I'M FINE

I'M FINE
A Wedding Moment.


__ADS_3

Ketika Zoya membuka matanya di pagi hari, ia sudah bertekad untuk memulai semuanya dari awal, membuka lembaran baru dengan cerita yang baru bersama keluarga kecilnya. Ia tidak akan pernah lupa apa yang dialaminya di masa lalu, namun dia ingin mengubur semua kenangan itu dalam-dalam.


Setelah kejadian itu, Zachary dan Bryan resmi di penjara atas tuduhan penculikan, namun ternyata selain kasus itu Zachary juga terlibat masalah lain yaitu dirinya yang seorang pecandu narkoba membuat hukuman pria itu cukup berat, sedangkan Bryan ada sedikit keringanan hukuman karena Dewa sudah membuat surat perjanjian agar Bryan tak mengusik kehidupannya lagi dan juga mau menandatangani surat perceraiannya dengan Zoya.


"Mikirin apa?" kata Dewa memeluk Zoya dari belakang saat melihat wanita itu melamun di depan kaca rias.


"Tidak apa-apa" kata Zoya tersenyum tipis melihat Dewa yang sudah tampil begitu rapi dengan setelan jasnya.


"Apakah kau sudah siap?" kata Dewa lagi.


"Ya sudah, tapi aku tidak punya baju bagus, begini tidak apa-apa kan?" kata Zoya menatap tampilan dirinya yang hanya menggunakan gaun alakadarnya karena pernikahannya ini mendadak sekali, ia belum sempat membeli gaun pernikahan.


"Mau memakai apapun kau tetap cantik sayang" kata Dewa tak berbohong, baginya Zoya selalu cantik sama seperti saat mereka bertemu enam tahun yang lalu.


"Gombal banget" kata Zoya tersenyum tipis.


Dewa ikut tersenyum lalu menarik lembut lengan Zoya agar menatap dirinya.


"Zoya, Tuhan mempertemukan ku denganmu saat aku belum tau apa yang terjadi padaku. Namun sejak saat itu, senyummu adalah segalanya bagiku dan sedihmu akan menjadi bebanku" kata Dewa dengan tatapan sendunya mengingat kilas balik pertemuan mereka saat pertama kalinya.


"Aku tidak ingin berjanji untuk hal yang tidak bisa aku tepati, namun mulai detik ini aku Dewangga Clark berjanji akan menjagamu dengan segenap kemampuanku. Aku berjanji akan selalu bersamamu baik dan suka dukamu. Aku berjanji akan menemani disaat kau bahagia atau saat terendah mu sampai aku tidak bernafas lagi Zoya Arawinda" kata Dewa mengeluarkan sebuah cincin berlian yang tampak berkilauan dari dalam saku jasnya.


Zoya begitu tersentuh dengan kata-kata yang diucapkan Dewa. Hatinya menghangat dan tanpa sadar air matanya meleleh.


"Ish! Kau membuat aku menangis, make up ku rusak" kata Zoya memukul pelan dada Dewa, terlalu terharu dengan kata-kata Dewa.


"Maafkan aku, ini terakhir kalinya aku membuatmu menangis" kata Dewa mengambil tangan kiri Zoya lalu memasangkan cincinnya, Dewa juga mencium kedua tangan Zoya lalu terakhir dahinya cukup lama.


"Sudah, jadi menikah tidak?" kata Zoya menggoda Dewa.


"Siap laksanakan Nyonya" kata Dewa mengulurkan lengannya yang langsung disambut mesra oleh Zoya.


Dipagi yang cerah itu, mereka mengawali semuanya dengan sebuah ikatan pernikahan secara sah secara hukum dan agama. Tak ada acara apapun saat pernikahan itu karena Dewa dan Zoya hanya menikah di kantor pernikahan sipil. Orang yang mengantarnya pun tak banyak, hanya ada Anderson, Rayden, Bayu dan beberapa anak buah lainnya.

__ADS_1


"Selamat untuk Tuan Dewangga dan pasangannya, kalian sudah resmi menjadi suami istri" kata ketua pencatatan sipil menyerahkan akta nikah mereka.


Dewa dan Zoya saling pandang, senyuman penuh kebahagian itu terus menghiasi wajah keduanya. Meskipun tidak ada pesta, pernikahan mereka tetap masih sangat berarti untuk keduanya.


