Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Tangisan Mamih Papih


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Lucas dan kedua orang tua Kinara berjalan cepat di lorong rumah sakit, ketiga nya langsung masuk ke ruangan UGD.


dan betapa kaget nya mereka melihat sosok yang di tutupi kain putih.


Kaki Mamih Anaira seketika lemas tidak berdaya saat melihat lain yang menutupi anak nya, hampir saja Mamih Anaira jatuh jika tubuhnya tidak di tahan oleh suami nya.


Bukan hanya kedua orang tua Kinara yang lemas melihat tubuh Kinara yang di tutupi kain, tapi Lucas yang juga melihat nya dia pun merasakan hal yang sama seperti Mamih Anaira dan Papih Kiano.


Bagaimana bisa Kinara pergi sebelum tau perasaan nya yang sesungguhnya.


"Hiks, Ara putri ku, ya ampun sayang kenapa seperti ini." Mamih Kinara menangis histeris di pelukan suaminya.


Papih Kiano mencoba menguatkan istrinya yang sedang menangis, meski pada kenyataan nya dia juga sedih menerima kenyataan jika Jenazah yang ada di depan nya itu adalah putri nya, Kinara putri kesayangan nya.


"Kenapa hiks, Pih Ara Pih hiks.. kenapa Ara pergi Pih, hiks.." tangis Mamih Anaira semakin keras.


Membuat Papih Kiano langsung memeluk tubuh sang istri dengan erat.


Lalu melirik Lucas yang masih terdiam menatap jenazah yang di tutupi kain.


"Sabar Mih, bukan hanya Mamih aja yang kehilangan Ara, tapi Papih juga kehilangan putri kesayangan Papih." ucap Papih Kiano semakin erat memeluk tubuh sang istri.


Air mata sepasang suami itu mengalir deras, tidak menyangka jika pagi tadi adalah pagi terakhir mereka melihat putri nya yang tersenyum manis meminta ijin pergi ke rumah kakak nya untuk belajar memasak.


"Mamih Papih, Ara mau ke rumah Mama Alena sama Papa Arka ya, Ara mau belajar masak sama Mama Alena biar pinter masak."


Hanya Kinara yang mereka punya, memang sejak melahirkan Kinara rahim Mamih Anaira bermasalah sehingga membuat Mamih Anaira susah hamil lagi, maka dari itu keduanya selalu berharap yang terbaik untuk kehidupan Kinara.


Tapi sekarang? Kinara atau gadis yang suka di panggil dengan nama Ara itu telah pergi..


"Bangunkan Ara Pih, suruh dia pulang, Mamih ngak mau tau kita harus pindah ke Swiss lagi, Mamih ngak mau tinggal di sini." ucap Mamih Anaira sambil menangis.


Lucas mendekati Kinara, air mata yang sempat terbendung kini malah mengalir deras membasahi wajah tampan nya.


"Ara." panggil nya sambil terisak.

__ADS_1


"Jangan bercanda Ara, aku tau kamu pasti masih hidup kan, Ara bangunlah aku mohon." ucap Lucas sambil ingin membuka kain penutup wajah Kinara, tapi langkahnya terhenti karena ucapan Papih Kiano.


"Jangan di buka Lucas, Om tidak mau memiliki kenangan melihat wajah Ara yang tidak cantik, Om mau mengingat wajah Ara yang cantik." kata Papih Kiano tidak mampu membayangkan betapa hancurnya hati nya jika melihat wajah sang putri tercinta yang penuh luka.


Lucas mengurungkan niatnya untuk membuka kain putih yang menutupi tubuh Kinara itu, dia langsung memeluk Kinara sambil terisak-isak.


"Ara bangunlah aku mohon, bangun Ara bangunlah..kamu tidak bisa meninggalkan aku Ara, tidak bisa Ara." ucap Lucas lagi masih memeluk Kinara.


Di kolong brankar sebelah nampak lah Ara yang tertawa cekikikan pelan, dia heran kenapa semua orang menyangka jika dia meninggal padahal sudah jelas-jelas jika orangtuanya itu salah alamat, lebih tepatnya ruangan Kinara memang ruangan ini tapi dia ada di ranjang berbeda.


"Aku sudah tidak tahan astaga." gumam Kinara sambil memegangi perut nya yang keram kerena dari tadi menahan tawa nya.


