I'M FINE

I'M FINE
Ayah Dan Anak.


__ADS_3

"Ara! Bagaimana keadaan Dewa? Apakah dia baik-baik saja? Maafkan Bibi tidak bisa menjaganya karena Bibi baru saja dari pasar"


Bibi Ratih tergopoh-gopoh ke rumah Zoya karena dia mendengar kalau Dewa kecil baru saja di pukul orang. Ia tampak begitu khawatir sekali hingga tak menyadari kalau ada Dewa yang ada disana.


"Tidak apa-apa Bi, Dewa nggak apa-apa kok, Bibi nggak usah merasa bersalah gitu, aku yang harusnya berterimakasih sama Bibi karena udah jaga Dewa selama aku nggak ada, makasih ya Bi" kata Zoya memegang lembut tangan Bibi Ratih.


"Iya Bi, Aku udah nggak apa-apa. Tadi ada Om baik yang nolongin aku" kata Dewa kecil menyela. Ia tampak tersenyum bangga pada Dewa.


Bibi Ratih tampak begitu kaget saat melihat Dewa ada disana, ia merasa pernah bertemu dengan pria di depannya ini. Tapi ada juga hal lain yang sedikit mengusik hatinya, yaitu melihat kemiripan wajah mereka yang tampak sangat jelas. Bibi Ratih lalu melihat Zoya yang mengerti arti tatapannya.


"Dewa, turun dulu ya, Om pasti capek gendong kamu terus. Ibu akan ambil es batu buat obatin pipi kamu" kata Zoya memberikan kode kepada Bibi Ratih untuk mengikutinya ke dapur.


Sesampainya di dapur, Bibi Ratih langsung mencerca Zoya dengan banyak pertanyaan. Selama ini Zoya memang sering bercerita dengannya tentang kehidupannya sebelumnya.


"Jadi benar kalau dia itu Ayahnya Dewa?" tanya Bibi Ratih mengecilkan suaranya agar tidak terdengar sampai di luar.


"Iya Bi, aku bingung harus bersikap bagaimana" kata Zoya.


"Kenapa harus bingung? Kamu belum bilang kalau kalian punya anak?"


"Itulah masalahnya Bi, Bibi ingatkan kalau perpisahan kita itu sangat menyakitkan dan dia sangat membenciku, aku takut kalau dia akan memisahkan ku dengan Dewa bi" kata Zoya memang sangat menakutkan hal itu.


"Tapi kamu juga nggak mungkin memisahkan mereka berdua, Dewa pasti juga butuh sosok seorang Ayah" kata Bibi Ratih lagi.


Zoya mengigit bibirnya, ia membenarkan apa yang dikatakan Bibi Ratih. Tapi Zoya sangat takut jika Dewa tidak akan menerima putra mereka, hal itu pastinya akan melukai hati anaknya.


"Maaf permisi jika aku lancang kemari" terdengar suara Dewa yang datang ke dapur membuat Zoya tersentak.


"Oh ya tidak apa-apa, Bibi juga mau langsung pulang dulu ya Ara, kalau mau ambil sayuran langsung ambil saja ke rumah, Bibi tadi belanja banyak" kata Bibi Ratih mencoba bersikap biasa saja agar tidak mencurigakan. Ia segera pergi darisana setelah mengatakan hal itu.


"Ehm, ada apa?" kata Zoya menebak apa tadi Dewa juga mendengar semua percakapannya dengan Bibi Ratih. Tapi jika melihat reaksi Dewa, pria itu tidak mendengarnya.


"Air kompresan untuk anakmu" kata Dewa sontak membuat hati Zoya nyeri karena Dewa menyebut anaknya seperti itu.

__ADS_1


"Aku akan menyiapkannya sebentar" kata Zoya mengambil baskom kecil lalu mengisinya dengan es batu dan air.


"Biar aku saja yang mengobatinya, kau selesaikan saja pekerjaanmu" kata Dewa mengambil baskom itu dari tangan Zoya.


"Iya" kata Zoya membiarkan saja apa yang Dewa inginkan.


Lagipula pria itu ada benarnya, sebaiknya sekarang dia memasak agar Dewa secepatnya pulang.


Sementara di depan Dewa terlihat dengan telaten mengobati pipi Dewa kecil yang tampak memerah. Ia sangat berhati-hati sekali agar tidak menyakiti anak itu.


"Bagaimana? Apakah masih sakit?" tanya Dewa.


