
"Jangan lancang melihat barang-barang ku" seru Tara segera mengambil testpack miliknya dan memasukannya ke dalam kantong plastik. Ia menatap Zoya dengan kesal.
"Tanpa melihat pun aku sudah tau Tara, aku tidak buta. Kenapa kau membeli testpack? Kau hamil?" kata Zoya menekuk wajahnya.
"Bukan urusanmu, urusi saja hidupmu yang menyedihkan itu" kata Tara dengan ketusnya. Ia segera ngeloyor pergi begitu saja meninggalkan Zoya.
Zoya semakin menekuk wajahnya, ia curiga kalau wanita itu benar-benar hamil. Tapi untuk apa dia memikirkan Tara? Sungguh tidak penting sekali.
*****
Tara tampak terburu-buru pulang kerumahnya, ia segera membuka barang yang di belinya. Wajahnya tampak cemas dan juga takut karena dia terlambat datang bulan. Tara segera membuka tes alat kehamilan itu untuk mengecek kalau dugaannya salah. Tapi...
Dua garis merah?
Itu artinya dia benar-benar hamil. Sialan, kenapa dia sampai kecolongan seperti ini. Bagaimana kalau kedua orang tuanya tau kalau dirinya hamil, Ayahnya pasti akan marah besar. Tapi tunggu dulu? kenapa dia harus takut? Bukankah ini justru menjadi hal bagus agar ia bisa meminta pertanggung jawaban Zachary?
Tara menyeringai, ia harus segera memanfaatkan ini untuk memanjat status sosial menjadi orang kaya dengan menjadi istri seorang Zachary Mattew Davies. Tara mengambil ponselnya untuk menghubungi pria itu, tapi Zachary sama sekali tidak mengangkatnya.
"Kemana sih? Kebiasaan banget susah kalau di hubungin" gerutu Tara kesal.
Karena panggilan itu tak di angkat juga sampai beberapa kali, Tara memutuskan untuk menghampiri kekasihnya itu. Biasanya di jam segini Zachary sedang berada di tempat bilyard karena Tara sering di ajak kesana.
Sesampainya di tempat bilyard Tara langsung masuk kedalam, ia sempat melihat mobil Zachary berada disana jadi dia yakin kalau ltu memang benar-benar ada didalam. Tara sudah bersiap untuk menyampaikan kabar bahagia ini tapi apa yang dilihatnya justru membuat dirinya tercengang.
"Zac!" teriaknya penuh amarah demi melihat Zachary dengan berciuman mesra dengan seorang wanita yang duduk di pangkuan pria itu.
Zachary terlihat kaget saat mendengar suara Tara, tapi ia kemudian tersenyum santai dan melepaskan wanita yang berada di pangkuannya.
__ADS_1
"Apa yang kau lakukan! Kau bermain gila dengan wanita lain! Siapa wanita ini? Dasar wanita murahan" kata Tara tak terima ada wanita lain yang mendekati Zachary, ia ingin langsung menyerang wanita itu tapi Zachary langsung pasang badan.
"Jaga sikapmu Tara" kata Zachary menatap Tara tajam.
"Kau lebih membela wanita ini! Minggir, aku akan memberi pelajaran pada wanita kurang ajar ini" teriak Tara kembali merangsek maju.
"Jangan coba-coba menyentuhnya!" bentak Zachary justru langsung mendorong Tara hingga wanita itu terhuyung kebelakang dan terduduk di lantai.
"Zac! Kau mendorongku?" kata Tara memandang Zachary dengan mata berkaca-kaca. Ia tak menyangka kalau Zachary akan melakukan ini padanya.
Zachary tersenyum sinis melihat Tara, ia kemudian berjongkok dan memegang dagu wanita itu. "Itu memang pantas kau dapatkan karena sudah berani menyerang wanitaku" kata Zachary.
"Wanitamu? Apa maksudmu Zac? Akulah wanitamu bukan dia" kata Tara memandang Zachary tak mengerti.
"Kau memang bodoh ya, Apa kau pikir orang sepertiku mau memiliki kekasih orang miskin seperti dirimu. Kau sama sekali tidak pantas Tara" kata Zachary membuat tubuh Tara bagai disambar petir.