Srekkk..


Bunyi gorden pemisah yang Kinara buka.


"Mih, Pih, Lucas.. kalian benar-benar menyebalkan, aku masih hidup tapi kenapa kalian malah menangisi kematian ku!" ucap Kinara sambil mengerucutkan bibirnya sebal.


"Ara!" pekik Mamih Anaira, Papih Kiano dan Lucas bersamaan.


Ketiga nya membulatkan matanya sempurna melihat Kinara yang berdiri beberapa langkah di samping jenazah yang semula di sangka Kinara.


Mamih Kinara dan Papih Kiano mendekati Kinara, dan tanpa aba-aba mereka memeluk Kinara membuat Ara berteriak kesakitan.


"Aaaa sakit, aduh Mih Pih." ringis Kinara karena tangan nya yang luka di senggol Mamih nya.


"Biarin, Pih, dasar anak nakal ya, orang tua di prenkkk!" geram Mamih Anaira sambil menjewer telinga Kinara.


"Awww!! Papih tolongin Pih, Mamih lebay." rengek Kinara meminta pertolongan Papih nya.


Papih Kiano menggelengkan kepalanya, bukan hanya istri nya saja yang kesal dengan kelakuan Kinara, tapi dia juga kesal.


Melihat Papih nya yang biasa nya membela nya tidak membantu nya membuat Kinara mendengkus kesal.


"Papih jahat, mulai sekarang kita bukan klop lagi." ucap Kinara sambil mengusap telinga nya yang terasa sakit.


"Kamu kenapa bisa di tabrak Ara, bukan nya kamu bawa mobil ya?." tanya Mamih Anaira.


Kinara tersenyum kecil lalu dengan santai nya dia bilang.

__ADS_1


"Biasalah Mih nama nya juga celaka ya mana bisa di hindari, lagian aku cuman luka kecil gini it's okey lah Mih aku kan kuat." sabutnya dengan wajah santainya seperti biasnya.


Tapi jawaban yang tentunya membuat Mamih Anaira dan Papih Kiano kesal bukan main.


"Lain kali hati-hati Ara, Papih ngak mau ya kamu bikin Mamih kamu nangis kaya gini lagi." ucap Papih Kiano mengingatkan.


Membuat Ara terkekeh pelan.


"Yakin cuman Mamih aja yang nangis? tadi aku juga liat Papih nangis loh." sahut Kinara sambil tersenyum karena menggoda Papih nya.


Sadar akan sosok Lucas yang masih di dekat Jenazah tadi membuat Kinara menatap Mamih Anaira dan Papih Kiano.


Dan tentunya Mamih Anaira dan Papih Kiano paham dengan tatapan itu.


Keduanya mendeuhem lalu melirik Lucas.


"Lucas kemarilah, Om dan Tante mau keluar dulu, tolong tungguin Ara ya." ucap Papih Kiano, yang membuat Lucas tersadar dari lamunan nya.


"Iya Om." sahut Lucas sambil mendekati Kinara.


Sebenarnya Mamih Anaira dan Papih Kiano masih memiliki kekesalan dan khawatir dengan kondisi putri nya, tapi melihat Lucas dan Kinara yang seperti nya butuh waktu berdua membuat keduanya memilih keluar dulu.


Membiarkan Kinara dan Lucas untuk saling terbuka dengan perasaan nya.


"Papih Ara itu anak siapa sih, kalo Mamih jadi Ara sudah pasti Mamih pindah ke ruangan VIP dari pada harus sebelahan sama mayat." ucap Mamih Anaira yang tidak habis pikir dengan putri nya.


Kinara nampak santai meski bersebalahan dengan ranjang jenazah, dan tentunya jangan lupakan prenkkk yang di lakukan Kinara, membuat mereka hampir jantungan.


"Tentu saja anak kita sayang, terlepas dari kelakuan nya yang aneh Ara itu adalah putri kesayangan kita yang manis." sahut Papih Kiano.


"Papih benar, Mamih sayang banget sama Ara, dan semoga kejadian ini tidak terulang, Mamih benar-benar takut kehilangan Ara."


Sedangkan di ruangan UGD Kinara dan Lucas dan orang ketiga yaitu jenazah masih saling mendiamkan.


Sampai akhirnya...


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️


__ADS_2