
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Lisa mengerejapkan matanya saat merasa ada yang terus menatap wajahnya, dan saat dia membuka matanya hal yang pertama dia lihat adalah sosok Bian yang sedang tersenyum manis pada nya.
"Pagi istri ku."
"Sayang."
"Jawab dong sapaan aku, selamat pagi istri ku." Bian mengulangi ucapannya.
"Pagi juga suami ku tersayang." kata Lisa sambil tersenyum manis.
Cup..
Satu kecupan Bian berikan di pipi Istri nya, dan di balas kecupan kembali di pipinya oleh Lisa.
"Aku udah buatin sarapan nih buat kamu, nasi goreng spesial." kata Bian lagi sambil memberikan piring berisi nasi goreng spesial buatan nya.
"Kamu yang masak?."
Bian mengangguk, dia memang sengaja bangun sangat pagi hanya untuk membuatkan sarapan spesial untuk istri tercinta nya.
"Hem.. untuk istri tercantik aku."
Seketika pipi Lisa memerah, meski sudah menikah hampir dua tahun tapi Bian tetap bersikap manis padanya.
dan tentu saja itu membuat Lisa semakin cinta pada pria yang telah membuat nya menjadi seorang ibu dan istri yang paling bahagia itu.
"Makasih sayang." ucap Lisa sambil menerima sepiring nasi goreng spesial yang di berikan Bian.
"Sama-sama sayang."
Lisa mulai memakan hasil masakan suami tercinta nya, mungkin tidak terlalu enak tapi masih bisa di terima di lidahnya.
Bian terus menatap sosok wanita yang telah memberikan dua putra padanya itu, tidak ada perbedaan setelah dua tahun lamanya keduanya menikah.
Lisa tetap cantik dan juga menggemaskan, meski tubuh nya tidak seideal dulu tapi tak apa, istrinya sudah merelakan tubuh idealnya hanya untuk melahirkan si kembar dan itu menjadi poin plus untuk Bian semakin mencintai istrinya.
"Gimana enak?." tanya Bian sambil membenarkan anak rambut istrinya yang menurut nya menghalangi kecantikan sang istri.
"Enak dong, secara buatan suami gitulah." sahut Lisa cepat sambil tersenyum.
"Jangan bohong." kata Bian sambil memegang piring berisi nasi goreng spesial buatan nya.
Lalu dia gantikan dengan piring berisi makanan yang sama yang ada di belakang nya, membuat Lisa bingung.
"Ko di ganti?." tanya Lisa heran.
__ADS_1
Bian kembali duduk dan menyuapi Lisa dengan piring berisi nasi goreng spesial yang baru, dan Lisa menerima suapan nya.
"Enak mana sama yang tadi?." tanya Bian.
Lisa terdiam, yang tadi mungkin sedikit hambar kurang bumbu, tapi untuk yang sekarang Lisa memberikan angka 9 dari 10, yang artinya mendekati sempurna.
"Emm, enak ini sih, yang tadi hambar." kata Lisa sambil terkekeh pelan.
Mendengar kejujuran Istri nya membuat Bian tersenyum.
"Iya, yang tadi buatan aku, kalau ini buatan bibi pembantu. kamu tau kan kalau aku ngak bisa masak."
"Yang tadi juga enak ko, cuman ya gitu.. "
Lisa menjadi tak enak hati, dengan mulut yang terus di suapi nasi goreng oleh suami tercintanya.
"Ngak papa, nanti lain kali aku janji akan buatin kamu makanan yang enak."
"Aku tunggu, tapi kamu juga harus makan." kata Lisa, balik menyuapi suaminya.
Akhirnya keduanya pun saling suap menyuapi, namun baru beberapa kali Bian mendapatkan suapan dari sang istri tiba-tiba tangis Ziel dan Zelo pun terdengar ke telinga Lisa dan Bian membuat keduanya langsung berlari ke arah kamar si twins.
Sesampai nya di kamar Lisa segera menggendong Ziel, ya yang menangis adalah Ziel si sulung.
sedangkan Zelo nampak anteng bermain dengan mainan yang di taro di ranjang bayi nya.
Lisa memberikan Asi pada putranya, tapi Ziel menolak seolah tidak mau meminum Asi yang di berikan nya, Ziel malah menangis kencang membuat Lisa menatap suaminya.
