
Dewa masih berbaring lemah di ranjang rumah sakit, ia ternyata baru saja mengalami serangan jantung ringan. Matanya sejak tadi tak henti mengeluarkan air mata penyesalan karena sudah menyakiti wanita yang bahkan memberinya cinta yang begitu besar.
Dadanya kembali sakit jika mengingat apa yang sudah dilakukannya pada Zoya dan yang lebih parah, dia sampai tidak mengenali putranya sendiri.
"Dia putraku Bay, Zoya melahirkan anak untukku dan dia juga memberikan nama putraku dengan namaku tapi aku bodoh karena sudah tidak percaya padanya dan malah menyakitinya, aku bodoh Bay..." kata Dewa dengan air mata berlinang dan suaranya terbata-bata karena rasa sakit dalam dadanya kembali datang.
"Ini juga salahku, seharusnya aku memberitahumu dari awal tentang ini. Dia wanita yang hebat karena bisa bertahan sendirian" kata Bayu juga cukup kaget saat Dewa mengatakan kalau mereka memiliki anak.
"Aku harus menemui mereka Bay, aku harus menebus semua kesalahanku, aku ingin membuat mereka bahagia..putraku....shssshhh...." Dewa harus menarik nafas panjang karena tak bisa lagi meneruskan ucapannya, dadanya kembali sakit hingga ia memejamkan matanya menahan nyeri yang menusuk.
"Dewa! Bertahanlah! Kau harus mengatakan padanya kalau kau Ayahnya, aku tau kau mencintainya... kau harus bertahan" kata Bayu segera memencet tombol emergency saat melihat Dewa kembali kesakitan.
Dewa memejamkan matanya rapat.
Aku harus bertahan demi putraku..Aku harus membuat dia tertawa dan bahagia. Zoya....aku semakin mencintaimu...Masih adakah tempat untukku di hatimu....
*****
Seminggu lebih Dewa di rawat di rumah sakit karena pemulihan itu. Sekarang dia tampak sudah sedikit sehat dan bersiap untuk menemui Zoya dan putra mereka. Dewa juga sudah mengabarkan kepada Ayahnya tentang hal itu dan Ayahnya sungguh tak sabar ingin segera bertemu dengan cucunya.
"Ayah, tolong jangan terlalu berharap, Aku tidak tau apakah Zoya bisa memaafkan ku..." kata Dewa di sambungan teleponnya.
"Ayah yakin dia bisa, dia wanita yang hebat nak, kau harus meyakinkannya agar bisa menerimamu kembali. Jika dia belum bisa menerima, maka jangan kau paksa, beri dia waktu agar dia nyaman denganmu dan menemukan cinta itu kembali" kata Anderson.
"Ya Ayah, aku akan menemuinya hari ini" kata Dewa menghela nafasnya berat.
"Ayah akan menunggu kau membawanya pulang" kata Anderson lagi sebelum menutup panggilan telepon itu.
"Dewa?" Bayu terlihat tergesa-gesa menemui Dewa, dari wajahnya tampak menyiratkan keterkejutan.
__ADS_1
"Ada apa?" kata Dewa.
"Anak buah kita sudah mendapatkan semua data tentang Zoya selama lima tahun terakhir. Tentang anaknya dan juga semua kehidupannya dulu sebelum dia memutuskan ke Jakarta" kata Bayu dengan cepat menyerahkan beberapa berkas kepada Dewa.
"Benarkah?" kata Dewa langsung membuka berkas itu.
Disana tertulis kalau Zoya pindah kesini sekitar lima tahun lalu dan sudah hamil selama empat bulan. Tapi sebelum itu ternyata Zoya mengalami kecelakaan karena ingin melarikan diri dari kejaran Ayahnya.
"Ayahnya marah saat tau kalau Zoya hamil disaat malam setelah pernikahan Zoya dengan suami barunya dan dia memaksa Zoya untuk mengugurkan bayinya tapi Zoya mengancam akan bunuh diri sehingga Ayahnya membiarkan dia mengandung anaknya. Tapi ternyata itu juga tipu muslihat saja karena diam-diam Ayahnya meracuni Bayi itu agar bayi itu meninggal sehingga Zoya bisa kembali kepada suaminya" kata Bayu menjelaskan.
Hati Dewa semakin sakit saat mendengar itu semua, Zoya...kau benar-benar mempertahankan anak kita sampai seperti ini.
"Zoya juga memutuskan pindah kesini agar Ayahnya tidak lagi mengganggunya, itulah juga kenapa dia mengganti namanya dengan nama tengah" kata Bayu lagi.
