I'M FINE

I'M FINE
Kebetulan Yang Menjengkelkan.


__ADS_3

Zoya masih menatap kepergian suaminya dan juga anaknya menuju area bermain yang ada bebeknya. Ia sudah tau kalau wanita yang menghampiri Dewa tadi adalah Tara, hanya saja tak menyangka kenapa wanita ular itu ada disana. Sungguh kebetulan yang menjengkelkan sekali, pikirnya.


"Apa aku boleh bergabung?"


Zoya langsung menoleh begitu mendengar suara Tara, ekspresi wajahnya tampak datar saja. Apalagi sih maunya wanita ini, pikir Zoya benar-benar malas sekali.


"Ya silahkan saja, ini tempat umum" sahut Zoya acuh tak acuh.


"Sudah sangat lama sekali, aku pikir kau dan Dewa sudah tidak bersama," kata Tara diam-diam memperhatikan keseluruhan diri Zoya.


Wanita disampingnya ini sejak dulu memang memiliki kharismanya sendiri. Gaya Zoya itu selalu berbeda dari yang lain, bahkan sekarang dengan badan yang cukup besar karena hamil tua, Zoya malah semakin cantik sekali, namun Tara menyangkal hal itu.


"Hanya orang yang tidak menyukaiku yang berpikir seperti itu," kata Zoya sekenanya.


"Aku ucapkan selamat untukmu," kara Tara lagi.


"Ya terimakasih, semoga kau punya kehidupan yang baik dan menyingkirkan niatmu untuk mengganggu suamiku lagi," ucap Zoya melirik Tara dengan sinis.


Tara mengulas senyum sinisnya mendengar hal itu. "Aku sudah memiliki semuanya Zoya, suami kaya dan pastinya sangat mencintaiku. Untuk apa aku harus mengejar suamimu," ucap Tara.


"Semoga saja itu benar" kata Zoya dengan santainya. Ia lalu melihat kearah kolam renang dimana Dewa dan Rayden sedang bermain bebek.


"Ibu! Ibu! Lihat aku..." teriakan Rayden terdengar membuat senyuman Zoya mengembang.


"Hati-hati sayang," kata Zoya melambaikan tangannya kepada anaknya.


Rayden tampak tersenyum manis dan menganggukkan kepalanya. Terlihat sekali kebahagian dari binar matanya, ia melompat-lompat dan sesekali bermain air membuat senyum kedua orang tuanya merekah.


"Ayah, aku haus" kata Rayden pada Ayahnya.


"Kita menepi dulu kalau begitu, atau mau udahan aja mainnya? Ini sudah panas" kata Dewa merasa sudah cukup lama anaknya bermain disana.


"Aku masih ingin main Ayah, tapi aku juga lapar," kata Rayden dengan wajah berpikirnya.


"Kita makan dulu aja kalau gitu. Kapan-kapan kita main lagi kesini, Rayden juga harus istirahat buat nanti sore kita pulang," kata Dewa lagi.

__ADS_1


"Iya, Yah" kata Rayden mengangguk setuju. Ia juga sudah merasa capek dan juga capek.


Dewa menggandeng tangan Rayden menuju ibunya, tubuhnya yang bertelanjang dada membuat para wanita memandangnya tanpa sembunyi-sembunyi. Zoya saja terdiam menatap suaminya yang berjalan dengan langkah tegas menuju kearahnya. Suaminya itu memang sudah memiliki anak, tapi umurnya masih begitu muda, dan masih terlihat seperti anak kuliahan.


Tara yang sejak tadi bersama Zoya pun ikut terdiam menatap Dewa. Pria itu sama sekali tidak berubah, masih sama tampannya seperti dulu, malah Tara rasa Dewa semakin tampan dan terlihat dewasa.


"Lihat apa sampai segitunya?" ucap Dewa berdiri di depan istrinya.


"Eh? Tidak ada, kalian sudah mainnya?" kata Zoya salah tingkah sendiri karena ketahuan memandang suaminya.


"Sudah, Rayden sudah lapar, kau juga pasti lelah terlalu lama duduk," kata Dewa mendudukkan tubuhnya disamping Zoya, lalu mengulurkan tangannya untuk mengelus lembut pinggang istrinya. Tau jika akhir-akhir ini istrinya sering mengalami sakit pinggang.


"Kamu emang tau banget, pengen tiduran" kata Zoya mengambil handuk lalu membalut tubuh anaknya yang basah.


