I'M FINE

I'M FINE
Apa Kau Tidak Bisa Merasakannya?


__ADS_3

Dewa langsung menoleh saat ada yang memanggil namanya, wajahnya tampak berkerut saat melihat siapa yang sudah memanggilnya.


"Tara? Untuk apa kau disini?" kata Dewa menatap Tara heran.


"Aku sengaja ingin menemui mu, kenapa kau bekerja sampai malam begini? Apa kau tidak lelah?" kata Tara menunjukkan perhatiannya.


Malam itu ia sengaja datang kesana untuk menemui Dewa. Untung saja saat Dewa menolongnya tadi ia sempat mengikutinya membuat Tara tau kalau Dewa bekerja disini.


"Untuk apa lagi kau menemui ku? kita udah nggak punya urusan apapun" kata Dewa semakin tak mengerti dengan sikap Tara.


"Dewa, aku benar-benar minta maaf padamu. Aku ingin memperbaiki semuanya dan kita bisa kayak dulu lagi" kata Tara menyentuh tangan Dewa lembut.


Dewa tersenyum sinis, ia melepaskan tangan Tara yang menyentuh dirinya. "Tidak ada yang perlu diperbaiki, semuanya sudah ada tempatnya masing-masing. Dan kau harus ingat kalau aku sudah memiliki istri, jadi jangan pernah menemui ku lagi" kata Dewa mempertegas batasan antara keduanya.


Lagipula apa yang sebenarnya Tara pikirkan. Apa menurutnya Dewa akan dengan mudah kembali padanya setelah apa yang dilakukan wanita itu pada Dewa.


"Bagaimana bisa kau menyebut wanita pembuat masalah itu sebagi istrimu Dewa, Apa kau lupa kalau semua masalah yang terjadi padamu itu semua karena kakaknya" kata Tara mencoba menghasut Dewa.


"Lalu apa maksudmu berkata seperti itu? apakah menurutmu aku akan meninggalkan Zoya hanya karena kau mengatakan ini? Tara, Tara, kau sepertinya juga lupa kalau kau juga salah satu orang yang sudah membantu menghancurkan masa depanku, dan aku tak akan pernah melupakan hal itu sampai kapan pun" kata Dewa melirik Tara dengan sinis.


"Tapi kau tidak mencintainya Dewa, aku yakin kau hanya mencintaiku, iya kan?" kata Tara sangat percaya diri kalau Dewa masih mencintainya. Ia ingat bagaimana dulu semenjak mereka masih SD.


"Sayangnya rasa cintaku padamu sudah mati di hari pertama kau mengkhianati ku" kata Dewa tanpa menatap Tara sama sekali.


"Dewa tolong maafkan aku, beri aku kesempatan sekali lagi, aku sangat menyesal telah melakukan itu. Aku sekarang sadar kalau kaulah satu-satunya pria yang aku cintai" kata Tara tanpa ragu langsung memeluk Dewa erat. Ia berharap Dewa mau kembali padanya dan mereka bisa bersama seperti dulu lagi.


Dewa sedikit kaget akan hal itu "Tara jangan seperti ini" kata Dewa mencoba melepaskan dirinya.


"Aku benar-benar minta maaf Dewa, tolong maafkan aku dan kembali padaku. Aku mencintaimu" kata Tara semakin mengeratkan pelukannya, ia menggunakan air mata palsunya untuk membuat Dewa bersimpati padanya.

__ADS_1


Dewa berdecak kesal karena sikap Tara ini, Ia ingin mendorong tubuh wanita itu tapi sedetik kemudian matanya membesar saat melihat sosok Zoya yang berdiri di depannya.


"Zoya!" seru Dewa kaget dan langsung mendorong tubuh Tara dengan kasar.


"Aduh..." Tara meringis kesaktian saat Dewa mendorongnya hingga ia jatuh kebelakang. Ia kemudian menoleh untuk melihat apa yang membuat Dewa mendorongnya. Tara kemudian tersenyum licik saat tau jika Zoya yang berada disana.


Zoya menatap pemandangan didepannya dengan nanar, air matanya langsung meleleh begitu saja, dadanya sangat sesak seperti ditusuk-tusuk oleh ribuan anak panah. Ia tak percaya kalau Dewa yang dikhawatirkannya malah berpelukan dengan wanita lain.


"Zoya! Aku..." kata Dewa mendekati Zoya. Ia ingin menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Istrinya itu pasti salah paham dengan apa yang dilihatnya.


