
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tanpa memperdulikan tatapan semua orang yang menatap nya aneh Kinara malah sebaliknya, dia malah tetap santai makan di temani pria yang beberapa menit yang lalu melamar nya.
Lucas hanya tersenyum melihat Kinara yang malah masih santai makan tanpa menawari nya.
tapi meski demikian Lucas bahagia karena akhirnya dia bisa melamar Kinara.
"Kamu ngak marah kena Prenk?." tanya Lucas.
Kinara menggelengkan kepalanya.
"Ngak, santai aja kali." sahut nya santai.
Yang seketika membuat Lucas terdiam, Kinara benar-benar tidak bisa di ajak romantisan.
"Mau ngak?." tawar Kinara.
"Kamu aja yang makan, aku liatin aja."sahut Lucas cepat.
"Yakin?, bakmie ini kesukaan kamu loh." lanjut Kinara sambil memasukkan makanan nya ke mulut nya.
"Liat kamu makan aku sudah kenyang Ara." kata Lucas mencoba menggombal.
Bukkk !!
Kinara memberikan pukulan kecil di lengan Lucas yang berhasil membuat Lucas meringis pelan.
"Bisa juga gombal kamu." kata nya santai lalu berjalan ke arah Mamih Papih nya.
Meninggalkan Lucas yang meringis dengan ekspresi wajah kesakitan nya.
"Sakit ngak kak?." tanya Dinda yang dari tadi hanya jadi obat nyamuk.
"Menurut kamu." tanya balik Lucas.
Dinda terkekeh pelan.
"Menurut aku sih sakit, cuman ketutupan cinta ya jadi gitu teh jadi ngak sakit yang ada makin tambah cinta." kata Dinda yang langsung di balas dengan senyuman berseri-seri dari wajah sang kakak.
"Kakak bucin akut deh." kata Dinda lagi.
"Wle, biarin aja kan bucin nya sama calon suami." sahut Lucas yang langsung di tanggapi kekehan Dinda.
Kinara mencium pipi Mamih Papih nya lalu tersenyum.
"Kamu abis makan bakmie kenapa cium-cium Mamih sih." Mamih Anaira langsung mengusap pipi nya dengan tisue.
"Mamih lebay ahk, bibir aku kan seksi ngak berminyak ya walaupun abis makan bakmie." sahut Kinara sewot.
"Anak Kiano tuh." decak Mamih Anaira.
__ADS_1
"Anak kalian berdua, lihat aja muka nya banyak mirip kamu Ira." Papa Arka ikut menyahut.
Membuat Mamih Kinara tersenyum kecut.
"Iya mirip aku muka nya, tapi keras kepala nya mirip Papih nya, iya ngak sayang." Mamih Anaira mencolek suaminya.
"Apanya mirip aku, yang ada Ara keras kepala mirip kamu sayang." sahut Papih Kiano.
Yang mana membuat Papa Arka dan Mama Alena tertawa.
"Yang di katakan suami kamu itu benar Ira, Ara putri mu memiliki sifat keras kepalanya Mamih nya, iya kan sayang." kata Papa Arka yang di angguki oleh Mama Alena.
"Iya, kamu dan Ara itu 11 12 loh Ira, cantik nya juga." kata Mama Alena sambil terkekeh.
Mamih Anaira menatap kesal semua mata lalu melirik suaminya.
"Kalian sama saja, awas saja nanti malam ngak ada jatah." kesal Mamih Anaira.
"Emang masih suka kasih jatah?." tanya Mama Alena.
"Ngak sering, tapi harus ada jadwal nya." sahut Mamih Anaira.
"Sama dong, aku juga ya kan Mas." Mami Nana menyenggol lengan suami nya.
"Harus dong, kan meski sudah tua juga masih kuat main nya." sahut Papi Andrian sambil tergeletak.
"Dan diantara kalian hanya aku yang paling tahan lama." ucap Daddy Rico dengan bangga nya membuat Mommy Kelle langsung mencubit pinggang suami nya.
Mama Amanda dan suaminya hanya diam mendengarkan, mereka tentu tau akan ke bar-bar an semua anggota keluarga legend hanya saja mereka tidak menyangka akan menjadi besan dari keluarga orang paling berpengaruh di kota nya.
