
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Chel, kak Lucas." Dilla menghela nafasnya kesal.
"Kenapa kak Lucas?, dia nolak kamu lagi ya Dil?." tanya Achel sambil melihat wajah murung teman nya di layar ponselnya dengan rasa iba.
Sekarang keduanya memang sedang melakukan panggilan video call.
Seperti cintanya dulu pada Arfansya, kisah cinta Dilla untuk Lucas pun harus bertepuk sebelah tangan.
Seolah keduanya memang tidak bisa di takdir kan bersama pria yang mereka pilih sendiri, atau mungkin Tuhan memiliki rencana baik untuk kedua gadis yang sudah memiliki banyak perubahan drastis di fisik nya itu.
"Bukan nolak lagi, dia udah punya calon istri." ucap Dilla menjeda ucapan nya, lalu menatap Achel yang memakai kaca mata bolong nya.
"Kemarin aku pikir dia itu jalan sama pacar baru nya, taunya ternyata wanita seksi dan semok itu kakak sepupunya." lanjut Dilla lagi masih dengan wajah yang di tekuk.
Achel hanya diam dan mangut-mangut saja, apa boleh di kata mungkin kak Lucas bukan jodoh Dilla, begitu pikir pintar Achel.
"Kamu kenal calon nya kak Lucas?." tanya Achel lagi, melihat Dilla yang memalingkan wajahnya, mungkin sedang mengambil cemilan.
Dilla menggelengkan kepalanya, lalu memasukkan cemilan ke mulutnya, dan hal itu tak luput dari pandangan Achel yang masih terus mengamati wajah sedih teman nya.
"Ngak kenal, kalau kenal udah aku datengin rumah nya, kalau perlu ya aku bakalan bilang kalau dia itu pelakor." sungut Dilla berapi-api karena kesal.
Enam tahun menyimpan rasa cinta pada sosok kakak kelasnya jelas membuat Dilla seperti ini, bahkan Dilla sudah melakukan banyak hal cara untuk mengait hati kakak kelasnya itu, tapi endingnya dia hanya di anggap sebagai teman saja, hanya teman.
Katakan lah kalau Dilla terobsesi, tapi yang nama cinta pertama memang sangat susah di lupakan, apalagi cinta pertama nya sangat tampan.
"Aaa, Achel liat kak Lucas ganteng kan." Dilla memperlihatkan layar ponselnya satu lagi, dan Achel hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat foto kak Lucas yang menurut nya biasa-biasa saja.
Entah kerena Achel tidak memiliki perasaan apa-apa pada Kak Lucas, begitupun Arfansya di mata Dilla yang menurut nya biasa-biasa saja.
"Hapus fotonya, biar kamu bisa lupain dia." kata Achel memberikan saran.
Dilla menatap foto Kak Lucas yang ada di ponselnya, lalu melihat ke layar ponselnya yang memperlihatkan wajah cemberut Achel.
"Kaya nya kalau itu agak susah deh Chel."
"Buang bantal kamu, foto-foto nya yang ada di di kamar mandi, di meja belajar, semuanya buang."
"Tapi___"
"Ngak ada tapi-tapian, kamu itu cantik Dil aku yakin pasti bentar lagi akan ada pria ganteng yang nyantol cinta nya ke ke kamu."
Dilla ragu, dia berpikir sampai akhirnya dia menatap Achel.
__ADS_1
"Bentar Chel."
"Mau ngapain?."
Bukan nya menjawab Achel malah melihat layar ponselnya menjadi atap, dia yakin Dilla pasti ingin..
Prpttt...
Dutttttttttttt..
"Dilla!!! " teriak Achel mendengar suara kentut yang dia yakini adalah suara kentut teman nya.
"Hehe, sorry Chel, aku pikir kamu ngak akan dengar hhe, lagian aku udah jauhan ko, satu meter." kata Dilla memasang wajah tanpa dosa nya.
"Pasti bau."
"Ya kali harum Chel." Dilla menyengir kuda.
Setelah panggilan Vidio nya selesai dengan obrolan yang menurut nya sangat jorok Achel memilih keluar kamar.
