
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari bahagia untuk pasangan April dan Boy, hari ini keduanya akan menyatukan cinta nya dengan status yang halal, yaitu sebuah pernikahan.
April melirik sosok yang sedang duduk di sampingnya, sebentar lagi dia akan menjadi seorang istri, dan rasanya seperti mimpi, bagaimana tidak sebelumnya April hanya berpikir jika setelah melahirkan bayi nya dia akan menjadi seorang ibu tanpa status apapun, tapi takdir berkata lain, harga dirinya sudah di angkat oleh pria yang pernah dia benci.
"Apa acara nya bisa di mulai?." tanya pak penghulu.
Boy mengangguk cepat, "Sudah pak." sahut Boy sambil melirik calon istri nya.
Tidak ada kecanggungan dan keraguan sedikit pun, dengan satu tarikan nafasnya Boy telah berhasil mengucapkan ijab kabul nya.
Dan tak lama kemudian terdengar suara orang-orang yang menjadi saksi pernikahan nya, mengatakan kata SAH secara bersamaan.
Boy mencium kening istrinya, begitupun dengan April yang langsung mencium kedua punggung tangan suaminya.
kini keduanya sudah sah sebagai pasangan suami istri.
Di belakang Boy nampak Mommy Kelle yang menahan tangis nya, rasa nya seperti mimpi dia bisa melihat putranya menikah dengan gadis pilihan putranya sendiri.
Harapan seorang ibu pasti adalah yang terbaik untuk putranya, begitupun dengan Mommy Kelle dan Daddy Rico yang berharap kehidupan putra sulung nya menjadi pernikahan yang pertama dan terakhir nya.
Pelukan hangat Mommy Kelle berikan pada putra nya.
"Jaga istri mu dengan baik Boy, jangan kecewakan dia jika tidak kamu akan berhadapan dengan Mommy." ucap Mommy Kelle setelah melepaskan pelukan nya.
"Siap Mom, tenang saja putra mu yang tampan rupawan dan kaya ini tidak akan berani macam-macam." kata Boy sambil tersenyum.
Kini pelukan beralih pada menantunya, cukup lama Mommy Kelle memberikan pelukan nya, dia benar-benar masih merasakan rasa bersalah pada April.
Kehidupan April tak jauh dari kehidupan nya dulu, dimana Mommy Kelle sejak kecil juga tidak pernah merasakan hangatnya pelukan seorang ibu, dan nasib April sama sepertinya, tidak memiliki seorang ibu dan berakhir di tangan pria yang kini menjadi suami nya.
"Jika Boy melakukan hal-hal aneh jangan sungkan bicara pada Mommy sayang, kamu tidak boleh lemah, jangan biarkan si bule narsis ini kembali ke aktivitas gila nya lagi, oke." kata Mommy Kelle seraya tersenyum.
April mengangguk cepat, dengan senyuman nya.
"Tenang saja Mom, jika si bule bertingkah aku akan membuat dia merasakan sunat keduanya." kata April santai sambil melirik suaminya dengan tatapan yang mengerikan.
Sontak saja Boy langsung menutupi bagian bawah nya dengan tangan.
Mommy dan istrinya benar-benar memiliki sikap yang sama, yaitu galak.
"Enak saja, emang kamu ngak mau apa di tembus lagi sama si Jon, gini-gini si Jon kalo sekali tancap langsung tokcer loh." meski takut dengan ancaman sang istri jiwa narsis si bule masih tetap ada.
__ADS_1
"Biarin, biar ngak asal colok." bukan April memainkan Mommy Kelle yang ikut menyahuti ucapan putranya yang sudah berbau ke mesuman.
Daddy Rico mendeuhem, mengingatkan istri dan putranya jika mereka sedang ada di pelaminan, dan obrolan mesum mereka pasti di dengan oleh orang lain.
Sebelum pergi Mommy Kelle berbisik dulu pada menantu nya, dan ucapan nya membuat April melotot.
"Mommy akan memberikan kamu jamu biar tahan lama, Mommy tau kamu ngak akan kuat kalau berlama-lama nandingin hasrat bule narsis itu, tau sendiri kan punya si bule itu gede nya kaya apa?."
Mertuanya benar-benar bar-bar.
"Mommy bilang apa sayang?." tanya Boy kepo.
April terdiam, lalu menggelengkan kepalanya.
"Aku lupa punya dia segede apa, dulukan aku lagi dalam keadaan ngak sadar." batin April, lalu melirik ke arah bawah sana milik suaminya.
Seketika April merinding membayangkan nya, sedangkan Boy kini paham dengan raut beda yang di perlihatkan istrinya itu, seketika jiwa tengilnya keluar, ia ingin menggoda istri nya.
