
Dewa mengerutkan dahinya, apakah wanita yang dilihatnya tadi juga Ara? kenapa sangat mirip dengan Zoya. Dewa masih ingin bertanya memastikan kalau tidak ada wanita bernama Zoya yang bekerja disini, tapi diurungkan karena merasakan ponselnya bergetar. Tertera nama Bayu disana membuat Dewa segera mengangkatnya.
"Halo Bay?" kata Dewa.
"Halo bos, Anda dimana? Asisten Tuan Axel baru saja menelpon dan mengatakan kalau beliau sudah menunggu anda" kata Bayu ditelepon.
"Baiklah, aku akan segera kesana. Tunggu aku di lobby" kata Dewa berjalan menjauh dari tempat karyawan itu.
Lagipula apa yang sebenarnya Dewa pikirkan, Zoya tidak mungkin bekerja sebagai karyawan rendahan seperti itu, mengingat bagaimana sifat arogan wanita itu dan juga bukankah Zoya memiliki suami kaya raya? jadi hal itu mustahil terjadi.
Dewa menemui klien barunya itu disebuah restoran yang sudah ditentukan sebelumya. Ia belum pernah bertemu sebelumnya dengan orang itu, tapi Dewa sudah sering mendengar namanya yang memang sudah terkenal.
Saat ia tiba direstoran, pandangan Dewa langsung bertumpuk pada satu orang pria yang cukup berumur tapi masih terlihat sangat gagah. Lalu disampingnya ada pria muda yang sama gagahnya dengan pria satunya. Dewa langsung tau kalau itu orang yang akan ditemuinya.
"Tuan Axel Leander? Benar?" kata Dewa menyapa.
"Ya, Tuan Dewangga Clark? Senang bisa bertemu dengan anda" kata Axel berdiri menyambut klien barunya. Ia tersenyum khas dirinya yang tipis namun manis.
"Saya juga senang bisa bertemu dengan anda Tuan Axel" kata Dewa tersenyum tipis seraya mengulurkan tangannya pada Axel, lalu pandangannya beralih pada sosok pria yang berdiri disamping Axel.
"Oh perkenalkan, dia putraku" kata Axel tersenyum bangga pada putranya yang sudah beranjak dewasa.
Rendra sedikit memberikan senyumnya namun wajahnya terlihat masih datar dengan sorot matanya yang tajam turunan dari sang Ayah. Dewa balas tersenyum dan keduanya berjabat tangan.
"Gyanendra Xavier" kata Rendra memperkenalkan dirinya.
"Dewangga Clark" kata Dewa membalas genggaman Rendra tak kalah eratnya.
"Baiklah, silahkan duduk Tuan Dewa" kata Axel mempersilahkan. Dewa mengangguk dan duduk diikuti Bayu yang setia disampingnya.
"Tuan Dewa ini adalah pengusaha muda sukses dari kota Bandung. Perusahaannya berkembang sangat pesat hingga menyebar dimana-mana, saat ini dia ingin bekerjasama dengan kita untuk memperluas perusahannya. Karena itu setelah ini akan sering bekerjasama dengannya" kata Axel menjelaskan pada Rendra.
__ADS_1
"Baik Pa" kata Rendra mengangguk mengerti.
"Wah, ternyata sudah ada perpindahan kepemimpinan dalam perusahaan" kata Dewa terdengar ramah.
"Benar, Zaman dan era akan terus berubah. Karena itu kita juga harus ikut berubah untuk kelangsungan perusahaan. Orang tua seperti aku akan bertindak terlalu kaku dan pastinya akan ketinggalan zaman. Karena itu juga aku menyerahkan tampuk kepemimpinan perusahaan kepada generasi yang lebih muda. Mereka akan lebih cepat menerima perkembangan dan memiliki inovasi-inovasi yang lebih terkini" kata Axel menjelaskan dengan santai. Ia memang ingin anaknya tidak terlalu kaku untuk pertemuan bisnis ini.
"Iya, kita memang harus terus berkembang dan terus belajar agar tidak tertinggal oleh laju dunia yang bergerak semakin cepat" kata Dewa cukup pintar mengimbangi pembicaraan dengan Axel.
"Tuan Rendra?" kata Dewa memandang Rendra yang sejak tadi diam menyimak.
"Rendra saja, Aku rasa umur kita tidak berbeda terlalu jauh" kata Rendra lagi.
