
^^H A P P Y R E A D I N G^^
๐น๐น๐น๐น๐น
Gara-gara drama salah pukul disinilah Kinara sekarang berada, sebuah jeruji besi yang memiliki lantai dingin.
Salah besar karena dirinya menjadi so jagoan, lihatlah sekarang dia harus mendekam di penjara selama satu malam karena ulah kecerobohan nya.
Padahal dia baru tiga hari ini rajin bekerja setelah di terima sebagai Asisten manager di perusahaan Arfan.
Sebenarnya bisa saja Kinara meminta jabatan yang lebih tinggi dari Asisten Manager.
Tapi itu tidak dia lakukan karena Kinara ingin memulai segalanya dari nol, dia ingin di terima bekerja karena hasil kerja kerasnya bukan karena perusahaan Arfansya itu adalah anak perusahan R.N. groups yang di pimpin Om Arka.
"Papih.." Kinara memeluk Papih nya yang wajahnya datar dan tidak memperlihatkan ekspresi panik sedikitpun.
"Pemuda yang kalian pukuli itu ternyata anak polisi, dan dia menuntut kalian di penjara." jelas Papih Kiano.
"Jadi aku bakalan lama di sini?." tanya Kinara wajah nya tidak sedikitpun takut.
Papih Kiano menggelengkan kepalanya.
"Semalam doang, tenang ?saja besok kalian akan keluar, biarlah hari ini akan menjadi hari penuh pembelajaran untuk kalian berdua agar lain kali tidak asal memukuli orang." kata Papih Kiano lagi.
Dia tau ini bukan hal besar untuk putri nya, dia tau sifat Kinara yang 100% sangat mirip dengan Mama nya, Yaitu Oma Hanny yang memang sangat menyukai tantangan seperti ini.
Kinara menghela nafasnya kasar, melirik jeruji besi di belakang nya dengan senyuman misterius nya.
"Ya udah, Papih pulang aja, aku ngak apa disini." kata Kinara merubah ekspresi nya menjadi biasa saja.
Tidak ada wajah takut ataupun ingin menangis, yang ada wajah tidak sabar untuk memulai tantangan nya.
"Dasar anak nakal, lain kali jangan lakukan ini lagi, oke cantik." kata Papih Kiano sambil mencubit gemas pipi sang putri tersayang nya.
Kinara tersenyum lalu memberikan kecupan di pipi sang Papih tercinta nya.
"Iya janji, tapi bilang sama Mamih buat ngak usah panik terlalu heboh, aku cuman nginep bukan mendekam." jelas Kinara meminta Papih nya untuk menenangkan Mamih nya yang sekarang mungkin sedang panik.
__ADS_1
Dan setelah kepergian sang Papih Kinara melirik Lucas yang tidak ada yang menjenguk nya.
Aneh rasanya kenapa keluarga pemuda itu tidak panik saat mendengar anggota keluarga nya ada yang masuk ke penjara.
Bahkan di rumah nya sekarang ini pasti Mamih nya akan heboh mengadakan rapat keluarga dadakan untuk membebaskan nya.
Kinara tau seperti apa lebay Mamih nya yang apa-apa pasti ngadu ke Om Arka.
Tapi Kinara tau di balik rempong nya sang Mamih itu, tersimpan banyak kasih sayang Mamih nya untuk nya.
"Kamu ngak sedih harus di penjara?." tanya Lucas yang beranjak dari duduk nya.
Kinara menggelengkan kepalanya santai.
"Tidak, anggap aja lagi kemping, aku suka hal yang menantang seperti ini." jawab Kinara santai.
Membuat Lucas geleng-geleng kepala, baru kali ini dia melihat gadis yang sesantai Kinara, mungkin jika gadis lain akan menangis penuh drama hanya untuk bisa keluar dari penjara, bahkan uang keluarga pun akan di keluarkan demi kebebasan, tapi Kinara?, dia malah menyuruh Papih nya pulang.
Benar-benar lain dari yang lain, aneh.
Kinara memang gadis super duper menyebalkan.