"Mau aku tunjukkin sesuatu nggak?" kata Dewa saat mereka pulang dari kantor pencatatan sipil, kini mereka berdua sudah berada dalam mobilnya. Sedangkan Rayden malah memilih ikut kakeknya daripada ikut kedua orang tuanya.


"Tunjukkin apa?" kata Zoya melirik Dewa yang senyum-senyum itu.


"Coba tebak apa?" kata Dewa sengaja membuat Zoya penasaran.


"Apa aku sudah pernah melihatnya?" kata Zoya tersenyum geli karena pemikirannya.


"Hahaha... nggak kesitu arahnya" kata Dewa mencubit gemas hidung Zoya.


"Lalu apa dong?" kata Zoya mengelus hidungnya yang memerah karena ulah Dewa.


"Nanti kamu juga akan tau" kata Dewa tersenyum misterius.


"Kita kesini?" kata Zoya kaget karena melihat jet pribadi yang bertulisan welcoming mrs Jhonson.


"Ya, ada banyak orang yang sudah menunggu kita, mau kah kau berlari denganku?" kata Dewa mengulurkan tangannya pada Zoya.


"Dewa? Oh sh ittt!! What the fu ck?" kata Zoya mengumpat karena sangking kagetnya, pria ini benar-benar penuh kejutan.


"Ready mrs Jhonson?" kata Dewa lagi.


"No!" Zoya berteriak antara kesal namun juga begitu bahagia, ia langsung menyambut uluran tangan Dewa dengan mantap.


"Adventure begins!"


Dewa membawa Zoya berlari menyeberangi pandang rumput yang sangat luas menuju helikopter miliknya. Ini adalah sebuah pengalaman tergila dan mengesankan bagi Zoya, Dewa mengadakan sebuah pesta pernikahan tanpa sepengetahuannya dan parahnya dia juga tidak ada persiapan apapun.


"Kau benar-benar mengerjai ku" teriak Zoya diantara nafasnya yang terengah-engah karena berlari.

__ADS_1


"Ini sangat menyenangkan! Aku akan mengulanginya lain kali" kata Dewa tertawa kecil.


"Tidak mau! Aku capek!" kata Zoya semakin membuat Dewa tertawa.


Langkah mereka akhirnya sampai di helikopter itu, Dewa langsung membantu Zoya untuk naik ke atas. Dewa juga segera memasangkan headphone pada telinga Zoya, lalu barulah dirinya. Zoya menatap lekat wajah Dewa yang sangat dekat dengannya.


"Aku cinta kamu" kata Zoya langsung.


"Aku udah tau" kata Dewa tersenyum manis lalu menarik menciumi gemas rambut Zoya yang masih cukup berkeringat.


Zoya yang mendapatkan perlakuan seperti itu langsung mendongakkan wajahnya, ia tanpa ragu mencium bibir Dewa terlebih dulu yang langsung disambut hangat oleh Dewa, ia tak henti memberikan kecupan-kecupan kecil di bibir mungil Zoya hingga nafas keduanya terengah-engah.


"Apakah mau dilanjutkan?" kata Dewa mengatur nafasnya.


"Nanti! Aku ingin melihat naga!" kata Zoya membuat Dewa tertawa lalu meraih kembali tengkuk Zoya dan kembali mencium bibirnya dengan mesra.


Perlahan Helikopter itu membawa pasangan pengantin menuju tempat pesta pernikahan mereka di gelar. Semua ini tanpa perencanaan apapun, Dewa bahkan baru menyusun semua acara saat Zoya mau menerima ajakan menikahinya saat pukul dua pagi tadi.


"Sepertinya kita harus berlari sedikit lagi agar sampai disana" kata Dewa setelah keduanya sampai di lokasi.


"Lalu?"


"Masih sanggup?" kata Dewa menatap Zoya lagi


"If you are with you, even the difficult ones will feel easy"


(Jika bersamamu, yang sulit pun akan terasa mudah)


Mereka kembali berlari menuju vila tempat pesta itu akan di gelar. Benar-benar petualangan yang mendebarkan dan sangat menyenangkan. Dadakan namun sangat berkesan, itulah yang mereka rasakan.


Happy Reading.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2