Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Jiwa narsis.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Lisa terbangun dari tidurnya, dia mengusap kembali perutnya merasakan rasa tidak nyaman di perutnya, panggilan alarm dari perut nya Membuat nya mau tak mau harus bangun.


"Sayang bangun, aku makan." Lisa membangunkan suaminya.


Bian mengerjakan matanya saat mendengar suara istrinya, sudah menjadi rutinitas nya untuk menemani dan membuatkan istrinya makanan di saat lapar tengah malam seperti ini.


Keduanya berjalan ke arah dapur dengan Bian yang memegang tangan Lisa.


"Jangan cepat-cepat nanti jatuh." kata Bian, mengingatkan.


Lisa duduk dengan cantik di kursi meja makan, sedangkan Bian nampak sedang memanaskan makanan untuk istrinya, dua hari sekali Mama Alena memang selalu mengirimkan makanan untuk Alena, jaga-jaga kalau Alena kelaparan di tengah malam, dan makanan yang di berikan Mama Alena pun adalah makanan sehat yang bisa di konsumsi oleh ibu hamil.


Lisa duduk dengan senyuman manis nya, apalagi saat Bian sedang membuatkan makanan untuknya, membuat Lisa merasa di sayangi.


"Kamu tidur lagi aja, aku bakalan lama makan nya." kata Lisa, dia mencium aroma harum makanan nya.


Bian menggeleng. "Ngak ahk, aku nunggu kamu aja, tidur tanpa kamu rasanya dingin." sahut Bian sambil menguap lebar.


Lisa tersenyum mendengar jawaban suaminya, dia memegang tangan suaminya lalu di cium nya.


"Makasih sayang." kata Lisa lalu melepaskan tangan suaminya, dan bergegas makan makanan yang di panaskan suaminya tadi.


Tatapan Bian tak teralihkan pada sosok wanita yang sedang mengandung buah hati nya itu, melihat Lisa yang sangat rakus makan nya membuat Bian terkekeh geli.


"Pelan-pelan sayang, tidak akan ada yang meminta makanan mu." ucap Bian, membuat Lisa tersenyum kikuk.


"Hehe, iya iya..maaf." kata Lisa sambil terkekeh.


Setalah makan Lisa dan Bian kembali masuk kedalam kamar, keduanya kembali berbaring di ranjang nya lagi karna jam masih menunjukan pukul dua malam.


"Sudah kenyang?." tanya Bian, mengusap perut buncit sang istri tercinta nya.


Rasa cintanya semakin bertambah besar setiap harinya, apalagi melihat setiap perkembangan janin yang ada di perut istrinya membuat Bian semakin menyayangi istrinya.


"Sudah dong, makasih Daddy sudah buatin aku makan." kata Lisa dengan menirukan suara anak kecil.


Hal itu membuat Bian gemas dan langsung mencium pipi gembul sang istri tercinta nya.

__ADS_1


"Nanti kalau lapar lagi jangan lupa bilang Daddy ya jagoan Daddy." kata Bian lagi, kembali memberikan elusan kecil di perut istrinya.


Lisa terkekeh merasakan geli di perutnya. "Iya siap Daddy." sahut Lisa lagi, kembali menirukan suara anak kecil.


Keduanya kembali tidur dengan saling berpelukan, tubuh Lisa yang sudah membuncit membuat Bian merasa tertendang oleh putra Nya, apalagi kandungan Lisa yang sekarang sudah menginjak Minggu ke lima.


Pagi nya Lisa seperti biasa nya Lisa menjadi sosok istri yang baik, dia menyiapkan pakaian suaminya dari mulai berpakaian dan masalah lain nya, tapi untuk memasak Bian melarang istrinya ke dapur sendirian dia takut hal buruk terjadi pada istrinya, jadi untuk makanan Lisa berikan pada bibi pembantu saja yang memang sudah ahli dalam menyenangkan perut.


"Mau yang warna apa?." tanya Lisa, dia memegang dua dasi di tangan nya.


Bian melihat ke arah istrinya lalu menunjuk dasi berwarna biru, membuat Lisa langsung berjalan ke arah suami nya dengan dasi biru di tangan nya.


Lisa membantu suaminya mengancing pakaian nya, lalu setelah itu Lisa memasangkan dasi di kerah baju suaminya, membuat Bian semakin terpesona dengan semua keterampilan yang Lisa miliki.


"Sempurna." gumam Bian pelan, namun masih terdengar di telinga Lisa.


"Apa nya yang sempurna?.' tanya Lisa sambil menyusuri rambut suaminya dengan sisir kecil kesayangan suaminya.


Memang untuk masalah tata rambut Lisa memang jago nya, sebenarnya Bian tidak ingin istrinya terlalu sibuk mengurusinya, tapi Lisa ngotot ingin menjadi istri idaman, membuat Bian mau tak mau membiarkan apapun ynyag di inginkan suaminya.


