Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Aku mau


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setalah apa yang di lakukan Arfan padanya Syifa benar-benar merasa sangat beruntung, bukan hanya penyelamat nya tapi Arfan juga telah membawa nya dari takdir buruk nya.


"Terimakasih." suara lembut dan pelan hampir tidak terdengar keluar dari bibir mungil itu.


Arfan tersenyum menyeringai melihat Syifa yang terus mengucapkan terimakasih itu, lalu mendekatkan wajah nya ke depan wajah yang masih menunduk seolah malu di tatap oleh nya itu.


Dengan sengaja meniupkan nafas panasnya ke leher gadis berkacamata di depan nya, membuat Syifa sangat gugup.


"Kamu bicara apa? aku tidak bisa mendengar nya, suara mu terlalu kecil." sahut Arfan masih asyik menggoda gadis di depan nya.


Syifa ragu-ragu mengangkat wajahnya, dan saat itu lah wajah keduanya bertatapan selama beberapa detik.


"Terimakasih, Arfan. kalo tidak ada kamu aku tidak tau apa jadi nya aku dan Ayah." kata Syifa lagi, malu.


Ia bingung harus bagaimana, Arfan telah membuat nya terlepas dari kekangan juragan Burhan yang mau menikahi nya, bahkan Arfan melepaskan nya dengan uang yang Syifa yakin itu tidak sedikit.


Juragan Burhan adalah orang kaya yang terkenal kejam dan sadis, tidak mungkin dia memberikan Syifa dengan harga yang ecek-ecek, Syifa yakin uang yang di keluarkan Arfan sangat lah besar.


Saat Syifa akan menunduk lagi tiba-tiba tangan Arfan memegang kedua dagu nya, membuat Syifa gugup karena Keduanya kembali bertatapan lagi.


"Kamu mau apa?." tanya Syifa salah tingkah.


Arfan terus menatap Syifa dengan tatapan tak biasa, "Kamu cantik kalo ngak pake kacamata." kata Arfan sambil tersenyum, lalu mengusap pipi Syifa pelan dan berjalan ke arah dapur dengan santainya, tanpa memperdulikan sosok gadis berkacamata yang sekarang sedang salah tingkah.


Saat ini Arfan memang mengajak Syifa ke Apertemen yang baru dia beli nya, dia sudah mengantarkan Ayah Syifa ke tempat rehabilitas, dan sekarang Arfan menahan Syifa di Apartemen nya kerena dia takut Syifa kabur lagi.


Syifa masih tegang, sosok Arfansya benar-benar membuat dia tidak fokus.


bukan karena ketampanannya, tapi karena sikap nya yang bisa membuat siapapun menjadi baper.


Tidak bisa di pungkiri jika Syifa adalah satu dari sekian banyaknya gadis yang di goda oleh pria tampan itu, dan hal itu juga yang membuat Syifa ragu akan ajakan Arfan padanya.


"Mikirin apa sih, aku tau aku ganteng banget pake banget tapi ngak usah di pikirin sedalam itu juga kali." Arfan datang dengan dua gelas minuman dan beberapa cemilan.


Syifa tak menjawab, dia hanya diam tak kuasa mengatakan apapun karena kenarsisan yang di miliki Arfan.


"Ngak ada makanan, seadanya aja ya." lanjut Arfan lagi, menaruh makanan dan minuman di meja lalu mendaratkan bokong nya di sopa tepat di samping Syifa.


"Makasih, ini sudah lebih dari cukup." kata Syifa lagi, bingung harus bagaimana bersikap, Arfan benar-benar pria baik di mata nya, dan Syifa berjanji akan membalas semua kebaikan Arfan.


"Jangan sungkan, kamu tau orang pemalu itu badan nya kurus cacingan, makan nih." kata Arfan lagi, sambil memberikan cemilan yang sudah di buka ke tangan Syifa, dia saat ini Syifa sedang malu.


Keduanya makan cemilan sambil menonton, sesekali Arfan menggoda Syifa, membuat gadis pemalu itu semakin gugup, tapi diam-diam Syifa juga melirik Arfan yang nampak asyik menonton flm di layar tv nya.

__ADS_1


"Apa aku harus menerima ajakan nya?, tapi aku tidak mencintai nya, dia memang baik dan juga tampan tapi semua itu masih tidak membuat ku menyukai nya, ya Tuhan aku tidak tau apa yang akan terjadi pada kehidupan ku kedepannya, tapi aku harap keputusan yang akan ambil ini tidak menjadi petaka di kehidupan ku." batin Syifa.


Arfan melirik Syifa, ia mengerutkan dahinya karena melihat Syifa yang melamun.


"Kamu kenapa?." tanya Arfan bingung.


