
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Sayang."
"Arfan."
Tidak ada sahutan..
"Astaga Arfan, pasti dia lagi nyanyi di dapur." gerutu Syifa sambil beranjak berdiri dari tempat tidur.
Syifa menghela nafas nya panjang, lalu berjalan dengan pelan ke arah pintu, tapi baru saja saat dia ingin membuka pintu tiba-tiba pintu sudah terbuka.
Dan terlihatlah sosok Arfan yang dengan santai nya bertanya..
"Kenapa?."
"Kamu lagi ngapain sih, aku teriak-teriak ko ngak denger." tanya Syifa kesal.
"Denger ko, buktinya aku kesini." jawaban menyebalkan berhasil Arfan keluarkan.
"Dasar."
"Kalau punya wajah tampan ya gini, dikit-dikit di cariin, derita orang ganteng ya gimana ya." Dengan tengil nya Arfan berkata seperti itu, kepedean nya memang tidak pernah hilang.
Membuat Syifa jengah melihat nya, Syifa mengusap perut nya, entah kenapa dia merasa rasa yang aneh.
Huh..
"Sayang kamu pipis ya, ihk jorok." Arfan bergedik melihat daster sang istri yang basah.
Yang mana hal itu membuat Syifa melotot, benar saja kini daster nya sudah basah.
"Ini bukan pipis Arfan, ini air ketuban." kata Syifa sewot.
"Masa sih, tapi kaya pipis ko."
Air ketuban?.
Syifa melotot!.
"Arfan."
"Heem."
"Arfan, sepertinya aku mau lahiran." jelas Syifa tiba-tiba merasakan rasa aneh lagi.
Lahiran?.
"Kamu mau lahiran?." tanya Arfan takalah panik dari wajah Syifa.
Tiba-tiba perut Syifa terasa sakit, dan rasa sakit nya ini belum pernah dia rasakan sebelumnya.
"Arfan cepetan suruh Bibi buat bawa peralatan persalinan, siapin mobil juga." titah Syifa yang sedang menahan sakit.
Arfan mengangguk, di memanggil bibi pembantu untuk membawakan peralatan persainan yang sudah mereka siapkan dari jauh-jauh hari itu.
Arfan juga menyuruh supir untuk menyiapkan mobil, setelah urusan itu selesai Arfan langsung membantu Syifa untuk berjalan, sebenarnya Arfan ingin menggendong atau memangku istri nya saja.
Karena jalan Syifa sangat lah lambat, tapi Syifa yang tau jika suaminya ceroboh tidak mau ambil resiko, dia tidak mau Arfan melakukan hal konyol lagi, yang dia inginkan sekarang hanyalah melerai rasa sakit yang kini dia rasakan.
Di mobil Arfan mengusap tangan Syifa yang terus kesakitan.
"Sabar ya sayang." kata Arfan mencoba menenangkan.
"Sakit tau, ini salah kamu, harusnya kamu itu gercep saat aku panggil." kata Syifa sambil mengusap perut nya lagi.
Syifa Ingat beberapa cara untuk menenangkan diri, dia mempelajari semua itu dari les kehamilan nya.
Banyak hal yang Syifa tau, seperti hal apa saja yang harus di lakukan dalam keadaan darurat seperti sekarang ini.
"Arfan telpon Mama dan Papa." titah Syifa di sela-sela sakit nya.
Arfan mengangguk.
__ADS_1
"Hallo."
"Mam, Syifa mau lahiran, Mama sama Papa nyusul ya, aku dan Syifa lagi di perjalanan." kata Arfan.
Tanpa menunggu jawaban Mama nya Arfan langsung menutup panggilan nya sepihak, apalagi dia sangat khawatir saat melihat Syifa yang seperti kesakitan seperti itu.
Tiba-tiba..
Aaaaa!!
Telinga Arfan di jewer Syifa.
"Sayang sakit, lepasin dong."
"Ngak mau, ini sakit tau." teriak Syifa yang kini beralih menjambak rambut Arfan.
Sebelumnya Syifa memang ngidam untuk Arfan bisa memanjangkan rambut nya, entah kenapa dia ingin melihat Arfan yang berambut panjang, atau itu hanya akal-akalan Syifa agar tidak ada wanita ganjen yang mendekati suaminya.
Huh..
Syifa menghela nafasnya perlahan, dia sempat melihat Vidio-vidio orang melahirkan, Syifa juga belajar banyak dari guru les kehamilan nya.
"Arfan aku ngak tahan." kata Syifa benar-benar sudah tidak tahan.
Tiba-tiba..
Aaaaaa..!!
Syifa mulai mengeden, lalu kembali menghela nafasnya perlahan dan membuang nya dengan perlahan juga.
