
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Jika Achel dan Rangga sedang di tilang karena parkir sembarangan, maka lain hal nya dengan keadaan di rumah kediaman Rico Febrian, Daddy Dilla.
Semula Zico hanya mengantar Dilla pulang, tapi saat sampai di rumah nya Daddy nya malah mengajak bermain catur.
"Dad sudah, ini sudah malam lanjut besok lagi main nya." kata Dilla yang sudah mengantuk.
"Princess saja yang tidur, dan untuk kekasih mu, biarkan dia tetap disini menemani Daddy main." sahut Daddy Rico, "Boy." lanjut nya memanggil Putra sulung nya.
Boy berjalan mendekati sang Daddy, lalu duduk menggantikan posisi Daddy nya.
"Kalahkan calon adik ipar mu, beritahu dia kalau kita adalah penguasa di sini."
"Siap Dad."
Permainan terus berjalan, uap pan demi uap pan Dilla keluarkan karena sudah mengantuk, tapi saat melihat Zico yang tidak mengantuk membuat Dilla memilih meminum coffe lagi.
"Dad."
Hoam..
Tidak mendapatkan jawaban membuat Dilla meradang, dia menatap tajam Daddy dan Kakak nya, lalu..
"Mommy !!!."
"Kakak !!! "
"Jangan teriak-teriak Dilla, nanti Mommy bangun." kata Daddy.
"Iya, nanti juga istri kakak bangun gara-gara dengar teriakan kamu yang cempreng itu." timpal Boy, ikut mengangguk.
Dilla mendengkus, "Biarin aja, biar Mommy sama kak April bangun, kalau perlu kalian di hukum tidur di luar saja." ketus Dilla.
Sampai tiba-tiba..
"Dad." suara bersamaan menantu dan mertua membuat kedua laki-laki beda generasi itu langsung kikuk.
"Oh ini yang namanya cari angin?, cari angin gangguin si princess?."
"Ngak sayang, aku hanya___" ucap Daddy Rico terhenti karena langsung mendapatkan jeweran di telinga nya dari sang istri.
"Masuk atau aku sunat si Jono, cepat masuk." kata Mommy Kelle.
Setelah Mommy Kelle dan Daddy Rico pergi kini tinggallah Boy yang menelan ludahnya melihat betapa garang nya Istri nya.
"Mau masuk sendiri atau aku gusur?." tanya April.
Dengan cepat dan tak mau menambah masalah Boy langsung memeluk sang istri, lalu berjalan masuk ke dalam rumah dengan langkah cepat.
Melihat para lelaki di keluarga Dilla yang langsung menciut pada istri-istri nya membuat Zico melirik Dilla.
__ADS_1
"Kamu kalau sudah nikah ngak galak kan?."
Dilla menggelengkan kepalanya lalu mencubit gemas pipi sang kekasih.
"Ngak dong, aku kan baik dan cantik."
"Syukurlah."
"Paling cuman sunat dua kali, kaya Daddy." celetuk Dilla membuat Zico kaget dan replek menutupi bagian sensitif nya.
Pagi harinya Dilla bangun sangat pagi sekali untuk menyiapkan sarapan, sengaja dia bangun pagi karena sang pujaan hati nya menginap di rumah nya.
"Ngak panas, tumben banget."
"Iih Mommy, aku kan emang biasanya bangun pagi, iya kan kak." melirik April.
April hanya mengangguk sambil terkekeh pelan, Dilla memang menggemaskan di goda seperti ini.
"Masak apa?." tanya April yang melihat Dilla terus mengiris bawang.
Dan denganngan santainya Dilla menjawab..
"Nasi goreng spesial ala Dilla."
"Bawang nya emang harus sebanyak itu ya?." tunjuk Mommy Kelle.
Dilla mengangguk, "Kan bikin nya banyak Mom, kakak, Daddy dan hihi pacar aku." lanjut nya cekikan sambil memotong bawang.
Dan sebagai orang barat Mommy Kelle dan yang lain nya termasuk Dilla memang tidak pernah sarapan makanan berat, sarapan mereka ya cuman roti dan selay saja.
Mungkin hanya April yang makan nasi saat sarapan, tapi rasanya saat melihat betapa banyak nya bawang yang di iris dan cara Dilla memulai acara masak nya membuat April sudah membayangkan seperti apa hancurnya rasa nasi goreng nya.
