
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
April menatap geram pada pria yang kini menjadi dalang penculikan nya, dia ingin kabur tapi April tidak bodoh dia tau tempat apa yang di pijak nya sekarang, jika dia kabur bisa di pastikan dia akan mati di tangan binatang buas.
Tapi jika tetap berada di tempat ini pun yang ada dia yang jadi makanan pria bule narsis itu lagi, ingatan nya kembali pada kejadian beberapa Minggu lalu, dimana pria bule itu telah merampas kesucian nya.
#Flashback On.
April yang sudah merasa hancur setelah tau apa yang terjadi dengan dirinya langsung memutuskan pulang setelah dia mendapatkan penghinaan, dimana pria yang telah dengan teganya meniduri nya itu telah memberikan nya selembar kertas berisikan cek seratus juta, itu membuat dia merasa menjadi seorang pelac*r.
Pulang dengan membawa sisa perih di sela-sela pangkalan pahanya, dan rasa sakit di hatinya, demi apapun April benar-benar membenci pria bule itu.
"Aku kotor, apa yang harus aku katakan pada calon suamiku." April membatin.
"Kamu kemana aja? tadi malam kemana? kenapa susah di hubungi, itu baju kamu kenpa lagi ko acak-acakan?." cacar wanita yang sedang bersidekap dada, tak lupa wajah nya memperlihatkan kemarahan pada April.
April melirik sekilas, "Aku habis darimana apa perduli kamu, jangan urusi lebih baik urusi saja harta yang sudah kamu curi dari keluargaku." sahut April ketus, lalu berjalan melewati wanita yang menjadi ibu tirinya itu dengan wajah yang masih memendam kemarahan.
Wanita yang tak lain ibu tirinya April itu menggelengkan kepalanya melihat mantan teman nya sekaligus anak tirinya yang selalu bersikap ketus padanya.
"Aku yakin rencana Irene pasti berhasil, jika di lihat dari penampilan April yang acak-acakan sudah pasti dia mendapatkan apa yang tidak dia inginkan, hahah.. astaga aku harus memberikan hadiah untuk Irene." gumam wanita bernama Gladis, daun muda papa nya April.
Setelah sore April yang kelaparan memilih turun dari ranjang nya, meski tubuhnya serasa lemas April mencoba untuk berjalan, meski jalan nya tidak terlalu tegak karena kaki nya terasa sedikit nyeri.
"Kemana kamu tadi malam? kenapa telpon aku ngak di angkat." tiba-tiba terdengar suara yang sangat tidak asing di telinga April, membuat April melirik cepat ke sumber suara.
__ADS_1
"Kak Beni" April mengerejapkan matanya saat melihat tunangan sekaligus calon suaminya yang menatap nya penuh kemarahan.
"Kapan kakak pulang? kenapa ngak bilang aku?." April malah balik bertanya, membuat Beni meradang.
Plakkkk..
Sebuah tamparan mendarat di pipi April, dan hal itu tentu saja membuat April terkejut di buatnya, tidak pernah dia melihat Beni kasar padanya, tapi sekarang? kenapa pria lembut itu malah mengkasari nya?.
"Dasar wanita murahan, kamu pasti sudah tidur dengan pria lain, lihat dirimu di cermin sangat menjijikan bahkan bekas percintaan mu masih terlihat jelas di mataku." hardik Beni membuat April melotot, dan sontak menutupi area lehernya karna dia hanya memakai kaos, dan April tidak sadar dengan banyak tanda yang ada di leher nya.
"Aku bisa jelasin kak, jangan marah dulu ini semua tidak seperti yang kakak bayangkan." April mencoba memegang tangan pria yang di cintai nya selama tiga tahun ini.
Namun ironisnya Beni malah menepis tangan nya dan menatap April dengan wajah marah berselimut kekecewaan nya pada April.
"Tega kamu Pril khianatin aku, padahal beberapa Minggu lagi kita menikah Pril, dimana letak hatimu Pril, aku benar-benar kecewa sama kamu." Beni berkata dengan wajah yang penuh kekecewaan nya, apalagi melihat bekas merah di leher April membuat Beni mengerti apa yang terjadi dengan April dan pria lain, dia jelas tidak sepolos yang di bayangkan April.
"Pernikahan kita di batalkan, maaf aku ngak bisa menikahi gadis pelac*r kaya kamu." sambung Beni, membuat April melotot.
"Kak, tunggu aku bisa jelasin, pliss jangan marah kak, aku mohon." April memohon, hanya Beni yang selalu menyayangi nya, bahkan papa nya sekalipun tidak pernah memberikan perhatian padanya, papa nya hanya sibuk pada Mama mudanya, yang juga adalah teman nya semasa SMA.
#Flashback Off.
Hancur sudah harapan April untuk bisa hidup bahagia bersama Beni, semua ini karna Boy, si pria bule narsis yang telah menodai nya.
April menatap sekitar dia melihat Boy yang ada di pojokan, dengan langkah penuh kemarahan April mendekati Boy, "Aku ingin pulang, cepat pulangkan aku atau aku bisa melaporkan mu kepada polisi." ancam April asal.
Boy menoleh, dia menutup telpon nya sebentar lalu memejamkan matanya, "Untuk apa pulang? bukan nya kamu ingin segera keluar dari rumah neraka itu? dan bukan nya calon suamimu membatalkan acara pernikahan nya dengan mu yang hanya berselang tiga Minggu lagi itu?." Boy berkata dengan sesantai mungkin.
__ADS_1
Sial, dari mana pria gila itu tau, huhh.. April benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang di inginkan Boy darinya.
"Aku tidak perduli, setelah aku keluar dari sini aku bisa bunuh diri, atau hidup seorang diri." sungut April yang tak mau kalah berdebat.
Boy tersenyum lagi, "Kalau mau bunuh diri di luar banyak macan dan serigala, kenapa tidak keluar saja? aku bisa merekam detik-detik tewasnya nona Aprilia Kalila Rahardi, itupun jika kau mau." lagi-lagi Boy berkata dengan santai.
Huh..
Sepertinya tidak ada cara lain, April langsung memberikan ancang-ancang nya, ingin segera memberikan tendangan maut nya, namun belum juga sampai di titik kelemahan nya April malah terjatuh karna Boy menendang satu kaki nya.
"Hati-hati nona Aprilia, kamu tidak tau sedang berurusan dengan siapa sekarang ini." bisik Boy sambil menatap remeh April, membuat April mengepalkan tangan nya, dan mengutuki nama Boy di setiap nafasnya.
Boy melangkah pergi meninggalkan April yang terduduk di lantai, dengan wajah kesal April langsung berjalan ke arah kamar lagi.
"Sabar April, cari tau kelemahan dia, jangan mudah lengah, dia pria gila yang harus di musnahkan." April bergumam sambil menatap ranjang di depan nya.
Sedangkan di tempat lain Boy nampak sedang tersenyum puas melihat April yang mati kutu, jelas dia mengetahui semua data tentang April dari anak buah nya.
"Kita lihat saja, apa dia bisa menolak keinginan seorang Boy? haha dia belum tau siapa aku sebenarnya, aku memang tampan kaya dan baik hati, tapi jika keinginan ku di tolak maka bukan aku lagi yang menanggapi nya, tapi hiu cantik yang akan mendapatkan jatah nya." Boy tersenyum menyeringai.
___________
🌹🌹🌹🌹🌹
Semua kisah Bian, Boy, dan Reyhan akan di ceritain, biar ngak terlalu bosen kalau nulis nya itu-itu aja😊
Jangan lupa jejak, ♥️
__ADS_1