"Akhirnya kau sadar juga. Sekarang aku sudah tidak membutuhkanmu jadi pergilah dari sini, mulai saat ini kau bukan lagi wanitaku" kata Zachary langsung bangkit, ia mengusap tangannya seolah jijik setelah bersentuhan dengan Tara.
Tara memandang Zachary tak percaya, ia menggelengkan kepalanya, ia tak terima jika selama ini Zachary hanya memanfaatkannya saja.
"Kau jahat Zac! Kau tidak bisa melakukan ini padaku!" kata Tara ikut bangkit dari duduknya dan menghampiri Zachary.
"Kenapa tidak bisa? Apa kau pikir aku perlu persetujuan darimu? Sekarang pergilah, atau aku perlu menyuruh anak buahku mengusirmu" kata Zachary mulai muak dengan sikap Tara.
"Tapi kau memang tidak bisa memutuskan ku karena sekarang aku sedang hamil anakmu!" kata Tara mengambil testpack miliknya dan melemparkannya pada Zachary.
Zachary tampak syok melihat ia, ia kemudian menatap Tara dan testpack itu bergantian. Wajahnya tampak berubah sangat marah.
__ADS_1
"Omong kosong! Aku tidak percaya kau hamil anakku" kata Zachary menatap Tara tajam..
"Tapi itulah kenyataannya Zac, Aku memang hamil dan itu pasti anakmu karena aku hanya melakukannya denganmu selama ini. Kau harus tanggung jawab Zac!" kata Tara lagi.
"Jangan pernah bermimpi! Kau pikir aku bodoh Tara? aku bukan satu-satunya pria yang menyentuhmu, jadi bisa jadi itu anak orang lain" kata Zachary masih tak ingin mengakui karena dia juga bukan pria pertama yang menyentuh Tara. Wanita itu sudah tidak perawan saat mereka berhubungan.
"Kau memang ba ji ngan Zac! Aku tidak pernah melakukan hal itu dengan siapapun setelah berhubungan denganmu" kata Tara memukul dada Zachary untuk melupakan emosinya. Hatinya sakit karena Zachary tak mau mengakui anaknya.
"Hentikan ini Tara dan pergi darisini. Aku tidak akan mau bertanggung jawab atas bayi itu sampai kapanpun!" kata Zachary mencekal tangan Tara lalu menyeret wanita itu keluar dari ruang bilyard.
"Zac! Lepaskan! Sakit..." kata Tara mencoba melepaskan cengkraman tangan Zachary.
"Kalau kau masih berani menggangguku! Aku pastikan kau menyesal Tara! Pergi kau" kata Zachary tanpa belas kasihan sama sekali.
"Tapi aku benar-benar hamil Zac! Apa yang akan aku katakan kepada orang tuaku, kenapa kau melakukan ini padaku, Kau bilang kau mencintaiku" kata Tara semakin menangis karena Zachary menolak dirinya.
"Aku tidak perduli! Mulai detik ini jangan pernah menemuiku lagi. Untuk anak itu sebaiknya kau gugurkan saja" kata Zachary membuat Tara kaget.
"Kau gila! Kau mau membunuh bayi yang tidak berdosa ini?" kata Tara syok.
"Ini terserah padamu. Tapi aku ingatkan satu hal padamu kalau aku tidak akan menikahi mu sampai kapanpun. Dan jangan pernah berani mengatakan hal ini ke siapapun kalau kau masih ingin hidupmu tenang. Jadi kau pilih mana? mau menggugurkan anak itu atau kau harus menanggung malu karena hamil tanpa suami" kata Zachary dengan sorot mata kejam. Ia tau kalau Tara pasti hamil anaknya tapi hal itu pasti akan menjadi masalah jika sampai Ayahnya tau.
"Tapi Zac....." Tara memandang Zachary ragu. Ia takut jika harus melakukan aborsi.
"Aku akan menanggung semuanya dan aku pastikan akan mencarikan klinik yang bagus dan aman untukmu. Tapi jangan pernah menemuiku lagi, mengerti?" kata Zachary menatap Tara lebih tajam dari sebelumnya.
Happy Reading.
__ADS_1
Tbc.