Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Kejiwaan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


April menatap dengan pandangan kosong pada sosok yang ada di depan nya, seorang pria yang pernah berbuat hal tak senonoh padanya di masa lalu.


Jika April yang dulu mungkin akan marah dan langsung berteriak minta di lepaskan, tapi lain halnya dengan April yang sekarang yang hanya bisa diam dengan tatapan yang kosong.


"April, hey." ucap Boy sambil melambaikan tangan nya depan wajah April, namun tidak ada sahutan, sedari tadi April hanya diam membisu tanpa bersuara sidik pun.


Ada rasa senang dalam diri Boy karena menemukan April, tapi melihat kondisi April yang nampak linglung membuat Boy merasa prihatin.


"Apa yang dia lalui selama sembilan bulanini?, kenapa April seperti sosok yang kehilangan separuh nyawanya?."


Anak buahnya Boy menemukan April di sebuah tempat terpencil, disana sepertinya April sedang di sandra oleh sekelompok pria berbadan besar.


Informasi yang ada jika April di sembunyikan oleh orang tuanya, tapi Boy tidak tau apa penyebab April di perlakuan seperti itu oleh orang tuanya.


"April." panggil Boy lagi.


Hening kembali tak mendapatkan jawaban, membuat Boy geram dan langsung memegang pipi April, dia tatap lekat-lekat dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


"Siapa yang membuatmu seperti ini?." tanya Boy sambil menatap April.


Kesal tak mendapatkan jawaban Boy beranjak pergi meninggalkan April yang terduduk di kamar nya.


Boy membawa April ke Apertemen nya, dia tidak mau kehilangan jejak gadis menantang itu.


Tapi hatinya merasa tidak tega untuk melakukan aksi nya lagi, Alasan Boy mencari April adalah karena sosok April yang sangat menantang, dan April juga adalah wanita satu-satu nya yang berhasil membuat dirinya marah.


Boy mengambil ponsel yang ada di sakunya, mengusap layar ponselnya mencari nama seseorang.


"Pergi ke Apertemen ku sekarang." ucap Boy pada seseorang di sebrang telpon nya.


Dan tanpa menunggu jawaban dari sosok yang ada di sebrang telpon nya Boy langsung mematikan panggilan telponnya sepihak.


Setelah mengatakan itu Boy berjalan ke arah kamar nya, dia mengintip ke dalam kamar nya disana dia melihat April yang sedang berbaring di tempat tidur nya.


Dia ingin masuk tapi sepertinya saat ini April butuh waktu sendiri dulu, sebari menunggu kedatangan Dokter putra Boy memilih memainkan laptop nya, dia akan mencari tau semuanya dengan kelihaian nya dengan informasi yang ada.

__ADS_1


Sedangkan di dalam kamar nampak April yang sedang menempelkan tangan nya di perutnya.


air matanya jatuh saat mengingat kejadian menyakitkan yang di lalui nya beberapa bulan ini.


Kekasih yang di cintai nya telah membatalkan pernikahan nya, dan lebih sakitnya Beni malah mengkhianati nya dan memutuskan bertunangan dengan Irene yang notabe nya adalah sahabat nya sendiri.


Seolah belum puas dengan penderitaan nya, April mendapatkan penyesalan di seumur hidupnya dia hamil anak dari pria yang telah memperkosanya.


Semula April marah pada diri nya sendiri, kehamilan nya membuat dia merasa memiliki tanggungjawab akan hidup nya kedepannya lagi.


Saat April sudah bertekad membesarkan calon bayi nya sendiri tanpa sosok pria yang adalah ayah dari janin di kandungan nya, tiba-tiba kabar itu tercium oleh Papa nya, April tau jika Papa nya tau kabar itu dari Gladis, ibu tirinya.


"Papa tidak menyangka kamu bisa mencoreng nama baik Papa Pril, kenapa kamu melakukannya nak, padahal Papa pikir kamu adalah anak gadis Papa yang bisa Papa bangga-banggakan, tapi ternyata Papa terlalu jumawa, kamu adalah anak tidak tau diri yang hanya bisa mencoreng nama baik keluarga, Papa malu memiliki anak gadis sepertimu."


April benar-benar tidak menyangka jika Papa nya akan termakan rayuan wanita iblis itu, tanpa rasa iba sedikitpun Papa nya mengugurkan janin yang ada di dalam kandungan nya, dan tak hanya itu saja, Papa nya juga mengurungnya di sebuah tempat terpencil dengan penjagaan yang sangat ketat, membuat April semakin depresi.


Kehilangan janin yang ada di dalam kandungan nya bukan perihal yang mudah untuk April, apalagi dia sudah berharap banyak dengan calon bayinya di kemudian hari, April banyak menjanjikan kebahagiaan pada calon bayi nya, dan pada akhirnya dia malah tidak bisa menepati janjinya karena kekejaman Papanya yang terpengaruh dengan kata-kata wanita iblis itu.


