
"Kau pikir aku bodoh?" kata Leon tak ingin tertipu lagi dengan akal licik Zoya.
"Percayalah aku tidak akan kabur, aku akan menyerahkan diriku dengan sukarela bos, Bukankah jika kita sama-sama menginginkannya rasanya akan berbeda?" kata Zoya menggigit bibirnya, memasang wajah menggodanya pada Leon.
Leon melihat itu menahan nafasnya, sialan sekali, kenapa wanita ini sangat menggoda.
"Ayolah, Leon kan namamu? Apa kau tidak ingin merasakan sentuhan tanganku ini?" kata Zoya semakin menggoda Leon dengan wajah sensualnya itu.
"Aku tak akan tertipu trik licikmu lagi Nona arogan" kata Leon tak ingin lengah.
"Aku tidak berbohong kali ini, Aku benar-benar tidak akan kabur, lagipula aku rasa tak masalah harus bercinta dengan pria se tampan dirimu, Ayolah, aku ingin melihat keliaran mu babe dan aku sudah tak sabar ingin merasakannya" bisik Zoya begitu mesranya membuat jantung Leon berdebar.
Leon mengulas senyum sombongnya saat mendengar pujian dari Zoya. "Kau pasti akan segera merasakannya tanpa harus aku melepas ikatanmu, aku juga lebih suka bermain seperti ini" kata Leon.
"Ha? Hanya begini saja? Sungguh membosankan sekali, tidak ada variasi. Kau ternyata tak lebih hebat dari priaku sebelumnya, dia bahkan tak henti membuatku men den sah karena permainannya" kata Zoya pura-pura memasang wajah mengejeknya, ia sangat berharap kalau cara ini akan berhasil.
"Oh, jika itu yang kau inginkan aku pun bisa melakukannya, Akan ku buat kau tak bisa berjalan dan aku tak akan berhenti sebelum kau memohon ampun padaku" kata Leon terusik jiwa kelelakian nya karena ucapan Zoya. Ia akan menunjukkan bagaimana hebatnya dia di ranjang.
"As you wish Leon...Sekarang buka ini dulu..." kata Zoya masih dengan wajahnya yang menggoda.
Leon diam saja tapi ia membuka ikatan tangan itu perlahan, ia masih menindih tubuh Zoya agar wanita itu tak kabur.
Zoya sedikit lega saat ikatan tangannya di lepas, ia kini menatap Leon yang masih berada di atasnya dan memandangnya sangat tajam, terlihat sekali sangat bergairah. Zoya tersenyum tipis lalu mengulurkan tangannya untuk menyentuh pipi Leon.
Leon ikut tersenyum dan mengambil tangan Zoya lalu menciumnya membuat Zoya meringis, ia jijik sekali saat tubuhnya di sentuh pria brengsek ini.
"Ehmmm....Leon, Aku..."
"Kau mau apalagi? Aku tidak punya waktu untuk mendengar omong kosongmu, sekarang lakukanlah tugasmu, kau harus melayani aku" kata Leon langsung menyela sebelum Zoya selesai bicara.
__ADS_1
"Hahaha, sabar dong sayang. Aku pasti akan memuaskan mu, tapi aku sejak tadi belum mandi, apa aku boleh mandi dulu?" kata Zoya.
"Tidak perlu mandi, kau masih tetap cantik meskipun tidak mandi" kata Leon tak sabar ingin langsung mencium Zoya tapi wanita itu segera mendorong dadanya.
"Apalagi? Jangan membuatku kesal kalau kau masih ingin keluar dari sini dalam keadaan hidup" kata Leon mengeluarkan aura mengancamnya.
Zoya meneguk ludahnya kasar, ia tak boleh gegabah mengambil tindakan. "Aku tidak akan melakukan apapun lagi, tapi aku harus mandi dulu karena sore tadi aku baru saja bermain dengan priaku, apa kau mau menikmati tubuhku yang bekas pria lain? Kalau kau mau, tidak masalah, ayo lakukan" kata Zoya lagi.
"Kau menjijikan, sudah berapa pria yang tidur denganmu" kata Leon kesal saat membayangkan kalau Zoya sudah banyak di sentuh pria.