"Sedikit Om, habis ini temani aku main ya Om" kata Dewa kecil tampak begitu lengket dengan Dewa.


"Boleh" kata Dewa menyetujui saja. Padahal sebenarnya hari ini banyak sekali pekerjaannya, tapi Dewa sengaja mengalihkan semua pekerjaannya kepada Bayu karena ingin mengikuti Zoya.


"Asyik...Kita main lego dulu Om, kemarin Papi beliin aku lego baru, tapi belum sempat aku rakit soalnya Papi udah berangkat lagi" kata Dewa kecil langsung membuat Dewa menatapnya tajam.


"Siapa yang membelikan mu mainan?" tanya Dewa memastikan apa yang di dengarnya.


"Ayah kamu?" kata Dewa sedikit mendesak.


"Ehem...Papi sering bawa mainan kesini, aku suka" kata Dewa kecil lagi.


Wajah Dewa berubah kesal saat mendengar itu, entah kenapa dia merasa tidak suka saat anak Zoya begitu menyukai Ayahnya. Ini sungguh aneh, tidak mungkin kan dia cemburu?


"Om baik bisa kan ngerakit lego? Aku mau buat pesawat Om, Papi jago banget lo Om kalau buat pesawat" kata Dewa kecil lagi semakin membuat Dewa kesal.


"Hanya pesawat? Itu sangat mudah, Om akan membuat pesawat tempur untukmu" kata Dewa merasa ingin menunjukkan kalau dia pun lebih hebat dari Papinya anak ini.


"Wah itu pasti keren Om" kata Dewa kecil bertepuk tangan senang saat mendengar dirinya.


Dewa hanya menarik sudut bibirnya, ia mulai membuatkan Dewa kecil model pesawat tempur dengan lego itu. Dia juga menemani Dewa kecil untuk bermain selama Zoya memasak untuk makan siang mereka. Tapi Dewa ingat sesuatu..

__ADS_1


"Kau bilang Ayahmu berangkat lagi? memangnya dia kerja dimana?" tanya Dewa ingin mengorek informasi tentang kehidupan Zoya.


"Nggak tau, Papi emang jarang pulang. Biasanya cuma sebulan sekali atau dua minggu sekali" kata Dewa kecil terus menatap apa yang dilakukan Dewa.


"Benarkah? Ibumu pasti merindukannya kalau Ayahmu tidak pulang" kata Dewa sedikit sinis mengatakannya.


"Ya enggaklah Om, kan Ayah memang tidak pernah dirumah, kalau kesini juga nggak pernah nginep, padahal aku juga pengen tidur bareng Ayah" kata Dewa kecil tersirat harapan yang mendalam dari nada bicaranya.


Dewa mengerutkan dahinya, Ayahnya tidak pernah menginap? Bagaimana bisa? Apakah Zoya dan suaminya sudah berpisah? Apakah ini juga jawaban kenapa Zoya hanya selalu foto berdua dengan anaknya?


******


Zoya menyelesaikan masakannya dengan cepat, ia hanya membuat menu sederhana yaitu sup ikan dan ayam kecap pedas manis. Setelah menata makanan itu di meja makan, ia segera keluar untuk memanggil anaknya.


"Dewa mana?" tanya Zoya bingung saat melihat Dewa duduk sendirian di karpet ruang tengah. Sedangkan anaknya itu tidak ada.


"Aku disini" kata Dewa seadanya. Ia menatap Zoya dengan wajah santainya.


"Bukan kau! Aku menanyakan Dewa" kata Zoya sedikit kesal, tapi Dewa benar, dia kan tadi menanyakan Dewa.


"Aku juga Dewa" kata Dewa lagi semakin membuat Zoya kesal.


"Ibu!" teriak Dewa kecil terlihat baru saja kembali dengan membawa bola di tangannya.


"Dewa, darimana?" tanya Zoya lega melihat anaknya sudah kembali.


"Aku dari rumah Bibi mengambil bola, habis ini aku mau main sama Om baik" kata Dewa kecil lagi.


"Nanti saja mainnya, kita makan dulu ya" kata Zoya melirik Dewa yang sejak tadi menatap mereka.


"Ibu udah selesai masak? Wah, aku mau makan sekarang, Om ayo Om kita makan dulu, habis itu kita main lagi ya Om" kata Dewa kecil menghampiri Dewa dan mengajak pria itu untuk makan di rumahnya.


Happy Reading.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2