"Setelah ini kita pulang, Rayden ganti baju dulu sama Ayah" kata Dewa.


"Mau sama ibu aja," kata Rayden menolak.


"Ibu sedang hamil..."


"Dewa, tidak apa-apa. Aku hanya hamil, bukan sakit, jadi biarkan aku membantu Rayden untuk memakai baju," Zoya langsung menyela begitu saja, ia merasa Dewa cukup overprotektif jika menyangkut dirinya, padahal ia baik-baik saja. Lagipula anak seumur Rayden itu masih perhatian lebih dari ibunya.


"I'm Fine Dewa, Jangan terlalu mengkhawatirkan ku." kata Zoya meyakinkan suaminya kalau dia baik-baik saja.


"Baiklah, aku juga akan sekalian ganti baju," kata Dewa mengangguk pasrah.


"Kalian jalan saja dulu, aku akan mengemasi barang-barangnya," kata Dewa.


Zoya mengangguk singat, ia bangkit dari duduknya dengan di bantu oleh Dewa. Zoya lalu melirik Tara yang sejak tadi menatap keduanya tanpa sembunyi-sembunyi. Melihat hal itu, Zoya tersenyum licik.


"Jangan lama ya, aku tunggu" kata Zoya dengan suaranya yang manja, lalu dengan sengaja ia mencium dagu suaminya dengan begitu mesra.


"Hahaha, pasti aku datang untukmu," Dewa tertawa kecil lalu balas mencium kening istrinya.


Pemandangan itu tentu tak luput dari pandangan Tara, wajahnya tampak berubah kesal karena tau jika Zoya ingin memanasinya. Tara lalu melihat Dewa yang sibuk dengan barang-barangnya itu.

__ADS_1


"Dewa, apa kau masih lama liburan disini?" tanya Tara mencoba berbasa-basi dengan Dewa.


Dewa hanya bergeming saja, ia tak menggubris perkataan Tara sama sekali dan segera berlalu darisana.


Tanpa sadar tangan Tara mengepal saat melihat gaya Dewa yang mengacuhkannya itu. Padahal sejak dia mengenal Dewa, pria itu tak pernah menatapnya seperti itu, tapi sekarang....


"Kau tidak boleh melupakanku Dewa, aku yang lebih dulu ada dihatimu sebelum dia," batin Tara menatap kepergian Dewa dengan perasaan campur aduk.


*****


Sore hari itu sebenarnya Dewa dan keluarga kecilnya akan pulang ke Bandung. Tapi tiba-tiba saja sore itu hujan sangat lebat diiringi angin yang cukup besar, membuat mereka tidak bisa melakukan penerbangkan.


"Kita tunda besok saja Nak, mungkin nanti kita bisa terbang, tapi tidak tau jika cuaca kembali buruk," ujar Anderson pada anaknya yang sejak tadi terlihat gusar itu.


Dewa menghela nafasnya, ia lalu menatap Zoya yang hanya diam saja sejak tadi.


"Kamu nggak apa-apa kita pulang besok?" tanya Dewa jujur mulai tak nyaman setelah bertemu Tara tadi pagi.


"Ya mau gimana? Sekarang pun nggak bisa pulang kan?" kata Zoya biasa saja meskipun dia juga tak senang karena ada wanita ular disana.


Zoya langsung beranjak dari ruangan tengah Resort menuju kamarnya. Melihat gelagat tak biasa dari istrinya, Dewa sudah bisa menebak kalau Zoya sedang tidak baik-baik saja.


"Ayah temenin Rayden dulu ya, aku temuin Zoya sebentar" kata Dewa pada Ayahnya.


"Sabar Nak, orang hamil itu memang sering berubah mood sewaktu-waktu," ujar Anderson mengangguk mengerti.


Dewa mengangguk mengerti, ia langsung masuk kedalam kamarnya dan melihat Zoya membuka baju hangatnya. Dewa memeluknya dari belakang hingga membuat wanita itu sedikit kaget.


"Dewa?" seru Zoya.


"Maafkan aku karena tidak bisa mengajakmu pulang hari ini," kata Dewa mencium pundak istrinya.


"Enggak apa-apa kok, cuacanya kan memang buruk," kata Zoya tersenyum kecil.


"Kamu nggak marah?"

__ADS_1


Happy Reading.


Tbc.


__ADS_2