Bian mendekat, memegang kening putra nya namun tidak panas.
"Ngak panas juga." Bian aneh, tapi dia melihat wajah Ziel yang memang nampak sehat.
"Terus gimana, Ziel ngak mau di kasi Asi, udah gitu nangis terus." Lisa bertambah panik.
Saat kepanikan melanda keduanya tiba-tiba Zelo yang sedari tadi anteng tidak terdengar lagi suaranya.
membuat Bian dan Lisa langsung mendekati ranjang bayi yang di tempati Zelo.
"Astaga Zelo!!."
Tubuh Zelo sangat panas.
"Sayang siapkan mobil." teriak Lisa panik.
Bian mengangguk, dia langsung berlari keluar dari kamar, tapi sebelum itu Bian juga memanggil beberapa pelayan untuk menyiapkan pakaian ganti untuk si kembar.
Ternyata di balik tangis Ziel yang tidak mau minum Asi adalah karena Ziel merasakan apa yang di rasakan kembaran nya.
Keduanya seolah saling terhubung karena sejak dalam kandungan selalu bersama, dan ikatan keduanya sangat kuat sehingga saat Zelo sakit Ziel pun ikut merasakan nya.
__ADS_1
"Sabar ya sayang, jangan nangis lagi." Lisa kini sudah menggendong Zelo.
Sedangkan Ziel dia titipkan pada pengasuh, karena tidak mungkin jika Lisa menggendong kedua bayi nya secara bersamaan mengingat Ziel dan Zelo yang berusia 9 bulan sudah memiliki berat badan 10kg.
Situasi yang semula indah tiba-tiba mencekam, Lisa dan Bian duduk di kursi tunggu menunggu Zelo yang masih di periksa dokter.
Ziel yang juga ikut nampak masih menangis di pelukan Mama Alena yang khawatir dengan kondisi cucunya sehingga langsung ke rumah sakit.
"Zelo akan baik-baik saja, jangan nangis." Bian menguatkan istrinya sambil mengusap air mata yang membasahi pipi sang istri.
"Tapi Zelo.."
Lisa tidak bisa berhenti menangis, putranya ada di dalam ruangan UGD, dan dokter juga belum kunjung keluar, itu tandanya putra nya sedang dalam keadaan baik-baik saja.
"Kita harus berdoa, aku yakin Zelo akan sehat kembali dan bisa main lagi bersama Ziel." kata Bian kembali meyakinkan istrinya.
Meski dirinya sendiri sekarang sedang dalam kondisi yang sama, sedih bercampur panik, tapi sebagai suami dan seorang ayah dia harus bisa menguatkan istrinya.
"Berapa pengasuh yang kamu pekerjakan Bian?." tanya Mama Alena sambil yang sedang menggendong Ziel yang kini sudah perlahan diam dan mau minum Asi yang sudah di taruh di dot.
"Tiga."
"Sebanyak itu?, tapi lihatlah bagaimana bisa mereka tidak merasa jika Zelo sedang tidak baik-baik saja, mereka mengabaikan Zelo selama berjam-jam."
Mama Alena sebelumnya memikirkan apa yang terjadi pada cucunya, jika memiliki banyak pengasuh yang menjaga sepanjang malam nya seharusnya paling tidak mereka yang memberikan kabar saat Zelo sakit.
Tapi ini?.. Zelo di temukan sakit setelah Ziel menangis dan tidak mau minum Asi, itu tandanya mereka tidak bekerja dengan baik.
Deg..
"Sayang." Lisa memegang tangan Bian yang sudah memperlihatkan wajah kemerahan.
"Aku akan membuat perhitungan pada mereka sayang, lepaskan tangan aku." kata Bian sambil beranjak berdiri dan berjalan begitu saja.
Namun langkah nya terhenti karena suara dokter memanggil nama nya dan nama istrinya.
"Bagaimana kondisi putra saya?."
"Kondisi putra anda masih sangat lemah tuan."
"Apa..!!"
Brukk..
Lisa pingsan setelah mendengar kabar putranya Zelo.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Nanti Up Arfan lagi, Syifa dan Arfan masih proses pendekatan lagi.
Jangan lupa Jejak ♥️