Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Kondisi Zelo


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Dimana bayi ku, dimana Zelo, dimana Ziel.!! " Lisa yang sudah bangun dari pingsan nya langsung berteriak mencari keberadaan Putra kembar nya.


Melihat Lisa yang menangis membuat Bian semakin marah, tapi sebisa mungkin dia harus bisa menahan amarahnya karena jika dia melakukan hal itu sama saja dengan dirinya membuat panik istrinya.


"Tahan tangis mu sayang, Zelo ada di ruangan sebelah." sahut Bian yang sedari tadi menunggu Istri nya sadar.


"Aku mau melihat mereka."


"Kita akan melihat mereka bersama."


Keduanya berjalan bersama, dengan Lisa yang di pegangi oleh Bian karena masih lemas.


Saat memasuki ruangan VIP yang di tempati si kembar ada rasa sedih di hatinya.


bagaimana tidak dia melihat Zelo si bungsu yang nampak tertidur dengan beberapa alat medis yang menempel di lengan dan perut nya.


"Zelo sayang maafkan Mommy, hiks..maaf."


Air mata tak bisa terbendung lagi, Lisa kembali menangis saat melihat putranya yang nampak tak berdaya di ranjang kecilnya.


"Ziel?."


Tak mendapatkan putra sulung nya membuat Lisa menatap suaminya.


"Ziel bersama Mama pulang, bayi tidak boleh berada di ruangan rumah sakit terlalu lama."


Tadi Mama Alena memang meminta ijin untuk membawa cucu nya Ziel pulang, alasan nya tentu saja karena tidak baik untuk bayi berlama-lama di rumah sakit, apalagi kondisi Ziel baik-baik saja.


Lisa mengusap air matanya perlahan, lalu menghela nafasnya.


"Apa kata dokter?, sakit apa Zelo?." tanya Lisa.


Bian terdiam untuk sesaat, dia melirik putranya lalu beralih menatap istrinya.


"Dokter bilang Zelo keracunan obat tidur."


"Apa!! bagaimana mungkin."


"Kecilkan suara mu sayang, Zelo bisa bangun."

__ADS_1


Bian membawa istrinya duduk di sopa yang ada di pojokan ruangan nya.


keduanya duduk dengan Lisa yang memperlihatkan wajah tidak percaya nya.


"Kita kecolongan, salah satu pengasuh mereka adalah orang suruhan Perry, dia ternyata masih hidup dan mungkin ingin kembali mengambil harta kakek Surya." kata Bian dengan helaan nafas kasar nya.


Lagi-lagi masalah uang dan harta, Lisa tidak habis pikir dengan orang-orang yang selalu menghalalkan segala caranya hanya demi harta.


Teganya mereka menyiksa putra nya yang menggemaskan dengan obat tidur, Apa mereka tidak tau kalau efek obat tidur pada bayi 9 bulan itu sangat berbahaya?.


Apa mereka tidak sadar kalau itu sama saja dengan percobaan pembunuhan?.


Lisa meradang, dia tidak akan memberikan ampun lagi untuk sepupunya itu.


jika dulu dia melepaskan sepupunya karena kasihan maka tidak dengan sekarang.


Perry telah membuatnya hampir kehilangan buat hatinya, dan sepupunya juga harus merasakan amarah dari ibu macan yang sedang di ganggu kenyamanan nya.


"Kamu tenang saja, Perry sudah dalam pengejaran polisi, dan pengasuh bayaran nya pun sudah di tangkap oleh Papa, dan Papa juga yang sudah melaporkan Perry pada polisi."


Papa Arka dan Mama Alena yang pertama sigap dalam permasalahan nya, kedua orang tuanya memang selalu pasang badan saat masalah menhadang anak-anak nya, dan Bian mengacungkan jempolnya untuk orang tuanya yang selalu menjaga mereka dengan sepenuh hati.


Huh..


Bian mengangguk cepat.


"Tentu, kakek dan Papa bersatu untuk mengarah kan anak buahnya agar bisa menemukan Perry secepat nya."


Lisa merenung setelah kejadian ini dia mungkin akan paham satu hal.


jika harta bisa membuat seseorang bertindak di luar akal, bahkan sekalipun untuk membunuh orang yang sudah memiliki rasa iri hati dan terus merasa tidak puas akan berani bertindak hal yang tidak terpuji sekalipun.


