
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Dasar gembrot, katanya SMA tapi badan malah udah kaya ibu anak satu aja." gerutu Kinara yang kesusahan menggendong Dinda.
Berat badan Dinda memang 55 kg, sedang kan yang menggendong nya hanya 48kg, tapi meski kurus Kinara tidak lah lemah dia terus berusaha untuk membawa kingkong tukang bohong itu.
Saat akan membuka jendela Kinara mendengar suara langkah kaki ke kamar yang di singgahi nya, membuat gadis itu kaget dan memilih menidurkan Dinda di lantai dan bersembunyi di balik gorden.
Ceklek..
Pintu terbuka.
Tap..tap..
Suara langkah kaki itu semakin terdengar lebih keras, membuat Kinara yang bersembunyi sedikit was-was, apalagi langkah kaki nya seperti nya mendekat ke arah nya.
"Ngak mungkin aku gagal." gumam nya percaya diri.
Suara langkah kaki itu tidak terdengar lagi, bahkan Kinara mendengar suara ranjang yang seperti baru di tempati, membuat Kinara yakin jika Dinda sudah di pindahkan.
"Sial, ngak tau apa kalau si gembrot itu berat banget, malah nambah kerjaan lagi." kesal Kinara.
Karena merasa sudah aman Kinara pun memilih keluar dari tempat persembunyian nya, tapi saat baru satu langkah tiba-tiba tangan Kinara di tarik oleh seseorang membuat Kinara kaget dan replek menampar sosok itu.
Plakkkk !!
"Ara!, Hey kenapa kau menampar ku!."
Hah?.
"Lucas!." kaget Kinara sambil menutup bibir nya.
"Kamu ngapain di sini Ara?." tanya Lucas.
Kinara tidak menjawab, dia memilih memalingkan wajah nya dan berniat untuk berjalan ke arah jendela.
tapi langkah nya terhenti karena tubuhnya tiba-tiba di gendong paksa oleh Lucas.
"Diam lah Ara, jangan memberontak apa kau mau di katai maling." ucap Lucas yang membuat Kinara langsung membuka penutup wajah nya.
Lucas berjalan membawa Kinara ke kamar nya, tentunya dengan sembunyi-sembunyi karena takut ketahuan Papa nya.
Sesampainya di kamar nya Lucas langsung mendudukkan Kinara di tepi ranjang nya, membuat Kinara yang terduduk hanya bisa memalingkan wajahnya.
"Dari mana kamu tau aku Ara?." tanya Kinara, dia bingung kenapa Lucas mengenali nya, padahal Kinara sudah memakai penutup wajah.
Lucas terdiam dia tersenyum kecil lalu berbalik menatap Kinara.
"Aku tanya apa kau ingin jawaban kejujuran atau kebohongan?." tanya Lucas sambil berjalan mendekati Kinara.
"Tidak usah berbasa-basi Lucas, aku tidak suka hal konyol." kesal Kinara langsung berdiri.
__ADS_1
Keduanya saling bertatapan cukup lama, sampai akhirnya Kinara memilih memalingkan wajahnya ke sembarangan arah.
"Ara tatap aku." pinta Lucas.
"Tidak mau, aku harus pulang Mamih menunggu ku." ucap Kinara beralasan.
Lucas terkekeh mendengar nya, gadis bar-bar yang pemberani seperti Kinara masih bisa mengatakan jika ibu nya menunggu nya pulang?, benar-benar alasan yang cukup aneh untuk nya.
"Ara, hey." Lucas memegang tangan Kinara.
Namun dengan cepat di tepis Kinara.
"Jangan sentuh-sentuh, aku tidak suka itu." kesal Kinara merasa di permainkan oleh Lucas.
Lucas menghela nafas nya, jika bukan karena Gerry mana tau dia tentang Kinara yang ternyata diam-diam menyukai nya.
apa lagi gadis seperti Kinara ini sangatlah susah untuk di tebak mau nya apa.
Sikap nya yang selalu ketus dan lebih terlihat galak, mana ada yang bisa sabar menanggapi sikap aneh gadis itu.
bahkan Kinara sukses membuat Lucas penasaran akan sikap pemberani nya yang katanya mau menculik Dinda, adik tirinya.