"Sekarang dia dimana Bay?" kata Dewa mengusap air matanya. Ia harus segera meminta pengampunan kepada wanita yang sudah memperjuangkan dirinya sampai setengah mati.
"Mungkin masih bekerja, sebentar lagi jam kerjanya habis" kata Bayu melirik jam ditangannya.
*****
Dewa menatap Zoya yang tampak berjalan kesana kemari mengantarkan makanan untuk tamu hotel. Wajah wanita itu tampak sudah pucat karena kelelahan, namun tak mengurangi sedikit pun kecantikan wanita itu. Dewa mengepalkan tangannya saat merasa sangat miris melihat wanitanya bekerja begitu keras.
Wanita itu bahkan rela melakukan pekerjaan rendahan seperti itu demi putranya. Padahal Dewa sangat ingat bagaimana manjanya Zoya dulu, tapi keadaan memaksanya berubah menjadi wanita yang kuat dan mandiri.
"Kau memang wanita yang luar biasa Zoya, aku sangat mencintaimu...maafkan aku.." batin Dewa hanya bisa menatap nanar Zoya yang kini sedang berjalan untuk pulang karena pekerjaannya sudah selesai.
Dewa pun langsung menyuruh Bayu untuk mengikutinya dari belakang hingga wanita itu sampai di kontrakan. Mobil mereka tidak bisa masuk ke gang, jadi Dewa memutuskan untuk berjalan kaki bersama Bayu.
Begitu Zoya sampai di depan rumah, terlihat Dewa kecil langsung berlari keluar rumahnya dan menubruk tubuh Ibunya yang hampir saja terhuyung karena Dewa kecil menubruknya cukup keras.
__ADS_1
"Ibu....Ibu sudah pulang.." kata Dewa kecil begitu senang melihat kepulangan Ibunya.
"Iya, Dewa sudah makan belum?" kata Zoya berjongkok seraya mengelus pipi anaknya lembut.
"Udah dong, Aku makan lauk ayam di suapi Papi" kata Dewa kecil tersenyum ceria.
"Papi?" kata Zoya langsung mengangkat wajahnya hingga melihat sosok pria tampan yang berdiri di ambang pintu rumahnya.
Sedangkan Dewa yang melihat sosok pria yang disebut Papi oleh putranya kaget bukan kepalang. Namun kekagetannya itu langsung berubah menjadi kemarahan yang kental hingga membuat tangannya mengepal erat menampakkan urat-uratnya yang menonjol.
"Aldin?" Dewa mengeram marah saat menyebut nama itu. Jadi Papi yang selama ini di maksud oleh Dewa kecil adalah Aldin?
Hal ini benar-benar mengejutkannya, bagaimana bisa orang yang sangat dipercaya selama ini justru mengkhianatinya seperti ini. Bahkan ini sangat keterlaluan, pantaslah selama ini dia tak menemukan titik terang saat mencari Zoya, ternyata Aldin yang sudah menyembunyikan semuanya dari Dewa.
"Shittttt!!! Dasar Pengkhianat" kata Dewa lagi ingin langsung mengajar habis ba ji ngan itu tapi Bayu menahannya.
"Lepaskan aku!" kata Dewa dengan aura kemarahan yang kental.
"Jangan gegabah! Sekarang ada Zoya dan putramu, dia pasti akan menganggap kau pria buruk jika kau mengajar Aldin. Kita harus membahas masalah ini nanti" kata Bayu tak ingin Dewa semakin memperkeruh keadaan.
"Apa kau sudah tau ini?" kata Dewa menahan emosinya saat melihat bagaimana dekatnya Aldin dengan putranya dan juga Zoya.
"Aku juga baru tau tadi saat Ken menyerahkan berkas itu, tapi aku pikir...
"Kau juga sama saja dengannya! Brengsek!" kata Dewa tak bisa lagi menahan emosinya hingga langsung menghantam wajah Bayu dengan keras.
Dewa benar-benar sangat marah karena merasa dikhianati oleh dua orang kepercayaannya dan sudah dianggap sebagai keluarga sendiri. Lima tahun dia hidup dalam kebodohan, membenci wanita yang sudah memperjuangkan dirinya dan mencarinya seperti orang gila. Tapi orang yang mengetahui kebenarannya justru menyembunyikannya darinya.
"Semua orang memang tidak bisa dipercaya"
__ADS_1
Happy Reading.
Tbc.