Karena sebenarnya dari tadi dia melihat raut wajah sedih dari pemuda itu, hanya saja Kinara tidak suka banyak bicara urusan orang lain, tapi saat melihat Lucas dia malah kepo dengan keluarga Lucas yang tidak ada satu pun yang berhasil di telpon.
Lucas terdiam, tidak berniat menjawab, membuat Kinara memilih berjalan kembali masuk kedalam ruangan jeruji besi nya, begitupun dengan Lucas yang sama-sama masuk kedalam ruangan jeruji besi nya.
"Oke jeruji besi, kita buat malam menegangkan ini menjadi malam terakhir sebelum menjadi Kinara yang baru." kata Kinara lalu merebahkan tubuhnya di lantai beralaskan kardus.
Bodoh memang, dia bisa saja meminta kasur ataupun ruangan tahanan yang lebih baik dari tempat ini, tapi itu tidak di lakukan Kinara.
Dia ingin merasakan bagaimana rasanya melewati malam yang dingin di jeruji besi.
Sedangkan di tempat lain tepatnya di rumah keluarga Arkasya, Mamih Anaira nampak kaget mendengar apa yang di katakan suaminya.
Bagaimana tidak kaget, putri semata wayangnya yang tadi pagi dia minta untuk membelikan rujak saat pulang kerja kini malah berakhir di penjara.
Kalau tau akhirnya seperti ini, dia tidak akan memberikan ijin putrinya untuk bekerja hari ini, memang melelahkan memiliki anak yang sangat hobby membuat jantung orang tua copot, Mamih Anaira benar-benar telah membuat nya hampir mati.
__ADS_1
"Papih ngak sayang sama Ara ya, ko Papih biarin sih Ara tidur kedinginan di penjara." kata Mamih Anaira sedih.
Dia tidak bisa membayangkan anak gadis nya yang selalu di sayang-sayang seperti intan emas permata harus bisa merasakan dingin nya tidur di balik jeruji besi.
"Ara akan baik-baik saja di sana, lagi pula ini hanya untuk satu malam sayang.." jelas Papih Kiano.
Dia percaya 100% pada putri nya, Kinara bukan anak cengeng, sejak kecil Kinara tumbuh menjadi gadis yang mudah penasaran.
"Tapi satu malam itu lama, 12 jam sayang.. Astaga aku tidak bisa membayangkan bagaimana putri kita tidur sambil memeluk lutut nya."
Tiba-tiba datang Papa Arka, dia berjalan bersama Mama Alena.
"Biarkan saja, anak mu memang nakal, sekali-kali harus mendapatkan hukuman Ira." kata Papa Arka ikut menimpali.
Membuat Mamih Anaira langsung menatap tajam sang kakak.
"Kakak, Ara itu keponakan mu, jahat sekali kalau kakak membiarkan keponakan kakak yang cantik berakhir di penjara."
Papa Arka tertawa mendengar adiknya yang terlalu berlebihan.
"Tenanglah Ira, adik ku sayang.. Kinara itu gadis pintar, dia seperti mertua mu, kau tau bukan dulu Mommy selalu menceritakan betapa bandelnya Tante Hanny yang hobby nya balapan?." kata Papa Arka lagi mengingatkan semua cerita di masa lalu yang selalu di ceritakan oleh para orang tua.
Mamih Anaira terdiam, benar kata kakak nya Kinara putri nya memang sangat mirip dengan mertuanya.
"Sudahlah, sekarang mending kita makan, ayo." ajak Papa Arka.
Mama Alena mendekati adik ipar nya.
membuat Mamih Anaira langsung memanyunkan bibirnya.
"Kita makan enak, tapi putri ku.. hiks dia pasti kelaparan di penjara." Mamih Anaira mulai lagi drama nya, yang membuat semuanya gemas.
_________
๐น๐น๐น๐น๐น
Bantu like coment and Vote ya โฅ๏ธ
__ADS_1
Ada yang mau undangan di nikahan Achel?, kalau bingung mau ngasih kado apa, gampang kasih Like aja yang banyak sama Vote๐