"Kamu cantik, dan seksi aku suka." bisik Bian di telinga Lisa, membuat seketika bulu kuduk Lisa merinding di buatnya.


Bian menggelengkan kepala nya, "Bukan gombal, ini fakta sayang kamu emang cantik dan seksi." ucap Bian sambil menatap istrinya.


Apa nya yang cantik? dia sedang memakai daster yang kebesaran, tidak ada seksi-seksi nya sama sekali, yang ada Lisa seperti busung lapar karna membawa perut besar dengan tubuh nya yang kecil.


"Kamu meledek aku ya, mana ada cantik orang pake dasteran gini." sungut Lisa kesal.


Bian memegang tangan Lisa lalu mencium nya. "Bagi aku kamu mau pake apa aja cantik sayang, apalagi kalau____" ucap Bian terhenti, menatap istrinya dari ke atas sampai bawah.


Lisa mencium aroma tidak enak, apalagi setelah kata terkahir tidak di lanjutkan suaminya membuat Lisa semakin merinding di buatnya.


"Apalagi kalo ngak pakai baju, uh double cantik nya sayang." sudah Lisa duga suaminya pasti akan mengatakan hal itu.


"Dasar mata keranjang." Lisa berjalan keluar kamar sendiri, tak lupa dengan tas kerja suaminya.


Bian berjalan membuntuti istrinya yang merajuk, "Sayang aku serius loh, kamu emang cantik kalau lagi ngak pakai baju, aku suka." Bian malah semakin menggoda istrinya, membuat Lisa yang sedang ingin menuruni tangga itu menghentikan langkahnya.


"Kenapa?." tanya Bian khawatir, apalagi melihat Lisa yang terdiam.


Bukan nya menjawab Lisa malah balik menatap suaminya, dan langsung berjalan ke samping suaminya.

__ADS_1


"Gendong." bisik Lisa dengan manja, lalu menampakan wajah manis nya.


Huh..


Mana tahan Bian melihat senyuman manis istrinya, dengan cepat dia mengendong istrinya lalu menuruni tangga dengan langkah yang penuh ke hati-hatian.


Ini bukan yang pertama kalinya Bian menggendong istrinya, tapi dia menyukai saat perut istrinya beradu dengan dada kotak-kotak nya, sensasi nya serasa di tubruk banteng.


Keduanya makan dengan saling berpandangan, sesekali Bian memberikan suapan untuk istrinya, begitupun dengan Lisa yang melakukan hal serupa.


"Nanti aku ke kantor ya, bosen di rumah terus lagian ngak ada les juga, Mama juga ngak bisa ke sini katanya lagi ada urusan mendadak." ucap Lisa, lalu memasukan makanan nya ke mulut nya.


"Boleh, Mau di jemput?." tanya Bian.


Lisa menggeleng. "Ngak usah kan ada supir." sahut Lisa lagi.


"Ya udah, tapi hati-hati ya jangan curi-curi pandang sama pria lain di kantor, kamu tau kan aku ngak suka." Bian mengingatkan hal yang sering dia ucapkan setiap hari.


Dimana banyak karyawan yang wajahnya sedikit tampan, ya meskipun tak mengalahkan ketampanan nya tapi tetap saja Bian takut istrinya berpaling.


"Mana ada aku gitu, yang ada kamu mungkin suka curi-curi pandang sama karyawan wanita yang seksi-seksi dan bohay itu." Lisa membalikan ucapan suaminya.


"Aku setia sama kamu, mana ada aku cari cwe lain, orang punya kamu aja berasa nagih terus apalagi sama tubuh kamu." Bian berkata sambil mengedipkan sebelah matanya.


Hal itu membuat Lisa ingin mual, tidak ingatkah dengan apa yang di lakukan suaminya dulu yang telah mengkhianati cintanya?, tapi lihatlah sekarang pria itu berkata seolah tidak pernah membuat kesalahan.


Tapi meski demikian Lisa tidak akan mengungkit cerita buruk masa lalu rumah tangganya, dia tidak mau suaminya kembali merasa bersalah, karena bagaimana pun Lisa tidak bisa melihat orang yang di cintai nya sedih.


"Terserah kamu, yang penting kamu bahagia." kata Lisa akhirnya memilih mengalah, jika tidak bisa panjang urusan nya, apalagi yang menjadi lawan bicaranya adalah Albiansya si narsis yang tidak mau kalah dalam segala hal, tapi masih untung suaminya tidak mengatakan kesombongan nya.


Bian tersenyum dengan wajah kemenangan nya, "Ya, aku memang tampan dan berkharisma, uangku banyak tapi cintaku hanya untuk mu sayang." Bian kembali menjadi si narsis.


Huhh..


Merinding lagi Lisa di buatnya, suka-suka suaminya lah mau apapun, Lisa benar-benar tidak bisa menghilangkan si narsis dari jiwa suaminya.


____________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak♥️

__ADS_1


__ADS_2