
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Sebagai anak tunggal jelas Achel menjadi anak paling di manja, tak segan-segan Papi Andrian dan Mami Nana pasti akan memberikan setiap keinginan nya, meski terkadang keinginan Achel sulit untuk di penuhi.
Di kamar yang serba berwarna pink, nampak Achel yang baru bangun tidur.
kebiasaan nya setiap bangun tidur adalah memakai penutup mata.
Hoam..
"Selamat pagi dunia." sapa Achel sambil tersenyum.
Setelah menyapa dunia, Achel langsung berjalan ke arah kamar mandi.
mencuci muka dan menggosok giginya, begitulah rutinitas nya di pagi hari.
"Satu jerawat lagi?." gumam Achel sambil menatap pantulan wajahnya di cermin yang ada di atas wastafel nya.
Beberapa detik Achel menatap pantulan wajahnya, bermonolog sendiri dengan pikiran nya perihal jerawat yang ada di dekat jidat nya.
Kalau kata orang jerawat itu tanda nya ada yang rindu pada kita, ada juga yang bilang kalau jerawat itu tanda nya menahan perasaan.
Tapi Achel gadis modern 2021, mana percaya Achel dengan begituan, menurut nya jerawat yang tumbuh di jidatnya itu karena makanan berminyak, atau karena kurang tidur.
Setelah beres urusan cuci muka nya Achel melangkahkan kaki nya kembali ke kamarnya, melirik jam di ding-ding nya yang menunjukkan masih pukul 7 pagi.
"Papi."
"Mami."
Hening tidak ada jawaban, membuat pemilik kaki yang sedikit bengkak itu melangkahkan kaki nya sedikit cepat untuk segera menemui kedua orang yang di carinya.
Achel menuruni tangga, matanya terus melihat kesana kemari.
namun naasnya Achel juga tidak menemukan sosok yang di carinya.
"Mami, Papi.." panggil nya lagi.
"Dimana Mami?." tanya Achel pada salah satu bibi pembantu di rumah nya.
"Nyonya dan tuan sedang di ruang tamu, non."
"Makasih info nya, BI."
Baru beberapa langkah Achel melangkahkan kakinya tiba-tiba langkah nya terhenti, dia mendengar suara seseorang, yang membuat nya semakin penasaran.
"Mami, Pap.." ucap Achel terpotong karena kaget melihat sosok yang sedang duduk dengan orang tuanya.
"Achel sayang, sudah bangun." Mami Nana menatap putri kesayangan nya yang berdiri mematung di dekat almari kaca.
__ADS_1
"Sini duduk." ucap Papi Andrian menepuk tempat duduk yang kosong di samping nya.
Achel kikuk, dengan perlahan dia berjalan mendekati sopa, duduk dengan wajah yang masih kaget.
"Rangga, dia Achel putri ku, dan Achel kenalin itu Om Rangga, pria yang kemarin kamu peluk." kata Papi Andrian.
"Pap." Achel melirik tak suka pada Papi nya.
Pria bernama Rangga itu mengulurkan tangannya, menatap sosok yang memakai piyama hello Kitty dengan rambut Curly, jerawat di jidat Achel pun takalah di lihat oleh pria berparas tampan itu.
"Rangga, panggil saja Om Rangga."
"Ayo salam sama Om." titah Mami Nana.
Achel menghela nafasnya pelan, lalu menatap sosok pria berparas tampan di depan nya.
"Rachel, panggil aja Achel." kata Achel pelan.
Lama keduanya bersalaman, lebih tepatnya Rangga yang dengan sengaja memegang tangan Achel lebih lama.
membuat Achel melotot pada sosok di depan nya.
"Dasar Om-om Gy." batin Achel kesal.
Sedangkan Rangga nampak tersenyum menatap Achel.
"Lumayan, jadi gadis ini yang telah berani memelukku, oke gadis kecil setelah apa yang kamu lakukan padaku waktu itu, jangan salahkan aku kalau kamu akan menjadi Babby ku, dan aku akan menjadi gadis ku." batin Rangga.