"Ahk tidak apa-apa, hanya teringat akan Ayah saja." sahut Syifa gugup.


"Tenang saja, Ayah mu sudah aman dia sudah berada di tempat yang bisa membuat nya lebih tenang, perawatan nya sudah aku siapkan semua nya." kata Arfan sambil memasukkan cemilan ke mulut nya.


"Terimakasih, kamu baik." kata Syifa lagi.


Arfan menggeleng kepalanya.


"Jangan terimakasih terus, kamu sudah mengatakan itu lebih dari tiga belas kali Syifa, aku tau aku baik dan tampan, tidak usah memujiku, aku sudah tau ko." sahut Arfan sambil tersenyum manis.


Syifa bungkam seribu bahasa, pria tampan di samping nya ini benar-benar memiliki jiwa narsis yang berlebihan, membuat Syifa tidak bisa berkata-kata.


"Besok kita ke acara nikahan sepupuku, kamu harus ikut." kata Arfan.


"Kenapa?." tanya Syifa bingung.


Arfan melirik Syifa, "Kamu kan calon istri aku, sekalian besok aku akan mengenalkan kamu ke keluarga aku, tenang saja keluargaku baik-baik ko." lanjut Arfan lagi.


Syifa terdiam mendengar penuturan Arfan Calon istri? Apa dia harus menyetujui ajakan Arfan?.


"Arfan.." panggil Syifa lagi.


Syifa menarik nafasnya panjang lalu menatap pria tampan di depan nya.


"Apa?."


"Aku mau." kata Syifa malu-malu.


Arfan menaikkan sebelah alis nya mendengar ucapan Syifa, sebenarnya dia mengerti dengan perkataan Syifa barusan, hanya saja jiwa tengilnya ingin membuat Syifa bertambah merah pipinya dulu.


"Mau? apa?." tanya Arfan pura-pura tidak mengerti.


"Aku mau menikah muda dengan mu." kata Syifa masih dengan suara yang malu-malu.


"Kau yakin?." tanya Arfan lagi.


Ragu-ragu Syifa menganggukkan kepalanya.


"Ya, aku mau menikah muda dengan mu, kamu baik dan sudah menyelamatkan hidup ku dari kekejaman juragan Burhan." kata Syifa lagi.


Arfan tersenyum, dan langsung ingin memelukmu Syifa.

__ADS_1


namun ekspresi aneh di perlihatkan Syifa membuat Arfan mengurungkan niat nya.


"Akhirnya nikah, jadi ngak sabar buat unboxing." batin Arfan, pikiran kotor mulai menerpa otak mesum nya.


"Kita ngak boleh pelukan, bukan muhrim." kata Syifa mengingatkan.


"Cium dikit?."


"Ngak boleh!."


"Kalo pegangan tangan?."


"Boleh, tapi ehk ngak boleh."


Huhh..


Arfan mengerucutkan bibirnya sebal, dia beranjak berdiri dan hal itu membuat Syifa ikut berdiri.


"Mau kemana?." tanya Syifa.


Arfan melirik, lalu membuka sweater nya, membuat Syifa langsung membalikan tubuhnya dengan tangan yang replek menutup mata nya.


"Aaa.. jangan buka baju disini, ke kamar." teriak Syifa takut.


"Aku gerah, mau mandi." kata Arfan sambil berjalan ke arah kamar nya.


Lalu persekian detik nya pria tengil itu keluar dari kamar nya, berjalan mendekati sosok yang masih betah menutup matanya.


"Mau ikut ngak?, latihan dulu." celetuk Arfan dengan sengaja membuka baju nya di depan Syifa.


"Ngak mau, ngak ada, sana mandi." ucap Syifa masih enggan membuka penutup mata nya.


Namun bukan Arfan yang tidak tengil, dengan sengaja Arfan meniup-niupkan nafas panas nya ke arah leher Syifa membuat gadis lugu itu merinding seketika di buat nya.


"Arfan, jangan macem-macem aku bisa teriak loh." kata Syifa takut.


Tapi tak ada terdengar suara lagi, yang ada hanya keheningan, membuat Syifa ragu-ragu membuka matanya.


Dan ya tidak ada Arfan di depan nya, pria itu sudah masuk kedalam kamar mandi.


"Apa aku bisa tahan menghadapi sikap tengil dan pecicilannya? dia benar-benar pria yang unik." gumam Syifa sambil berjalan ke arah sopa, kembali mendaratkan bokong nya untuk duduk dan kembali memakan cemilan nya.


_______


🌹🌹🌹🌹🌹


Mampir ya di cerita baru ku, judul nya ^I Love You Boss^^

__ADS_1


Sudah Up sampai Epsd 11 loh♥️


Jangan lupa Jejak ♥️


__ADS_2