
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Makanlah." ucap Boy sambil memberikan makanan pesanan April.
Ragu-ragu April mengambil, dia melirik Boy yang duduk di kursi sebelahnya, membuat Boy langsung mendeuhem dan pergi, dia paham jika April masih belum terbiasa dengan dirinya, lebih tepatnya mungkin masih takut padanya.
Setelah kepergian Boy April langsung memakan di depan nya, selama tinggal di persembunyian nya April jarang makan enak, Papa nya selalu memberinya makan sayur, alasannya karena tidak mau April gendut, karena saat kehamilan nya tubuh April memang lebih berisi, berbeda dengan sekarang April kembali kurus kering.
Selagi menunggu April makan Boy memilih mandi, dia baru bisa mandi sekarang karena sejak siang kamarnya di tempati oleh April.
Boy membuka satu persatu pakaian nya dan menyisakan boxer saja, lalu berdiri di bawah guyuran shower.
Boy benar-benar di buat penasaran dengan sikap April, April yang sekarang lebih rapuh dari April yang dulu, jelas Boy masih ingat saat pertama bertemu dengan April, dimana saat itu si cantik April tiba-tiba datang mendobrak pintu hotelnya.
Sedangkan di luar kamar nampak April yang sedang mengusap perutnya karena sudah kenyang, tapi beberapa menit kemudian April merasa ingin pipis, membuatnya buru-buru berjalan ke arah kamar.
Dan saat bersamaan juga Boy baru keluar kamar mandi, keduanya bertubrukan yang membuat April maupun Boy sama-sama jatuh ke lantai.
"Awww..!! " ringis April.
"Ck.. kamu ini kenapa? main tubruk-tubrukan segala, kamu mau mengintip ya?." Boy mengangkat sebelah alisnya.
April menggeleng.
"Siapa yang mau mengintip, aku hanya ingin ke kamar mandi." sungut April sambil menatap Boy dengan raut sebal nya.
"Mau ngapain?." celetuk Boy bertanya.
"Menurutmu apa lagi kalau bukan buang hajat." sahut April sambil tersenyum meledek.
"Ikut." kata Boy lagi.
"Tidak." kata April lagi sambil beranjak berdiri begitupun dengan Boy.
Namun saat April hendak berjalan tiba-tiba matanya menangkap sesuatu yang bisa membuatnya merinding, April berusaha untuk tidak melihatnya tapi entah kenapa lagi-lagi matanya terus mengarah ke sana.
Buru-buru April masuk ke dalam kamar mandi, dan hal itu membuat Boy mengangkat bahunya ke atas tak perduli, saat Boy akan melangkahkan kakinya ke arah almari untuk mengambil baju tiba-tiba dia merasa aneh dengan pergerakan kakinya, terasa ada yang berbeda dari tadi.
__ADS_1
"Astaga Jo..!! " kaget Boy saat melihat handuk yang melindungi si Jo ternyata sudah terlepas.
"Jangan-jangan tadi April melihatnya, untung si Jo ngak bangun kalau bangun bisa-bisa dia pingsan liat betapa gagah nya si Jo saat bangun." gumam Boy sambil tersenyum santai.
Sedangkan di dalam kamar mandi rasa ingin pipis April tiba-tiba hilang, yang ada hanya rasa ngeri saat mengingat kembali apa yang di lihatnya tadi.
Sekarang April tau kenapa dia hamil dalam sekali tancap, itu semua pasti karena milik Boy sangat besar, atau karena Boy sangat ahli dalam membuat wanita langsung hamil.
"Jangan bayangkan mahluk terkutuk itu lagi April, dia jahat dan berengsek, dia yang membuatmu merasakan penderitaan ini." ucap April sambil menatap pantulan wajahnya di cermin.
"Kemarilah, duduk." kata Boy saat melihat April di ambang pintu kamar mandi.
April hanya diam tak mendengarkan, membuat ;Boy menghela nafasnya.
"Aku tau kamu membenci ku April, tapi aku ingin tau kenapa kamu bisa di kurung di tempat itu, selama sembilan bulan ini aku selalu mencari mu." ucap Boy lagi.
"Kau mencari ku?." April melirik Boy.
"Tentu saja, kau wanita pertama yang membuat ku merasakan rasanya p____" ucap Boy terhenti, lalu kemudian menatap April. "Aku sudah bilang bukan bahwa aku akan bertanggung jawab dengan apa yang telah terjadi diantara kita dulu, tapi kamu malah menghilang tanpa jejak." lanjut Boy lagi.
