
"Halo Bay, siapkan helikopter pribadiku, aku akan pergi malam ini"
Bayu mengerutkan dahinya saat mendengar perintah dari Dewa. Apakah dia tidak salah dengar? Kemana Dewa akan pergi sampai harus menggunakan helikopter pribadinya. Tapi ia tak terlalu memikirkannya, ia segera melakukan tugasnya untuk menyiapkan segalanya.
Setelah semuanya siap, ia segera mengganti bajunya dan pergi ke kamar Dewa untuk melaporkan keadaan. Ia mengetuk pintu beberapa kali dan langsung dibuka oleh Dewa.
"Apakah sudah?" kata Dewa sangat datar dan dingin, Bayu bisa merasakan aura yang berbeda dari pria itu.
"Ya, kau akan kemana?" tanya Bayu penasaran.
"Bagus, kau juga sudah menyiapkan apa yang aku butuhkan?" kata Dewa mengabaikan rasa ingin tau Bayu.
"Semua sudah siap" kata Bayu tak lagi bertanya karena tau jika saat ini Dewa sedang dalam mood yang tidak baik.
Dewa mengangguk dan kembali masuk kedalam kamarnya. Pandangannya lalu tertuju pada Zoya yang masih tertidur meringkuk di ranjang miliknya. Dewa berjalan mendekatinya dan menatap lekat-lekat wajah Zoya sebelum kemudian ia membungkus seluruh tubuh Zoya dengan selimut dan langsung membawanya pergi.
Bayu sudah berdiri menunggu Dewa disamping helikopter yang barusaja mendarat di atas gedung hotel itu. Tapi saat melihat Dewa datang dengan menggendong seseorang, Bayu tampak begitu kaget, namun ada hal lain yang membuat Bayu lebih kaget saat melihat siapa wanita yanf ada didalam gendongan Dewa.
"Zoya!" seru Bayu kaget bercampur panik. Ia menebak apa yang akan dilakukan oleh Dewa pada Zoya.
"Kau mau membawa dia kemana?" kata Bayu menghadang langkah Dewa yang akan masuk ke Helikopter.
"Bukan urusanmu!" kata Dewa ingin menerobos langsung tapi dengan cepat Bayu kembali menghadangnya.
"Apa yang sudah kau lakukan Dewa? Jangan melakukan kesalahan yang akan membuatmu menyesal nantinya" kata Bayu berteriak karena suara baling-baling Helikopter yang sangat berisik.
"Diam dan jangan ikut campur! Aku hanya ingin memberi pelajaran pada wanita ini karena sudah menyakiti aku" kata Dewa malah emosi karena Bayu menghalanginya.
"Tapi kau salah besar! Zoya melakukan itu semua karena ada alasannya" kata Bayu benar-benar takut jika Dewa akan bertindak hal yang tak bisa dibayangkannya.
"Alasan apa yang kau maksud? Alasan wanita ini meninggalkanku karena dia ingin menikah dengan pria yang jauh lebih kaya dariku! Dan kau tidak perlu membelanya! Sekarang Enyahlah dari hadapanku Bayu!" teriak Dewa langsung menendang Bayu dengan keras hingga pria itu membungkuk dan menyingkir dari hadapan Dewa.
Dewa langsung tak membuang waktunya, ia bergegas naik ke Helikopter dan menutup pintunya. Tak perduli Bayu yang terlihat berteriak-teriak memanggilnya dan segera menyuruh pilot itu untuk mengudara meninggalkan gedung itu.
"Dewa! Kau pasti akan menyesal! Argh........." teriak Bayu memukul lantai dengan keras. Ia marah kepada dirinya sendiri karena terlambat memberitahu Dewa tentang alasan kenapa Zoya pergi.
__ADS_1
Bodoh! Dia benar-benar bodoh! Mendiamkan masalah ini hingga berlarut-larut sampai menjadi seperti ini.
Sekarang ia hanya bisa berharap kalau Dewa tidak akan menyakiti Zoya karena ia ingat bagaimana sikap Dewa yang sudah berbuah 180 derajat.
*****
Zoya terbangun saat merasakan terpaan sinar matahari yang menyilaukan. Ia membuka matanya perlahan dan langsung menyipit karena tak tahan cahaya yang masuk ke matanya. Zoya memegang kepalanya yang terasa sangat berat, badannya pun terasa remuk redam.
"Dimana ini?" batin Zoya menatap sekelilingnya yang tampak sangat asing.
