
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Karena ada Arfan dan Syifa yang menemani Zelo akhirnya Bian dan Lisa memilih untuk mengisi perutnya dulu, keduanya belum makan lagi setelah kepanikan tadi pagi.
Saat perjalanan ke kantin langkah keduanya terhenti saat melihat sosok yang tidak asing di ingatan nya.
"Rere."
Bian dan Lisa kaget kembali bertemu dengan Rere, setelah satu tahun lamanya mereka tidak bertemu, lebih tepatnya saat Bian dan Lisa memutuskan untuk kembali rujuk.
"Lisa, Bian, kalian apa kabar." Rere bertanya dengan ramah.
"Baik, kamu apa kabar dan__" tatapan Lisa terarah pada perut Rere yang buncit.
Rere tersenyum seraya mengelus perut buncitnya, "Kabar aku baik, dan sekarang aku sedang hamil, anak pertama." kata Rere sambil tersenyum.
Lisa melirik Bian yang nampak terdiam, begitupun dengan Rere yang setelah mengatakan kabar baiknya langsung terdiam.
Bagaimana pun keduanya memiliki masa lalu yang cukup membuat otak polos Lisa tercemar, meski kenyataan nya Bian dan Rere sebenarnya tidak pernah melakukan semua hal yang ada di pikiran Lisa.
Rere juga sadar dia memiliki banyak kesalahpahaman di masa lalu dengan Lisa, bahkan secara terang-terangan dia dan Bian berselingkuh di belakang Lisa waktu itu.
Sama halnya dengan Rere Bian juga merasakan hal serupa, meski kesalahan nya sudah di maafkan oleh Lisa tapi saat melihat Rere dia kembali mengingat masa lalunya, baik Rere ataupun Lisa keduanya hanyalah korban, dan yang salah adalah dirinya yang tidak bisa tegas dengan pilihan nya.
"Lisa, maafkan kesalahan aku yang dulu, sekarang aku sadar kalau apa yang aku lakukan dulu adalah salah besar, aku telah membuat Bu kamu terluka hanya karena ambisi ku dulu."
Rere berkata dengan penuh penyesalan, membuat Lisa tersenyum.
"Tidak ada yang harus di maafkan lagi Rere, kalian ngak salah, yang salah mungkin adalah waktu. karena waktu mentakdirkan aku masuk kedalam cinta masa lalu kalian." kata Lisa sambil mendekati Rere.
Keduanya berpelukan dengan rasa yang berbeda, dimana Rere sudah bisa bernafas lega karena sudah mendengar kata maaf dari Lisa, wanita yang pernah di hancurkan rumah tangga nya oleh dirinya.
Bian tersenyum lega, melihat istrinya yang bisa saling memaafkan dengan mantan kekasihnya.
"Sayang, kalian.." Reyhan kaget melihat istrinya yang berpelukan dengan istri dari Albiansya, pria yang menjadi mantan kekasih Istri nya.
"Mas, ini Lisa istrinya Bian."
Reyhan mengangguk.
"Reyhan." ucap Reyhan yang memakai pakaian dokter nya.
"Lisa, sebelumnya kita pernah ketemu ya Dok." Lisa merasa familier dengan sosok di depan nya.
"Iya, satu tahun yang lalu kita bertemu di rumah sakit ini, nona."
"Panggil Lisa saja, iyakan Rere."
__ADS_1
Rere hanya tersenyum, setelah itu dia melihat jam di tangan nya.
"Lisa, Bian maaf ya, aku ngak bisa lama soalnya mau cek kehamilan."
"Pergilah, aku ikut senang dengan kehamilan mu, nanti lain kali kita harus ketemu lagi ya buat ngopi santai."
"Iya, kita pergi dulu ya."
Setelah kepergian Rere dan Reyhan, Lisa dan Bian langsung pergi untuk mengisi perutnya yang mulai bersuara meminta di isi.
meski rasanya saat makan terasa hambar karena teringat akan putra nya tapi sebisa mungkin Lisa dan Bian makan, bagaimana pun mereka harus sehat demi putra kembar nya.
Sedangkan di tempat lain nampak Syifa yang duduk di samping Arfan, lebih tepatnya sekarang tangan Arfan sedang mengelus lembut rambut panjang istrinya dengan penuh sayang.
Jika kebersamaan membuat semua orang bisa merasa nyaman maka hal itu pula yang di rasakan oleh Arfan dan Syifa, kebiasaan juga bisa membuat perubahan besar untuk hubungan keduanya.
