
"Dewa, menurutmu apakah aku harus ikut ke pesta itu?" tanya Zoya menatap Dewa yang asyik bergelayut manja di lengannya.
"Sebenarnya nggak perlu dateng nggak apa-apa, aku males ketemu orang" sahut Dewa memang enggan sekali jika harus datang ke acara pesta semacam itu.
"Males kenapa sih? Bukannya harusnya kamu seneng dapat temen baru?" kata Zoya merasa Dewa ini memang sangat susah untuk bergaul.
"Ya, tapi aku dari dulu memang tidak suka terlalu dekat dengan orang sayang. Aku dengan Tuan Regan itu hanya sekedar teman bisnis biasa" kata Dewa seadanya.
"Dia kasih undangan kamu, itu artinya kamu orang yang penting bagi dia Dewa. Jadi sebaiknya kamu datang saja" ujar Zoya.
"Baiklah, aku akan datang bersamamu nanti" kata Dewa menyetujui saja, toh memang tidak ada salahnya dia datang ke acara itu.
"Aku harus ikut juga? Nanti gimana Rayden?" ucap Zoya tak keberatan sebenarnya, tapi dia juga mementingkan putranya.
"Ya kita aja saja sekalian" kata Dewa lagi.
Malam harinya, Dewa dan keluarga kecilnya sudah bersiap untuk menghadiri pesta pernikahan anak dari klien Dewa. Dewa dan Rayden menggunakan setelan jas warna hitam yang sama dengan gaun milik Zoya. Sebuah gaun sederhana, namun terlihat sangat cantik jika Zoya yang memakainya. Apalagi dengan perutnya yang terlihat menonjol itu, menambah kecantikan diri Zoya.
"Kenapa kau dandan secantik ini?" kata Dewa terlihat tak suka karena istrinya sangat cantik.
"Kok tanya mau kemana sih? Kita kan mau datang ke pesta pernikahan klien kamu" sahut Zoya menekuk wajahnya.
"Tapi nggak perlu dandan gini juga. Ini juga, kenapa kau memakai baju yang terbuka seperti ini? Nanti anakku masuk angin lagi" kata Dewa menaikkan lengan baju Zoya yang bermodel shoulder off untuk menutupi pundaknya.
"Mana ada anak kita masuk angin? Udah gini aja, kamu harusnya bangga dong punya istri cantik" kata Zoya malah sengaja menurunkan kembali bajunya hingga bahu mulusnya terbuka.
"Zoya!" Dewa menahan rasa kesalnya melihat tingkah Zoya itu. "Mau ganti baju atau kita tidak usah berangkat!" ujar Dewa dengan suara tegasnya yang dipastikan tidak bisa di bantah.
"Dewa...." Zoya langsung mengeluarkan jurus andalannya, merengek manja kepada suaminya.
Tapi kali ini Dewa tak terpengaruh, ia tidak suka tubuh istrinya menjadi tatapan pria di luar sana.
"Oke, aku akan ganti baju dulu" cetus Zoya akhirnya mau menuruti permintaan suami pencemburu ini.
Zoya harus memastikan baju kali ini membungkus seluruh tubuhnya, bila perlu dia memakai baju ninja sekalian biar suaminya itu puas.
"Mau baju manalagi coba?" Zoya tak henti menggerutu sebal karena belum menemukan baju yang cocok.
__ADS_1
"Sudah ketemu?" ujar Dewa menghampiri istrinya di kamar.
"Ya belum lah, kamu sih, kenapa harus pakai ganti baju segala" kata Zoya mengomel.
"Pakai baju mana aja, yang penting tidak terbuka" kata Dewa.
"Kenapa tidak kau saja yang memilihnya? Aku jadi ingin tau bagaimana seleramu Mr. Jhonson?" kata Zoya melirik Dewa yang menunggunya itu.
"Baiklah, aku akan memilihkannya untukmu" kata Dewa membuka lemarinya yang kini penuh dengan baju-baju Zoya.
Wanita itu belum genap satu tahun berada disana, tapi dia sudah menjajah semua lemarinya hingga penuh dengan bajunya. Bukan hanya itu saja, bulan lalu saja, Zoya baru saja membeli etalase khusus untuk menyimpan koleksi tas dan sepatunya. Benar-benar ngidam yang berkelas sekali, karena Zoya memang sering punya keinginan untuk berbelanja.