Hari ini dia memang tidak bekerja, lebih tepatnya Achel masih belum mendapatkan pekerjaan yang benar-benar pas untuk nya.
sebenar Papi dan Mami nya menawarkan jabatan yang cukup bagus di perusahaan milik kakek nya.
Tapi Achel menolak nya, alasan nya karena dia ingin mandiri, Achel tidak mau hidup terus menerus bergantung dengan Mami dan Papi nya, meski nantinya Achel akan menjadi pewaris dari semua yang di miliki Mami dan Papi nya, termasuk gerai roti Matre yang kini sudah memiliki banyak cabang dimana-mana.
Mami Nana tersenyum, lalu membenarkan kaca mata putri nya yang menurut nya miring.
"Cantik Mami udah besar ya." mengusap pelan pipi Achel.
Achel kebingungan, dia menghamburkan tubuh nya untuk memeluk Mami nya.
"Mami mau kemana si, ko ngomong nya aneh gitu." Achel menatap Mami nya.
"Pelukan nya ko ngak ngajak Papi si." ucap Papi Andrian yang tiba-tiba datang.
"Papi mau kemana?, ko udah rapih si." Achel semakin kebingungan.
"Ganti baju gih, Mami Papi mau ajak Achel makan di luar." kata Mami Nana.
Achel terdiam sebentar, lalu menatap no kedua orangtuanya.
"Tumben."
Tapi sedetik kemudian Achel langsung berlari ke arah kamar nya.
Sepeninggal nya Achel yang sedang mengganti baju Mami Nana dan Papi Andrian berjalan bersama menuruni tangga.
"Sayang, aku takut Achel kecewa." ucap Mami Nana seraya mendaratkan bokong nya di sopa.
__ADS_1
"Aku juga takut gitu, tapi kita ngak ada pilihan sayang." sahut Papi Andrian.
Saat akan melanjutkan ucapan nya tiba-tiba terdengar suara Achel yang berjalan menuruni tangga, membuat keduanya langsung replek berdiri.
"Ayo Mi, Pi."
Mami Nana dan Papi Andrian melihat penampilan Achel dengan wajah bingung, bagaimana tidak Achel memakai piyama hello kitty, dengan rambut yang di ikat asal.
"Ko pake piyama sayang?."
"Emang kenapa Pi?, kita kan cuman mau makan doang."
Mami Nana dan Papi Andrian saling melirik lalu memberi kode untuk tidak saling banyak bicara, lagi pula Achel nampak cantik dengan penampilan nya yang apa adanya.
"Ya udah kita berangkat sekarang aja yuk, takut telat."
Telat?, Achel merasa Mami dan Papi nya aneh, tapi dia tidak terlalu memikirkan nya, Achel bukan tipe gadis yang sotau dengan pemikiran yang aneh-aneh, dia gadis yang bisa berpikir positif meski banyak keanehan yang ada di sekitarnya.
Setelah beberapa menit mobil yang di tumpangi keluarga Andrian Parisky pun berhenti, Achel dan kedua orang tuanya berjalan beriringan masuk ke sebuah restoran yang menyajikan makanan kesukaan Achel.
Tapi tiba-tiba ada pria paruh baya yang memanggil nama Papinya, membuat Achel ikut melirik.
"Kak Lucas!!." gumam Achel melihat sosok yang di sukai teman nya Dilla.
Tanpa berpikiran buruk Achel duduk di kursi yang berhadapan dengan laki-laki yang sangat dia kenali.
Obrolan ringan Papi Mami dan orang tua Lucas yang sangat dekat membuat Achel bingung, tapi sekali lagi Achel mencoba menegaskan pemikiran nya untuk tidak berpikir yang aneh-aneh.
"Lucas dan Achel cocok ya, ngak sabar deh liat mereka di pelaminan." ucap wanita yang usianya mungkin seumuran dengan Mami Nana.
Deg..
Prenkkk!!
Achel menjatuhkan sendok yang di pegang nya, mencerna ucapan yang baru saja masuk ke dalam pendengaran nya.
_______
🌹🌹🌹🌹🌹
Rachel Putri Pariska.
Dilla
Jangan lupa jejak ♥️
__ADS_1