Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Yakin ngak mau?


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Di dalam mobil namlak Arfan yang sedang mengepalkan tangan nya setelah mengetahui kabar terkini gadis yang di gadag-gadag sebagai kandidat calon istrinya itu.


Ia sudah mencari ke rumah kontrakan Syifa tapi nihil dia tidak menemukan Syifa sama sekali, bahkan di rumah kontrakan itu nampak kosong dan berantakan seperti sudah tidak di tinggali beberapa hari.


Pemikiran pendek mulai hadir di pikiran Arfan.


Apa Syifa kabur karena tidak mau menikah dengan nya?, atau gadis itu pergi karena satu alasan?.


"Seharusnya jika dia tidak mau dia bisa menolak ku, bukan memberi harapan seperti ini." sungut Arfan kesal.


"Dan apa kekurangan ku? apa yang membuat dia menolak ku? apa ketampanan ku ini tidak cukup untuk membuat dia bisa percaya jika aku benar-benar serius mengajak nya menikah?." oceh Arfan masih dengan raut wajah kesal nya.


Sekarang apa yang harus dia katakan pada Mama dan keluarga nya?, Arfan yakin seyakin-yakinnya jika dia tidak memiliki kandidat nya sendiri sudah pasti Mama nya akan turun tangan, dan Arfan sangat membenci pernikahan perjodohan, dia tidak mau menikah di atas perjodohan.


Itu mengingatkan nya pada kakak nya, jelas Arfan tau pernikahan awal kakak nya, dan Arfan tidak mau menikah dengan cara seperti itu, dia ingin menikahi gadis yang baik, dan yang paling penting dia mengenal sifat gadis itu.


Tiba-tiba ponselnya berdering, membuat Arfan langsung mengangkatnya.


"Hallo..!!"


"Tuan saya sudah menemukan keberadaan nona Syifa"


"Benarkah?."


"Ya, nona Syifa kini sedang berada di rumah seorang rentenir yang terkenal kejam dan tak jarang juga membunuh siapapun yang menghalangi nya, nona Syifa akan menikah untuk membayar hutang nya dan penebusan Ayah nya yang di sekap oleh rentenir itu."


Terdengar helaan nafas kasar yang di keluarkan Arfan dengan wajah yang tidak bisa di artikan tentunya.


"Kapan pernikahan nya?." tanya Arfan.


"Besok tuan, mereka akan mengadakan pesta tertutup di rumah renternir itu."


"Siapkan diri kalian, malam ini kita akan perang." kata Arfan lalu menutup panggilan nya sepihak.


Setelah itu Arfan memasukan ponselnya ke saku celana nya.


Pandangan nya nampak sangat tajam, namun sedetik kemudian dia malah tersenyum.

__ADS_1


"Astaga, aku kalah dengan aki-aki tua?, peot dan pasti ngak bisa main lama di ranjang? hah..!! yang benar saja?." celetuk Arfan sambil cekikikan.


Dia tidak menyangka jika calon istrinya itu di sukai oleh pria tua, dan seperti nya Arfan akan membuat malam ini menjadi malam yang menegangkan untuk pria tua yang menunda wasiat Opa Oma nya.


"Tunggu aku Syifa, aku akan membuat aki-aki tua itu lupa akan rasa gadis, dan yang dia ingat hanyalah tanah untuk tempat tinggal terakhir nya." lanjut Arfan, lalu kembali mengendarai mobilnya dengan kecepatan cepat.


Malam tiba, Arfan melihat jam di tangan nya yang memperlihatkan pukul tujuh malam.


dia mengambil sweater nya lalu berjalan ke arah pintu, dan menutup pintu nya.


"Malam Mam, Pap." sapa Arfan sambil duduk di kursi meja makan.


Mama Alena dan Papa Arka saling melirik, keduanya heran melihat putra nya yang memakai sweater berwarna putih, apalagi jeans nya yang robek-robek.


"Mau kemana?." tanya Mama Alena kepo.


"Biasa, sebelum nikah kumpul sama teman Mam." sahut Arfan sambil tersenyum tanpa beban.


"Halah nikah-nikah calon nya juga ngak ada, katanya mau bawa calon nya, tapi sampai sekarang ko belum ada." Mama Alena menyenggol perihal pernikahan pada putra nya.


Janji Arfan adalah empat hari kemarin, tapi sampai sekarang belum ada tanda-tanda kedatangan gadis yang di gadag-gadag akan menjadi calon istri putra tengil nya itu.


Mama Alena sedikit ragu, dia jadi tidak rela melepas putranya menikah muda, apalagi melihat putra nya yang masih sama seperti hari-hari lalu.


Arfan mengangkat sebelah alisnya ke atas, merasa jika Mama nya tidak percaya padanya, msmbuat Arfan bertekad kuat, kali ini dia tidak akan mengecewakan Mama nya, dia akan benar-benar membawa calon istrinya itu.


"Besok Arfan bawa deh, kalo perlu besok nikahin langsung biar barengan sama kak Boy." celetuk Arfan, dan langsung mendapatkan tatapan tajam Papa nya.


