Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Drama ajakan menikah


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Jantung Rangga berdegup kencang bersamaan dengan tatapan imut yang di berikan Achel padanya.


Kenapa dia jadi gugup seperti ini, bukankah inilah saat-saat yang di nanti-nantikan nya.


Achel menepuk pelan pipi Rangga.


"Om." panggil nya pelan.


Rangga tersadar dari lamunan nya, dia langsung melirik Achel dengan tatapan tak biasa.


"Maaf, tapi aku tidak ingin kita pacaran, Achel." ujar Rangga yang seketika membuat detak jantung Achel terhenti saat itu juga.


Apa ini tandanya Achel terlalu percaya diri?, atau memang sebenarnya Rangga hanya ingin membuat nya geer saja, dan Achel salah mengartikan perhatian nya.


Apa begitu?.


Kenapa rasanya sangat sakit, lebih sakit dari cinta bertepuk sebelah tangan nya pada Arfansya dulu.


"Aku mau pulang Om." kata Achel.


Karena malu telah mengatakan sesuatu yang aneh pada Rangga, Achel memalingkan wajahnya ke samping.


Hal itu dilihat oleh Rangga, dan di salah artikan oleh Rangga, yang menyangka jika Achel menolak pinangan nya.


Padahal Rangga ingin mengatakan jika dia tidak ingin pacaran karena dia sudah kebelet menikah.


Tapi melihat respon Achel yang terus memalingkan wajahnya membuat Rangga menghela nafasnya panjang.


lalu kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kaya nya aku harus ambil tawaran Papi buat nerusin kuliah di Swiss sama Om dan Tante." batin Achel.


Sesampainya di halaman rumah keluarga Andrian Parisky, baik Achel maupun Rangga sama-sama masih enggan turun dari mobilnya.


keduanya sama-sama diam dan dengan pikiran berkecamuk nya.


"Achel." panggil Rangga.


"Iya, Om."


Rangga terdiam sebentar, lalu memegang tangan Achel.


"Terimakasih telah menjadi alasan aku tersenyum selama dua tahun ini, semoga kamu bahagia bersama pilihan mu nanti, doa ku menyertai setiap langkah mu." kata Rangga.


Sekarang dia sadar diri, usianya dan Achel memang sangat lah jauh, dan tidak seharusnya dia memiliki niatan untuk menikahi gadis yang usianya bahkan setengah dari usianya.


Jarak dari angka 41 ke 21 itu sangatlah jauh, dan Rangga tau kalau perasaan nya di teruskan maka bukan dirinya yang akan sedih, tapi Achel yang nantinya akan sangat tersiksa, dan mungkin kalau menikah dengan dirinya Achel akan menjadi janda di usia mudanya karena dirinya yang sudah terlalu tua untuk Achel.


"Kamu cantik, jangan pernah melupakan kecantikan di dalam dirimu, aku yakin kamu bisa menemukan sosok pria yang bisa menghargai mu, dan mencintai mu segenap jiwanya." kata Rangga lagi.


"Om.. kenapa ngomong gitu?, maksud nya apa?." tanya Achel tidak mengerti.


Tapi suara ketukan di balkon atas membuat keduanya saling melirik ke sumber suara.


"Papi kamu udah nunggu, pulang lah."


"Tapi Om.." Achel masih butuh penjelasan.


Dia masih tidak paham dengan situasi yang di hadapkan nya.


"Pergi!!." tegas Rangga sedikit berteriak.

__ADS_1


Deg..


Achel tidak percaya jika Rangga bisa bersikap sebegitu marah pada nya.


padahal Achel tidak melakukan kesalahan apapun.


Apa salah Achel bertanya ungkapan penuh arti yang di ucapkan Rangga pada nya?, jika salah Achel mungkin bisa menerima nya, tapi dia tidak merasa bersalah dengan apa yang ingin di ketahui nya.


"Om jahat." Achel menangis.


Dia ingin membuka pintu mobilnya namun tidak bisa, karena Rangga sudah mengunci otomatis pintu mobilnya.


"Buka." teriak Achel tanpa berniat melirik Rangga.


Tapi mobil nya malah kembali bergerak, dan kembali berjalan ke keluar dari area rumah Achel.


"Om mau bawa aku kemana? hikss.. aku mau pulang!." teriak Achel masih melihat ke samping.


Rangga tidak mendengarkan, dia masih fokus mengendarai mobilnya dengan kecepatan cepat.


Sepanjang perjalanan Rangga dan Achel sama-sama diam, lebih tepatnya Achel menangis sesegukan karena takut.