"Baiklah, kau juga bisa memanggilku Dewa saja" kata Dewa mengangguk setuju.
"Ya"
"Baiklah, Tuan Axel maaf sebelumya, karena kantorku sedang dalam tahap pembangunan, bisakah untuk sementara saya menumpang dikantor anda? Mungkin pengerjaannya tinggal tahap finishing" kata Dewa tak enak sebenarnya tapi jika dia menyewa gedung baru, pasti tidak terlalu perlu.
"Tentu saja, biar Putraku yang mengurusnya nanti. Lagipula dengan begitu kerjasama anda dan juga Rendra akan lebih mudah" kata Axel tak keberatan sama sekali.
"Apakah sudah selesai?" kata Bella yang sengaja mendatangi suaminya karena jika sudah bekerja akan lupa waktu.
"Hanya sedikit kok, Tuan Dewa perkenalkan ini istriku" kata Axel menyambut istrinya.
Dewa hanya mengangguk sebagai formalitasnya. Bella juga ikut mengangguk lalu mengalihkan pandangannya kepada suami dan putranya.
"Ingat kata Ibu mertua bilang? aku harus memastikan kau makan dengan benar dan waktu makan bukan untuk digunakan untuk waktu berbisnis. Sekarang kau juga mengajari putramu seperti dirimu, Rendra ingat kata Mama?" kata Bella melirik Axel sekilas lalu beralih pada Rendra yang malah tersenyum karena tingkah ibunya itu.
"Baiklah Nyonya Leander, kami tidak akan membicarakan tentang bisnis saat makan siang ini. Tuan Dewa maaf, tapi bos besarku melarangku untuk membahas pekerjaan" kata Axel memandang Bella penuh cinta lalu menatap Dewa.
Dewa ikut tersenyum melihat hal itu, hatinya sedikit iri melihat bagaimana mereka berdua masih begitu romantis diusia yang sudah cukup berumur. Andai saja dia bisa memiliki pasangan hidup yang mau menemaninya sampai tua nanti, tapi sayangnya istrinya justru meninggalkannya disaat terburuknya.
__ADS_1
"Tidak apa-apa Tuan Axel, Saya juga sudah cukup mengerti tentang kerjasama ini. Nanti mungkin jika ada yang belum jelas, asisten saya akan menghubungi Rendra" kata Dewa.
"Ya Dewa, selamat atas kerja sama ini, dan semoga kerja sama kita berjalan lancar nantinya" kata Rendra.
"Baiklah, kami permisi dulu kalau begitu. Senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda" kata Dewa mengakhiri pertemuan itu dengan berjabat tangan dengan Axel dan keluarganya.
****
Zoya tampak begitu sibuk sekali hari ini, ia mengantarkan beberapa barang-barang tamu kedalam kamarnya. Sebenarnya itu bukan pekerjaannya, tapi ia menggantikan shif temannya yang sedang sakit.
"Ara, nanti tolong kamu antar makan malam ke kamar nomor 208 ya" kata teman kerja Zoya.
"Ya, memangnya kau mau kemana?" kata Zoya menyetujui saja. Padahal ia sebenarnya sangat lelah karena sejak tadi belum istirahat, tapi jika dia menolak, pasti akan menjadi bulan-bulanan seniornya dan Zoya tidak ingin cari masalah karena hidupnya sudah kebanyakan masalah.
"Aku hari ini ada job, pokoknya kamu anter aja, biasanya tips nya banyak, soalnya penghuni itu seorang pengusaha kaya" kata teman Zoya tampak sudah mengganti bajunya dengan pakaian yang sangat seksi.
Zoya yang melihat hal itu kembali terdiam, ia sudah tau apa yang akan dilakukan temannya ini karena hampir semua temannya juga melakukan yang sama karena ingin mendapatkan uang yang mudah. Zoya pun pernah ditawari untuk melakukan hal itu, tapi ia menolak karena perbuatan itu tidak baik. Kadang juga ada seorang tamu yang terang-terangan menggodanya membuat Zoya ekstra hati-hati jika berkerja agar tidak bertemu buaya darat.
Happy Reading.
Tbc.
Hayu ada yang udah kenal Axel sama Bella belum?
Kalau belum, yuk gih kenalan dinovel othor satunya..
Hehehee....
Jangan lupa jejak ya... like dan komen....
Bonus visual Dewa dan Zoya nih..
__ADS_1