Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Satu persatu musnah


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di sebuah tempat yang gelap nampak sosok wanita yang meronta-ronta minta di lepaskan, tubuhnya terikat di kursi dan mulutnya di bekap oleh kain yang membuatnya susah berteriak.


Tap..tap..


Terdengar langkah kaki seseorang, membuat wanita yang ada kegelapan itu langsung ketakutan, tadi malam dia masih bisa tidur di tempat tidurnya yang nyaman, tapi saat bangun dia malah ada di tempat menyeramkan ini, membuatnya aneh dan bingung sekaligus takut akan hal yang akan terjadi padanya.


Dengan kasar orang April membuka bekapan itu, ya.. orang itu adalah April dan Boy yang akan membalaskan rasa sakit nya pada orang-orang yang tertawa di atas penderitaan putrinya.


"Siapa kalian..!! lepaskan saya." ucap wanita yang terikat itu, yang tak lain adalah dokter yang menjadi dalang utama saat perbuatan keji itu di lakukan.


April memberi kode dengan tepukan tangan nya, dan tak lama kemudian lampu menyala, membuat sosok wanita yang terikat di kursi langsung menelan ludahnya kasar.


Kaget melihat sosok mantan pasien nya sedang tersenyum menatapnya.


"Kau masih ingat dengan ku bukan, dokter." ucap April sambil tersenyum misterius.


Degg...


"Mau apa kalian, aku tidak punya urusan dengan kalian, lepaskan aku." kata si dokter meminta di lepaskan.


"Lepaskan? kau mau di lepaskan?." April menatap tajam sosok wanita yang dengan tidak punya perasaannya mengambil paksa janin nya.


Wanita itu semakin ketakutan, dia mencium aroma kemarahan yang di pancarkan dua sosok di depan nya, terutama April yang sangat terlihat marah padanya.


"Aku hanya orang suruhan, aku hanya melakukan apa yang di suruh oleh Papa anda nona, tidak lebih saya benar-benar tidak bersalah." tegas wanita itu mengiba.


Perduli apa April dengan suruhan itu, menurutnya meski itu suruhan tidak seharusnya wanita di depan nya melakukan nya.


"Saat kau menerima uang nya aku melihat senyum mu, kau menikmati uang itu bukan?, hah..!! "April mulai terbawa suasana, bayangan orang-orang yang mendapatkan uang setelah rasa sakit yang di terimanya kembali terbayang di kepalanya.


"Kalian telah merebut paksa bayiku, kalian biadab, kalian membuat nya pergi dari ku dengan cara yang sangat keji, kalian___ " teriak April histeris membuat Boy yang berdiri di samping nya langsung replek memeluk April.


Tubuh April yang bergetar hebat membuat Boy tau seperti apa rasa sakit yang April alami waktu itu, dia mengepalkan tangan nya dengan tatapan yang menatap tajam sosok wanita yang terikat di kursi yang ada di depan nya.


"Tenanglah, aku akan membuat nya menyesali perbuatannya, nyawa di tukar dengan nyawa, dia harus merasakan apa yang kau rasakan." ucap Boy sambil tersenyum menyeringai.

__ADS_1


Kemarahan nya semakin membuncah, Boy benar-benar tidak terima dengan apa yang mereka lakukan pada anaknya, dan itu akan dia balas dengan rasa yang lebih bertubi-tubi.


Tiba-tiba datanglah anak perempuan remaja yang berwajah persis dengan wanita yang di ikat, remaja berparas lugu itu menatap sosok ibunya dengan tatapan yang tidak bisa di artikan.


"Ibu tolong..!! " ucapnya sambil terisak.


Melihat putranya yang di peluk seorang pria berbadan besar membuat wanita yang terikat di kursi itu kaget.


"Tuan, jangan apa-apa kan anak saya tuan, saya mohon tuan jangan." ucap wanita itu mengiba membuat Boy puas.


"Tuan saya mohon." Isak wanita itu semakin terdengar rilih.


Tapi hal itu tak membuat kemarahan Boy mereda, dia masih ingin melihat wanita yang membunuh putrinya merasakan apa yang di rasakan April.


