
Dewa benar-benar heran dengan perubahan sikap Zoya yang sangat mendadak itu, bahkan wanita itu tak mengajaknya bicara apapun sampai mereka kembali ke vila.
"Rayden biar aku yang gendong" kata Dewa ketika melihat Zoya yang cukup kesusahan membawa Rayden yang tertidur selama perjalanan pulang tadi.
Zoya hanya diam saja langsung mengeloyor begitu saja tanpa memperdulikan Dewa. Entahlah dia sangat kesal sekali melihat ada wanita lain yang menatap suaminya.
Setelah meletakkan Rayden di kasur, Dewa langsung memeluk Zoya yang sejak tadi memasang wajah masamnya itu.
"Lepas ah" kata Zoya menepis tangan Dewa.
"Kenapa? Kau nggak suka aku peluk gini?" kata Dewa malah mengeratkan pelukannya.
"Enggak! Aku lagi kesel sama kamu" kata Zoya berontak dari pelukan Dewa.
"Kesel kenapa? Kalau aku ada salah ngomong" kata Dewa menatap lekat wajah Zoya.
"Enggak ada salah, cuma lagi kesel aja" kata Zoya langsung merebahkan tubuhnya dikasur dan memeluk Rayden.
"Sayang..." kata Dewa tak menyerah untuk membujuk istrinya yang ngambek itu. Ia ikut menyusul Zoya dan kembali memeluknya dari belakang.
"Apa sih? jangan pegang-pegang ah" kata Zoya kembali menepis tangan Dewa.
"Kamu kenapa sih aneh banget gini? Yaudah aku minta maaf deh, maafkan aku ya kalau aku ada buat salah sama kamu" kata Dewa memutar tubuh Zoya agar menghadap dirinya.
"Aku nggak suka" kata Zoya tak bisa terlalu lama ternyata mengabaikan suami tampannya ini.
"Nggak suka apa?" kata Dewa tak mengerti.
"Aku nggak suka cewek lain lihatin kamu" kata Zoya dengan dahi berkerut kesal.
"Kamu cemburu?" Dewa terkekeh kecil saat tau jika alasan istrinya ini kesal adalah karena ada wanita lain yang melihatnya.
"Cemburu? Enggaklah, aku cuma kesel" kata Zoya tak terima disebut cemburu.
"Kamu kalau cemburu lucu juga ya" kata Dewa semakin tersenyum lebar.
"Udah aku bilang aku nggak cemburu" bantah Zoya melototkan matanya.
"Sudah cemburu saja, aku seneng kalau kamu cemburu" kata Dewa menguyel-uyel gemas pipi Zoya yang mulai chubby.
__ADS_1
"Maksud kamu seneng dilihatin cewek-cewek gitu" kata Zoya kesal lagi kan.
"Bukan sayang"
"Terus?"
"Aku senang kalau kamu cemburu itu artinya aku makin cinta sama aku" kata Dewa gemas sekali rasanya kepada istrinya ini.
"Tapi aku nggak suka mereka lihatin kamu" kata Zoya masih cemberut.
"Biarkan saja, yang penting kau pemenangnya sayang. Dihatiku itu cuma ada lima hal" kata Dewa.
"Lima hal apa?" kata Zoya.
"Yang pertama kamu, terus Rayden" kata Dewa.
"Baru dua, yang tiga lagi apa?" kata Zoya lagi.
"Yang ketiga kamu, terus keempat kamu, dan yang kelima..." Dewa sengaja menggantung ucapannya membuat Zoya penasaran.
"Yang kelima apa?" kata Zoya penasaran tentunya.
"Mikirin bagaimana caranya biar kamu cepet hamil?" bisik Dewa menghembuskan nafasnya ke telinga Zoya hingga membuat wanita itu kegelian.
"Kalau aku nggak hamil-hamil?" kata Zoya menatap Dewa serius.
"Maka aku tidak akan berhenti sebelum membuatmu hamil" kata Dewa kembali melakukan moving tak terduga dengan menindih tubuh istrinya.
Hanya dengan lewat mata, ia mendekatkan wajahnya pada Zoya lalu mencium bibirnya dengan cepat dan panas, tak lupa tangannya memberi sentuhan yang membuat Zoya menggila.
