
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
April terus berlari sambil terisak, entah kenapa dia benar-benar merasa hancur, apalagi setelah mendengar kata-kata penghinaan yang di layangkan orang tuanya Boy padanya, benar-benar membuat nya sakit hati.
"Bodoh, seharusnya aku memang menghentikan langkah ku untuk mengenal nya terlebih jauh lagi, dia bejat, dia laki-laki tidak punya hati." ucap April sambil melangkah terus berjalan tanpa tujuan.
Kesalahan nya adalah terlalu mempercayai sosok yang telah jelas-jelas menyakitinya itu, harus nya April menjauh bukan malah semakin dekat dan sekarang dia yang harus terluka.
Tidak bisa dua pungkiri jika kedekatan nya dan Boy selama beberapa hari ini membuat April sedikit bisa memiliki harapan baru, tapi harapan itu kini telah sirna setelah mendengar ucapan ibu nya Boy, April tidak terima jika dia sebut seorang wanita malam.
Tiba-tiba sebuah mobil menghentikan langkahnya, membuat April membalikkan tubuhnya, berniat berlari sejauh mungkin, namun pada akhirnya April terkejar juga oleh sosok itu.
"Aku mohon ikut aku pulang, kamu tidak boleh pergi." kata pria itu yang tak lain adalah Boy.
April menepis tangan Boy dengan kasar.
"Kalau aku tidak mau? kamu mau apa hah.!! " tanya April sambil menatap tajam pria ber netra biru di depan nya.
Boy memeluk April, dan itu malah membuat April semakin marah.
"Aku bilang lepaskan, aku dan kamu tidak ada hubungan apa-apa, kita terikat saat acara balas dendam putri kita saja, dan setelah itu kita selesai, jadi aku mohon berhenti menganggu ku, Giorgino Boy Febrian.!! " teriak April lagi.
Perlahan Boy melepaskan pelukan nya.
dan membuat April berpikiran jika pria itu benar-benar mau melepaskan nya.
April berjalan meninggalkan Boy yang mematung tanpa kata di belakang nya.
Namun April salah besar, tiba-tiba saja Boy mengangkat tubuhnya dan membawa nya paksa ke dalam mobil.
"Kamu gila, aku mau keluar." ucap April marah.
Boy tidak mendengarkan dia malah semakin menjadi-jadi dan mengunci mobilnya.
__ADS_1
lalu menatap April yang duduk di sebelahnya.
Di tatapnya sosok wanita yang terus mendumel itu, Boy mendekat kan wajah nya ke arah wajah April.
Degg..
April kikuk saat wajahnya dan wajah Boy hanya terhalang beberapa sentimeter saja.
"Kamu pikir setelah membuatku jatuh cinta kamu bisa pergi begitu saja? tidak, kamu tidak akan lepas dariku, April." tegas Boy sambil terus mendekatkan wajahnya ke arah April.
"Tapi aku tidak menyukai mu." bohong April sambil membuang wajahnya.
Namun Boy malah memegang dagu April dan mendaratkan sebuah ciuman ke bibir April, membuat April berontak dengan memukul-mukul dada Boy sebagai bentuk penolakan nya.
Hemphh..
Boy mencium April dengan rakus, membuat April melotot karena Boy benar-benar menciumnya dengan sangat kasar.
melihat April yang kehabisan nafas membuat Boy menghentikan aksinya, hampir saja dia hilang kendali dan melanjutkan aksinya ke dalam aksi yang lebih panas lagi.
"Aku tidak suka penolakan, maaf, aku mencium mu agar kamu tau kalau aku benar-benar mencintaimu, maaf." kata Boy, lalu membenarkan posisi nya lagi.
"Aku akan mengantarkan mu ke Apertemen, kita akan tinggal bersama." kata Boy lagi, lalu menyalakan mesin mobilnya dan tancap gas pedal mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat cepat.
"Pelan-pelan, aku belum mau mati." kata April ketakutan.
Boy melirik April sambil tersenyum menyeringai.
