
Zoya semakin menatap Salsa dengan tajam, bagaimana Salsa yang dikiranya polos ini bisa berbuat keji seperti ini. Padahal Zoya sudah sangat percaya pada wanita itu dan menganggap seperti saudara, tapi ternyata kelakuan Salsa tak jauh berbeda dari iblis yang tega mau melenyapkan bayinya.
"Besok saja aku akan meminumnya" kata Zoya.
"Tapi ini vitamin yang sangat bagus untuk bayi anda Nona, kata Dokter vitamin ini bisa menambah kekuatan kandungan anda. Jadi sebaiknya Nona meminumnya sekarang" kata Salsa masih mencoba membujuk Zoya.
"Benarkah? aku akan bertanya kepada Dokternya kalau begitu" kata Zoya masuk kedalam kamar untuk mengambil ponselnya.
"Tidak perlu Nona, jika anda memang tidak ingin meminumnya ya sudah. Saya hanya ingin mengingatkan anda kalau biasanya ada orangnya pelupa, saya akan memberikan lagi vitamin ini besok" kata Salsa memasang wajah ingin dikasihani agar Zoya mau meminum obat itu.
Zoya terdiam sesaat menatap pil yang terlihat berbeda dari biasanya itu. Ia kemudian menatap wajah Salsa yang masih berdiri di depan pintu kamarnya.
"Baiklah, aku akan meminum vitamin itu sekarang" kata Zoya membuat Salsa tersenyum senang.
Salsa segera memberikan obat itu pada Zoya dengan sangat bersemangat. Zoya hanya diam seraya mengambil obat itu dan meminumnya.
"Nah, dengan begini saya bisa tenang Nona, selamat beristirahat" kata Salsa tersenyum tipis sebelum pergi dari sana.
Zoya memastikan jika Salsa sudah pergi, ia kemudian masuk kedalam kamarnya dan mengunci pintunya. Zoya lalu membuka mulutnya untuk mengeluarkan obat itu, untung saja ia bisa menyembunyikan obat itu di bawah lidah. Sekarang ia harus menyusun cara agar bisa pergi dari rumah ini untuk menyelamatkan anaknya dari iblis seperti Ayahnya.
Zoya kemudian mengganti bajunya dengan mini dress hadiah dari Dewa, ia sudah bertekad untuk meninggalkan rumah ini apapun caranya. Zoya lalu keluar kamar dan bertingkah biasa saja, agar tak mencurigakan. Ia pergi ke dapur untuk mengambil sebuah pisau dan menyimpannya didalam jaket yang digunakannnya.
"Nona? Anda sedang apa?" terdengar suara Salsa di belakang Zoya membuat wanita itu kaget.
"Oh, aku hanya ingin membuat susu, tapi entah kenapa kepalaku tiba-tiba pusing sekali" kata Zoya.
"Kalau begitu anda duduk saja dulu Nona, biar saya yang membuatkan untuk anda" kata Salsa tampak cemas saat mendengar kalau Zoya merasa pusing.
Zoya melirik Salsa sinis tapi wanita itu tak menyadarinya. "Ya, aku akan menunggunya di ruang makan" kata Zoya berlalu pergi dari dapur.
Cukup lama ia menunggu Salsa membuatkannya minum hingga beberapa saat kemudian wanita itu membawakannya segelas susu yang diinginkannya.
__ADS_1
"Ini Nona" kata Salsa.
"Terimakasih" kata Zoya mengambil susu itu, ia bisa mencium aroma yang berbeda dari susu itu
"Argh.....aduh...perutku sakit...." Zoya berpura-pura kesakitan dan menjatuhkan gelas itu kelantai dengan keras.
PRANGG.....
"Anda kenapa Nona?" kata Salsa sedikit kaget saat melihat Zoya yang tiba-tiba kesakitan.
"Perutku sakit......Argh......." kata Zoya berteriak keras dan terus memegang perutnya.
"Astaga! Apa yang terjadi Nona?" kata Salsa dengan wajah paniknya yang dibuat-buat, ia berpikir kalau Zoya pasti kesakitan karena obat yang diberikannya tadi.
"Argh.......sakit...." kata Zoya terus berteriak kesakitan.
Mungkin karena mendengar suara gaduh, Davies turun untuk melihat apa yang terjadi. Ia sempat kaget saat melihat Zoya yang kesakitan itu. Ia lalu melirik Salsa yang menganggukkan kepalanya membuat Davies sedikit mengulas senyumnya.
"Nona Zoya tiba-tiba kesakitan Tuan, apa yang harus kami lakukan?" kata Salsa langsung.