"Maafkan Mommy sayang." ucap April pelan sambil mengusap perutnya, jika saja Papa nya tidak membuatnya kehilangan janin nya mungkin saja sekarang April sudah melahirkan bayi nya.


"Mommy telah mengingkari janji kita untuk hidup berdua, maafkan Mommy sayang." ucap April lagi, dia terisak karena teringat akan anaknya yang telah pergi jauh ke surga.


Ceklek..


"April." panggil Boy.


Hening tak mendapatkan jawaban, membuat Dokter Putra langsung berasumsi jika April tertidur.


"Jangan di paksa, dia sedang tertidur tuan muda." ucap Dokter Putra.


Boy menggelengkan kepalanya. "Tidak, aku yakin dia tidak tidur, beberapa menit yang lalu aku mendengarkan isakan nya." ucap Boy, membuat April yang pura-pura tidur langsung membuka matanya dan membalikan posisinya menghadap sosok yang sangat di benci nya.


"Pergi kamu, aku tidak mau melihatmu disini, pergi..!! " teriak April mengusir Boy.


"Hey ini rumahku, kenapa kau yang mau mengusir ku." tegas Boy tidak terima.


April ingin berdiri, namun dia ingat jika di luaran sana pasti anak buah Papa nya sedang mencari keberadaan nya.


Dan jika dia ketemu lagi dengan Papa nya bisa di pastikan April akan di masukan ke rumah sakit jiwa oleh Papanya.

__ADS_1


Ibu tirinya yang jahat telah mempropokasikan dirinya dan Papa nya, wanita iblis itu ingin mengambil semua harta milik Papanya dengan cara membuang April ke rumah sakit jiwa.


"Periksa dia." titah Boy pada dokter Putra.


Dan April hanya bisa diam menerima, dia sebenarnya tidak mau tapi April juga tidak bisa pergi dari tempat ini, dia sudah bersumpah akan membalaskan rasa sakit di hatinya pada Gladis, ibu tirinya.


"Nona April sehat, tidak ada satupun penyakit di tubuhnya yang saya temukan, non benar-benar sehat tuan." ucap Dokter Putra menjelaskan.


Boy melirik April yang nampak membuang wajahnya ke samping, dan dia hanya bisa menghela nafasnya, setidaknya dia tau jika April dalam keadaan baik-baik saja.


Setelah itu Boy keluar kamarnya, dia tidak mau menganggu April, Boy memilih untuk bersantai di sopa dengan di temani dokter Putra dan secangkir teh.


"Kau yakin dia tidak sakit?." tanya Boy, dia masih belum percaya jika April baik-baik saja, apalagi setelah mendengar Isak tangis nya tadi.


Dokter Putra melihat sosok teman nya itu. "Aku akan memberitahumu asal kau berjanji tidak akan menyakiti nya." ucap Dokter Putra, membuat Boy langsung mencapkan aura tajam nya.


"Jangan bilang kau menyukai nya." hardik Boy marah.


"Mungkin saja, aku normal." sahut Dokter Putra lebih berani, membuat Boy hendak melayangkan sebuah tinjuan, entah kenapa mendengar ucapan dokter Putra tadi membuatnya sedikit cemburu.


Buru-buru Dokter Putra menghindar dari tinjuan si bule, dan mulai berbicara formal.


"Aku hanya bercanda, aku rasa nona kesayanganmu itu memiliki trauma berat, jiwa nya terguncang karena sesuatu yang sangat menyakitkan, dan hal itu sangat berbahaya untuk kejiwaan nya, dia bisa gila jika tidak mendapatkan apa yang dia inginkan." ucap Dokter Putra menjelaskan dengan panjang kali lebar.


Boy terdiam nampak sedang berpikir, membuat Dokter Putra yang melihatnya langsung menarik nafasnya panjang.


"Apa mungkin dia keguguran?, atau dia___" ucap Dokter Putra terhenti karena Boy menyela nya.


"April hamil?." Boy menampakan wajah keterkejutan nya.


Lalu menatap ke arah kamarnya dengan wajah yang nampak sangat marah.


"Pulanglah, bayaran nya akan aku transfer." ucap Boy dingin membuat Dokter Putra menelan ludahnya kasar dan langsung pergi dari Apartemen milik sahabatnya itu.


Meninggalkan Boy yang terus menatap tajam ke arah kamar nya, dalam hatinya dia terus bertanya-tanya, apa April hamil anaknya? dan keguguran? apa itu janin yang berhasil dia tanam dari benihnya dulu?.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jeng..jeng..


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2