Seiring berjalannya waktu yang mereka habiskan bersama-sama, Syifa dan Arfan kembali merajut benih-benih cinta nya.
dari yang mulai hanya sedikit dan hanya sekedar rasa biasa menjadi rasa yang luar biasa.
Rasa yang bisa di katakan adalah rasa cinta, keduanya sudah bisa memiliki cinta nya, berjanji untuk saling menjaga dan percaya, serta saling menerima kekurangan masing-masing dan menyempurnakan.
"Kaya nya kita harus tunda dulu ya buat punya bayi, liat kak Lisa dan kak Bian aku jadi takut." ucap Syifa yang mengubah posisi nya menjadi bersandar di dada bidang suaminya.
"Kamu benar, usia kita masih muda, aku juga masih belum beres kuliah."
Arfan mengiyakan ucapan istri nya, memang benar kata orang jika memiliki anak sama dengan memudahkan rejeki, tapi semua itu tidak semudah itu.
Semua nya kembali ke persiapan masing-masing, Arfan dan Syifa yang ingin sama-sama lulus kuliah dulu, keduanya akan memutuskan untuk kuliah bersama di universitas yang sama.
Tiba-tiba pintu terbuka, membuat Arfan dan Syifa kaget dan replek berdiri, sadar akan posisi keduanya yang terlalu intim.
"Astaga Mama mengagetkan, harusnya Mama dan Papa ketuk pintu dulu kalau mau masuk." kata Arfan sambil mengusap dadanya pelan.
Sedangkan Syifa masih diam dan masih kaget.
"Kamu pikir ini rumah kontrakan apa, main ketuk pintu segala." Mama Alena msnggelengkan kepalanya pelan.
Lalu melirik Syifa, dia senang melihat Syifa dan Arfan bisa kembali seperti semula lagi.
tidak ada hal yang paling membahagiakan untuk seorang ibu selain melihat anak-anaknya bahagia.
"Kakak kamu kemana?." tanya Mama Alena sambil berjalan mendekati ranjang yang di tiduri Zelo.
"Zelo masih belum bangun?." lanjutnya lagi bertanya.
"Ko lama banget tidurnya, padahal udah 4 jam loh."
Papa Arka tersenyum mendengar pertanyaan istrinya.
__ADS_1
"Satu-satu nanya nya sayang." kata Papa Arka.
"Iya, Mama kalau nanya udah kaya motor butut yang ngak punya rem aja."
Mama Alena melirik putra nya dengan wajah sinis nya.
"Diam kamu, dasar anak Arka."
"Apaan, orang kita bikin nya berdua, ya anak kita berdua lah." sahut Papa Arka tidak terima.
"Ya, Papa benar, aku anak kalian."
Arfan tertawa senang melihat Mama Papa nya yang menurut nya sangat lucu.
Dan tanpa ke-tiga nya sadari jika ucapan mereka membuat Zelo terbangun.
"Zelo sayang, cup..cup sayang nya Necan sama Kegan." Mama Alena langsung memberikan usapan pelan di kepala cucu nya.
"Pap, mana Asi nya?." tanya Mama Alena saat melihat Zelo seperti sedang kehausan.
Papa Arka langsung memberikan Asi yang sudah di sediakan Lisa beberapa jam yang lalu.
Beruntung Zelo mau minum susu, membuat wajah orang-orang yang ada di ruangan itu tersenyum senang dan bersyukur.
"Ziel di rumah sama siapa Mam?." tanya Bian yang tiba-tiba datang.
"Zaelani, bikin kaget aja." Arfan mengelus dadanya pelan, lagi-lagi dia di kagetkan.
"Lebay." cibir Bian.
Mama Alena menggelengkan kepalanya pelan melihat Arfan dan Bian memang sedari kecil selalu usil.
"Ziel Mama titipin ke rumah Tante Nana dan Om Andrian, dulu kan yang jagain Arfan kecil itu TanteNana."
"Ya ampun, Zelo minum susu nya rakus banget ya." Arfan berucap sambil melirik kakak nya.
"Hem, kaya Daddy nya." bukan Bian tapi Lisa yang menjawab nya.
"Iya, kaya Kegan nya juga sama rakus banget kalau udah minum asi dari sumber asli nya." Mama Alena ikut menyahut.
Namun Syifa hanya diam saja, tidak berani mengatakan sesuatu, meski dia juga ingin sekali mengatakan jika Arfan juga sama-sama menyukai asi alami seperti kakak ipar dan mertuanya.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Yuk mampir di cerita baru Author, judul nya ^^I Love You Boss^^
udah Up sampai 34 ya😍
__ADS_1
Jangan lupa jejak ♥️