Dewa melirik Rayden yang tertidur pulas di kasurnya yang tak terganggu dengan suara ibunya itu. Tapi jika mereka melakukannya disana, bisa-bisa Rayden akan terbangun karena kelakuan bar-barnya nanti, kini bahkan bantal dan selimutnya saja sudah jatuh entah kemana.
"Kita pindah TKP" bisik Dewa langsung menggendong Zoya seperti koala untuk melakukan hal yang menyenangkan di sofa tunggal yang berada disisi jendela.
Entah kenapa malam itu baik Dewa dan Zoya begitu liar dan menggila, rasanya seolah tak pernah puas untuk menuntaskan perasaan yang membara itu.
*****
Seminggu berlalu setelah hari pernikahan Dewa dan Zoya, semuanya berjalan seperti semula, Dewa sudah menjalani rutinitasnya bekerja dan Zoya seperti biasa mengantarkan Rayden ke sekolah. Tapi Dewa merasakan sesuatu yang tak biasa dari istrinya.
__ADS_1
Memang tidak ada yang aneh atau apa, tapi yang jelas kini Zoya menjadi lebih sering uring-uringan, namun terkadang juga sangat manis sekali. Yang membuat Dewa heran adalah Zoya sering sekali uring-uringan ketika akan melepasnya ke kantor.
Seperti pagi ini contohnya, mereka sudah rapi untuk berangkat bersama, tapi Zoya tiba-tiba ngambek entah kenapa.
"Harus banget ya ganteng banget kayak gini kalau mau ke kantor?" kata Zoya bersungut-sungut kesal ketika memasangkan dasi kepada suaminya.
"Memangnya kapan suami kamu nggak ganteng?" kata Dewa merangkul pinggang Zoya mesra.
"Kalau gitu aku mau ikut ke kantor" kata Zoya tiba-tiba.
"Mau ikut? buat apa?" kata Dewa mengerutkan dahinya.
"Emangnya nggak boleh aku ikut ke kantor suami aku sendiri?" kata Zoya santai saja.
"Ya boleh aja, tapi nanti Rayden siapa yang nungguin?" kata Dewa fine fine saja, tapi ia juga memikirkan putranya.
"Rayden hari ini cuma ada kelas sebentar, nanti aku jemput" kata Zoya seraya menambahkan bedak di wajah cantiknya, tak lupa ia menambahkan limblam ke bibirnya yang pucat.
"Kamu tungguin dulu lah, nanti Rayden malah nyari lagi, kalau kelasnya udah selesai aku jemput kamu ke sekolah ya" kata Dewa tak tega jika menyuruh putranya bersekolah sendiri.
"Kenapa? Oh, kamu nggak mau aku ikut ke kantor kan? Supaya kamu bebas bisa tebar pesona sama cewek-cewek? Yaudah aku nggak jadi ikut" kata Zoya langsung ngambek.
"Bukan gitu sayang, kamu....
"Males, aku hari ini mau berangkat bareng supir aja, nggak usah anterin ke sekolah" kata Zoya langsung menyambar tas miliknya lalu pergi meninggalkan Dewa, ia kesal karena merasa Dewa menolak dirinya ikut ke kantor.
"Sayang, jangan gitu dong... kamu boleh kok ikut ke kantor, ayo aku anter ke sekolah dulu, nanti kamu ke kantor sama aku" kata Dewa mengikuti Zoya dan memegang tangannya lembut.
"Enggak usah, puasin aja sana tebar pesonanya" kata Zoya segera mengajak Rayden berangkat tanpa memperdulikan Dewa.
Dewa kebingungan melihat tingkah Zoya yang mood swing itu, sebenarnya kenapa istrinya bisa berubah dalam waktu cepat seperti ini. Padahal dia tak melakukan apapun, tapi kenapa semuanya serba salah dimata Zoya.
"Zoya kenapa?" tanya Anderson menghampiri putranya yang tampak sangat frustasi itu.
"Tidak tau Ayah, akhir-akhir ini dia sering marah untuk alasan sepele, aku juga bingung kenapa Zoya seperti ini" kata Dewa mana bisa tenang bekerja kalau istrinya ngambek ini.
"Mungkin dia datang bulan, biasanya wanita kalau datang bulan suka sering marah-marah, maklumi saja" kata Anderson lagi.
Dewa menekuk wajahnya, datang bulan? Apa mungkin? Tapi bukankah semalam mereka baru saja melepas adrenalin? Jangan-jangan....
__ADS_1
Happy Reading.
Tbc.