Ia lalu mengalihkan pandangannya ke jendela dan ia bisa mendengar deburan ombak, hal itu membuat Zoya tau kalau tempatnya kini pasti berada di tepi pantai. Zoya lalu ingat apa yang baru saja dialaminya semalam, ia membuka selimutnya dan kaget melihat dirinya yang polos tanpa mengenakan apapun.
"Brengsek!" umpat Zoya begitu marah karena tau jika Dewa yang sudah melakukan ini semua.
Pria itu benar-benar ba ji ngan, bukan hanya memperkosa dirinya, Dewa juga menculiknya. Saat Zoya ingin turun dari ranjang, terlihat dua orang pelayan wanita datang dengan membawakan sebuah makanan ditangannya.
"Selamat pagi Nona, anda sudah bangun" kata pelayan itu tersenyum ramah pada Zoya.
"Siapa kalian?" kata Zoya bingung.
"Saya pelayan yang akan melayani anda Nona"
"Maaf Nona, kami tidak bisa mengatakan informasi itu. Tuan hanya berpesan untuk...
"Siapa Tuanmu? Apa yang kalian lakukan ini ilegal dan melanggar hukum. Kalian menculik ku dan membawaku ke tempat ini tanpa sepengetahuanku" kata Zoya semakin marah.
"Maaf Nona, kami hanya menjalankan tugas. Setelah ini Tuan menyuruh anda untuk membersihkan diri, untuk baju-baju anda sementara belum ada disini, tapi kami sudah menyiapkan sarapan untuk anda" kata pelayan itu meletakkan makanan yang di bawa kesamping ranjang.
Tapi Zoya yang sudah begitu marah langsung menepis nampan itu hingga isinya jatuh ke lantai.
"Aku tidak mau sarapan! Aku mau bertemu Tuanmu yang brengsek itu!" teriak Zoya membenarkan selimutnya dan ingin menemui Dewa langsung.
"Anda tidak boleh keluar dari sini Nona" kata Pelayan itu kaget melihat tingkah Zoya. Ia segera menahan Zoya untuk tidak kabur karena ingat perintah atasannya.
"Lepaskan aku!" teriak Zoya berontak, tapi tenaganya kalah kuat dari dua orang wanita itu.
__ADS_1
"Maafkan kami Nona, tolong bekerjasama lah" kata pelayan itu tak tega sebenarnya, tapi ia juga sayang nyawa mereka.
Pelayan itu akhirnya menyuntikkan obat bius ketubuh Zoya hingga wanita itu lemas dan mereka langsung membaringkan ke Ranjang.
"Apa Tuan Dewa nanti akan marah?" tanya teman pelayan itu takut.
"Tidak, Tuan Dewa yang menyuruhku menyuntikkan obat ini kalau Nona ini melawan. Ini hanya obat tidur, mungkin beberapa jam lagi beliau akan siuman, aku akan menghubungi Tuan Dewa nanti" kata pelayan yang menyuntik Zoya tadi. Mereka pun akhirnya pergi meninggalkan Zoya.
Zoya yang belum sepenuhnya pingsan mendengar semua percakapan itu. Ia hanya bisa menangis lirih.
Dewa, kenapa kau jadi seperti ini? kenapa kau menjadi sangat kejam....
Zoya tak bisa berpikir lagi, ia harus bersikap bagaimana sekarang, jika dia disekap seperti ini, bagaimana anaknya nanti. Apa yang harus ia lakukan??
******
Disisi lain, Dewa tampak sedang berada di ruang kerjanya. Ia baru saja mengadakan pertemuan dengan Rendra untuk mengurus bisnisnya. Semalam, setelah mengantarkan Zoya ke pulau pribadinya, Dewa langsung kembali ke Jakarta untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Tapi setelah melakukan ini semua, kenapa hatinya masih begitu tak tenang dan memutuskan untuk menghubungi pelayan yang sudah ia tugaskan menjaga Zoya.
"Apa dia mau memakan sarapannya?"
"Nona tidak mau makan Tuan, beliau marah dan ingin bertemu dengan anda" lapor pelayan.
"Lalu sedang apa dia sekarang?" kata Dewa lagi.
"Saya terpaksa memberikan suntikan itu dan sekarang Nona masih tidur dikamar"
"Baiklah, biarkan saja seperti itu. Laporkan apapun yang terjadi padaku, dan pastikan jangan sampai dia keluar dari sana"
Happy Reading.
Tbc.
Tinggalkan jejak ygy...
__ADS_1
Like dan komennya....
Makasih...