Papi Andrian menatap keduanya heran.
Ekhem..
Buru-buru Achel melepaskan salaman tangan nya, beranjak berdiri lalu mencium pipi Mami dan Papi nya.
"Morning kiss Mi, Pi." ucap Achel sambil tersenyum, dan setelah itu Achel pergi begitu saja tanpa mengabaikan sosok yang melihatnya dengan wajah yang terpesona.
"Maaf ya, Achel memang begitu, anaknya manja." Kata Papi Andrian.
"Tidak apa, aku suka."
"Apa maksud mu?."
Tau akan wajah tidak biasa yang di perlihatkan sahabatnya.
"Maksud ku tingkah Achel lucu, sama seperti Almrhum adik ku." kata Rangga lagi.
"Mi, siapkan sarapan."
"Iya, Pi."
Setelah kepergian istrinya Papi Andrian menatap teman nya dengan wajah yang tidak biasa.
__ADS_1
"Aku tau maksud kedatangan mu kesini, pasti bukan untuk sekedar main." kata Papi Andrian masih belum mengalihkan pandangannya dari pria yang delapan tahun lebih muda dari dirinya itu.
Keduanya sudah berteman lama, lebih tepatnya Rangga adalah sepupu Lily, Almrhum istri pertamanya, jadi Papi Andrian cukup tau seperti apa teman nya itu.
"Kau tau maksud ku?."
Rangga menaikan sebelah alisnya ke atas, kembali menatap sosok yang ada di depan nya itu.
"Achel masih kecil, dia putri ku satu-satunya, dan jangan harap kamu bisa menyakiti dia sedikit pun, Karena aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi."
"Ingat umur, Achel masih 17 tahun, sedangkan kau?, usia mu sudah 40 tahun, Achel terlalu muda untuk mu." tegas Api Andrian lagi.
Rangga hanya tersenyum menghadapi ucapan penuh tekanan yang di layangkan oleh bapak satu anak di depan nya.
Di dapur Achel yang kini sedang membantu Mami nya menyajikan makanan nampak bingung, dia penasaran akan kedatangan si Om-om Gy ke rumah nya.
"MI, Papi kenal nya udah lama ya sama si Om?." tanya Achel.
"Katanya sih Om Rangga itu sepupu nya Mami Lily."
Achel terdiam, jelas dia tau banyak cerita tentang Mami Lily, sosok ibu muda yang tangguh, yang berani mengambil resiko di usia nya yang masih muda yaitu 18 tahun untuk melahirkan kakaknya, Ansela.
Mami Nana banyak cerita tentang masa lalu Papinya dan Mami Lily, dan Achel selalu senang saat mendengar nya, karena walaupun Mami Lily adalah ibu tirinya yang sudah tiada Achel tetap akan menyukai Mami Lily.
"Gy ya Mi."
"Hus, tau dari mana kamu?."
"Dari Papi."
Mami Nana menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan suaminya yang bisa-bisanya mengatakan sesuatu yang tidak baik seperti itu.
"Mi."
"Apa lagi Achel cantik."
"Ngak jadi."
Achel ingin pergi untuk mandi, namun tiba-tiba langkah nya terhenti karena melihat sosok yang tidak di sukai nya berjalan mendekat ke arah nya.
"Pi, Achel mandi dulu ya, gerah." kata Achel langsung di angguki oleh Papi Andrian.
"Yang bersih ya sayang."
"Siap Papi ganteng ku." setelah mengatakan itu Achel berjalan santai.
Rangga terus melihat Achel yang berlari kecil menaiki tangga, sudut bibirnya terangkat untuk tersenyum kecil saat melihat tubuh Achel yang sedikit berisi di paksa berjalan cepat.
"*Mana mungkin aku tahan melihat gadis menggemaskan seperti Rachel, oke gadis kecil aku akan menunggu mu dua tiga tahun lagi."
_______
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹*
Jangan lupa Jejak ♥️