Zoya mengusap air matanya cepat, ia langsung berlari pergi darisana sebelum Dewa mendekatinya. Ya tuhan, hatinya sakit sekali melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain.


Dewa sedikit berdecak kesal dan segera menyusul Zoya yang terus berlari. Dengan kakinya yang panjang, Dewa bisa dengan mudah menyusul Zoya, ia segera menarik tangan Zoya saat wanita itu sudah ada di dekatnya.


"Zoya tunggu" kata Dewa dengan nafas tersengal karena baru saja berlari.


"Enggak, enggak, kamu nggak boleh pergi. Kamu harus dengerin aku dulu, semua yang terjadi nggak seperti yang kamu lihat, aku bisa jelasin" kata Dewa terus menggenggam tangan Zoya agar wanita itu tidak lari.


"Nggak ada yang perlu dijelasin, semuanya udah jelas. Aku udah tau kalau kalian berdua saling mencintai dari dulu. Aku yang bodoh" kata Zoya.


"Kamu salah paham, aku sama Tara udah nggak ada hubungan apapun lagi, aku juga nggak tau dia bisa datang kesini" kata Dewa.


"Kau pembohong!" teriak Zoya masih tak percaya.


"Aku tidak bohong Zoya! Aku mengatakan yang sebenernya, percayalah padaku" kata Dewa dengan sorot mata meyakinkan.


"Kalau kalian berdua tidak ada hubungan apapun kenapa kalian berdua berpelukan! Hah! Seharusnya aku tau kalau sejak awal kau masih sangat mencintai dia, padaku hanya pelarian kan?" kata Zoya.


"Apa yang kau bicarakan Zoya, aku tidak pernah menganggap mu seperti itu" kata Dewa.

__ADS_1


"Berhentilah berpura-pura Dewa, selama ini kau tidak pernah menganggap diriku, kau mempertahankan hubungan ini juga karena ibumu. Kenapa Dewa? kenapa kau melakukan ini semua padaku?" kata Zoya menangis lirih.


"Iya awalnya aku memang mempertahankan hubungan ini karena ibuku, tapi seiring berjalannya waktu aku sadar kalau rasa tanggung jawabku berubah menjadi rasa ingin melindungi mu dan aku sangat takut kehilanganmu. Aku rela melakukan apapun untukmu, bahkan aku selalu ingin membuat dirimu nyaman bersamaku, itu semua aku lakukan karena aku mencintaimu Zoya, apa kau tidak bisa merasakannya?" kata Dewa memegang kedua lengan Zoya. Ia ingin wanita ini tau kalau dia benar-benar mencintai Zoya melebihi apapun di dunia ini.


"Jangan bicara omong kosong Dewa! Aku tidak akan percaya padamu" kata Zoya melepaskan tangan Dewa di lengannya.


"Aku mengatakan yang sebenarnya Zoya, hanya kau satu-satunya wanita yang aku cintai di dunia ini. Tolong percayalah padaku, aku tidak pernah mencintai wanita seperti aku mencintaimu Zoya" kata Dewa kembali mencekal tangan Zoya.


Zoya menatap mata Dewa yang memandangnya serius, ia mencari kebohongan dari sorot mata itu, tapi tak ada keraguan sama sekali dari sorot mata Dewa. Tapi ia juga tak bisa dengan mudah mempercayai perkataan Dewa begitu saja. Apalagi Zoya ingat kalau ia baru saja melihat Dewa dan Tara berpelukan.


"Aku ingin sendiri dulu" kata Zoya melepaskan tangan Dewa pelan kemudian berlalu meninggalkan Dewa yang berdiri mematung.


Dewa rasanya sangat frustasi saat Zoya tak bisa mempercayai perkataannya. Ia tau sifat Zoya yang tak mudah percaya hanya dengan sebuah perkataan. Ia hanya bisa menatap punggung istrinya yang menjauh meninggalkan dirinya, tapi sesaat kemudian matanya membesar saat melihat ada truk yang melaju sangat kencang menuju arah Zoya.


"Zoya Awas!!!!!!"


Happy Reading.


Tbc.


Hayu jangan lupa like dan komen ya..


Hehehe...malak nih ceritanya..


Sambil nunggu mas Dewa up, mampir dong ke karya othor yang satunya, udah end dan langsung klik profil ya..


makasih...


__ADS_1


__ADS_2