"Ara mau kemana?." tanya Mami Nana.
"Mau ke sana, nemenin calon suami dari pada sama nenek kakek mesum yang obrolan nya ranjang mulu." kata Kinara lalu melangkah lebar ke arah meja Lucas.
Di meja lain Achel dan Dilla kompak melihat ke arah Lucas dan Kinara yang nampak sedang mengobrol.
"Chel menurut kamu gimana?." tanya Dilla.
Membuat Achel yang sedang fokus pada cake nya itu melirik Dilla.
"Apa nya yang gimana?." tanya balik Achel.
"Ya itu Lucas sama Ara, kamu ngak takut apa Ara sepupu kita di sakitin Lucas, kita kan tau dia kaya apa dulu nya." kata Dilla lagi yang membuat Achel menghentikan acara makan cake nya.
"Biarin aja lah, lagian aku ngerasa kalau mereka berdua itu saling cinta, mungkin waktu sama kita dia bersikap gitu karena bentuk penolakan nya, semua manusia bisa berubah yang jahat jadi baik dan sebaliknya." sahut Achel lagi bijak membuat Dilla ternganga.
"Tumben bijak gitu." kata Dilla lagi.
Achel yang akan kembali makan tidak lagi melahap makanan nya, dia menatap Dilla kesal lalu menatap Zico.
Membuat Zico paham lalu mengusap lengan Dilla.
"Ngak baik loh makan sambil ngobrol, ayo makan yang bener jangan ngomong orang terus ngak baik cantik." kata Zico membuat Dilla memanyunkan bibirnya sebal.
__ADS_1
"Iya..iya makan nih." sahut Dilla masih cemberut.
Saat Dilla memasukkan makanan nya tiba-tiba dia merasa mual yang sangat dahsyat dan hal itu membuat Dilla muntah di piring nya.
Hoekkk.. Hoekkk..
"Sayang kamu ngak apa?." tanya Zico khawatir.
Bukan nya menjawab Dilla malah muntah lagi membuat Zico semakin khawatir.
"Ihk Dilla jorok banget sih, jadi ngak selera makan kan." Achel menghentikan acara makan nya karena melihat Dilla yang terus muntah.
Hoekkk.. hoekkk..
Dilla kembali muntah dan hal itu membuat Zico langsung membantu Dilla, dia tidak perduli Dilla muntah dimana yang penting sekarang Dilla bisa mengeluarkan rasa mual nya.
"Minum." ucap Dilla pelan.
Zico langsung memberikan minum, dan dengan cepat langsung di minum habis oleh Dilla.
"Daddy!" teriak Dilla membuat Daddy Rico yang akan memasukkan makanan ke mulutnya itu jadi tidak jadi dan langsung berjalan cepat ke meja yang di duduki sang putri.
Melihat Dilla yang di kelilingi banyak orang membuat semua nya panik dan langsung ikut berjalan ke arah nya.
"Dilla kenapa?." tanya Daddy Rico panik.
"Ngak tau, tadi Dilla makan terus langsung muntah." jelas Zico.
Achel yang dari tadi menonton tiba-tiba menjadi pusing apalagi saat melihat bekas muntahan Dilla.
Brukkk..
Achel pingsan beruntung cepat di tahan oleh suami dan Papi nya.
"Ayo bawa ke kamar." ucap Papi Andrian di angguki Rangga.
Dan melihat Achel yang pingsan membuat Dilla menjadi lemas dan langsung memegangi kening nya.
"Dad, Mom, sayang.. " ucap Dilla terjeda.
Brukkk
Dilla ikut pingsan ke pelukan Zico, membuat Zico dengan sigap langsung memangku tubuh Dilla ke arah kamar yang bersebalahan dengan kamar yang di gunakan Achel.
Kinara yang melihat semua wajah menjadi panik hanya menggelengkan kepalanya.
"Perhatian semuanya jangan pada panik ya, santuy aja kali jangan bawa baper, positif ting-ting aja mungkin hamil."celetuk Kinara santai.
Yang mana membuat semua keluarga nya langsung terdiam.
Hamil?
__________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak♥️