Lalu..
Aaaaa!!!
Arfan meringis saat merasakan jambakkan yang semakin bertambah kencang.
membuat Syifa yang melihat nya menghentikan kegiatan nya.
"Stop!!." teriak Syifa.
Arfan melihat istrinya dengan bingung.
"Arfan jongkok, sepertinya anak kamu mau lahiran di mobil." kata Syifa di sela-sela sakit nya.
Arfan yang mendengarnya langsung melotot, dia langsung berjongkok dan kepala nya di masuk kan ke dalam daster yang di pakai sang istri.
Tiba-tiba..
"Aaaaaaa!! kepala." teriak Arfan kaget.
Mendengar kata kepala membuat supir menjadi melotot, tapi dia masih menatap lurus ke depan.
sampai beberapa detik..
Supir itu langsung keluar dari mobil nya, dan tanpa menunggu waktu lama supir nya langsung memuntahkan semua isi di perut nya.
Darah?..
"Ihk ngeri." batin si supir lalu..
Brukkk..
Supir nya pingsan.
Sedangkan di dalam mobil nampak Arfan yang menjadi dokter kandungan dadakan.
Arfan terus memberikan kata-kata semangat untuk sang istri.
Tidak ada cara lain lagi, bayi nya sudah memperlihatkan kepalanya, Arfan harus bisa menjadi dokter kandungan dadakan untuk istrinya, meski dia merasa ngeri karena ini pertama kalinya untuk seorang Arfan melihat kejadian seperti ini.
"Terus sayang dorong..dorong lagi." kata Arfan.
Aaaaaa!!
"Dikit lagi, sayang ayo dikit lagi, semangat sayang, kaya waktu kita buatnya dulu." kata Arfan sambil memegang tangan sang istri.
__ADS_1
Satu tangan Arfan dia taruh di dekat jok, kaki nya di tekuk agar saat bayi nya keluar bayinya tidak jatuh ke kolong jok, tapi langsung jatuh di paha nya.
Lama proses yang di lalui Syifa dan Arfan saat persalinan di mobil.
Arfan mengusap kepala sang istri.
"Kamu pasti bisa sayang, berjuang lah, aku mencintai mu." kata Arfan.
Syifa menghela nafas nya panjang, rasanya sangat sakit, tapi ini adalah tugasnya, Kodrat nya sebagai seorang wanita.
impian setiap wanita kini ada di depan mata nya, dia tidak boleh menyerah begitu saja.
Aaaaa!!!
Tiba-tiba terdengar suara tangisan bayi, membuat Syifa yang mendengarnya langsung meneteskan air mata.
"Anak ku." gumam nya pelan.
Syifa memberikan bayi nya ke Syifa agar Syifa bisa memeluk bayi nya.
tiba-tiba Syifa kembali mengeluarkan darah menggumpal nya, membuat Arfan kaget dan darah itu malah mengotori baju nya.
Cup..
Kecupan singkat Arfan berikan pada wanita yang menberikan keturunan nya untuk nya.
dia benar-benar bangga pada istrinya, apalagi persalinan yang Syifa lalui cukup unik.
Seorang keturunan Raid lahir di dalam mobil?.
Setelah menutupi bagian terlarang istri nya dengan perlak seadanya Arfan langsung melihat ke jok supir, dia tidak melihat keberadaan supirnya, membuat Arfan bingung.
"Pak supir." panggil nya.
Saat melihat ke arah luar kaca mobil Arfan melotot melihat supirnya yang pingsan.
"Astaga, bapak-bapak pingsan." gumam Arfan.
Beberapa jam berlalu..
Mama Alena dan Papa Arka saling melirik, keduanya benar-benar terkejut dengan pernyataan yang ada di depan nya.
dimana cucu ketiga nya lahir di mobil?.
"Syifa benar-benar hebat." kata Mama Alena sambil melihat menantunya yang memejamkan matanya karena sedang istirahat.
Arfan mengangguk.
"Iya, dia benar-benar istri terhebat." kata Arfan.
Mama Alena mendekati box bayi.
dia ingin melihat cucu nya.
saat melihat bayi yang gemuk membuat dia tersenyum.
"Ganteng banget."
"Mam, dia cantik, perempuan."
Hah?..
Mama Alena langsung melihat ke bawah box nya.
dan benar saja di bawah terlihat nama sang Bayi.
"Arsy Tamara Aquilina."
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Hua, cape banget nulis ulang part ini, kemarin udah nulis part ini, dan ceritanya 50% beda dari yang ini, sampe down gara-gara ke hapus.
jangan lupa jejak ♥️
__ADS_1