Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Tingkah Zelo


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Nama Arsy Tamara Aquilina adalah nama yang penuh mengandung banyak harapan.


kata Arsy mungkin bisa di ambil dari nama awal Arfan dan Syifa, tapi sebenarnya nama Arsy memiliki arti yang bagus yaitu Singgasana.


Sedangkan nama Tamara sendiri memiliki jumlah angka 54, yang berarti perduli sesama, dermawan, tidak mementingkan diri sendiri, ekspresi kreatif.


Dan untuk Aquilina, memiliki jumlah angka 84, yang berarti memiliki kepribadian ekspresif, mudah berbicara, bersosialisasi, seni dan menikmati hidup.


Sebenarnya nama adalah doa, dan semua arti dari nama Arsy Tamara Aquilina, itu semua adalah bentuk harapan dari kedua orang tuanya, yaitu Arfan dan Syifa.


Kelahiran Arsy yang unik menjadi pusat perhatian keluarga besar Rafasya.


Dimana kelahiran Babby Arsy akan menjadi sejarah di kelahiran keturunan Raid.


banyak kado yang di berikan keluarga Rafasya dan rekan terdekat nya untuk Babby Arsy.


"Aku mau nengokin Syifa, kamu mau ikut ngak?." tanya Lisa pada sang suami.


"Mau dong, masa iya adik lahiran ngak nengok." kata Bian yang sedang bermain dengan si kembar.


"Ziel Zelo bawa aja ya, aku masih parno nih." kata Lisa lagi.


Dan Bian hanya mengangguk.


Lisa sibuk dengan menyiapkan apa saja yang akan di bawa ke rumah sakit, sedangkan Bian sendiri dia tengah memakaikan pakaian si kembar.


"Zelo, no no." kata Bian, ingin merampas coklat nya.


"Dad, au." kata Zelo yang sedang memeluk coklat.


"Ngak boleh, kotor. Mom pasti marah kalau kamu makan coklat, ayo kasih ke Dad coklat nya." kata Bian lagi.


Zelo menolak memberikan coklat yang di temukan nya di meja pada sang Daddy, dia memilih berlari dengan hanya memakai pempers.


"Tuyul, jangan lari." teriak Bian.


Diantara Zelo dan Ziel memang Zelo adalah yang ternakal dan juga ceroboh, berbeda dengan Ziel yang santai, cuek dan juga pendiam.


"Zelo.. sini.. nanti jatuh." teriak Ziel sambil melambaikan tangan nya.


"Nakal ya, bilangin Mom biar kena jewer." lanjut Ziel lagi menakut-nakuti adiknya, dia tau seperti apa adiknya, meski nakal tapi Zelo paling takut sama Mom nya.


Sedangkan Zelo sang adik hanya menatap dalam diam, di pikir Ziel adiknya Zelo itu akan kembali dan memakai pakaian nya ternyata bocah tiga tahun setengah itu malah menjulurkan lidahnya seolah mengejek nya.


"Ndak mau, Ndak mau.. wle."


Membuat Ziel kecil kesal.


"Dasar anak-anak."gumam Ziel kecil.

__ADS_1


Yang mana ucapan Ziel membuat Bian yang sedang memakai kan pakaian untuk Ziel menjadi mengaga.


putranya yang satu ini memang seperti dirinya saat masih kecil, cuek dan so dewasa padahal diri sendiri masih anak-anak.


"Sama-sama anak kecil juga." kata Bian.


"No, aku kakak nya jadi aku yang paling besar di sini." sahut Ziel.


"Paling besar tapi sama cicak aja takut." kata Bian sambil beranjak berdiri.


"Dad, cicak itu jelek, Dad juga takut sama kecoa, padahal kecoa kan imut." masih tidak mau mengalah.


Beginilah Ziel, meski usianya masih kecil tapi laga nya layaknya seperti orang dewasa, sedangkan Zelo sendiri sangat kekanak-kanakan.


"Ayo sekarang kita berangkat." suara Lisa tiba-tiba terdengar di ambang pintu.


Membuat kedua putra nya dan sang suami langsung melihat ke arah nya.


"Yang belum pake baju ngak boleh ikut ke rumah sakit ya, Ziel turun ke bawah sama Dad." titah Lisa.


Ziel langsung berjalan keluar dengan sang Daddy, sebelum dia keluar dia melirik adiknya, bocah yang tubuhnya lebih berisi dari nya.


"Kekanakan." kata Ziel. "Ayo Dad." lanjut nya memegangi tangan sang Daddy, dan keluar bersama, meninggalkan Zelo yang masih terdiam.