Tiba-tiba Rangga menghentikan mobilnya, membuat Achel hampir terjedot, beruntung Rangga dengan sigap menutupi bagian kepala Achel dengan tangan nya.


"Maaf." kata Rangga.


Achel tidak menjawab nya, dia hanya diam dengan Isak nya yang susah berhenti.


"Kamu marah sama aku?." tanya Rangga.


Achel masih diam.


"Pukul aku, maaf jika aku telah menyakiti mu."


Achel masih tetap diam dan enggan menjawab pertanyaan Rangga.


Rangga menarik tangan Achel, dia taruh tangan Achel di dada nya, dan ya Achel dapat merasakan dengan jelas detak jantung Rangga yang sangat cepat.


Membuat Achel melirik Rangga.


"Om." panggil Achel merasa tidak nyaman karena bukan hanya detak jantung Rangga saja yang terasa, tapi tangan mungil nya juga bisa meraba dada bidang Rangga.


Saat Achel melirik Rangga, ternyata dia melihat Rangga yang menangis.


membuat nya kaget bukan main.


"Om nangis?."


Rangga masih mengeluarkan air mata nya, ini adalah kedua kalinya dia menangis setelah kepergian istri dan calon anak nya dua puluh tahun lalu.


Sampai akhirnya..


"Aku mencintaimu."


Hah!


"Om." Achel kaget.


Rangga menghela nafasnya.


"Menikah lah dengan ku, aku.." ucap Rangga terhenti karena Achel tiba-tiba menatapnya dengan tatapan mata yang berseri-seri.


"Tadi katanya Om ngak mau jadi pacar aku." kata Achel sambil mengerucutkan bibirnya.


"Tidak mau jadi pacar bukan berarti tidak mau menjadi suami bukan?."

__ADS_1


Blus..


Pipi Achel memerah bak kepiting rebus, ucapan Rangga barusan membuat jantung nya berdegup dengan kencang.


"Jadi Om mau kita nikah?." tanya Achel malu-malu.


Rangga mengangguk dengan cepat.


"Kamu mau?." tanya balik Rangga.


Membuat Achel terdiam, dia memang belum memikirkan hubungan yang sejauh itu, bahkan Achel tidak pernah bermimpi untuk menikah muda.


Tapi.. melihat Rangga dan memikirkan usia Rangga yang sekarang membuat Achel sadar jika pria yang kini telah merebut hatinya itu sudah tidak muda lagi.


"Aku tau aku tua, kamu pantas memilih yang terbaik." Kata Rangga merendah, dia cukup sadar diri jika harus di bandingkan dengan perbedaan usia keduanya.


Sttt!!


"Bukan masalah tua nya Om, aku ngak mikirin itu, muda atau tua sama aja, kalau cinta ngak mandang usia." kata Achel menatap Rangga.


"Jadi kamu mau menerima lamaran aku?." tanya Rangga lagi.


Malu-malu Achel mengangguk.


"Om satu-satu nya pria yang respect sama aku, aku juga cinta sama Om, dan ngak akan mungkin bisa menolak Om." ucap Achel menghela nafasnya pelan.


"Tapi.." lanjut Achel terjeda.


Yang membuat Rangga penasaran.


"Tapi apa?."


"Lamar aku di gedung mewah, aku anak satu-satunya di keluarga Mami, Om tau bukan acara lamaran yang akan kita lakukan itu adalah yang pertama dan yang terakhir di keluarga aku."


Rangga tersenyum, tentu saja dia akan melakukan itu, ini adalah pernikahan terakhir nya dan sudah pasti Rangga akan melangsungkan pernikahan yang sangat mewah.


"Tentu, apapun mau kamu pasti aku lakukan." kata Rangga.


Keduanya saling terdiam, Rangga mendekatkan wajahnya ke wajah Achel.


Sadar dengan situasi ini Achel memejamkan matanya, dia ingat salah satu adegan flm kesukaan nya yang melakukan adegan ini dengan mata tertutup agar lebih mendalami.


Sampai akhirnya..


Tok..tok..


Dugkkk.. !!!


Awww !!!


"Keluar kamu, kamu apain putri ku Hah! keluar."


Di luar sana nampak wajah marah Papi Andrian yang memakai alat tinju nya di tangan.


Glekkk...


Rangga dan Achel menelan ludahnya, keduanya bahkan melupakan rasa nyeri di kening keduanya yang bertabrakan tadi.


"Gawat!!, Papi marah."


"Keluar!!!."


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa jejak ♥️


__ADS_2