"Kenalkan dulu calon istri mu, setelah itu baru kami akan menikahkan mu, jangan menganggap enteng segala hal, pernikahan tidak semudah yang kamu bayangkan Arfan." kata Papa Arka menasehati, 27 tahun menjalani pernikahan jelas Papa Arka sudah berpengalaman dalam melewati pahit manis kehidupan berumah tangga.


Tapi Arfan? usianya saja masih dua puluh satu, bahkan untuk merawat kamar sendiri pun Arfan sangat jorok, Papa Arka tidak bisa membayangkan bagaimana sulitnya calon istri putra nya nanti jika menghadapi tingkah putra nya yang selalu bersikap seenaknya itu.


Setelah selesai makan dan mendapatkan banyak ceramah dari Mama dan Papa nya Arfan mulai melakukan aksi nya, yaitu misi penyelamatan calon istrinya.


Kini Arfan sudah berada di tempat dimana dia mengumpulkan anak buah nya, beberapa di antara nya adalah anak buah dari Opa nya, Arfan sengaja meminta bantuan bodyguard Opa nya karena dia tau jika bodyguard Opa nya itu sangatlah hebat-hebat.


"Om gimana sih cara besarin badan kaya gitu? aku udah makan banyak tapi ngak bisa tuh gedein otot kaya Om." celetuk Arfan sambil menyolek lengan besar yang di miliki salah satu bodyguard Opa nya itu.


Sontak saja pertanyaan itu membuat ke lima bodyguard itu tidak bisa menahan tawa, bagaimana bisa seorang cucu mantan Mafia kejam sekocak ini?, mereka benar-benar tidak habis pikir dengan pemikiran cucu bos nya.


Bahkan mereka sampai bingung melihat penampilan Arfan sekarang, dimana bos kecilnya itu memakai pakaian yang sangat santai, dan sepertinya tidak cocok dengan pakaian itu, pakaian Arfan seperti anak remaja yang akan pergi nongkrong bersama teman sebaya nya.

__ADS_1


"Tuan muda mereka sudah datang." ucap salah satu bodyguard.


Arfan langsung melirik dari tempat persembunyiannya lalu melotot saat melihat Syifa yang tangan nya terikat, dan di belakangnya nampak banyak di ikuti oleh beberapa pria berbadan besar.


"Kalian diam disini, aku akan masuk ke dalam dulu." kata Arfan.


Membuat para Bodyguard itu heran, apalagi melihat Arfan yang mengusap kepalanya dengan santai, seolah dia akan bertemu dengan keberuntungan nya.


Dengan langkah santai nya Arfan masuk kedalam rumah besar itu, dan hal itu membuat para Bodyguard itu kembali menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, untuk apa mereka ada disini jika tuan muda kecilnya memilih menyelesaikan masalahnya sendiri?.


"Permisi pak renternir." panggil Arfan sambil melirik satu persatu pria berbadan besar di sekeliling nya.


Tiba-tiba pintu terbuka memperlihatkan sosok pria berbadan buncit dengan kepala botak nya, bahkan Arfan sampai menahan senyum nya saat melihat kepala tanpa rambut itu.


"Siapa kamu? mau apa kamu datang kesini?." tanya juragan Burhan sambil menatap sinis pria muda yang ada di depan mata nya itu.


"Kakek ganteng aku mau jemput calon istri sama calon mertua ku." sahut Arfan sambil tersenyum santai.


Namun wajah garang nampak di perlihatkan juragan Burhan, apalagi mendengar ucapan pria muda di depan nya yang mengatakan jika kedatangan pria itu adalah untuk menjemput calon istrinya.


"Siapa calon istrimu?." tanya juragan Burhan lantang.


Arfan dengan santainya berjalan ke arah rumah juragan Burhan, lalu tersenyum saat melihat sosok Syifa yang sedang duduk di meja makan sana.


"Syifa, dia calon istriku, kakek lebih baik mengurungkan niat kakek untuk menikahi Syifa karena Syifa calon istri aku, dan untuk masalah hutang Syifa aku akan membayar nya tiga kali lipat." kata Arfan santai, lalu mendekati sosok yang sedang duduk di kursi meja makan itu.


"Yakin ngak mau nikah sama aku." tanya Arfan sambil ikut duduk dan dengan santai nya dia malah ikut makan.


Juragan Burhan mengepalkan tangan nya saat melihat tingkah Arfan, namun baru saja dia akan melangkah mendekat Arfan melemparkan selembar cek yang membuat matanya seketika melebar sempurna melihat nominal nya yang lebih besar lima kali lipat dari hutang Syifa padanya.


"Masih kurang?." tanya Arfan santai.


"Tidak tuan, ini cukup." kata Juragan Burhan sambil memasukkan cek itu ke dalam saku celana nya, lalu melirik ke arah anak buah nya.


"Lepaskan Ayah nya Syifa, dan untuk kamu Syifa, hutang kamu lunas, pernikahan kita juga batal." lanjut juragan Burhan, lalu berjalan ke arah kamar nya dengan senyuman mengembang.


"Mau ngak?." tanya Arfan lagi, namun tatapan nya kini menatap ke arah sosok gadis berkacamata yang kini menunduk malu.


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2