"Pakai ini saja, itu bagus" ucap Dewa memberikan sebuah gaun berwarna dusty pink yang bermodel A Line, lengan baju itu juga sampai sebatas siku dan panjangnya sampai ke mata kaki.
"Enggak, baju ini terlalu tertutup, nanti aku kepanasan" kata Zoya menolak.
"Begitu lebih baik daripada aku yang kepanasan" kata Dewa mengerlingkan matanya.
"Dasar!" Zoya mencibir tingkah suaminya itu.
Mereka tiba di tempat pesta setelah menempuh perjalananan sekitar 30 menit. Pesta itu di selenggarakan disebuah hotel mewah yang berada di kawasan kota Bandung. Keluarga Tuan Regan memang sangat kaya raya, jadi dia tak segan untuk menggelontorkan uang yang sangat banyak untuk pernikahan anaknya.
Dewa seperti biasa, langsung membukakan untuk Zoya terlebih dulu, ia juga membantu Rayden untuk turun. Setelah itu, barulah dia memboyong keluarga kecilnya itu masuk kedalam.
"Pestanya mewah banget, ini anak pertama yang nikah?" tanya Zoya mengagumi keindahan dekorasi pesta pernikahan itu.
"Mungkin" Dewa menjawab sekenanya, karena ia pun tidak tau tentang seluruh keluarga Regan.
Melihat kedatangan Dewa bersama keluarga kecilnya itu, tak jarang orang-orang tampak memfoto mereka karena selama ini sangat susah jika ingin bertemu Dewa secara langsung. Dari mereka hanya sekedar tau siapa Dewa, namun belum pernah melihat orangnya.
"Itu Dewangga Clark..."
"Itu istrinya cantik banget..."
"Anaknya juga ganteng..."
"Keluarga sempurna..."
__ADS_1
"Kayaknya istrinya hamil lagi....."
"Ah...gue jadi pengen...."
Dewa semakin tersenyum bangga mendengar bisik-bisik tentang dirinya itu. Ia langsung saja menemui sang pemilik pesta, yaitu Tuan Regan bersama.
"Tuan Dewangga, senang anda bisa meluangkan waktunya untuk bisa datang kemari" ujar Tuan Regan tersenyum sumringah menyambut tamu sangat istimewa ini. Sedangkan Istri Regan melempar senyum tipisnya kepada Zoya.
"Ya, saya memang punya sedikit waktu luang Tuan" kata Dewa seadanya.
"Ini?" tanya Tuan Regan menatap Zoya bersama Rayden.
"Oh perkenalkan, ini istri saya, dan yang paling ganteng ini, putra sulung saya, Rayden" kata Dewa menatap dua orang tercintanya dengan senyum manisnya.
"Wah, Anak Anda sudah besar ternyata, dan Istri Anda sangat cantik" kata Regan sedikit kaget saat tau kalau Dewa sudah memiliki putra sebesar itu.
"Terimakasih" sahut Dewa lagi.
"Pengantinnya yang mana?" bisik Zoya penasaran saat tidak melihat kedua mempelai di pelaminan.
"Oh Putra saya dan istrinya sedang melakukan dansa pertama Nona, di sebelah sana, mungkin sebentar lagi akan selesai" sahut istri Regan menunjuk bagian tengah aula yang sangat mewah itu.
Zoya mengangguk singkat, ia melihat kearah kedua pengantin itu, namun tidak terlihat begitu jelas. Zoya masih ingin menamatkan pandangannya, tapi ia merasakan Rayden menarik-narik tangannya.
"Iya Sayang, Ada apa?" ujar Zoya sedikit berjongkok untuk mendengarkan ucapan anaknya.
"Aku laper Bu," kata Rayden.
"Rayden laper? Kita makan dulu kalau begitu" Dewa menyahut saat mendengar ucapan putranya.
"Tapi aku pengen pipis juga" kata Rayden terlihat sekali menahan dirinya.
"Yaudah, Ibu antar ke toilet dulu, nanti biar Ayah yang cari makan"
Happy Reading.
Tbc.
__ADS_1