"Jangan di lihat sayang, nanti ke pengen lagi, sabar tahan dulu suami tampan rupawan dan kaya ini milik mu, aku siap melayani mu sampai pagi." bisik nya tepat di telinga April, dan tanpa melihat ekspresi terkejut April Boy malah memegang tangan istrinya dan dengan sengaja dia mengelus paha istri nya.
"Diam, jangan bertingkah." kata April pelan, suaminya benar-benar tidak punya malu, bisa-bisa nya mengelus paha nya di saat seperti ini.
Kerabat terdekatnya datang, memberikan doa-doa yang baik untuk pasangan pengantin baru itu, selain ucapan selamat Boy dan April juga mendapatkan banyak kado-kado dari kerabat nya.
Tak hanya itu Boy juga mendapatkan banyak godaan dari keluarga nya itu, ya tentu saja godaan itu dalam hal berbau ranjang.
April kikuk, dia hanya tersenyum sambil mengusap pipi gembul bayi yang di gendong oleh Lisa.
"Bayi nya lucu kak." kata April gemas.
"Lihat aja suami nya, ganteng kan." sahut Lisa lagi sambil tersenyum ke arah suami tampan nya, merasa bangga karena memiliki suami yang tampan.
"Gantungan juga aku, iya kan sayang." si bule tidak mau kalah.
"Ganteng doang, sekali tancap cuman satu." Bian yang menggendong Zelo ikut menyahuti.
"Lihat saja nanti aku akan membuat anak sebanyak mungkin, sekalian kembar empat." kata Boy sambil melirik istrinya. "Iya kan sayang." lanjut nya lagi.
April menggelengkan kepalanya.
"Ngak ada ya, enak aja dua anak lebih baik." tegas April.
Bukan nya tidak mau punya banyak anak, April tau banyak anak banyak rejeki, tapi April juga memiliki ketakutan sendiri, dia tidak mau gagal dama menjadi seorang ibu, maka dari itu April hanya ingin memiliki dua anak, karena dia sudah memiliki satu putri cantik nya yang sudah tiada.
"Empat."
__ADS_1
"Dua."
"Tiga deh." tawar Boy lagi.
"Dua, tiga sama Puput (Anak nya yang meninggal)." kata April lagi.
"Deal."
Lisa dan Bian saling melirik, seperti nya keduanya memang sudah jodoh, bahkan sifat keduanya tidak jauh beda, hanya saja Boy memiliki sifat kekanakan dan jahat di ranjang, sedangkan April memiliki sikap yang tegas dan galak.
"Apa hadiah nya?." tanya Boy saat melihat pasangan Lisa dan Bian turun dari pelaminan.
"Lihat saja nanti malam, aku akan mengirimkan nya ke Apertemen." kata Bian, lalu pergi bersama istrinya, ikut berkumpul dengan keluarga nya yang lain nya.
Acara nya cukup meriah meski tamu yang hadir tidak terlalu banyak, dan ada satu hal yang mengganjal di hati April, yaitu orang tuanya.
Papa nya tidak hadir di pernikahan nya, padahal April sudah meminta secara langsung pada Papa nya, dia melupakan semua rasa benci nya pada sang Papa, tapi Papa nya malah tidak datang ke acara yang sangat penting untuk nya.
"Kamu kenapa?, mikirin malam pertama?." tanya Boy, kembali melihat raut beda istrinya.
April melotot mendengar nya, langsung April berikan cubitan di pinggang suami mesum nya, membuat Boy meringis sakit.
"Cie pengantin baru obrolan nya malam pertama terus, ajarin dong kak, aku juga bentar lagi mau nyoba nyoblos nih." suara tidak asing tiba-tiba terdengar di telinga pasangan pengantin baru itu.
Boy terkejut melihat sosok yang sangatlah tidak asing itu, siapa lagi kalau bukan Arfan.
tapi Boy sedikit aneh saat melihat sosok yang ada di samping Arfan, seorang gadis cantik.
"Heh bocah!, pikiran mu itu ya, mesum." sungut Boy sambil menatap tajam pria yang empat tahun lebih muda dari usia nya itu.
Arfan mengangkat sebelah alisnya ke atas.
"Jangan salah anak kecil juga bisa bikin anak kak, emang yang tua main bentar langsung lepas." kata Arfan sambil berjalan santai melewati kedua pengantin baru itu.
Syifa yang ikut mengekori Arfan hanya bisa menunduk malu, calon suaminya itu benar-benar sudah hilang urat malu nya.
_______
🌹🌹🌹🌹🌹
Yuk mampir ke cerita baru.
Judul nya ^^I Love You Boss^^
udah Epsd 12 ya🌹
__ADS_1
Jangan lupa Jejak, ♥️