April terdiam kini dia merasa bodoh, harusnya saat itu dia mau menerima ajakan Boy untuk menikah, mungkin calon bayinya akan terselamatkan dari ke jahatan yang di lakukan Papa dan ibu tirinya.
Dengan helaan nafasnya yang panjang April mencoba untuk jujur, mengakan semuanya dari awal sampai akhir.
"Apa kau akan percaya jika aku mengatakan aku hamil anakmu?." tanya April.
Tidak ada wajah yang tidak serius, membuat Boy langsung mengangguk.
"Tentu, aku ini pria hot." kata Boy malah memuji dirinya sendiri. "Tapi kenapa perutmu tidak buncit?." lanjut Boy bertanya.
"Anak kita telah meninggal, di aborsi." kata April sambil menunduk sedih.
Degg..
"Apa maksudmu?, kau membunuh anak ku?." tanya Boy sedikit berteriak.
"Bukan aku, tapi Papa ku yang melakukan nya dengan bujukan ibu tiri ku, Papa tidak mau anak satu-satunya hamil di luar nikah, dan si iblis Gladis mempengaruhi Papa." lanjut April.
"Kenapa kau tidak berontak?, kenapa kau tidak menolaknya." teriak Boy dengan wajah yang berbalut sedih dan kemarahan.
__ADS_1
April terisak pelan, "Bisa apa aku?, Papa tidak mendengarkan ku, bahkan Papa mengurungku di tempat yang jauh dari keramaian." kata April semakin terisak.
Boy menatap April dengan wajah yang tidak terbaca, dia benar-benar gagal menjadi seorang laki-laki, anaknya menjadi korban karena keegoisannya.
Seharunya dia bisa menemukan April sebelum peristiwa itu terjadi, tapi takdir berkata lain dia harus bertemu April sekarang, dan mendengar kisah pilu yang menimpa anak nya.
Air mata benar-benar mengalir dari mata Boy, bahkan April sampai kaget saat mendengar suara isakan Boy yang cukup kencang.
Seorang Giorgino Boy Febrian bisa menngis?.
"Maafkan aku." Isak Boy sambil berjalan mendekati April.
Namun April malah melangkah mundur.
"Kau tau aku sangat membenci pertemuan kita, gara-gara kamu aku kehilangan banyak hal, kekasihku meninggalkan ku bersama sahabat ku sendiri, dan anak ku, dia..." April tidak bisa melanjutkan perkataannya nya lagi, dadanya sangat sesak saat teringat akan sosok anak yang ada di dalam kandungan nya, yang harus pergi tanpa melihat dulu dunia.
Boy memeluk April, dia benar-benar tidak tau jika kehidupan April sangat tersiksa setelah bertemu dengan nya, dia telah menghancurkan kehidupan seorang wanita muda.
"Maafkan aku, aku berjanji akan membalaskan semua rasa sakit mu, jangan menangis lagi kita akan menghancurkan orang-orang yang telah membuat bayi kita tidak bisa melihat dunia ini." kata Boy masih memeluk April.
April hanya bisa menangis, dia juga sama memiliki dendam pada orang-orang yang telah menghancurkan kehidupan nya.
rasa sakit itu akan selalu dia ingat, apalagi rasa sakit saat melihat anaknya yang masih berbentuk janin di renggut paksa oleh dokter yang di bayar Papa nya.
"Siapa orang pertama yang ingin kau hancurkan?." tanya Boy melepaskan pelukan nya.
"Dokter jahat itu, dia tersenyum senang saat mendapatkan bayaran uang dan tidak merasa bersalah setelah mengambil paksa anak kita yang masih berbentuk janin." kata April dengan wajah yang menampakan kemarahan nya.
Boy mengepalkan tangan nya, dia akan membalaskan semua rasa sakit yang di alami April dan anak nya.
"Alena yang akan bertindak." gumam Boy.
jika dulu dia sering ngeri saat Bian membanggakan si hiu cantik dan kedua anaknya si Leo dan Lea maka lain hal nya dengan sekarang, Boy akan mengandalkan Alena dan kedua anaknya untuk merasakan daging para penjahat yang terlibat dengan aborsi putrinya.
"Putry ku, Daddy janji akan menghancurkan mereka dengan tangan Daddy sendiri, tenanglah disana sayang, Daddy menyayangimu, Daddy akan menjaga Mommy mu." batin Boy.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa jejak,♥️