"Ehm, aku tidak menghitungnya, tapi kau tidak perlu khawatir, servis yang aku berikan masih sangat oke, sekarang biarkan aku mandi dulu ya, kau pasti akan senang bukan kalau aku wangi?" kata Zoya dengan suara lembut mendayu, ia benar-benar sudah seperti wanita ja la ng yang merayu pelanggannya. Padahal bercinta saja ia tak pernah.
"Baiklah, aku memberimu waktu 10 menit, Kalau sepuluh menit kau belum keluar, aku akan menghabisi mu malam ini juga" kata Leon lagi.
Zoya mengangguk pelan, ia segera berlari ke kamar mandi setelah Leon melepaskannya. Sekarang apa yang harus dilakukannya, sepertinya ia malam ini benar-benar sangat sial.
"Ayo mikir Zoya!!" batin Zoya mondar-mandir cemas di dalam toilet. Ia harus kabur dari sini bagaimanapun caranya.
Dak Dak Dak
"Hei! Cepatlah, apa yang kau lakukan di dalam?" teriak Leon dari luar. Ia merasa sudah cukup lama menunggu Zoya tapi wanita itu belum muncul juga.
"Sebentar, aku sedang memakai baju" sahut Zoya mematikan keran air.
"Aku akan mendobrak pintunya kalau kau tidak cepat keluar" teriak Leon lagi membuat kepanikan Zoya meningkat.
"Mati aku! Apa yang harus aku lakukan" batin Zoya semakin ketakutan.
Exale Inhale Zoya.
__ADS_1
Zoya menarik nafas dalam-dalam sebelum membuka pintunya. Ia langsung berhadapan pada Leon yang terlihat menahan kesal itu.
"Maaf, Kau sudah tak sabar ya" kata Zoya melangkahkan kakinya mendekati Leon, ia langsung mengalungkan tangannya di leher dan menatap pria itu lembut.
"Jangan main-main denganku" kata Leon ikut menatap Zoya yang ia rasa sangat wangi sekali. Ia langsung memeluk pinggang ramping Zoya hingga posisi mereka menempel erat.
"Aku memang suka bermain-main dengan mu" kata Zoya membiarkan saja apa yang di lakukan Leon.
"Baiklah, akan ku tunjukkan padamu bagaimana bermain yang menyenangkan" bisik Leon merangsek maju hingga kaki Zoya menyentuh ranjang, ia ingin mendorong wanita itu ke ranjang tapi Zoya menolaknya.
Leon menatap Zoya tajam tapi Zoya hanya tersenyum lembut, lalu membalikkan posisinya dengan Leon yang berada di tepi ranjang.
"Aku lebih suka di atas" kata Zoya mendorong pelan tubuh Leon hingga pria itu terlentang di kasur.
Zoya kemudian merangkak ke atas tubuh Leon dengan gerakan perlahan, ia mengulas senyum menggodanya. Tapi jangan di tanya bagaimana perasannya saat ini, sangat takut dan tubuhnya gemetar hebat karena bersentuhan dengan pria yang bukan siapa-siapanya, dalam keadaan seperti ini ia malah teringat Dewa. Suaminya itu pasti masih bekerja sampai saat ini.
"Ayo, aku menunggu permainan mu Nona arogan" perkataan Leon membuat Zoya tersadar dari pikirannya.
Zoya tersenyum sinis namun tak terlalu terlihat, ia mengelus pelan dada bidang Leon hingga membuat pria itu memejamkan matanya menikmati sentuhan yang Zoya berikan. Melihat Leon yang memejamkan matanya, Zoya segera memanfaatkan keadaan dengan mengambil jepit rambutnya lalu dengan cepat menancapkan nya di lengan Leon.
"Argh.........Apa yang kau lakukan!!!" teriak Leon kesakitan karena lengannya tertusuk.
"Dasar wanita sialan! Mau kemana kau?" teriak Leon lagi menarik tangan Zoya saat wanita itu akan kabur.
Happy Reading.
Tbc.
Sambil nunggu up, mampir ke karya othor yang lain yok, udah tamat nih...
__ADS_1