"Kamu tidak akan mati, kita akan membangun rumah tangga dulu yang harmonis." kata Boy lagi.
April hanya diam tak menjawab ucapan Boy tadi, namun dalam hatinya dia merasa senang karena Boy mengatakan hal yang bisa menghidupkan keinginan nya yang semula menipis.
"Aku tau kau senang karena mendapatkan cinta dari pria tampan dan kaya ini, tenang saja cinta ku ini memakai formalin jadi akan awet lama." kata Boy sambil mengusap lengan April membuat April salah jengah karena Boy kembali memulai kenarsisan nya.
Sedangkan di tempat lain nampak Mommy Kelle yang sedang di tenangkan oleh suaminya, Daddy Rico memeluk istrinya terus menerus berharap kemarahan istrinya mereda.
__ADS_1
Disini memang tidak ada yang salah, baik Boy ataupun wanita itu, Daddy Rico paham ini semua adalah buah hasil masa lalu nya, dimana dia mendapatkan rasanya memiliki putra yang sama nakalnya dengan sikap nya dulu.
"Ini karena kamu, seharusnya kamu tidak memanjakan dia sejak kecil, lihat gara-gara kamu Boy jadi seperti itu, dia membuat kita malu." kata Mommy Kelle benar-benar tidak bisa membendung rasa kecewa sekaligus marah nya.
Bagaimana bisa dia dan ibunya Kirana sudah merencanakan semuanya dengan matang, tapi perjodohan itu harus gagal karena Boy memilih wanita lain, yang Mommy Kelle yakini adalah wanita malam nya.
"Cepat telpon putra mu, suruh dia pulang dan meminta maaf pada keluarga Kirana, aku sebagai ibunya malu dengan tingkahnya, dia benar-benar tidak berubah." lanjut Mommy Kelle lagi.
Daddy Rico menghela nafasnya pelan.
"Biarkan keadaanya menjadi lebih baik dulu, Kirana pasti sedang marah dengan apa yang di lakukan Boy, dan kamu tau bukan putra kita itu seperti apa? dia pasti tidak akan mengangkat telpon ku jika sedang marah." kata Daddy Rico pelan berusaha untuk tidak memperkeruh suasana.
"Dia benar-benar putramu, kelakuan nya sama dengan mu." kata Mommy Kelle lagi membuat Daddy Rico hanya bisa tersenyum.
Memang Boy adalah copasan nya, bahkan semua keburukan nya di masa muda pun benar-benar melekat pada putranya.
"Tadi Boy bolang kita punya cucu, apa dia bercanda dengan ini?." Daddy Rico tiba-tiba ingat dengan ucapan putranya tadi.
"Aku tidak perduli, aku tidak setuju jika Boy dengan wanita itu, aku lebih setuju jika putra kita bersanding dengan wanita berkelas dan baik seperti Kirana, bukan seperti wanita bernama April yang pasti sudah menjual dirinya pada putra kita, aku yakin dia hanya ingin memanfaatkan putra kita saja." Mommy Kelle benar-benar membenci sosok wanita yang telah membuat dia malu dengan keluarga Sekertaris suaminya.
"Sayang.."
"Malam ini kamu tidur di luar, melihat wajah mu semakin membuat ku kesal, wajah mu dan wajah putra mu sama-sama bule, dan aku kesal dengan kemiripan yang kalian miliki." sungut Mommy Kelle dan langsung masuk kedalam kamar.
Daddy Rico mengetuk pintunya, namun nihil tak ada jawaban dari dalam kamar.
Namun tak lama kemudian pintu terbuka membuat Daddy Rico tersenyum.
"Nih baju ganti, jangan lupa cuci muka dan gosok gigi." kata Mommy Kelle lagi dan kembali menutup pintunya.
Daddy Rico menghela nafasnya kasar, lalu berjalan ke arah kamar tamu.
putranya yang membuat masalah dia yang terkena imbasnya harus pisah ranjang dengan istrinya, benar-benar menyebalkan.
_______
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak, ♥️