Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Nasib Dilla.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Dil, titip Dion dulu ya." kata April sambil beranjak berdiri.


Dilla menatap keponakan nya yang sedang anteng main, lalu melirik kakak ipar nya.


"Emang nya kak April mau kemana?." tanya Dilla.


"Mau mandi, sekalian siapin pakaian buat kakak kamu."


"Pasti si bule mau minta jatah." batin Dilla yakin seyakin-yakinnya.


"Ya udah, Kakak pergi aja, Dion aman sama aku." kata Dilla akhirnya mau menjaga keponakan nya yang tampan.


Setelah kepergian kakak ipar nya Dilla menghela nafas nya pelan, menutup layar laptop nya yang masih memperlihatkan flm kesukaan nya.


Apalagi kalau bukan drakor, flm masa kini yang di sukai oleh anak muda jaman sekarang.


"Dion, yang anteng ya sayang." kata Dilla seraya mengusap kepala anak satu tahun yang ada di samping nya.


"Jangan pup ya, kalau mau pup nanti aja pas sama Mom dan Dad." lanjut Dilla lagi.


Bocah satu tahun yang baru memiliki beberapa gigi susu itu hanya membalas perkataan Aunty nya dengan senyuman manis, tangan nya memainkan robot-robotan yang baru di belikan Opa nya, Opa Riko.


Sebenarnya Dion Febrian atau biasa di panggil Dion itu sudah mulai bisa berjalan sedikit-sedikit, hanya saja mungkin sekarang keponakan nya yang tampan itu sedang malas, jadi tidak seaktif tadi siang.


Sebenarnya Dilla baru saja menyelesaikan studi nya, mendapatkan gelar S1, tepatnya satu bulan yang lalu, hanya saja Dilla belum kepikiran bekerja, dia masih sibuk memikirkan universitas yang bagus untuk mengambil studi S2 nya.


Dilla sekarang sedang di landa kebingungan, Mom dan Dad nya menyuruh dia untuk meneruskan studi nya di luar negri, tepatnya di Swiss karena Mom dan Dad nya juga sekarang sedang tinggal di Swiss, menghabiskan waktu berdua di rumah masa tua nya.


Tapi satu sisi Dilla ingin kuliah di negara kelahirannya saja, bukan karena tidak mau tinggal bersama Mom dan Dad nya, tapi Dilla tidak orang nya susah berbaur, terlihat dari teman nya sekarang yang hanya Achel seorang.


Di kamar lain tepatnya di kamar April nampak sedang menyiapkan air hangat untuk suaminya.


Saat ingin mandi duluan tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, membuat April replek melihat ke sumber suara.


"Sayang, malam ini malam Jumat loh."


"Lalu?."


April cuek, dia membuka satu persatu pakaian yang menempel di tubuhnya.


Glek..


Boy tersenyum menyeringai, berjalan mendekati sosok yang nampak polos tanpa sehelai benang pun di depan nya.

__ADS_1


"Ya harus di kasih, masa udah bangun gini ngak di kasih."


Boy membuka semua pakaian yang menempel di tubuhnya sampai menyisakan boxer nya saja.


"Kasihan, dia udah seminggu puasa gara-gara si merah." lanjut Boy sambil membuka boxer nya.


Pipi April memerah saat melihat milik suaminya yang ternyata sudah berdiri dan juga membesar.


Huh..


"Jangan lama, kasihan Dilla pasti mau istirahat." kata April.


Boy mengangguk kecil, lalu memangku tubuh istrinya. Dia berjalan ke luar kamar mandi dan membaringkan tubuh polos Istri nya di tempat tidur.


"Ngak janji, soalnya kamu candu aku." ucap Boy sambil memberikan ciuman di bibir Istri nya.


Hemphh..


April hanya bisa menerima apa yang di lakukan suaminya, toh iya juga sudah lama tidak merasakan nya mengingat bayi mereka selalu menangis saat mereka melakukan nya.


Takut mengalami hal serupa seperti si kembar Ziel dan Zelo yang di berikan obat tidur oleh pengasuh nya membuat April dan Boy parno.