"Ayah....perutku sakit .. tolong bawa aku ke rumah sakit" kata Zoya masih pura-pura merintih, tapi ia sempat mengernyit jijik saat melihat akting Ayahnya dan juga Salsa.
"Aku akan memanggilkan Dokter untukmu, biar Salsa membantumu ke kamar" kata Davies.
"Ayah....tapi perutku sangat sakit.....tolong biarkan aku diperiksa di rumah sakit....argh....ini sakit sekali....aduh......" kata Zoya tak ingin jika Dokter yang datang ke rumahnya. Itu sama saja bohong karena ia tidak bisa keluar dari rumah.
Davies terdiam menatap Zoya yang terus berteriak kesakitan itu. Ia tentu tak bisa membiarkan Zoya keluar dan diperiksa di rumah sakit karena tak ingin jika bayi itu diselamatkan.
"Ayah aku mohon...ini sakit sekali....argh...." kata Zoya lagi.
"Baiklah, aku yang akan mengantarmu ke rumah sakit" kata Davies segera bersiap.
__ADS_1
Zoya sedikit kaget saat mendengar itu, ia tak menyangka kalau Ayahnya yang akan mengantarnya ke rumah sakit. Hal itu pasti akan sangat menyusahkannya karena ingat bagaimana liciknya Ayahnya. Tapi hanya satu kali ini kesempatannya untuk kabur dan harus memanfaatkan keadaan ini sebaik mungkin.
Zoya dibantu masuk ke mobil oleh beberapa pengawal. Dalam mobil itu hanya ada tiga orang, yaitu Zoya, Ayahnya dan juga Salsa. Sedangkan para pengawal Ayahnya tampak mengikuti di belakang. Zoya benar-benar di jaga sangat ketat. Tapi ia tak hilang akal, ketika mobil mereka melewati jalanan yang cukup sepi, Zoya segera mengeluarkan pisaunya dan bersiap menikam Ayahnya dari belakang.
"Zoya! Apa-apaan ini!" bentak Davies begitu kaget saat melihat pisau yang di lingkarkan di lehernya. Apalagi dia sedang menyetir mobil.
Salsa juga kaget saat melihat hal itu. "Nona, apa yang anda lakukan, kita bisa jatuh nanti" kata Salsa.
"Diam! Aku sudah tau rencanamu Ayah! Kau akan membunuh bayiku dan mengkirari janjimu! Sekarang hentikan mobilnya atau aku benar-benar akan menusuk Ayah dengan pisau ini" kata Zoya tak perduli lagi jika harus menyerang Ayahnya karena pria itu juga sudah sangat kejam pada dirinya.
"Apa yang kau bicarakan? bukankah Ayah sudah membiarkan kau mengandung anakmu" kata Davies mencoba berhati-hati mengendari mobilnya.
"Kau pikir aku bodoh Ayah! Cepat hentikan mobilnya sekarang juga!" kata Zoya sedikit menekan pisau itu membuat leher Davies tergores.
Mau tak mau Davies menghentikan mobilnya karena tau jika Zoya bukan tipe orang yang suka bermain-main.
"Sekarang apa maumu!" kata Davies menekan giginya karena emosi.
"Turun! Aku ingin kalian berdua turun!" kata Zoya memberikan gestur pada Salsa dengan mata tajamnya.
Salsa segera turun karena takut jika Zoya berbuat nekat. Zoya kemudian berpindah tempat di depan, ia terus mengacungkan pisau itu pada Davies sampai pria itu turun dari mobilnya. Setelah mereka semua turun, Zoya segera melajukan mobilnya.
"Sial!" umpat Davies sangat marah melihat hal itu, ia bergerak cepat menyuruh anak buahnya untuk mengejar.
Zoya mengendarai mobil itu dengan cepat karena takut saat melihat anak buah Ayahnya yang sudah mengejar. Untung saja ia cukup pintar mengemudi mobilnya membuat ia bisa mengecoh para penjaga itu. Tapi ia tak ingin lengah dan terus mengendarai mobilnya sangat cepat agar segera pergi meninggalkan kota ini.
Jalanan malam itu cukup sepi membuat ia dengan leluasa mempercepat mobilnya, tapi saat sampai ditikungan, Zoya kaget saat tiba-tiba ada motor yang berbelok dengan tajam hingga ia harus membanting setir untuk menghindarinya. Karena mobilnya melaju sangat cepat, Zoya kehilangan kontrolnya hingga mobilnya keluar jalur dan menabrak pembatas jalan.
BRAAAAAKKKKKKKKKK!!!!!!
Happy Reading.
__ADS_1
Tbc.