"Asyik udah jadi, umm harum nya." gumam Dilla sambil tersenyum.
"Kak yakin ngak mau?, Mom?." tanya Dilla satu kali lagi."
Keduanya kompak menggelengkan kepalanya, membuat Dilla memilih berjalan ke arah ruang tamu untuk memanggil para laki-laki agar segera makan.
"Loh kok cuman berdua?."
Dilla celingukan mencari sosok pria yang menjadi kekasih nya itu, tapi sudah di cari di setiap juru Dilla tak kunjung menemukan Zico.
"Dad?."
Sadar akan ekspresi yang menyimpan banyak pertanyaan bucin membuat Daddy Rico mau tak mau harus menjawab nya, dari pada anak macan ngamuk, pikirnya.
"Zico tadi buru-buru pergi ke kantor, katanya dia mau ada meeting penting bersama Rangga." jelas Daddy Rico.
"Kok ngak bilang dulu sama aku sih?." Dilla cemberut.
Dan setelah mengatakan itu Dilla memilih berjalan menaiki satu persatu anak tangga, dia kecewa karena ini masakan pertama nya setelah sekian lama Zico mengajari nya memasak.
Brukkk..
__ADS_1
Dilla menjatuhkan tubuhnya di tempat tidur nya, memainkan ponselnya dengan wajah yang masih cemberut.
Hot Daddy ♥️
"Sayang maaf ya aku pulang ngak pamit, tadi nya aku mau pamit tapi liat kamu semangat masak aku jadi ngerasa bersalah karena ngak bisa cicipi makanan buatan kamu."
Hot Daddy ♥️
"Atau enggak gimana kalau masakan nya kamu antar aja ke kantor?, gimana?."
Dilla terdiam beberapa detik sampai akhirnya..
"Mandi-mandi, harus dandan cantik." Dilla langsung membanting ponselnya ke tempat tidur, turun dari ranjang dan langsung berjalan ke arah kamar mandi.
Sedangkan di meja makan Daddy Rico yang melihat nasi goreng buatan Dilla merasa penasaran dengan masakan putri bungsu nya itu.
"Boy, apa adik mu sebelum nya pernah memasak saat tinggal di rumah mu?." tanya Daddy Rico.
Boy langsung menggelengkan kepalanya sambil menerima roti yang sudah di olesi selay kacang oleh sang istri tercinta nya.
"Boro-boro, kalau udah fokus sama ponsel dan si Oppa Korea nya tuh anak mana mau gerak lagi." kata Boy santai.
"Mom tolong dong piring nya, Daddy mau nyobain nasi goreng buatan Dilla."
Mommy Kelle mengangguk, dia mengambilkan sesuai dengan yang di minta sang suami, persiapan takutnya keselek karena rasanya yang tidak memuaskan, Mommy Kelle menyiapkan juga air minum nya di samping sang suami.
Saat Daddy Rico memasukkan suapan pertama nya semua tatapan langsung melihat ke arahnya, seolah penasaran dengan rasa nasi goreng yang baru di kunyah nya.
"Bagaimana?." tanya Boy penasaran.
Daddy Rico terdiam nampak menikmati rasa yang kini mengenai lidah nya, sampai akhirnya..
"Enak banget, Dilla kaya nya bakalan pinter masak." kata Daddy Rico kembali menyuapkan makanan ke dalam mulutnya lagi.
Penasaran dengan rasanya, akhirnya semua orang yang ada di ruang makan pun langsung ikut mencoba nasi goreng nya.
Dan benar saja rasanya bukan main, enak..enak dan sangat enak, membuat mereka makan dengan lahap.
Dan saat bersamaan juga Dilla yang sudah cantik dan wangi, dia kaget saat melihat nasi goreng buatan nya malah habis tak tersisa, padahal makanan itu akan dia berikan pada Zico.
"Loh kok habis sih!." Dilla mengerucutkan bibirnya.
"Habisnya enak, ngak nyangka princess Daddy pinter masak."
"Iya, adik princess nya Kakak jago juga ya."
Dan pada akhirnya Dilla yang sudah cantik dan wangi harus kembali memasak, mau tidak mau dia harus mandi dua kali.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak ♥️
__ADS_1