Dan pada akhirnya Boy dan April memilih mengurusi Dion berdua, tanpa pengasuh tentu nya.


Pernah sekali kehilangan sosok anak membuat mereka memilih untuk mengurus bayi nya bersama-sama, mereka jelas tau berapa banyak musuh mereka, meski Gladis sudah pernah berada di dalam jeruji besi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah menghilangkan nyawa Papa nya, dan berkahir tragis dengan bunuh diri.


Beruntung ada Dilla adik suaminya, gadis 20 tahun itu yang ikut serta menjaga Dion.


Si kecil Dion hanya tersenyum, tidak mengerti.


"Kamu tau Dion sayang, Om Lucas calon kandidat nya Aunty sekarang udah punya pacar, mana pacarnya cantik lagi."


Dilla terus berbicara, seolah Dion bisa mendengarkan keluhan nya yang tak henti-henti nya patah hati dari dulu.


Padahal sekarang tubuhnya sudah tidak se montok dulu, hanya pipi nya saja yang masih Chabby.


"Tapi ya Dion, meskipun pacarnya Om Lucas cantik masih kalah jauh sama Aunty kamu yang super cantik nya ngak ketulungan ini, kamu tau bukan Dion Aunty mu ini baik hati dan tidak sombong bahkan rajin menabung tapi____" ucap Dilla terhenti karena mendengar suara.


Dutttttttttttt..


Tatapan Dilla tertuju pada sosok bocah yang sedang memainkan ular mainan itu.


"Dion, kentut ya ihk bau ngak sopan banget."


Duttttttttttttt..


"Dion!!."

__ADS_1


Dilla mendekatkan wajahnya ke arah celana keponakan nya, dan benar saja baru beberapa detik Dilla sudah menutup hidung nya.


"Bau!!!! ihkk, Dion." jerit Dilla kembali mendapatkan boom lagi, padahal kalau lagi sama kakak iparnya Dion jarang kentut apalagi pup.


Hua..!!


Tangis Dion pecah, membuat Dilla panik.


"Ganteng, Deon ganteng jangan nangis, Aunty cebokin ya sayang, jangan nangis ya."


Dilla pasrah, akhirnya mau tak mau Dilla pun harus mengurus keponakannya, kakak nya benar-benar tega, katanya cuman mandi tapi sudah satu jam lebih kakaknya bahkan belum memperlihatkan batang hidungnya.


"Sayang, sudah."


Boy menggelengkan kepalanya, dia bahkan belum merasakan pelepasan nya.


"Bentar lagi."


April menahan nya, dia sudah 2x pelepasan, tapi Boy? dia bahkan belum sekalipun mengeluarkan nya, padahal sudah berlanjut satu jam kurang permainan nya.


"Anak kita nangis, udah cepet-cepet."


Mau tak mau Boy mempercepat nya, selalu saja begini, dia ingin bermain dengan santai dan tidak terburu-buru tapi karena putra nya Boy jadi harus mempercepat permainan nya.


April lemas setelah permainan nya berkahir, begitu pun dengan Boy yang sama lemas nya.


tapi karena suara tangisan Dion membuat Boy dan April langsung berdiri.


Boy yang melihat istrinya berjalan ke arah kamar mandi langsung berdiri, dan tanpa aba-aba dia langsung membawa tubuh istrinya ke pangkuan nya.


"Lepas ngak, Dion nangis tau."


"Kita mandi bersama, lagian ada Dilla, pasti Deon anteng sama Dilla." kata Boy sambil mendudukkan April di pinggir Bathub.


"Tapi itu buktinya nangis."


Boy terdiam.


"Mungkin Dion Pup."


Dan pada akhirnya keduanya mandi bersama, saling menggosok, menyabuni dan membersihkan busa dengan berdiri di bawah shower.


"Rasain, siapa suruh ngak mau kerja." batin Boy sambil tersenyum.


Dia gemas dengan kemanjaan Dilla, Achel saja teman adiknya mau bekerja, tapi adiknya? dia malah sibuk dengan laptop nya untuk menonton flm-flm yang tidak di sukai Boy.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak ♥️


__ADS_2