Melihat kakak nya dan sang Dad keluar membuat sosok yang masih memakai pempers itu tiba-tiba berlari dengan tubuhnya yang gendut.


"Mom, maaf ikut..ihk Mom ikut." kata Zelo sambil meminta di gendong.


Lisa menyilangkan kedua tangan nya di dada, menatap tajam sosok bocah gendut yang kini mulai berlinang air mata.


"Mom, ikut.. hiks. ikut.." kata Zelo mulai terisak.


Huh..


Setiap anak memang memiliki sikap yang berbeda-beda, jika Ziel lebih bisa bersikap maka Zelo adalah bonusnya.


"Yu mandi dulu, lain kali kalau di suruh pake baju ngak boleh lari ya ganteng, Zelo kan anak pintar ngak boleh nakal, terus itu coklat nya, Mom kan udah bilang kalau coklat itu ngak baik buat kamu." kata Lisa sambil mengusap air mata putra nya.


"Janji ngak lagi, hiks.. Maaf Mom."


"Iya ngak papa, Mom maafkan, sekarang Zelo mandi sama Mom, jangan nangis gitu ahk jelek, masa anak Mom yang ganteng nangis, kan ngak lucu." lanjut Lisa lagi, lalu membawa Zelo ke kamar mandi.


Di rumah sakit.


"Cucu Necan." Mama Alena langsung menggendong Ziel.


Begitupun dengan Papa Arka yang langsung tersenyum melihat Ziel, tidak dengan Zelo yang nampak seperti orang asing.


membuat bocah kecil itu langsung berjalan begitu saja mendekati Om nya.


"Ade bayi nya mana Om?." tanya Zelo sambil melihat pada Arfan.


Membuat Arfan yang sedang menyuapi sang istri menghentikan kegiatan nya.

__ADS_1


"Bentar ya sayang." kata Arfan, langsung mendapatkan anggukan kecil dari Syifa.


Arfan mengangkat tubuh sang keponakan, membuat Zelo bisa melihat sepupu nya.


"Ganteng ya Om." kata Zelo sambil tersenyum. "Nanti ngajak main bola ahk." lanjut nya ingin menyentuh pipi bayi di depan nya.


"Cantik, adik kamu itu perempuan bukan laki-laki, main nya juga bukan bola, tapi berbie." jelas Arfan.


"Perempuan?." Zelo menatap adik sepupunya itu, lalu melihat ke Om nya.


"Nama nya siapa?." lanjut nya bertanya.


"Arsy, namanya Babby Arsy."


Zelo mengangguk paham, dia ingin membelai lagi pipi Babby Arsy, tapi baru beberapa detik tiba-tiba tangis Babby Arsy pecah, membuat semua mata melihat ke arah nya.


"Ndak di cubit ko, di usap doang Ade nya." kata Zelo ingin menangis karena di tatap oleh semua mata.


Arfan menurunkan Zelo ke bawah, lalu mengangkat sang putri dengan penuh ke hati-hati an, meski sudah belajar menggendong bayi tetap saja Arfan masih memiliki ketakutan.


"Zelo sini." kata Papa Arka.


Zelo berjalan mendekati Kegan nya, lalu duduk di samping Kegan nya.


"Ko cemberut gitu sih." tanya Papa Arka sambil menyolek pipi sang cucu.


"Ngak papa, aku males ahk di sini, mau pulang." kata Zelo.


Dia melirik semua mata yang kini menatap ke arahnya, termasuk Mom Dad nya yang sama menatap nya, seolah dia masih tersangka nya.


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, dan saat Zelo melihat ke arah pintu dia langsung tersenyum sumringah.


"Aunty baik." teriak nya sambil berlari ke arah sosok yang berdiri di ambang pintu.


Kinara tersenyum, lalu membawa tubuh sedikit berisi itu ke pangkuan nya.


"Ganteng nya Aunty, ko cemberut."


Zelo menggelengkan kepalanya.


"Ndak ko, ndak cemberut." kata Zelo.


Dia sangat senang melihat Kinara, karena Kinara selalu memberikan banyak mainan untuk nya, bahkan saat di luar negri pun Kinara masih mengirimkan mainan untuk Zelo.


"Wle, ada Aunty, kak Ziel cuman sama Necan yang tua, aku sama kakak cantik."


Semua orang nampak tertawa kecil melihat tingkah Zelo, terkecuali Ziel yang nampak biasa saja dan risih terus menerus mendapatkan ciuman di pipi nya.


"Necan aku sudah besar."


_________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa jejak ♥️


__ADS_2