"Oke baiklah Ara, kenapa kau mau menculik Dinda? apa kau ada masalah dengan adik ku?." tanya Lucas pura-pura tidak tau.
Padahal dia tau semuanya, bahkan alasan Kinara menculik Dinda pun sudah Lucas ketahui.
ralat lebih tepatnya dia tau semua itu dari Gerry karena beberapa menit yang lalu Gerry menelpon nya dan mengatakan ada segalanya.
Kinara mengepal kan tangan nya, ini semuanya pasti ulah Gerry, teman nya itu yang pasti membocorkan semuanya pada Lucas.
"Gerry ngomong apa aja?." tanya Kinara kepo.
Lucas menaikan sebelah alisnya ke atas.
"Kamu mau tau?." seperti nya senang bermain dulu.
Bukkk!!
"Kau tau aku tidak suka bercanda Lucas." kesal Kinara sambil mengerucutkan bibirnya.
Melihat Kinara yang memperlihatkan wajah marah nya membuat Lucas tersenyum, tangan nya terulur untuk mengusap pipi Kinara, tapi lagi-lagi di tepis oleh Kinara.
"Sudah aku bilang aku tidak suka di pegang-pegang, ngeyel ya udah di bilangin juga." ketus Kinara.
Lucas menghela nafas nya, tidak ada romantis-romantis nya benar-benar gadis yang lain dari yang lain.
Galak!
"Ara, aku tau perasaan mu."
Deg..
Kinara kaget bukan main.
__ADS_1
sial, Gerry benar-benar sudah membocorkan segalanya.
"Perasaan ku? apaan?." Kinara berkata dengan wajah yang seperti menantang.
Membuat Lucas gemas karena bisa-bisa nya Kinara berkata santai meski sudah ketahuan, tangan nya kembali khilaf untuk memegang pipi Kinara dan kembali berakhir dengan sebuah tepisan kasar.
"Lucas!." geram Kinara.
"Ayolah Ara, aku hanya memegang wajah mu." ucap Lucas tersenyum menggoda, membuat Kinara memberikan kepalan tangan nya di dekat wajah Lucas.
"Berani lagi siap-siap kepalan kecil ini akan berakhir di wajah mu, aku tidak main-main Lucas!." sinis Kinara.
Keduanya kembali terdiam, Lucas merasa gugup di depan Ara, apalagi jika melihat sikap Ara yang sangat dingin dan juga galak.
"Lucas." panggil Kinara yang duduk di tepi ranjang.
Lucas melirik nya.
"Apa?."
"Aku haus, buatkan aku kopi dong." pinta Kinara.
Dia tua kopi buatan Lucas itu sangat enak, tapi jelas bukan itu alasan dari Kinara meminta kopi.
"Tunggulah, aku akan membuatkan nya untuk mu." ucap Lucas sambil tersenyum lalu pergi keluar dari kamar nya.
Melihat Lucas yang sudah pergi membuat Kinara tersenyum, dia memegang pipi nya yang tadi sedikit menerima elussan halus dari Lucas.
"Astaga aku benar-benar sudah gila, apa iya aku mencintaimu Lucas." gumam Kinara sambil menatap sekeliling kamar Lucas yang di penuhi poster motor sama seperti kamar nya.
Tanpa ragu Kinara berguling-guling di tempat tidur, dia bahkan memberikan kecupan singkat di guling nya.
"Jangan Menikah, adik mu penipu." ucap Kinara pada guling itu.
Sampai akhirnya Kinara tersadar dengan kelakuan nya yang gila, dia beranjak dari tempat tidur dan mengambil saku celana nya di ponselnya.
Sebelum benar-benar pergi Kinara kembali menatap ruangan kamar Lucas lagi.
"Aku harap Vidio itu bisa melepaskan mu, tapi jika kamu ngak terpaksa semoga kamu bahagia." ucap Kinara lalu pergi keluar dari kamar Lucas lewat jendela.
Meloncat melewati balkon, dan kembali mengunakan pohon sebagai alat transportasi untuk nya bisa keluar dari area rumah Lucas yang di kelilingi pagar besi.
Bukkk!!
"Awwww!" ringis Gerry karena mendapatkan pukulan dari Kinara.
"Ara kau gila!."
"Biarkan saja, aku gila karena memiliki teman gila seperti mu!."
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️