjaga, lalu Tuan Bryan, Tuan Davies dan juga Tuan Zachary"


"Kalau kau bohong tentang ruangan Zoya, aku akan kembali dan memastikan semua peluru ini bersarang di kepala mu" kata Dewa dengan suara berat mengancam, membuat siapapun pasti akan ciut jika mendengarnya.


"Aku mengatakan yang sebenarnya" kata penjaga itu.


"Akan aku buktikan ucapanmu" kata Dewa melepaskan penjaga itu lalu kembali memukul tengkuknya dengan keras hingga membuatnya langsung tak sadarkan diri.


Dua anak buah Dewa segera menyeret penjaga itu menjauh lalu mengambil semua senjata api miliknya. Sedangkan Dewa kembali mengendap-endap untuk mencari Zoya. Saat ia melewati ruangan tengah, ia mendengar suara orang yang masih berbicara. Dewa menghentikan langkahnya sejenak untuk melihat siapa orang yang masih bangun.


Ternyata Zachary yang masih asyik berciuman mesra bersama seorang wanita yang duduk di pangkuannya. Dewa mengepalkan tanganku, amarahnya sudah di ubun-ubun karena melihat tingkah Zachary itu. Bagaimana bisa pria itu menculik adiknya dan berniat menghancurkan hidupnya, benar-benar menjijikkan, pikirnya.


Dewa segera pergi dari sana karena saat ini bukan itu tujuannya, yaitu ia harus menemukan Zoya terlebih dulu.


Happy Reading.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2