Dan disini Lisa juga sadar akan pentingnya kepercayaan pada seseorang, terkadang orang yang sudah di percaya juga bisa mengkhianati.


contohnya saja pengasuh Ziel dan Zelo.


Mereka mendapatkan gajih yang jauh 2x lipat dari gajih mereka biasanya menjadi pengasuh bayi, tapi nyatanya kebaikan yang Lisa tawarkan pada pengasuh si kembar ternyata tidak membuat sifat asli seseorang terkubur, melainkan malah menjadi-jadi.


"Mulai saat ini kita harus menjaga si kembar lebih full lagi, aku ngak mau hal seperti terulang lagi pada putra kita."


Lisa menjadi parno sendiri, setelah kejadian ini apa mungkin dia akan kembali mempercayai pengasuh untuk ikut membantunya dalam masalah mengasuh si kembar?.


Mungkin tidak untuk beberapa saat ini, Lisa benar-benar tidak mau kecolongan lagi karena setelah ini mungkin saja dia akan menjadi ibu siap siaga untuk kedua putranya.

__ADS_1


Bian memeluk istrinya, mengusap kepala istrinya penuh sayang.


jelas dia melihat aura kesedihan dan trauma di wajah sang istri, begitupun dengan dirinya yang saat ini masih tetap menyimpan marah yang sangat besar pada orang-orang yang membuat putranya sakit seperti ini.


"Kamu tenang aja, untuk beberapa Minggu ini aku akan stay di rumah, pekerjaan akan aku alihkan di rumah." kata Bian, tidak mau Istri nya kerepotan sendirian.


Lisa menggelengkan kepalanya, dia rasa itu terlalu berlebihan.


jelas Lisa tau urusan kantor pasti sangat banyak, dan dia tidak mau suaminya kelelahan jika harus membagi waktunya dengan mengurus bayi di saat waktu bekerja.


"Ngak perlu, kamu fokus aja kerja. urusan kembar biar aku aja."


"Tidak ada penolakan, kembar juga anak ku jadi aku juga akan menjaga mereka bersama mu."


"Kita jaga kembar bersama, seperti membuat nya dulu." lanjut Bian yang langsung mendapatkan cubitan di pinggang nya dari sang istri.


"Arfan, Syifa."


"Maaf telat kak, aku baru di kabarin sama Mama tadi, untung aja aku udah bisa ngelakuin nya tiga kali kalo belum kasihan si Jon ngak dapat keenakan." celetuk Arfan sambil tersenyum.


Bian dan Lisa hanya menggelengkan kepala nya, sebelumnya mereka mendapatkan kabar jika pernikahan adiknya memiliki masalah, tapi melihat Syifa yang bagian leher nya banyak tanda merah juga mata yang terlihat seperti panda membuat mereka yakin jika sekarang mungkin pernikahan adiknya sudah jauh lebih baik.


"Salfok sama apa kak? sama tanda ini ya." Arfan membuka kerah pakaian nya yang memperlihatkan tanda merah buatan istrinya.


"Astaga anak ini." Bian menjauhkan istrinya dari si narsis.


Menatap horor Arfan.


"Kenapa?." tanya Arfan cuek, yang langsung mendapatkan cubitan di tangan oleh Syifa.


"Kalau mau main lagi nanti sayang, disini ada pasangan buluk." kata Arfan sambil mengajak istrinya untuk berjalan begitu saja melewati kedua kakak nya.


Syifa melihat Zelo yang terbaring lemas di ranjang nya, ada rasa kasihan di hatinya melihat anak sekecil ini harus menjadi korban orang yang tidak bertanggung jawab.


"Kasihan, semoga cepat sembuh ya Zelo sayang." ucap Syifa masih dengan menatap Zelo.


Sedangkan Arfan nampak terdiam, dia berpikir kenapa keluarga nya selalu mendapatkan masalah.


berbeda-beda tapi tujuan utamanya adalah harta, bahkan masa lalu Opa nya pun juga sama, seolah keluarga nya tidak akan bisa bernafas lega sebelum melepaskan harta yang mereka miliki.


"Jika harta bisa membuat hidup menjadi tidak nyaman maka apa guna nya memiliki harta?."


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2