"Buka pakaian nya." perintah Boy dengan lantang.


"Jangan tuan, hikss saya mohon.. saya yang bersalah tuan jangan..hikss jangan apa-apakan anak saya tuan, dia masih muda tuan jangan." teriak wanita itu menjerit-jerit saat melihat anaknya yang akan di buka paksa pakaian nya di depan para pria berbadan besar, sungguh ini adalah hal yang paling tidak bisa di terima oleh seorang ibu.


Melihat wanita itu menangis sejadi-jadinya Boy tersenyum, lalu merangkup kedua pipi April.


"Lihatlah, aku akan membalaskan rasa sakit mu, jangan sedih lagi oke." kata Boy mengusap air mata yang ada di pelupuk mata April.


"Uang ku, aku datang."


"Bagiamana rasanya?." tanya April pada sosok yang sedang menangis karena anak nya sebentar lagi tidak memakai apapun.


"Nona, saya mohon..lepaskan anak saya hikss..dia tidak bersalah nona, dia hanya anak lugu yang tidak tau apa-apa, saya mohon belas kasihan mu nona, saya mohon." ucap wanita itu terdengar sangat rilih seolah disini dia adalah korban, padahal April lah yang sebenarnya korban utamanya.


Anak remaja yang kini akan polos tanpa sehelai benang itu di hentikan oleh Boy, "Pakaian lagi baju nya, tubuhnya tidak menarik untuk di pandang." kata Boy, membuat April melotot.


"Jangan pakaikan lagi, aku mau melihat wanita itu menangis karena anaknya akan di nikmati bodyguard kita di depan matanya sendiri." ucap April tegas, membuat anak remaja itu seketika memberontak.


"Ibu.. hiks..aku ngak mau..ibu tolong." Isak remaja itu sambil memberontak meminta di lepaskan.


"Nona, anda seorang ibu, kenapa anda bisa sejahat itu pada putri ku." wanita itu berbicara dengan tidak tau dirinya, membuat April meradang dan mendekati wanita itu.


"Kau bilang aku seorang ibu yang jahat?, lalu bagaimana dengan mu? kau juga membunuh putri di depan mataku, kau tersenyum saat melihat penderitaan ku, apa kau tidak jahat hah..!! "Teriak April sambil menjambak rambut wanita itu.


Dan setelah itu April menatap Boy,

__ADS_1


melangkah ke arah Boy dan memeluk Boy.


"Aku mau pulang." ucap nya.


Dan setalah itu Boy memberikan kode pada pengawal nya untuk melakukan tugasnya.


yang artinya..


"Bawa mereka ke tempat Alena setelah kalian senang bermain."


Boy tidak mau setengah-setengah melancarkan aksinya, dia akan benar-benar menghancurkan siapa saja yang ikut serta dalam penderita putri nya, dendam seorang Daddy yang tidak bisa melihat senyum putrinya akan semakin membuncah sebelum semua orang yang bersangkutan musnah.


"Setelah ini kamu mau balas dendam pada siapa?." tanya Boy yang sedang duduk di samping April.


April melirik Boy, lalu menatap ke depan.


"Wanita iblis itu, ibu tiri ku." kata April dengan tatapan yang sangat tajam.


Dia bersumpah akan menghancurkan Gladis, wanita yang berperan penting saat kehancuran nya


"Mereka akan menjadi santapan Alena." kata Boy sambil tersenyum menyeringai.


"Siapa Alena?."


"Dia adalah mahluk yang menyukai daging, dan wanita yang tadi pun sepertinya sudah masuk kedalam menu makan Alena dan kedua anak kembar nya." lanjut Boy santai.


"Kita membunuh mereka?." tanya April.


"Tentu, itu yang kau mau bukan?." tanya balik Boy.


April terdiam, dia memang dendam pada orang-orang yang menghancurkan hidupnya, tapi apakah mereka pantas mati..


Dan bagaimana dengan Papa nya.. apa Papanya juga akan bernasib sama dengan yang lain nya?.


___________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak, ♥️

__ADS_1


__ADS_2